My History

My History
19. Mau gak?



Mohon maaf atas keterlambatan update nya🙏sebenarnya eps ini sudah diupload kemarin tapi saat author mau mengupload eps ini ternyata eps nya hilang, Jadi author harus buat lagi dari awal😧


"Dek kamu gak tidur?" Tanya Evan yang berbaring disofa dekat Nisa sambil bermain game.


"Belum ngantuk" balas Nisa singkat tanpa melihat ke arah Evan.


30 menit setelah percakapan itu, Evan dan Nisa sudah berada dalam mimpi masing masing. Nisa yang sudah tertidur pulas terbangun karena ada sebuah benda panas yang menyentuh kulitnya.


Kedua mata Nisa terbuka, pandangan yang begitu menyejukkan tepat berada didepan matanya. Terlihat Evan yang sedang tertidur dengan damai dan tenang membuat sebuah senyuman terukir tanpa sengaja dibibir Nisa. Pandangannya teralih pada telivisi yang sudah mati.


"Yang matiin siapa? Apa mungkin mas Evan?" Pikir Nisa.


Ketika hendak kembali tidur, Nisa teringat sesuatu. Benda panas yang menyentuh pipinya dan membuatnya langsung terbangun.


"Tadi apa ya, panas banget" batin April sambil menatap sekelilingnya.


Pandangannya terhenti ketika menatap sebuah ponsel yang masih menyala dan masih berada dalam sebuah game.


"Itu hp nya mas Evan ya?" Gumam Nisa.


Tangannya tergerak untuk mengambil ponsel tersebut. "Gila panas banget" ucap Nisa pelan.


"Ohh...jadi benda panas itu hp toh" pandangan Nisa kembali menatap Evan. Ia tersenyum tipis.


"Berarti tadi main game terus ketiduran gitu? Bisa bisanya kamu mas, main game sampe ketiduran" ucap Nisa sambil mematikan ponsel Evan dan menaruhnya didekatnya.


.....


Pagi hari April terbangun karena merasa ada yang berbeda pada dirinya. Ia langsung berlari ke kamar mandi untuk mengeceknya.


"Duhh, sudah tanggal ya? Gak bawa persiapan pembalut lagi" gumam April.


April keluar kamar mandi menghampiri suaminya yang masih terlelap. Sinar matahari yang masuk melalui jendela mengenai wajah Rangga membuatnya lebih terlihat tampan. Tangan April bergerak membelai lembut wajah Rangga, dan berhenti di bibir Rangga. Diusapnya perlahan lalu kecupan sekilas ia daratkan disana.


Rangga sebenarnya sudah bangun karena pergerakan istrinya tadi, tapi saat melihat April mendekatinya, ia langsung berpura pura terlelap.


"Mas sudah bangun?" Tanya April gugup.


"Dari tadi sayang" ucap Rangga sambil menatap April.


Wajah April memerah seketika saat mendengar ucapan Rangga.


"Tanganmu nakal juga ya ternyata" ucap Rangga tertawa ringan.


"Apa an sih" April menahan malu sambil memukul ringan lengan suaminya.


"Mas, boleh minta tolong?" Tanya April sambil memainkan jari tangan Rangga.


"Boleh, tapi morning kiss nya diulangi lagi" balas Rangga lalu tersenyum nakal.


"Mas...." rengek April.


"Mau gak?" Tanya Rangga.


Tanpa aba aba dan persiapan, April langsung mengecup bibir Rangga dengan lembut. Mendapat kesempatan Rangga langsung membuka mulutnya, dan mel*umatnya dengan penuh gairah. Ciuman itu perlahan turun ke leher April, bohong jika April tidak menikmatinya. Tapi ia harus menghentikan aksi suaminya sebelum semakin turun ke bawah. Apalagi posisi mereka yang sudah berubah sejak April mencium bibir Rangga dengan lembut.


"Mas, stop!" Ucap April sambil menangkup kepala Rangga.


Tatapan Rangga menjadi sayu, sebenarnya April tidak tega menghentikannya tapi mau bagaimana lagi bulanannya sedang bertamu.


"Kenapa?" Tanya Rangga kecewa.


"Mas, adek mau minta tolong soal ini. Jadi...."


----


Terima kasih sudah membaca🙏jangan lupa tinggalkan jejak kalian😊