My Genie Wife

My Genie Wife
Ungkapan Dari Tingkah Laku



Suara detak jam di dinding seakan melengkapi suasana hening nan sunyi di rumah Arian, yang saat ini penghuninya itu sedang terjebak dalam situasi membingungkan yang ekstrim, Arian dan Sera yang saat itu sedang berguling dan bertindihan di atas Sofa hanay bisa mendengar suara detak jam, volume suar game yang begitu kecil bahkan detak dari debar jantung mereka yang sedang terpompa hebat karena reaski alami pria dan wanita pun mungkin saja terdengar satu sama lain.


Arian meneguk liurnya saat melihat leher mulus Sera yang dialiri keringat sebening mutiara serta wajah Sera yang memerah diantara kulit putihnya, Arian juga bisa mendengar nafas yang begitu berat dari Sera yang sedikit terengah-engah, saat gadis jin itu mulai mendekatkan wajahnya.


Berkat hal-hal bergairah seperti itu dari Sera, Akhirnya mampu membuat Arian yang tak tahan memilih sebuah pilihan yang menyelamatkannya dari situasi yang belum mau dia inginkan sekarang sehingga dengan cekatan Arian memusatkan fokusnya untuk lepas dari Sera.


“Sebentar!”


Arian mendorong bahu Sera dengan sekuat tenaga agar gadis jin itu lepas dari tubuhnya.


“Ada apa denganmu?” kata Arian yang bertanya-tanya dengan wajah yang sedikit kesal.


“Karena kau tidak mengingat nya” Sera berkata dengan volume suara yang begitu kecil saat sudah dalam posisi duduk pada sofa itu, dan melihat kebawah tanpa memandangi Arian.


“Mengingat apa?”


Tanya Arian lagi yang kali ini membenarkan posisi duduk nya dan merapi-rapikan sedikit pakaiannya.


“Janji kedua mu, untuk tidak mengabaikan ku” kali ini Sera memberanikan dirinya untuk menoleh dan kembali menatap Arian dengan begitu tajam meski masih menyangkut wajah kesal dan marah di wajahnya yang memerah itu.


“Sera” Arian sontak menyebut nama gadis jin  itu yang kesal menatapnya tapi masih mencoba mendekatkan wajah pada wajahnya.


“Kau masih mengacuhkan ku, meskipun kita sedikit menjadi dekat saat minggu kemaren tapi tingkahmu masih sama”


Sera melanjutkan perkataannya.


“Bahkan Eru” Sera melirik kearah pintu keluar rumah sekalian memastikan jika pengawal pribadinya itu belum pulang.


“Jadi dengan melakukan hal yang menarik perhatian seperti ini kau mungkin akan mengingat nya” kata Sera lagi dengan wajah yang tersipu malu.


“Ini lebih dari sekedar menarik perhatian!"


"la_lagi pula a_aku mengingatnya kok......


Arian terbata-bata ketika teringat akan permintaan kedua Sera saat peristiwa kesurupan masal disekolah mereka yaitu pertama Sera menginginkan alat game kuno NES dan yang kedua agar Arian tidak mengabaikan Sera dan Eru kemudian terlihat akrab dengan mereka layaknya teman baik, sebenarnya permintaan pertama tentang game NES Sera berkata tidak memberikannya pun tidak apa jika tidak memilikinya yang penting permintaan kedua dari Sera saja jika ditepati maka gadis jin itu akan senang.


Arian menatap game NES yang bisa diberikannya pada Sera karena dia memilikinya saat masih kecil ketika ayahnya masih orang kaya saat itu, kemudian mengembalikan fokusnya pada bahan permintaan kedua Sera.


“Sial kenapa baru sekarang aku mengingat permintaan keduanya” Arian mengumpat dalam hati.


Melihat Arian yang tidak melanjutkan penjelasan setelah berkata jika mengingatnya, Sera pun  menekan Arian yang terlihat seperti sedang berpikir dan mengancam nada pelan dan lembut bersama dengan volume suara yang kecil saat pipinya ia gembung kan “Kalau begitu aku akan mencari perhatianmu terus seperti tadi terus di sekolah agar kau tidak mengacuhkan kami...”


“Tolong jangan!”


Arian menepuk telapak tangannya seperti biksu yang sedang berdoa dengan sedikit tertunduk pada Sera.


“Aku benar-benar tidak mengerti tindakan mu yang tadi itu..” Arian melanjutkan perkataannya sembari menggaruk rambut kepalanya saat kembali duduk normal.


“Mu_ mungkin dengan melakukan hal yang agak dewasa hubungan kita akan semakin dekat dan kau tidak akan mengabaikan ku....”


Sera tergagap menjawab perkataan Arian demi menjelaskan maksud dari tindakan mengejutkannya.


“La_lagi pula meski kontrak kita kan suami istri” Sera mengakhiri perkataanya dengan meninggikan volume dan nada bicaranya kemudian menatap Arian dengan penuh harap.


Arian membisu beberapa saat ketika balik menatap Sera juga saat mendengar penjelasan mengejutkan dari tindakan aneh Sera tadi padanya, karena tidak percaya Sera yang terlihat polos dan elegan karena berstatus tuan putri bisa memikirkan hal dewasa seperti itu.


Arian yang tidak enak dan sedikit malu dengan penjelasan Sera mengalihkan pandangannya dari gadis jin itu kemudian dengan terbata dia berkata pelan “A...aku tidak bisa melakukannya”


“Ap_apa yang telah aku lakukan?”


Saat mengalihkan pandangan dan wajahnya tak terlihat oleh Arian dengan wajah yang memerah Sera mengutuk dirinya sendiri.


“Semua ini karena aku kesal melihatnya langsung menemui Reina di perpus tadi” kata Sera yang tidak sengaja saat pulang melihat Reina dan Arian sedang asik berbincang berdua di perpustakaan.


“Tapi kenapa aku harus kesal ya?” dada Sera pun memunculkan desiran sehingga berdebar saat memikirkan Airan yang begitu dekat dengan gadis lain.


“Kalian berdua memiliki aura luar biasa yang berbeda dengan ku yang sangat biasa”


Sera menoleh pada Arian yang mulai bicara setelah hening beberapa saat.


“Aku tidak bisa percaya diri jika berada bersama kalian berdua, nanti banyak rumor buruk jika  aku bersama kalian”


Perkataan Arian itu terlontar dengan wajah nya yang memberikan senyuman tipis diantara air muka yang sendu.


“Aku tidak peduli omongan orang lain aku hanya ingin menjadi dekat dan akrab denganmu”


Sera kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Arian dan berkata dengan volume suara yang cukup besar dan cukup membuat Arian ter lonjak karena terkejut.


“Kumohon tepati lah janji mu” kata Sera namun kali ini mengecilkan suaranya hingga mirip seperti berbisik didekat telinga Arian.


“Kenapa sampai segitunya?”


Tanya Arian saat telinganya memerah kemudian melanjutkan perkataannya “Karena melakukan pesugihan, bisa dikatakan aku ini kan hanya sua_”


“Justru karena suami kontrak” Sera memotong perkataan Arian dengan cepat.


“Karena kau menjalin kontrak denganku aku bisa pergi ke dunia manusia yang selalu aku kagumi”


Sera memberikan senyuman yang begitu baik saat berkata pada Arian .


“Karena kelapangan hatimu menerima kesalahan ku yang membuat kontrak itu padahal aku seorang jin dari keluarga kerajaan sehingga membuat mu harus melakukan tugas yang cukup berat”


Mata Sera agak berkaca-kaca saat menjelaskan dengan nada yang pelan.


“Tidak enak rasanya dengan hal-hal seperti itu hubungan kita hanya sebatas suami kontrak” Sera berkata dengan sedikit berdeham untuk mengingatkan dirinya sendiri agar tidak terlalu sedih.


“Setidaknya kita bisa berteman dan terlihat akrab bahkan dengan Eru juga” Sera menunduk dan mengakhiri perkataanya.


“Ba-baiklah jika itu mau mu, ”


Arian tersenyum saat berkata pada Sera kemudian berdiri dari sofa diikuti dengan Sera juga yang ingin cepat pergi karena menanggung hal memalukan yang cukup banyak di sofa itu.


“Aku akan berusaha_” perkataan Arian yang masih gugup terputus ketika jempol kakinya membentur meja sofa dengan cukup kuat sehingga bekas botol plastik yogurt yang diminumnya tadi jatuh ke lantai.


Arian yang meringis kesakitan sembari memegangi kakinya tak sengaja menginjak bekas botol yogurt itu dan membuatnya menabrak tubuh mungil Sera sebelum akhirnya dia dan Sera tersungkur dan membentuk posisi seperti di Sofa itu kembali pada lantai marmer rumah Arian ini namun bedanya Arian yang berada di posisi atas.


“Aku pulang” Eru yang baru pulang dari berbelanja berkata dan tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk ke rumah sehingga melihat pemandangan tak senonoh itu  secara tak sengaja.


“Tuan putri tenang” Eru langsung memasang wajah yang datar dan dingin saat menatap Arian karena mengira Arian lah yang menyerang tuan putrinya.


Dengan Sihir Eru memunculkan pedangnya secara ajaib dari tangannya, saat memasang kuda-kuda menyerang Eru kemudian berkata dengan nada yan g begitu dingin“Aku akan langsung memenggal tuan Arian.”


"Eru Jangaaaan!” Arian dan Sera pun berteriak histeris.