My History

My History
16. Mas Nata?



"Kalau kamu aku sudah yakin kamu pasti lupa dek, karena Rangga banyak mengalami perubahan. Tapi aku lebih yakin kalo Rangga juga lupa tentang ini" ucap Haris.


April dan Rangga saling bertatapan, tak mengerti apa maksud ucapan Haris. 5 tahun bukan waktu yang singkat untuk mereka, mungkin hanya beberapa kejadian yang mereka ingat sampai sekarang.


"Ada apa dengan 5 tahun yang lalu?" Tanya Rangga.


"Ku beri waktu 5 menit untuk mengingat itu" ucap Haris.


Pikiran April dan Rangga berputar ke 5 tahun yang lalu, memang mereka mengingat beberapa kejadian yang pernah mereka alami. Tapi mereka tidak yakin kejadian apa yang dimaksud Haris.


"Bagaimana? Sudah ingat?" Tanya Haris.


April dan Rangga menggelengkan kepalanya dengan kompak.


"Huffft...baiklah biar aku bantu ingatkan"


"Mulai dari April. Coba kamu ingat ingat, 5 tahun yang lalu, pernah kan kamu mengagumi temen mas yang namanya Nata, tapi saat itu kamu masih punya pasangan. Dan kamu juga pernah berharap memiliki pasangan hidup seperti dia kan?" Tanya Haris.


April terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Dan kamu, 5 tahun lalu saatt kamu ke rumahku, pernah kan kamu ketemu dengan gadis yang baru lulus smp tapi punya body yang menggoda. Dan kamu pernah mempunyai keinginan untuk memilikinya tapi kamu harus menyelesaikan masalah percintaanmu dulu. Pernah kan?" Tanya Haris.


Rangga langsung mengangguk mendengar penjelasan dari Haris.


"Dan sekarang impian kalian terwujud, kalian telah disatukan dalam hubungan yang sah dimata agama dan negara" ucap Haris.


April dan Rangga terdiam tanpa mengeluarkan kata kata. Mereka masih berusaha memahami apa maksud dari ucapan Haris.


"Kalian lola deh. Dek, suami kamu itu laki laki yang pernah kamu kagumi dulu dengan sebutan Nata. Dan kamu Rangga, istri mu adalah perempuan yang kamu kenal dengan sebutan Body Goals. Apa masih kurang paham?" Tanya Haris.


"Mas nata?" Ucap April lirih.


"Body goals?" Tanya Rangga tak percaya.


Haris mengangguk. "Impian kalian 5 tahun yang lalu sudah terwujud sekarang. Btw selamat menempuh hidup baru ya. Dan jangan nangis, kan gak seru masa pengantin baru nangis" goda Haris.


"Istirahat sana, sampai ketemu nanti malam" ucap Haris lalu beranjak pergi dari taman belakang. Sedangkan Rangga langsung mengajak istrinya untuk beristirahat dikamar.


"Mas, apa benar yang diucapkan mas Haris tadi?" Tanya April tak percaya.


"Whatt?....."


"Bobok yuk" Rangga berjalan ke arah ranjang meninggalkan istrinya yang masih berdiri di dekat meja.


"Maksudnya apa mas?" Tanya April lalu menyusul suaminya yang tiduran diatas ranjang.


"Mass..." panggil April.


April yang merasa diabaikan akhirnya ia berusaha mengganggu istirahat suaminya. Tangannya membelai wajah Rangga dengan lembut. Tidak ada penolakan dari Rangga dan membuat istrinya semakin menggodanya. April langsung naik dan duduk diperut suaminya. Beberapa kecupan lembut mendarat diwajah Rangga.


Rangga hanya memejamkan mata dengan erat menahan gairah yang sudah dibangkitka oleh istrinya. Ia ingat bahwa acara resepsi pernikaha akan dilaksanakan 6 jam lagi. Sebenarnya cukup bagi Rangga untuk melakukannya tapi ia tidak mau membuat istrinya lelah karena ulahnya.


"Kamu nakal banget sih" bisik Rangga sambil memeluknya dengan erat.


"Ceritain dong" rengek April.


"Baik, tapi ada syaratnya..." ucap Rangga sambil tersenyum nakal.


"Apa?"


"Layani aku" bisik Rangga yang membuat kedua pipi April memerah seketika.


"Tidurlah, aku gak maksa kok" ucap Rangga.


April mencoba melepaskan pelukan suaminya dan turun perlahan dari atas tubuhnya. Tapi bukannya terlepas, Rangga malah memeluknya semakin erat.


"Mas, sesek tau. Lepasin dong gak bisa napas ini" ucap April meronta ronta.


"Kalo masih terus bergerak aku minta sekarang nih" ucap Rangga sambil memejamkan matanya.


April langsung terdiam pasrah, ia tau apa maksud ucapan suaminya, bukannya tidak mau melayani tapi ia butuh penjelasan dari suaminya.


-----


Terima kasih sudah membaca🙏harap tinggalkan like, komen dan juga vote bila berkenan😊