My Genie Wife

My Genie Wife
Gadis Pemburu Jin



Ivan tersungkur dan terduduk di sudut sisi dinding rumah kosong itu saat sadar jika ada seorang wanita yang akan menyerangnya dari belakang, untungnya dia sempat menghindar sebelum tersungkur yang akhirnya mampu membuatnya masih sadar, tidak seperti Bobi yang disebelahnya sudah tergeletak karena kehilangan kesadaran berkat serangan pukulan leher yang dilakukan wanita berambut putih pendek itu.


“Apa yang kalian lakukan disini?” kata wanita yang nampak seumuran dengan Ivan tersebut.


Ivan membisu karena ketakutan dan sedikit terpana karena wanita yang lebih pantas disebut gadis karena masih muda itu juga sangat manis hampir sama tingkatannya dengan Sera.


“Jawab!” gadis itu membentak karena Ivan tidak menjawab pertanyaannya.


Ivan yang terkejut terlonjak kaget dan memejam pejamkan matanya beberapa kali kemudian menjawab pertanyaan gadis di depannya itu secara spontan dengan tergagap “Ka_kami, sedang, me_mengintip.”


“Ha?” gadis itu mengerutkan keningnya karena tak mengerti apa yang sedang diintip oleh Ivan dan Bobi.


Beberapa kali Ivan melihat kearah langit-langit  untuk menemukan jawaban yang tepat agar gadis itu kebingungan, kemudian hanya bisa berdalih pada gadis itu agar alasannya jelas “Kami mencoba mengecek tempat angker untuk uji nyali sebagai bahan konten video U tube.”


“hehehe” Ivan terkekeh dengan pelan nan lembut saat ekspresi yang meminta belas kasih muncul pada wajah nya.


Gadis berambut putih itu menanggapi Ivan dengan tatapan dingin karena tak mengerti apa yang di tertawakan Ivan yang sedang berada dalam situasi tersudutkan tersebut.


Ivan hanya bisa tertunduk malu karena mengetahui reaksi gadis itu kemudian dengan volume yang mirip seperti berbisik dia berkata “Ma, maafkan aku...”


“Sudahlah” Gadis berambut putih pendek yang tadinya  sedikit menunduk untuk mengintimidasi Ivan akhirnya berdiri penuh seusai menghela nafas panjang karena sudah mengampuni Ivan dan tidak tertarik lagi dengan tindakan Intimidasinya pada laki-laki itu.


“Bawa temanmu itu dan tinggalkan tempat ini” gadis itu melanjutkan perkataannya kemudian melangkah cepat meninggalkan Ivan bersama dengan Bobi yang sudah tergeletak.


Gadis itu menahan rambut putihnya yang terhembus angin kencang dia pun menatap rumah kosong itu dan merasakan aura gelap dengan kekuatan yang sangat besar menyeruak keluar dari tiap sisi rumah kosong itu kemudian memberikan peringatan “Tempat ini sudah menjadi tempat yang berbahaya.”


“Bisa-bisa nanti kalian kerasukan” Gadis itu menoleh pada Ivan dengan tatapan tegas yang serius dengan air muka yang begitu datar.


“Ba, baik”


Ivan menjawab cepat, kemudian dengan sigap mengangkat tubuh kurus Bobi yang baginya cukup ringan dibandingkan dirinya yang sedikit berbadan gempal.


Sambil menopang Bobi pada bahunya Ivan meninggalkan rumah kosong itu dengan berlari sekuat tenaga sembari bergumam pada dirinya sendiri.


“Siapa gadis berbahaya itu?”


Meskipun sudah sekuat tenaga Ivan yang sadar jika dirinya membawa beban hanya bisa pasrah jika larin ya masih lambat meskipun dia masih ketakutan dengan gadis berambut putih pendek tadi.


“Membawa pistol?”


“Pembasmi jin juga?”


Ivan sembari berlari masih melontarkan pertanyaan-pertanyaan pada dirinya sendiri.


“Ti, tidak masa membawa pistol” Ivan mengingat jika gadis itu tadi memiliki dua buah pistol yang tersarung di pinggang rampingnya.


“Bahkan Bobi dia tumbangkan dengan satu pukulan”


Ivan menoleh sedikit pada Bobi yang digendongnya, kemudian beberapa kali mengusap keringat nya yang mengucur deras karena cemas dan panik juga keluar karena mengeluarkan tenaga, kemudian berkata “Mungkin saja orang yang mau membunuh Arian dan Sera”


“Terserah yang penting aku harus menyelamatkan Bobi dan diriku sendiri terlebih dahulu” dengan tegas Ivan mengakhiri perkataannya namun ekspresi cemas dari Ivan pun tak luput dari wajahnya.


***


Dengan ditembaki tanpa henti dengan senjata misterius oleh orang misterius juga akhirnya jin yang baru saja berubah wujud menjadi gorila itu kehilangan kesadaran dan tersungkur kebelakang dan terkapar begitu saja tanpa kesadaran.


“Siapa itu?”


“Apa yang kalian lakukan disini?” gadis itu bertanya saat berjalan mendekati Sera dan Arian dibelakangnya.


“Mau mengambil barang-barang  bekas di rumah ini” dengan wajah yang polos serta nada yang serius Sera menjawab cepat pertanyaan gadis berambut putih pendek itu.


Mata Arian terbelalak saat menoleh pada Sera karena kaget mendengar perkataan Sera yang terlalu jujur itu kemudian karena tidak bisa mencegah perkataan Sera, Arian hanya bisa memberikan seringai lebar dengan wajah yang segan saat menoleh pada gadis misterius di depannya itu


“Hehehe.”


“Pencuri rupanya” gadis itu menatap remeh Arian dan Sera.


Sera menghiraukan tatapan gadis itu saat matanya yang fokus melirik pada pistol yang digenggam gadis berambut putih pendek itu.


“Pistol itu” Sera berkata dan menyentuh tangan Arian.


“Seperti legenda yang kutahu sudah jelas dari pistol nya dia itu pemburu jin” Sera berkata saat menunjuk pistol itu, agar Arian mengikuti arah telunjuknya.


Gadis itu menoleh pada Sera dan Arian yang ikut melihat pistol yang digenggam nya itu kemudian sembari memberikan senyuman tipis dia berkata “Sangat jarang ada orang yang mengetahui pengetahuan legenda yang ada di dunia jin.”


Gadis itu menatap Sera untuk beberapa saat kemudian saat merasakan sesuatu pada tubuh Sera dia ter mundur beberapa langkah kebelakang “Sebentar, kau bukan orang!”


“Aura ini”


“Kau juga jin rupanya”


Gadis berambut putih itu mengarahkan pistolnya pada Sera dengan begitu cepat kemudian melanjutkan perkataannya “Kalau tidak salah kau jin yang pernah kulihat waktu itu.”


Meskipun memasang wajah datar Arian sadar jika Sera cukup ketakutan saat ditodongkan senjata pemburu jin seperti itu dilihat dari tangan Sera yang sedikit bergetar serta keringat nya yang sedikit mengalir di dahi.


“Sebentar, tahan dulu” Arian berkata, kemudian dengan inisiatif melangkah ke tengah-tengah Sera dan gadis pemburu jin itu demi menghalau pistol yang terarah ke wajah gadis itu.


“Aku tidak mengerti..."


"....pemburu jin?” Arian berkata sembari melirik kedua gadis itu karena muncul lagi istilah yang membuatnya bingung semenjak pulang dari dunia jin dulu.


“Ya pemburu jin”


Sera dan gadis berambut putih pendek itu berkata Serentak.


“Eh” gadis itu mendesah kemudian berdeham pelan saat memperhatikan wajah Arian


Mata gadis itu terbelalak juga berbinar saat menyadari jika orang yang menghalau pistolnya itu dikenalinya “Kau..”


“Kau Arian kan?” gadis itu bertanya untuk memastikan.


“Siapa?” Arian menjawab.


“Kau tidak kenal aku?” tanya gadis itu lagi.


“Tidak” Arian menggeleng.


“Ternyata benar kau tidak mengenaliku” kepala gadis itu tertunduk untuk beberapa saat, kemudian diantara genggaman pistolnya dia mengusap air matanya yang mulai menetes dan akhirnya benar-benar menangis tersedu-sedu.


Arian yang menyaksikan pemandangan mengejutkan dari gadis yang tak dikenalinya itu memasang wajah panik sekaligus kebingungan kemudian dengan sedikit tergagap Arian bertanya “Ke_kenapa kau menangis?”