
Arian mengitari setiap sudut sekolahnya untuk mencari Sera ditengah kekacauan karena kesurupan masal yang terjadi, Arian mencari tempat seperti toilet, gudang, atap gedung sekolah, bahkan ruang kelas kosong yang biasanya sangat cocok untuk dijadikan tempat merenung dan menyendiri para gadis yang mengalami gejolak emosi.
"Kemana Sera disaat genting seperti ini" Arian terengah-engah.
Namun tidak satu tempat pun dia bisa menemukan keberadaan Sera tetapi Beberapa saat kemudian Arian yang kelelahan hampir menyerah itu mendengar obrolan satu geng para siswi yang baru saja keluar kantin sekolahnya sambil memanggul tas untuk pulang sekolah dan menggenggam beberapa cemilan.
"Tidak sangka, ada gadis yang mampu memakan 5 mangkok mie ayam dalam waktu yang begitu singkat seperti itu disekolah kita"
"Iya, aku kira dia kesurupan juga”
“Padahal wajahnya cantik seperti artis”
Gadis-gadis itu berbincang sembari terkekeh, kemudian melangkah lebar untuk cepat-cepat meninggalkan sekolah yang terpaksa pulang cepat karena kesurupan masal.
Dengan wajah yang datar Arian yang menyimak obrolan itu pun juga melangkah lebar untuk cepat-cepat menuju kantin, karena entah mengapa dirinya mendapatkan gambaran dari perkataan para siswi itu jika hanya sesosok jin yang cocok untuk mampu makan banyak dan cepat seperti itu dan hanya Sera lah gadis jin cantik seperti yang disebutkan dan menebak jika Sera di sana.
Setibanya di kantin dia menemukan Sera yang masih lanjut makan satu mangkok mie ayam lagi dengan begitu semangat Arian yang masih mempertahankan wajah datarnya dan dengan senyuman tipis yang begitu lesu dia menatap kosong sosok Sera yang tampaknya tidak kesal maupun sedih sama sekali seperti yang dikhawatirkan.
“Di kantin rupanya, percuma saja aku mengkhawatirkannya tadi”
Arian bergumam dalam hati dan melangkah pelan mendekati Sera.
“Sepertinya dia tidak kesal dengan tindakanku hari ini” Arian memandangi Sera yang duduk di meja kantin itu dengan kening yang mengerut.
Sera menyudahi makanannya dan setelah kunyahan terakhir dia minum kemudian meletakan gelas minumnya agar bisa melambaikan tangan pada Arian.
“Hey, Arian” Sera menyapa.
Arian membalas lambaian tangan Sera kemudian berkata “Eru bilang kau lari dan menghilang karena aku.”
Arian memerhatikan Sera yang berdiri untuk membayar makanannya dengan uang banyak dan memberikan kembaliannya untuk penjaga kantinnya.
“Aku sudah mencari mu kemana-mana”
Arian lanjut berkata pada Sera yang mendekatinya setelah membayar makanan.
“Ternyata lagi makan”
Sera menanggapi perkataan-perkataan Arian dengan senyum lebar kemudian berkata santai “Aku tidak kesal kok.”
“Aku hanya kelaparan makanya berlari kesini”
“Syukurlah” Mendengar perkataan Sera itu sedikit membuat Arian lega.
Arian memperhatikan masih ramainya guru-guru dan para siswa yang sibuk berlarian untuk mengatasi fenomena kesurupan masal itu dan juga masih mendengar jeritan-jeritan para siswa yang kesurupan.
Arian menepuk pundak sebelah kanan Sera dan memegang begitu erat kemudian menyebut nama gadis jin itu “Sera. ”
“Kau lihat kan banyak anak yang kesurupan”
Arian menunjuk kearah tempat kerumunan orang-orang yang sibuk itu.
“Mungkin penyebabnya para jin penghuni disini”
Sera dengan wajah yang tegas dan yakin mengangguk menanggapi perkataan Arian.
“Ayo kita tangkap dan suruh mereka pulang ke dunia jin demi kristal energi”
Sera memiringkan kepalanya kemudian menyilangkan lengannya dan berkata “Tidak mau!”
“Masih kesal rupanya” Arian berujar dalam hati.
“Ayolah, masa depan dunia mu akan terganggu jika kita tidak segera mengisi kristal energi” Arian mencoba meyakinkan Sera yang tampaknya tidak bersemangat dan memiliki rasa kesal.
Sera menyerap perkataan Arian dan terbayang akan masa depan yang mungkin membawa kehancuran bagi dunia jin kemudian merubah cara berpikirnya dan seketika memaafkan sebentar suami kontraknya itu.
“Baiklah”
“Oke, apa itu?”
Seperti kebiasaan, Arian pun secara spontan mengiyakan syarat dari Sera begitu saja.
“Berikan aku Nintendo NES” kata Sera dengan mata yang berbinar dan senyum lebar dian tara wajah cerianya.
“Kalau tidak salah aku masih menyimpan Nintendo NES yang pernah dibelikan ayah dulu”
“Tapi Kenapa Nintendo NES?”
Arian bertanya dalam hatinya mengenai permintaan aneh yang begitu kuno dari Sera agar mau dibujuk olehnya, kemudian karena masih mendengar bising suara jeritan kesurupan dia mengembalikan fokusnya seketika dan berfikiran jika suatu saat menanyakan tentang hal itu lain kali dan lanjut berkata dalam hati “Sudahlah Tak ada waktu memikirkannya.”
“Ya, nanti akan aku berikan” Arian menarik lengan Sera dan mulai melangkah untuk keluar kantin.
“Sebentar Arian”
Namun Sera malah menahan tarikan tangan Arian karena menyadari hal itu pun langkah kaki Arian ikut terhenti kemudian menoleh pada Sera yang dari wajahnya seakan ingin menyampaikan suatu perkataan “Satu syarat lagi Arian...”
Kaki Sera dan Arian berderap begitu kuat saat berlari menuju kerumunan kacau kesurupan masal yang disebabkan oleh rakyat kerajaan Sera setelah itu Sera dan Arian memilih sebuah tempat yang paling ramai dan berisik yaitu di kelas IPS 4 untuk memulai tugas mereka.
“Jumlah jin yang sangat banyak” Sera bergumam ketika melihat dengan mata telanjang jika para jin sedang asik merasuki para siswa untuk melakukan sihir mempertahankan wujud.
“Padahal tadi kami tidak merasakan kehadiran jin penghuni di sekolah ini”
Sera mengerutkan keningnya saat berkata dalam hati.
“Kenapa manusia sepertiku tidak bisa melihat mereka ya?” tanya Arian yang menoleh pada Sera disebelahnya.
“Jin yang tak kasat mata itu menggunakan sihir tingkat rendah untuk menciptakan wujud nyata makanya tak terlihat, bahkan suara mereka tidak bisa di dengar” jawab Sera
“Kebetulan sangat jarang jin biasa yang bisa memakai sihir tingkat tinggi seperti kami”
Sembari berkata mata Sera berkeliling saat mencari keberadaan Eru diantara kerumunan agar bisa mendapatkan bantuan.
“Dengan merasuki orang sudah cukup untuk membuat mereka menggunakan sihir mempertahankan wujud, karena energi sihir yang keluar hanya sedikit”
Arian hanya mengangguk mendengar penjelasan Sera yang dinilainya sedang gelisah karena mencari Eru tersebut, kemudian sesekali mencoba memperhatikan orang-orang yang kesurupan yang dikatakan Sera jika jumlah jin nya sangat banyak hingga membuatnya mengerutkan kening karena tidak bisa melihat apapun tentang jin nya pada siswa-siswa yang kesurupan itu.
“Kau ingin melihat para jin itu?” tanya Sera yang menyadari jika Arian seakan penasaran dengan apa yang dilihatnya
Arian mengangguk, setelah itu Sera pun meletakkan tangan kurusnya pada pundak Arian kemudian melafalkan mantra sihir dan mentransfer sihir itu pada tubuh Arian hingga membuat Arian bisa melihat para jin dengan wujud tak kasat mata itu.
“Benar sangat banyak”
“Ada 2 jin dari Kerajaan dengan wujud ‘terlihat’ di sekolah ini” Salah satu jin berkata ketika menyadari sesuatu aura yang berbeda dari komplotan mereka saat merasakan kehadiran Sera beserta Eru yang masih ada dalam lingkungan sekolah
“Tangkap salah satu dari mereka” Jin yang hinggap di tubuh seorang siswi itu memerintah belasan teman jin nya yang berada di tubuh anak-anak kelas IPS 4.
“Mungkin Mereka Bisa Memenuhi Keinginan Kita”
Setelah mengakhiri perkataan perintah para siswa yang tadinya mengamuk saat berbaring karena dirasuki jin kemudian bangkit dan berdiri menghadap Sera dan Arian.
“Mereka berdiri?” Arian memasang wajah cemas.
“Hei Sera, kurasa mereka sedang menatap mu” kata Arian yang menyentuh tangan Sera saat menyadari jika siswa-siswi yang kesurupan itu menatap tajam Sera dengan begitu menakutkan.
“Ya, aku tahu” Sera mengangguk pelan sembari memikirkan sebuah langkah untuk menghentikan para jin yang merasuki jiwa siswa-siswi itu.
“Mereka sepertinya akan berlari kearah kita” kata Arian lagi saat sadar jika para siswa-siswi yang dirasuki itu memasang ancang-ancang untuk berlari kearah mereka.
Dan benar saja siswa-siswi yang kesurupan itu mencoba mengejar dan menangkap Sera dengan lari yang begitu kencang.
“Sera, ayo lari” kata Arian dengan tegas dan menarik lengan Sera yang tampak kebingungan dan tak bergerak saat dikejar siswa-siswi IPS 4 yang kesurupan.