My History

My History
26. Aspri?



"Kamu lanjutin sendiri ya, bajunya sudah aku buka. Terima kasih atas pemandangan indah malam ini" bisik Rangga lalu berjalan ke arah sofa.


-----


Dengan cepat April langsung memakai piyama yang sudah ia siapkan tadi. Piyama seksi tanpa lengan dan celana yang panjangnya sekitar 20 cm diatas lutut mambuat Rangga terdiam menatap penampilan istrinya.


April duduk didepan meja rias dan membuat celana yang ia kenakan terangkat sehingga mengekspos paha putih mulusnya yang terlihat begitu menantang. Rangga yang melihatnya langsung meneguk ludahnya dan menarik napas perlahan untuk menetralkan pikirannya yang mulai melayang kemana mana.


"Mau godain suami toh" ucap Rangga sambil berjalan mendekati istrinya.


"Mana ada?" Ucap April sambil tersenyum tipis.


"Ayo tidur sebelum kamu gak aku izinkan untuk tidur malam ini" bisik Rangga ditelinga April yang membuat April bergidik ngeri.


Rangga berjalan ke arah ranjang diikuti oleh April.


"Good night baby" ucap Rangga sambil membawa April kedalam pelukannya.


"Good nigth sayangku" balas April lalu mengecup pipi Rangga.


.....


"Pulang yuk" ucap Nisa.


"Aku masih pengen berdua sama kamu, kenapa sih mas pulangnya harus besok" gerutu Evan.


"Yaa mau gimana lagi, mereka kan harus bekerja" ucap Nisa.


"Dan untuk apa aku menanti mu jika kamu sendiri tidak peka dengan penantianku" batin April sambil tersenyum.


"Jangan senyum dong nanti kalo aku kangen senyuman ini gimana?" Ucap Evan sambil mengusap pipi Nisa dengan lembut.


"Ya ketemu lah" ucap Nisa lalu tersenyum lebar.


"Ayo pulang, aku besok balik loh" lanjut Nisa.


"Maka dari itu, aku gak ingin menyia nyiakan malam ini. Aku masih ingin menghabiskan waktuku bersama mu" ucap Evan.


Nisa tersenyum lalu bangkit dari tempat duduknya. "Aku pulang ya, ngantuk" ucap April lalu berjalan meninggalkan Evan yang masih duduk disana.


"Kapan aku bisa memiliki mu, Sa? Kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkan rasa ini? Kapan kita akan bersama dan menjalin sebuah hubungan atas dasar cinta? Aku harap kamu bisa bersabar dan mau menanti kehadiranku? Mau lebih bersabar dalam keadaan yang seperti ini? Akan aku usahakan merubah semuanya dengan cepat dan aku harap kamu bersedia menerima ku apa adanya" ucap Evan dalam hati sambil tersenyum lalu menyusul Nisa yang sudah masuk kedalam rumah.


"Aspri? Siapa nih?" Gumam April.


"Mas..."


"Hmm..." leguh Rangga lalu berbalik dan memeluk April dengan erat.


"Ampun deh, berat mas...ih bangun dong" gerutu April sambil menggeser tangan Rangga.


"Mas ada telpon nih, dari Aspri" lanjut April sambil memberikan ponsel Rangga.


"Ya, halo. Ngapain lo telpon malem malem gini. Ganggu orang tidur aja" ucap Rangga dengan suara khas bangun tidurnya.


"Ngga, kantor ada masalah. Beberapa orang mau mengambil saham mereka lagi, dan kamu harus ketemu sama mereka. Kita bahas lagi dari awal, bisa kan?"


"Masalahnya terlalu serius ya? Sampe harus aku yang turun tangan? Gue cuti buat nikahan bukan ngurusin masalah. Hmm...gue usahain kesana besok pagi. Sekarang kirim apa penyebab masalah itu lewat email sekarang. Kalo gak gue gak akan berangkat besok" ucap Rangga lalu mematikan telponnya.


"Mas, ada apa? Kok ada saham juga" tanya April bingung.


"Sebentar ya sayang, mas harus selesain masalah ini dulu baru mas akan jelaskan ke kamu. Oke baby?" Tanya Rangga seraya mengusap kepala April dengan lembut.


"Tidur lagi ya, baru jam 1.15 malam" lanjut Rangga tersenyum lalu turun dari rajang menuju sofa.


Tangan Rangga ditarik pelan oleh April. "Kerjain disini aja, aku temenin" pinta April.


"Sebentar ya, mas ambil laptop dulu" ucap Rangga tersenyum yang juga dibalas dengan senyuman oleh April.


Rangga kembali dengan membawa laptop dan sebuah buku kecil ditangannya.


"Yakin nih mau temenin mas? Gak ngantuk apa?" Tanya Rangga sambil menyalakan laptop yang ada dipangkuannya.


"Rasa ingin tau ku lebih tinggi dari pada rasa ngantuk ku" ucap April lalu menyandarkan kepalanya dibahu Rangga.


"Ada ada aja kamu" balas Rangga sambil tertawa ringan.


"Mas mau kopi atau minuman lain?" Tanya April saat melihat Rangga yang menguap berkali kali.


----


Terima kasih sudah membaca🙏mohon tinggalkan jejak bila berkenan😊