My Genie Wife

My Genie Wife
Dan Orang Yang Disukai



Sera tertegun setelah mengangguk mengerti tentang situasi dunia jin yang sedang ditangani ayahnya dia pun  paham jika ayahnya tidak bisa membantu karena sedang mengarahkan seluruh rakyat jin agar terkonsentrasi pada kristal energi sihir yang terus ikut terserap agar bertambah energi sihirnya.


Dan sementara itu aja Ifarid dan para jin leluhur berbadan kecil mirip peri, bisa menutup seutuhnya dunia jin agar tidak bersama dalam satu dimensi lagi dengan dunia manusia menggunakan sihir tingkat tinggi yang mereka miliki.


Sera pun menatap lemah penuh kecewa dan sedih pada Arian karena menerima kenyataan mengejutkan jika dirinya harus berpisah dengan orang yang disukai, dia sadar jin sepertinya jika tidak bisa memiliki akses ke dunia jin lagi saat tinggal di dunia ini maka realitas dirinya akan benar-benar lenyap.


Karena sebagian kecil unsur dunia jin yang tersembunyi di balik bayang dunia manusia meskipun kasat mata adalah bagian dari salah satu sumber mereka untuk tetap ada dunia manusia meski masih membutuhkan perantara tambahan seperti sihir mempertahankan wujud.


Namun Sera memilih untuk tetap tegar dan tetap mepertahankan wajah tenangnya yang telah menerima banyak hal dalam waktu singkat pada hari ini saja, kemudian dengan tubuh nya yang berdiri tegap penuh semangat setelah  menoleh pada ibunya dan para kesatria kerajaan yang datang membantu serta menoleh pada 4 teman SMA nya, dengan senyuman Sera pun berteriak.


"Baiklah kita serang secara bersama-sama lagi"


Demi mencegah Sadan mendapatkan wujud sempurnanya, serangan demi serangan mulai menghujam kuat dan cepat tubuh Sadan yang sedang mengambang di langit dan membuatnya sedikit goyah di atas sana, Sadan pun mencoba menyerang balik serangan-serangan itu dengan duri-duri panjang juga runcing yang mencuat untuk membalas para kesatria yang menyerangnya.


Beberapa ada yang terkena duri itu bahkan ada yang lenyap karena diserap seluruh material energi sihirnya yang mengakibatkan hilangnya realitas, namun sang Ratu dan Sera serta yang lainnya tetap tak tergoyahkan dan terus mencoba memberi serangan kuat sampai Sadan tak berdaya lagi karena hanya itu caranya agar orang-orang di dunia jin sempat menutup dunia mereka sekalian mengurangi kerusakan di dunia manusia.


"Kita akan menggabungkan kekuatan kita" Sera berkata setelah sesaat memberhentikan serangan Sera menoleh dan menatap dalam Eru, Arian, Alia dan Reina kemudian mengangguk pelan, keempat temannya yang paham permintaan Sera memberi anggukan balasan kemudian memasang kuda-kuda bertarung yang lebih kokoh lagi.


Di saat itu Reina langsung memberikan sihir penyembuhan dari kalungnya kemudian memberikan perisai yang lebih kuat untuk Arian, Sera, Eru dan Alia. Setelah merasa amat berkat sihir perlindungan yang diberikan Reina Sera, Eru langsung berderap maju untuk menyerang sadan kembali dengan Alia yang mendukung mereka dengan sihir pelindung dan penyembuhan dari kekuatan yang dia dapatkan dari kalung pemberian Sera.


“Arian!”


Reina memanggil Arian yang baru saja ingin ikut maju menyerang seperti ketiga gadis itu, Arian pun secara reflek menghentikan langkah kakinya dan menoleh pada Reina.


Reina menggunakan air muka serius diantara wajah lusuh karena pasir yang berhamburan di medan pertempuran kemudian memberikan senyum tipis pada Arian.


“Aku tahu mungkin bukan hanya aku beberapa hari ini semua gadis disini juga sama”


“Kau pasti tahu aku akan mengucapkan apa” Reina berkata lagi sambil mempertahankan perisai sihir  untuk para jin kesatria lainnya yang sedang bertempur


“Ya” Arian mengangguk saat berkaca pada kedua gadis lainnya beberapa hari kemarin.


Reina melirik Sera yang sedang bertarung di depan sana kemudian berkata “Aku tahu hatimu akan memilih siapa.”


Sesaat setelah melihat situasi pertempuran cukup besar pertama di hidupnya Reina dengan suara lembutnya berkata “Tapi karena takut akan lupa mengungkapkannya gara-gara kesibukan ini, aku akan mengatakannya sekarang saja.”


“Aku mencintaimu.”


Senyuman simpul dan air muka sendu pun muncul pada wajah gadis yang pernah disukai Arian itu.


“Meski tau kau tak akan menerima.”


Mata yang berkaca-kaca pun hampir muncul di mata reina karena tahu situasi yang tidak tempat untuk berlinang air mata Reina pun langsung mengusap kedua bola matanya, sembari tersenyum lebar diantara hidungnya yang sesenggukan gadis itu berkata lagi “Tapi setidaknya aku sudah mengatakannya dengan berani.”


“Aku dulu memiliki perasaan itu, tapi telah berubah” kata Arian yang seketika berbalik untuk berpaling karena merasa tidak enak pada Reina, setelah itu kembali berlari untuk ikut bergabung dalam pertarungan.


“Aku tau”


Reina bergumam.


“Terimakasih karena dulu pernah suka gadis sepertiku” Reina dengan seksama memperhatikan punggung gagah Arian yang meninggalkannya di barisan belakang, Reina menarik nafas dalam-dalam kemudian menghela nafas panjang dan melanjutkan gumaman nya “Sekarang akulah yang suka kepadamu."


“Suatu saat nanti cinta kami bertiga tidak akan kalah dengan Sera” kata Reina dalam hati saat memandangi Alia dan Eru yang sedang bertarung.


Saat sadar jika Sadan pertahanannya telah goyah, Sera pun memilih untuk memanfaatkan celah itu untuk memberikan serangan pamungkas dan terbang ke langit bersama Arian untuk mendekati Arian, Sera pun sebagai putri kerajaan jin yang dianugerahi energi sihir melimpah langsung mengerahkan energi sihirnya serta membaginya pada Arian.


Melihat itu semua para kesatria serta sang ratu langsung berinisiatif mentransfer sebagian energi sihir mereka pada Sera dan Arian di atas langit sana untuk membantu kedua remaja itu yang akan mengakhiri Sadan dengan memberi serangan pamungkas, sihir pun didapatkan Arian dan Sera dengan begitu melimpah dan membuat mereka yakin untuk memusatkan sihir yang melimpah itu kearah kepalan tinju mereka.


“Baiklah kita serang bersama-sama” Sera berkata pada Arian dan setel;ah menoleh dia melesak menuju bagian kepala Sadan diikuti oleh Arian.


Saat tiba di bagian kepala Istri jin dan Suami kontraknya itu sekuat dengan tinju yang bercahaya merah menyala begitu terang memukul begitu kuat kepala Sadan dan hentakannya membuat dentuman yang sangat kuat, Sadan pun kehilangan kesadaran dan tumbang tubuhnya jatuh menuju permukaan laut namu belum sampai laut wujudnya perlahan-lahan terkikis seperti seperti serpihan debu karena realitasnya akan menghilang.


“Sadan sudah tumbang!” para kesatria berteriak riuh dengan mengangkat senjata sihir mereka, merayakan kemenangan atas kekalahan Sadan, namun saat itu juga mereka sadar saat melihat tangan mereka jika tubuh mereka juga mulai terkikis dengan mengeluarkan serpihan debu seperti Sadan dan sebentar lagi akan menghilang pertanda jika dunia jin sebentar lagi akan ditutup sepenuhnya berkat kekuatan para jin di dunia mereka.


Sera yang kelelahan karena banyaknya energi sihir yang terkuras berakhir dengan terjun bebas saat tubuh lemas nya tidak lagi bisa terbang. Arian  yang masih memiliki sisa energi sihir pada tubuhnya melesat terbang menuju Sera untuk menyelamatkan gadis jin itu.


Arian menangkap tubuh Sera yang mungil dan kecil itu dengan tanpa beban sama sekali karena ringannya Sera diantara tubuh tangan dan kakinya yang ramping saat terkulai lemas, Arian menatap bangga dan bahagia saat memeluk Sera sesaat disaat terbang, Sera pun juga ikut bahagia atas keberhasilan yang terjadi hari ini dengan spontan memegangi pipi Arian dengan lembut.


“Tangan mu kenapa?” tanya Arian saat menyadari jika tangan Sera yang menyentuh pipinya terkikis menjadi debu seakan mau lenyap perlahan.


Dengan wajah yang sedih dan mata yang berkaca-kaca Sera menjawab “Ayahku melakukan projek rahasia untuk menutup dunia jin.”


“Yang waktu itu!?” kata Arian saat teringat akan perkataan raja Ifarid ketika pertama kali bertemu dengan sang raja dan diperlihatkan benda pusaka kristal energi sihir.


Sera mengangguk lembut dengan air muka sendu dan berkata “Jadi sekarang, kami para jin tidak bisa tinggal lagi di dunia ini karena kami bukan bagian dari dimensi bumi lagi...”


“...dan akan lenyap menjadi serpihan debu jika masih tetap ada disini” Sera melirik kearah tangannya yang ia gerak kan.


“Kami akan hidup di dimensi kami sendiri untuk selamanya” setelah menoleh pada portal menuju kembali ke dunia jin Sera semakin memeluk Erat tubuh Arian karena sebenarnya tak ingin berpisah.


“Tidak bisa ke dunia manusia lagi?” tanya Arian lagi yang seakan tak percaya dengan nada kecewa.


“Iya” Sera mengangguk pelan dengan wajah yang serius untuk menunjukkan kejujuran.


Arian saat merangkul Sera diantara pelukannya semakin terbang rendah mendekati permukaan pantai untuk mendarat. Karena sadar sebentar lagi akan mendarat Sera pun memulai untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Arian selama ini yang membuat kehidupan bewarna nya dimulai semenjak menjalin kontrak dengan laki-laki manusia itu.


“Tapi sebelum itu aku mau  mengungkapkan suatu hal” Sera tersenyum lembut, sesaat menghentikan perkataannya untuk menenangkan diri yang gugup dengan mengambil nafas kemudian memulai pernyataan cinta nya “Aku me_”


“Aku mencintaimu, aku suka setiap tindakan mu, wajah ceria mu, sifatmu, senyumanmu, semuanya” Arian memotong perkataan Sera tanpa diduga-duga dan lebih dulu mengungkapkan rasa cintanya sebagai laki-laki yang selama ini menyadari jika dirinya selama ini bena-benar menuju haluan untuk mencintai Sera.


“Perasaan ku untuk mencintaimu semakin kuat selama ini” Arian melanjutkan perkataannya dengan tersenyum bahagia.


“Jadi mohon terimalah perasaan itu di hatimu” Arian mengakhiri ungkapan perasaannya terhadap Sera sembari menutup mata karena ragu akan tanggapan Sera.


“Hmm” gumam bernada bahagia terlontar dari Sera yang baru saja terperangah dengan perkataan mengejutkan Arian, perasaan begitu terkejut, senang dan masih tak percaya serta benar-benar tidak ingin berpisah dengan Arian muncul dari dirinya, perasaan-perasaan itu pun menjadi satu hingga membuat air matanya mengalir karena tak terbendung lagi.


“Baik” Sera mengangguk sembari memasang wajah berseri-seri diantara matanya yang sembab gadis jin itu pun secara spontan memberikan ciuman di bibir pada Arian yang memeluknya dan diterima dengan baik oleh suami kontraknya itu.


“Tapi kita tidak akan bisa bertemu lagi” kata Sera setelah berciuman kemudian menggenggam erat tangan Arian saat tiba dipermukaan pantai.


“Setidaknya jangan pernah lupakan aku” kata Arian dengan senyum simpulnya.


“Selamat tinggal” Sera mengucapkan ucapan perpisahan singkat yang menyayat hati Arian dan lenyap begitu saja dibalik portal yang berfungsi sebagai gerbang dunia jin tersebut bersama dengan sang Ratu, Panglima Kesatria beserta Kesatria lainnya bahkan dengan Eru, untuk menghilang dari dunia manusia selamanya.