
Jam rusak yang ditinggal bersama rumah kosong dan beberapa barang tak berguna dan rusak lainnya di dalam sana tentu saja karena tak bersuara melengkapi keheningan setelah penjelasan yang cukup panjang dari Arian dan Sera pada Alia yang kini sedang membisu saat memahami penjelasan Arian dan Sera yang saat ini juga membisu karena menunggu tanggapan Alia sang gadis pemburu jin itu.
“Jadi intinya Arian melakukan ritual pesugihan di pohon dekat taman”
Dengan jempolnya Alia menunjuk Arian sembari menggaruk dagu karena masih menyerap informasi.
“Iya benar” Arian menjawab perkataan teman masa kecilnya itu.
“Dan harus menikahi seorang tuan putri dari dunia jin karena kesalahannya”
Kemudian dengan telunjuk bersama gestur yang agak kasar dia menunjuk Sera yang berdiri di sebelah Arian.
“Iya” Sera menjawab ketus karena sadar dengan perilaku Alia dari gesturnya.
“Hahaha”
Alia sedikit tertawa saat matanya melirik kearah Sera yang menatapnya dengan dingin.
“Tindakan ceroboh mu itu sungguh bodoh” kata Alia saat masih terkekeh ketika mengingat cerita Arian barusan yang menjelaskan jika Sera melakukan kesalahan saat terhubung dengan Arian dari dunia jin untuk menciptakan kontrak.
“Apa kau bilang?” nada tinggi Sera datang saat alis gadis itu sedikit terangkat karena kesal.
“Sudah-sudah” Arian menyentuh mencolek lengan Sera untuk menyabarkan gadis itu dan Sera yang sadar akan tindakan Arian itu pun seketika langsung meredam emosi nya sambil mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya beberapa kali.
“Sebagai imbalan Arian di bantu dengan tuan putri harus memulangkan jin yang berkeliaran di dunia ini” setelah berdeham dan menghentikan tawa kecilnya Alia melanjutkan perkataan.
Sera dan Arian mengangguk menanggapi perkataan Alia itu.
“Tuan putri kerajaan jin, kasta tertinggi di dunia jin wajar saja jika energi sihirnya sebanyak ini” kata Alia dalam hati saat memandangi energi sihir Sera yang terpencar-pencar keluar tubuhnya.
“Karena semua hal itu tuan putri harus bersekolah di SMA 46 dan tinggal di dunia ini” Alia mengalihkan pandangannya dari Sera yang memperlihatkan energi sihir yang banyak kemudian gadis itu pun memulai melangkah kecil di sekitar ruang tamu pada rumah kosong itu secara perlahan.
“Benar karena kesalahan kan kau membuat kontrak untuk di nikah kan itu?”
Sembari berjalan mondar-mandir Alia menoleh pada Sera untuk beberapa saat.
“Iya memang nya apa lagi?” kata Sera dengan nada santai.
“Aku takut kau memiliki niat tersembunyi pada Arian” kata Alia yang kini menghentikan langkah kakinya dan membelakangi Arian dan Sera
“Haa?” Sera mendesah karena penasaran.
“Maksud ku seperti perasaan suka atau yang lainnya” Alia yang memunggungi Sera menoleh sebentar pada gadis jin itu.
Muncul rona memerah pada kedua pipi Sera yang untungnya tidak di lihat Alia yang sedang membelakanginya setelah mendengar perkata Alia itu yang menyebut rasa ‘suka’ Sera pun berinisiatif untuk menyembunyikan wajahnya dengan menundukkan kepala secepat kilat dan memilih tidak menjawab apapun.
Karena pertanyaan Alia dan tanggapan dari Sera itu di rasa membuat suasana di sekitar sana menjadi canggung dan Arian pun mencoba mencairkan suasana dengan tertawa kecil “hahaha.
“Tidak mungkin saat itu kami baru saja ketemu” Arian melanjutkan perkataan apa adanya karena tidak mungkin rasa suka ada saat memulai kontrak dengan Sera saat itu.
“Iya benar itu tidak mungkin” Sera mengangguk karena baru paham sendiri jika yang di maksud Alia itu adalah rasa suka saat pertama kali menjalin kontrak pesugihan.
“Benar juga ya”
Alia berbalik dan mendekat ke arah Sera yang sedikit malu saat di lihat wajahnya oleh Alia sembari berjalan.
“Bagaimana jika saat ini?” Alia melanjutkan saat sadar jika Sera sepertinya menyimpan rasa suka pada Arian di lihat dari wajahnya yang menyembunyikan ekspresi dan terlihat tersipu.
“Sudahlah intinya kau sudah mengetahuinya kan!” Sera meninggikan sedikit nada bicaranya kemudian berbalik dan menarik lengan Arian.
“Ayo kita pulang Arian”
Arian mengangguk kecil dengan wajah melongo karena terkejut dengan tindakan Sera yang terburu-buru.
“Tujuan kalian berbeda dengan kami yang ingin memusnahkan para jin” kata Alia yang masih belum menghentikan perkataannya saat memandangi punggung Arian dan Sera yeng melangkah keluar pintu rumah kosong itu.
Alia berkata dengan wajah tegas yang serius.
“Jadi kedepannya mungkin kita akan berselisih”
Mendengar perkataan itu Arian dan Sera pun menghentikan langkah kaki mereka kemudian berbalik dan menghadap kembali Alia yang sedang berbicara.
“Maaf tapi seperti itu lah pekerjaan ku” Alia menundukkan kepalanya saat mata Arian dan Sera tertuju padanya.
“Iya tidak apa-apa” Arian berkata.
“Mungkin saja kita tidak akan bertemu lagi” kata Sera yang sekarang tersenyum saat berkata pada Alia dan berharap jika dirinya dan Arian tidak akan bertemu lagi dengan gadis pemburu jin itu dan sangat yakin tidak akan bertemu karena pemburu jin menurutnya pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya menghapus realitas keberadaan jin yang sangat banyak di dunia ini jadi mungkin saja tidak akan bertemu lagi saking sibuknya.
Sera berbalik meninggalkan Alia dan membuka pintu keluar rumah kosong itu dan keluar dari sana bersama dengan Arian dengan langkah cepat.
“Haah”
Sera menghela nafas saat duduk pada sofa ruang televisi rumah Arian di sore hari setelah mandi.
“Aku sangat lelah” dengan gerakan yang cukup kuat dan cepat Sera meregangkan otot-otot dan tulang nya agar lebih baik dan menjadi lebih rileks.
“Lelahnya...”
Arian yang juga baru saja selesai mandi bergumam dan berjalan mendekati sofa yang di duduki Sera kemudian dirinya bergegas duduk pada sofa rumah nya itu dan memandangi Sera yang sedang mengeluarkan beberapa alat game kuno untuk dimainkan.
“Syukurlah” Arian berkata karena ikut senang jika usaha mereka hari ini tidak sia-sia karena berhasil dalam dua hal yaitu memulangkan jin dan mendapat bermacam game kuno untuk Sera.
Mata Arian otomatis menjadi sipit saat mengetahui beberapa retakan dan patahan pada alat-alat game jadul itu dan seketika menjadi pesimis melihat kondisi beberapa alat game yang sangat berdebu itu.
“Sepertinya sudah rusak semua” kata Arian,
“Tenang saja” Sera menanggapi perkataan Arian dengan senyuman, setelah itu dirinya mendekatkan telapak tangan pada semua alat-alat game kuno bekas tersebut dan memunculkan cahaya putih yang merupakan sebuah sihir dari telapaknya yang lembut.
“Sihir memang hebat” Arian menggeleng pelan karena takjub dengan kekuatan Sihir yang mampu memuluskan kembali kondisi lusuh alat-alat game kuno itu dan membuatnya seperti baru.
“Aku sangat senang hari ini kita jalan-jalan ke toko game”
Sera berkata saat mulai mencoba menghubungkan game nya pada televisi di dekat sana.
“Apalagi itu demi mencari game untuk aku” Sera menoleh pada Arian dan memberikan senyuman dan pandangan dengan wajah yang begitu manis pada Arian.
Arian yang tersipu melihat wajah Sera itu langsung mengalihkan pandangan ke arah jendela yang sudah gelap kemudian berkata tanpa sedikit pun melihat Sera di depannya Iya karena tampaknya kau sangat suka dengan game jadi wajar saja aku mengajakmu ke sana.”
Sera yang menyadari tanggapan Arian yang tersipu karena di pandang olehnya juga mengalihkan pandangannya dan terfokus pada game yang berhasil hidup untuk di mainkan.
Dengan pipi yang memerah Sera tersenyum tipis kemudian berkata“U_untuk jalan-jalan hari ini te_terimakasih Arian.”
“Aku juga, terimakasih sudah membantuku memulangkan jin penunggu tadi” Arian yang masih mengalihkan pandangan ke arah jendela menjawab cepat.
Dari luar ruang televisi ada Eru yang sedang berdiri saat tak sengaja mendengar percakapan Sera dan Arian yang begitu akrab, dia pun menundukkan kepalanya dengan wajah yang sendu dan sedikit sedih kemudian memegangi jantungnya yang berdebar beberapa kali dan mencoba menenangkan diri dengan menghela nafas panjang, kemudian berkata dalm hal ini "Sudah beberapa kali aku sepeti ini berdiri pada tembok di balik ruang televisi rumah ini hanya untuk meratapi perasaan aneh yang disebut cemburu ini."
***
“Ke-kenapa?”
Arian berguman saat bertanya-tanya kenapa sosok yang di temuinya beberapa minggu yang lalu muncul dan berdiri di depan papan tulis kelas di sekolahnya.
“Namaku Alia Rasensha, Asal Sekolah SMA 99 daerah utara”
Gadis pemburu jin yang merupakan teman masa kecil Arian dulu mengenalkan dirinya dengan wajah yang ceria serta senyum semringah yang begitu manis.
“Salam kenal!”