My Genie Wife

My Genie Wife
Kebangkitan Yang Menuju Akhir



Sebuah portal berukuran kecil dengan warna dan bentuk yang sama dengan gerbang menuju dunia jin dari sihir milik dua penjaga gerbang kerajaan jin muncul di sebuah rumah gubuk di atas bukit pada suatu pedesaan terpencil di pulau tengah laut, dengan ukuran yang hanya muat dengan berbadan kurus seseorang menggeliat untuk mengeluarkan dirinya dan muncul dari dalam portal itu.


“Disini lebih aman” kata laki-laki kurus kering yang mengenakan pakaian jas serta setelan kantoran dunia manusia, saat berhasil keluar dari portal.


Laki-laki kurus itu dengan gerakan tangan yang terarah pada portal itu menghilangkan sihirnya untuk menyembunyikan gerbang dunia jin yang dia muncul kan sembari berkata “Sulit jika mencari ku dengan sihir di dunia manusia.”


“Apalagi  di tempat terpencil seperti ini” Regan laki-laki yang sedang menjadi buronan kerajaan jin itu melanjutkan perkataannya setelah berhasil menghilangkan portal kemudian pergi keluar gubuk untuk melihat pemandangan sebuah desa pada sore hari yang begitu asri, nyaman serta indah di matanya.


“Tuan Sadan yang membenci kenaifan jin yang meniru gaya hidup manusia sama seperti diriku, sangat aku kagumi"


Regan berkata sembari menatap penuh jijik sebuah pemukiman di bawah bukit yang cukup jauh dari gubuk tempat ia muncul.


“Dia ingin membuat ulang dunia ini supaya jin menjadi bangsa iblis yang kuat hingga memperbudak manusia demi mengolah kembali dunia ini”


Kemudian Regan menoleh kearah laut yang mampu dilihat dari atas bukit kemudian menatap penuh amarah pada sebuah kapal laut tambang yang mengeluarkan asap hitam yang mengepul begitu pekat.


"Tak perlu bangsa jin mengikuti gaya manusia yang ingin kedamaian, seharusnya sebagai jin kita terus merenggut jiwa mereka agar ditakuti"


Regan terkekeh kemudian melakukan sebuah gerakan mirip seperti beladiri kung fu hingga dari dalam tas ransel yang ia rangkul muncul kristal energi sihir yang terbang dan mengitari tubuhnya.


“Lihat saja sekarang, karena tidak lagi menakutkan dunia jin mulai terkikis, manusia tidak lagi mengingat hal mengerikan dari jin agar tunduk” Regan melanjutkan perkataannya ditengah konsentrasi  penyaluran energi sihirnya dari pikiran nya yang telah terukir mantra sihir pada kedua telapak tangannya.


“Padahal jika menjadi tentara iblis seperti jin penyerap energi negatif dan menyerang dan memakan jiwa mereka aku yakin dunia jin tetap bertahan” Regan mengakhiri perkataannya, saat cahaya muncul dari tangannya dan menyinari kristal energi.


Kristal energi nya pun memancarkan kembali sihir yang disalurkan dari tangan Regan keatas langit kemudian meledak dan terpancar sebagai gelombang ke seluruh penjuru langit, dengan level sihir Regan gelombang sihir yang telah terpancar ke seluruh langit itu hanya bisa menyebar ke seluruh penjuru negeri ini dan menyentuh otak jin penyerap energi negatif yang berkeliaran.


Bagaikan ikan piranha yang mencium bau darah jin liar penyerap energi negatif yang merasakan gelombang energi sihir murni yang alami dari kristal energi shir kerajaan  mengejar pusat gelombang itu demi mengkonsumi energi sihir itu supaya mereka memiliki kekuatan sihir yang cukup untuk membangkitkan tuan  sadan yang dulu sangat baik bagi mereka karena mempekerjakan mereka untuk menyerang jin biasa yang telah menganggap mereka hina dengan kemampuan menyerap energi negatif yang bisa merusak bangsa jin dan  manusia.


“Berkumpul lah wahai para jin penyerap energi negatif aku akan memberi kalian energi sihir dari kristal yang ku curi ini!”


Regan berteriak keatas langit saat mampu melihat di sana jika satu persatu hingga ribuan jin penyerap energi negatif tiba dan terbang mengitari, kemudian perlahan turun demi menghisap energi sihir dari kristal yang di pegang Regan.


Semakin lama para jin menghisap energi sihir dari kristal itu semakin banyak juga mereka mengekstrak energi sihirnya menjadi energi negatif dengan jumlah banyak dan membentuk pancaran yang berbentuk cahaya ungu, cahaya itu keluar menyinari langit sehingga membentuk siluet besar diantara awan hitam yang mengepul.


Setelah setengah jam lamanya pancaran energi dari ribuan jin penyerap energi keluar, akhirnya siluet itu membentuk sosok iblis dengan tanduk hitam yang dihiasi awan hitam disekelilingnya dengan wujud yang agak transparan dan berbayang karena masih kekurangan energi sihir dan hanya terbatas menjadi sosok Sadan dengan wujud yang belum sempurna.


“Mmmasssih kkkuranng”suara berat dihiasi dengan derau mengusik telinga muncul dari sosok Sadan yang belum sempurna itu dan sesaat kemudian dari balik awan hitam pada tubuhnya muncul ribuan benda runcing yang sangat panjang bewarna hitam pekat dan menusuk setiap jin penyerap energi negatif.


“Argh”


Teriak regan yang meringis kesakitan dengan mata yang berair dan mulut yang menganga saat jantungnya serta pecahan batu kristal energi sihir di hujam salah satu benda runcing dari tubuh Sadan itu kemudian menyerap seluruh tubuhnya dan batu itu sehingga lenyap tak bersisa.


Sadan pun sedikit naik level saat menyerap semua materi sihir di sekitarnya dari tubuh Regan, Kristal Energi serta ribuan jin penyerap energi negatif disekitarnya, karena masih belum kenyang dia pun berjalan menuju sebrang lautan untuk mencari energi sihir yang banyak. Berjalannya Sadan untuk meninggalkan pulau dilihat sebagai awan hitam mendung penanda badai oleh manusia disekitar sana.


***


“Yap kita sudah sampai di pantai!”


Teriak Sera histeris saat perasaan senang yang begitu meluap-luap dari dirinya keluar saat tiba di pantai yang perjalanannya harus menempuh waktu 2 jam dari rumah Arian, begitu pula dengan Eru, Alia dan Reina yang memasang ekspresi kebahagiaan yang sama untuk refreshing setelah beberapa bulan ini selalu sibuk dan lelah karena memulangkan jin penyerap energi negatif.


“Aku mau main” Alia anak desa yang baru ini melihat pantai, dengan antusias melepas jaket, bersama dengan rok pendek berbahan dasarnya yang modis dan baju kaos oblong gadis itu kemudian berlari menuju bibir pantai.


“Alia hati-hati!” Reina dengan wajah cemas ikut berlari mengekori, saat memperingatkan Alia yang terlihat ceroboh ketika lari begitu saja menuju ombak yang cukup kuat dengan anginnya pada sore hari ini kemudian ikut melepas switer serta celana jeansnya hingga menyisakan celana pendek sebatas paha.


“Aku ikut” Eru yang tersenyum melihat tingkah kedua gadis itu setelah melepas cardigan serta melipat celana dasar berwarna krim sebatas lutut kemudian berlari untuk langsung bergabung dalam kebahagiaan untuk merasakan seperti apa pantai yang  belum pernah dia lihat kemudian bersenang-senang dengan Reina dan Alia dengan saling menyiram air pantai.


“Aku juga_” perkataan Sera yang mau bergabung dengan keseruan 3 gadis di depannya itu terputus saat mengetahui jika Arian cukup lama memandanginya seakan ingin menyampaikan sesuatu.


“Se_sera”


Dengan rasa gugup Arian memanggil bersama dengan gestur wajah yang menunduk.


Setelah mengambil nafas dan mengeluarkannya dengan perlahan Arian memberikan gestur seakan ingin menggenggam lengan Sera namun tidak jadi karena begitu gugup.


Arian kemudian berkata lembut.


“Sebentar lagi akan mencapai 2 tahun tugas ku untuk memenuhi syarat kontrak.”