My Genie Wife

My Genie Wife
Negosiasi Yang Aman



“Taruh tuan putri untuk duduk di sana” Ada sedikit rasa kasihan dari wanita jin yang terlihat seumuran dengan ibunya Sera itu, saat melihat gadis jin yang terlihat begitu rapuh ketika berada  dalam posisi digendong oleh jin besar bawahannya, sehingga membuatnya memerintah bawahannya yang berbadan besar itu demi Sera dan menunjuk sebuah kursi tua yang ada di dalam ruangan itu.


Saat jin berbadan besar membawanya untuk membuatnya duduk pada kursi lusuh tua didepan matanya itu Sera menyempatkan diri untuk mengembalikan wujud transparannya tadi menjadi wujud padat manusia normal kembali kemudian berkata “Membutuhkan sihir ku?”


Sera yang  meregangkan persendiannya saat duduk di kursi menatap wanita jin dewasa itu kemudian mengeluarkan senyuman tipis “Kau ingin menyerap energi sihir ku?”


“Tidak” Wanita jin itu melangkah mendekati Sera.


“Untuk apa kami menyerap sihir mu tuan putri”


“Mungkin lancang karena menculik mu tuan putri tapi mumpung kami merasakan energi sihir besar yang tentunya milik jin berdarah kerajaan sudah jelas kami akan memanfaatkannya”


Wanita jin itu mengeluarkan sebuah foto seorang laki-laki muda.


“Kami ingin kau menggunakan sihir mencari keberadaan mahluk hidup dan sihir teleportasi untuk mencari seseorang”


Wanita jin itu kemudian menunjukannya pada Sera.


“Laki-laki ini bernama Giandra, dia pernah tinggal di rumah susun ini”


Sera yang melihat orang pada foto itu hanya menangapi perkataan wanita jin itu dengan diam dan menyimpan rasa kesal yang ada dalam dadanya karena merasa akan dimanfaatkan.


“Dia bilang akan menemui kami untuk memenuhi janji”


Wanita jin itu mengakhiri perkataannya dengan masih menggenggam foto itu dengan cukup erat sembari sesekali memandanginya dengan mata yang sedih.


“Sampai sekarang laki-laki itu belum pernah menemui kami...” melanjutkan perkataan wanita jin itu, seseorang jin laki-laki yang tampak lebih muda dari wanita jin tersebut muncul dari balik kerumunan jin yang mengelilingi Sera.


“...Dan tidak pernah ada kabar sampai sekarang” sembari menunduk hormat untuk memberi salam pada wanita jin itu jin yang terlihat seperti asisten wanita itu melanjutkan perkataannya.


“Namaku Relom agar kita mudah bernegosiasi, aku akan menjelaskan permintaan nyonya Weyan padamu tuan putri”


“Kami hanya ingin mencari keberadaannya dengan sihir serta teleportasi kesana karena itu kami membutuhkan mu tuan putri”


Beberapa saat lalu Eru yang saat itu terbang dengan wujud transparannya kebingungan mencari keberadaan jin  yang membawa Sera namun untung saja dia bisa melihat dari kejauhan jika beberapa jin baru masuk ke sebuah gedung rumah susun tua di belakang gedung sekolah.


Eru yang yakin jika mereka juga beberapa jin yang terlibat atas terjadinya kekacauan di sekolah Arian dan menculik tuan putrinya, membututi beberapa jin  itu dengan perlahan kemudian masuk ke dalam gedung rumah susun tua itu.


Dari belakang di tengah tempat dengan suasana sunyi itu Eru juga bisa mendengar langkah kaki yang berderap begitu kuat dan saat menoleh dari kejauhan dia bisa melihat jika Arian yang sedang diikuti satu jin dibelakangnya juga ikut berlari menuju gedung rumah susun tuan ini untuk mengejar jin yang membawa Sera.


Eru pun tersenyum saat tau jika Arian memiliki kepedulian kepada putri nya untuk saat ini.


“Kalian kan bisa sendiri menggunakan sihir seperti itu”


Perkataan Sera tersebut dengan suara yang cukup kuat mampu didengar Eru yang mengintip dan bersembunyi di balik lemari bekas pada ruangan besar yang ditemuinya, Eru yang mengetahui jika jin yang menculik Sera berdiri bersama rekan mereka yang berjumlah puluhan di sana memutuskan untuk tidak mengambil tindakan gegabah dan bersabar mendengar percakapan Sera dan para jin itu.


“Energi sihir kami sangat sedikit dan hanya cukup untuk digunakan sebagai mempertahankan wujud” Relom sang asisten berkata dengan nada sopan pada Sera.


“Dan kebetulan kami berjanji dengan laki-laki itu untuk tidak lagi melakukan kontrak dengan manusia agar bisa menyerap energi sihir yang banyak  dari tumbal jiwa atau pun sesajen yang mereka berikan”


“Karena itu kami tidak bisa menggunakan sihir dengan energi yang sangat besar seperti kedua jenis sihir itu”


Relom menjeda sesaat perkataannya sesaat ketika memperhatikan jin yang ia suruh mendekati Sera. Sera yang sempat takut akhirnya bisa tenang saat melihat jin yang mendekatinya itu memberikan sihir penyembuh yang memulihkan tubuhnya karena pertarungan di atas langit beberapa saat yang lalu.


Relom mengangguk dan tersenyum saat melihat jin itu selesai menyembuhkan Sera dan setelah jin penyembuh itu pergi dia melanjutkan perkataannya “Tapi bagaimanapun juga kami membutuhkan energi sihir agar bisa tinggal disini sampai bertemu Giandra”


“Ya benar, makanya untuk mencari pengganti energi sihir kami merasuki tubuh manusia agar bisa bertahan di dunia ini” Weyan si wanita jin menimpali penjelasan Relom.


Relom menoleh pada wanita jin yang dihormatinya itu dan mengangguk pelan.


“Sampai nyonya Weyan dan kami bisa bertemu dengan Giandra lagi” Kata Relom saat pandangannya tertuju pada Sera lagi.


“Jadi bagaimana tuan putri mau kah membantu kami mencari Giandra?” Tanya Relom.


Sera terdiam saat menanggapi pertanyaan Relom itu karena merenung dan terpikir jika Sihir yang mencari keberadaan orang dan sihir teleportasi menggunakan energi sihir yang cukup banyak dan tentu saja memulihkannya saat berada dekat dengan Arian dan bisa membuat Arian  mengalami efek buruk karena terlalu banyak diserap energi manusianya dan kalau mengambil energi sihir dari kristal energi di dunia jin Sera takut tugas Arian akan semakin berat.


Eru yang mendengar pertanyaan yang menyulitkan Sera itu keluar dari balik lemari persembunyiannya dan berkata dengan volume yang kuat “Tidak bisa_”


“Hanya itu permintaan kalian”


Suara Arian muncul dari balik kerumunan jin dan bukannya menoleh pada Eru yang perkataannya dipotong Suara Arian para jin malah menoleh pada Arian yang tiba-tiba muncul diantara mereka.


“Terimakasih sudah menunjukkan jalan kesini” kata Arian pada jin yang dikunci dan ditangkapnya tadi.


Melihat jin itu memasang wajah yang takut Arian menundukkan kepalanya kemudian berkata “Maafkan perlakuan ku tadi ya”


Jin tangkapan Arian itu pun mengangguk untuk memaafkan.


Para jin bahkan Sera dan Eru hanya bisa terpaku dan bengong melihat Arian yang begitu ceria memasuki tempat ini dan mengobrol dengan jin dibawanya hingga saat Arian melangkah mendekati Weyan di sana para jin masih memandangi Arian yang begitu percaya diri itu dengan merasa aneh sampai-sampai tidak ada yeng mencegah tindakan Arian.


“Menemukan dan mencari orang itu sangat mudah kami wujudkan tanpa sihir” Arian yang terfikir beberapa rencana di otaknya berkata sambil menunduk sedikit dan tersenyum pada Weyan.


“Boleh aku pinjam sebentar fotonya nyonya” Arian mengulur tangannya untuk meminta foto yang digenggam Weyan.


Meskipun sedikit bingung karena begitu tiba-tiba Weyan si Wanita jin itu mengangguk mengiyakan pinta Arian dan memberikannya pada anak-laki-laki manusia yang muncul didepannya secara tiba-tiba itu tanpa keraguan.


Setelah mendapatkan foto itu Arian mengeluarkan smartphonenya dan mengambil gambar pada foto itu untuk mencari orang dalam foto tersebut menggunakan aplikasi pencari foto namun setelah beberapa saat mencari aplikasi itu tidak bisa menemukan siapapun dari foto itu.


“Tidak ada” Arian menghela nafas kemudian beberapa saat terdiam untuk memikirkan rencana lainnya.


“Kalau begitu” Arian mengembalikan foto Giandra pada Weyan kemudian menunjuk dirinya Sendiri dan Sera kemudian berkata “Aku dan Sera akan pergi mencari orang itu.”


“Eru yang di sana juga”


Eru yang ditunjuk Arian diujung ruangan menghentikan langkah kakinya karena terkejut dia pun menoleh pada Sera yang terkejut pula atas perkataan Arian dan menoleh padanya juga serta Sera  juga sama-sama menggunakan wajah kebingungan seperti dirinya.