
Perlahan lahan April mulai memejamkan matanya, mengsitirahatkan tubuhnya dalam dekapan suami tercinta. Mengingat bahwa nanti malam adalah acara resepsi pernikahan dan mereka harus menerima tamu mulai pukul 7-12 malam nanti. Menyambut kedatangan banyak orang dari berbagai kalangan dan beberapa tamu dari berbagai daerah, terutama Jepang. Wajar saja, keluarga Rangga adalah penduduk asli Jepang.
Kenapa resepsi tidak dilaksanakan di Jepang? Karena permintaan dari mempelai pria yang menginginkan resepsi dilaksanakan dikota kelahiran mama kandungnya, Anggela Hinata.
......
1 jam lebih April dirias oleh pihak WO dikamar Rangga. Riasan make up sederhana yang membuatnya terkesan natural tapi tetap memancarkan aura kecantikannya. Ditambah dengan gaun putih elegan dan mahkota simple yang terpasang dikepalanya, membuatnya semakin cantik dan terkesan dewasa.
"Istrimu mana?" Tanya papa Rangga, Keindra Hinata.
"Masih dikamar pah, kenapa?" Tanya Rangga.
"Jemput sana, 15 menit lagi acara dimulai" suruh papa Kei.
"Oke pah" Rangga langsung pergi ke kamarnya, menjemput istri tercinta.
----
"Sayang sudah selesai? 15 menit lagi acara dimu...la..i" Rangga langsung terdiam menatap istrinya yang tersenyum manis ke arahnya.
April menghampiri suaminya yang masih terdiam didepan pintu sambil menatapnya. Pandangannya tak lepas dari wajah cantik April yang sukses membuatnya terpana.
"Sudah mas, ayo keluar" ucap April sambil menggandeng tangan suaminya.
Bukannya keluar Rangga malah menutup pintu kamarnya lalu menyandarkan April ke tembok. Ditatapnya seluruh tubuh April mulai dari atas sampai ke bawah. April hanya menunduk, menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah karena malu.
"Mas, please jangan dirusakin make up nya" ucap April memohon pada suaminya yang mulai merapatkan tubuhnya, mengikis habis jarak yang tersisa.
"Kamu terlalu cantik sayang, jadi gak mungkin mas gak tergoda" bisik Rangga sambil membelai lembut wajah April. Sentuhan dari Rangga sukses membuat kulit tubuh April meremang seketika.
Rangga menjauhkan wajahnya "turun yuk, udah ditunggu sama papa" ajak Rangga sambil menggenggam tangan istrinya.
Resepsi dilakukan taman depan rumah Rangga yang luasnya luar biasa😂. Dekorasi simple namun terkesan elegan yang menambah suasana malam menjadi semakin romantis.
"Nisa mana dek?" Tanya Rangga pada Evan.
"Gak tau mas, dia belum keluar dari tadi" ucap Evan khawatir.
"Gak kamu samperin aja?" Tanya Rangga.
"A......" ucapan Evan terpotong karena kehadiran seorang gadis cantik dengan dress brokat yang membuatnya semakin manis.
"Aku datang, maaf telat tadi habis dari kamar mandi" ucap Nisa lalu tersenyum.
"Cantik banget" batin Evan.
"Hoi, ayo udah ditunggu papa sama mama itu loh" ucap Rangga sambil menepuk bahu Evan untuk memuyarkan lamunannya.
"Ahh...iya, ayo sa" ajak Evan sambil menggandeng tangan Nisa.
----
Mereka semua berjalan menuju tempat resepsi yang sudah dipenuhi oleh tamu. Semua tamu yang hadir berdiri menyambut pengantin beserta keluarganya. Instrumen musik romantis terdengar begitu merdu mengiringi langkah pengantin menuju pelaminan.
----
"Mas berapa tamu yang kamu undang, banyak banget?" Bisik April yang mulai lelah menerima tamu.
"Mas juga gak tau sayang, masalah undangan mama sama papa yang urus" bisik Rangga.
Setelah menerima beberapa tamu, akhirnya mereka berdua bisa menikmati bagaimana rasanya duduk dipelaminan dengan tenang sambil menikmati hiburan. Tiba-tiba Rangga mengajak April ke tengah tamu undangan sambil membawa satu buah mikrofon.
"Mas, mau ngapain?" Bisik April.
-----
ini gambarannya ya😁
.
.
Itulah gaun dan mahkota yang digunakan April saat resepsi pernikahannya😊
.
Dan ini dress brokat yang digunakan Nisa...
Untuk Rangga, Revan dan Papa Keindra menggunkan tuxedo yang sama...
.
Tema pernikahan yang dipilih adalah......
.
Ya kurang lebih seperti itulah gambarannya😁
Mohon maaf gambarnya harus author potong karena author belum menentukan cast visual mereka😆
Terima kasih sudah membaca🙏jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya😊