My History

My History
Hari Pertamaku Kelas 6 SD



Pagi Hari yang cerah..


Hari pertama ku menduduki bangku Kelas 6 SD.


"Assalamu'alaikum Anak-anak" Salam pak guruku.


"Wa'alaikumussalam Warahmtullahi wabarokatu" Jawab kami serempak.


"perkenalkan nama Bapak Sohri Al-Barru yang akan menjadi Wali kelas kalian, dan penanggub jawab untuk anak-anaku sekalian, Silahkan Ambil Air wudhu masing-masing untuk Melaksanakan Shalat Dhuha."


Kamipun bergegas mengambil Air Wudhu


**Disekolahku Setiap hari melaksanakan Sholat Dhuha, Bahkan Sekalipun sekolahku tak pernah mengadakan Upacara bendera, Hanya Apel pagilah yang menggantikan Hal itu.


Kami pun melaksanakan Sholat Dhuha Dan selalu Membaca juz 30, Sesudah itu menghafal dan belajar seperti Hari-hari biasanya**.


Hafalan Qur'an ku kini masih di Al-Gasyiyah, tetapi semangatku untuk menghafal takkan pernah kalah, Walaupun kini Sahabatku Sudah berada jauh diatasku.


Hari ini adalah hari menghafalku dan moodku tak bagus, Hingga suatu ketika aku Melihat suasana kelasku yang sedang menyetor Hafalan.


"*Pak guru, Saya mau menyetor hafalan surah saya," Kata Anak lelaki yang bernama ali.


"silahkan, Hafalan surahmu Sudah sampai dimana?" Tanya guruku sambil Menatapnya*.


"Sudah sampai di surah An-Naba, Hari ini saya mau mempermantap bacaan saya, Besok tinggal masuk di Juz 29 pak." Jawab anak lelaki itu.


**Apalah dayaku yang menatapnya sambil terkagum-kagum karna Hafalan yang iya bacakan.


Di kelasku Muhammad Ali terkenal dengan cara cepat menghafalnya, Walaupun dia memasuki Peringkat 3 besar, Dia takkan puas untuk mengalahkan Sahabatku yang kini mendapatkan peringkat pertama.


Ali pun membacakan Hafalan Qur'annya kepada guruku, Akupun terkagum setelah dia membacakan Ayat suci Al-Qur'an. Tak lama setelah dia menyetor hafalannya, Akupun Dipanggil pak Sohri untuk menyetor hafalanku juga, Sumpah, Hafalanku masih kacau balau karna moodku yang menggaguku.


Akupun ditatap Sama anak yang bernama ali itu, tetapi aku tak menghiraukannya, Akupun melanjutkan Aktifitasku yang seperti biasanya setelah selesai menghafal**.


**Saat pelajaran Seperti biasanya Sedang berlangsung, Pak sohri menjelaskan Sambil menulis dipapan, Dan aku hanya memperhatikannya tanpa mengerti apa yang Ia jelaskan kepadaku, Tak seperti sahabatku yang duduk disampingku, Hanya tertidur, tetapi mengerti cara mengerjakan soal yang telah diberikan pak Sohri.


Akupun menulis yang ada dipapan dan melihat anak yang bernama ali Selalu maju kedepan, duduk, Menulis, kedepan lagi sampai seterusnya. Aku hanya terheran-heran melihatnya kenapa dia selalu melakukan hal itu setiap saat, Akupun melanjutkan menulisku walaupun masih berfikir sebenarnya dia kenapa bisa begitu?.


Kring... kring... kring...


Bel istirahatpun berbunyi**.


Yups..


Dulu namaku adalah Sri ayu lestari,Nama orang jawa tapi aslinya orang bugis.


"*nggak Ah, Aku bawa bekal kok." Kataku sambil tersenyum.


"Yaudah, Aku bareng Aisyah aja."ucap citra yang menuju pintu keluar kelas*.


Dikelaskupun menjadi sepi, Karna ada yang pulang kerumah dekat dengan sekolah dan ada juga yang pergi kekantin untuk jajan cemilan-cemilan mereka. Hanya aku dan pak Sohri yang sekarang berada dikelas.


"*Sri, Sishy itu saudari kamu?" Tanya pak sohri sambil memainkan laptop.


"iya pak. Jangan kaget yaa pak, soalnya udah banyak yang nanyain kayak gitu." Ucapku sambil memakan bekalku.


"Kenapa kalian bisa satu angkatan? Kalian beda orang tua atau bagaimana?" Tanya pak sohri yang penuh keheranan.


"Setiap keluarga memiliki sejarah yang berbeda-beda, Sama aku dan saudariku memiliki sejarah, Kalau bapak ingin tau lebih baik bapak nikah dengan ibu nurul aja, mumpung bu nurul lagi jomblo fisabilillah." Ucapku tampa berfikir panjang.


"Hahahahahaha... mana mii itu ibu pale, Maujika sama bapak?" Tanya pak sohri dengan logat bugisnya.


"Mungkin lagi sedang mengajar dikelasnya.


Emang kenapa? Bapak suka yaa!" Kataku sambil bercanda.


"Hahahahaha... Masih kecil udah bicara yang kayak gituan." Ucap pak sohri sambil tertawa


.


Akupun tanpa berfikir panjang menanyakan Ali kepada Pal sohri.


"*Pak, Kenapa tiap bapak menulis, si ali maju-maju kedepan terus sih?" Tanyaku.


"Karna Matanya Rabun jauh, Jadi wajar dia maju-maju kedepan." Jawab pak Sohri tampa basa-basi.


"Kenapa dia nggak beli kaca mata pak?" Tanyaku lagi yang penuh penasaran*.


Hai Readers...


Jangan lupa like and comment dari kalian untuk cerita ini..