My Genie Wife

My Genie Wife
Memulai Tugas Darurat



“A_aku mau cuci muka kemudian tidur” Arian berkata dan melepas genggaman tangan Eru dengan lembut, kemudian berlari kecil untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Eru pun hanya bisa memberikan anggukan kecil mempersilahkan Arian meninggalkannya gadis jin itu pun meninggalkan kamar mandi dalam keadaan yang penuh rasa malu yang asam namun juga ada rasa bahagia yang manis menghiasi hatinya, sembari menundukkan kepala diantara wajahnya yang masih memerah eru pun bergumam.


“Kenapa aku melakukan hal memalukan seperti itu?”


Malam pun makin berlarut Arian perlahan melupakan kejadian beberapa saat lalu dari perlakuan Eru sampai perkataan menjadi salah satu pesaing untuk mendapatkan hatinya, sebagai laki-laki biasa dia tidak dapat menelan mentah-mentah perkataan Eru itu, tetapi Arian sempat tetap menebak-nebak mungkin saja pesaing Sera yang dikatakan Eru itu Alia dan Reina tapi dia yang tidak percaya diri tidak mau meyakini hal itu.


Arian pun yang lelah karena banyak beraktifitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, akhirnya sepenuhnya melupakan kejadian beberapa saat yang lalu serta perkataan-perkataan yang dilontarkan dengan Eru tersebut dan berakhir dengan terlelap setelah banyak berpikir.


Pada dini hari yang sunyi dan sepi Eru yang memiliki insting seorang kesatria menyadari ada sesuatu di depan pintu halaman rumah Arian dia pun langsung berdiri dan langsung bersiap memegang pedangnya dan menemukan sebuah cahaya ungu yang muncul di sana saat mengintip melalui jendela.


Eru yang sadar jika itu adalah portal gerbang menuju dunia jin seketika merasa lega dan melepas penjagaan kemudian langsung berlari menuju lantai bawah untuk tiba di pintu keluar rumah Arian dan setibanya di sana langsung membuka pintu itu dengan cepat dan akhirnya menemukan jika Sera lah yang keluar dari sana.


“Aku pulang” Sera berkata sambil berjalan cepat menuju pintu masuk rumah.


Eru mengangguk menanggapi, kemudian memperhatikan Sera dan menatap penuh tanya tuan putri nya itu untuk bertanya “Tuan putri kenapa pulang dini hari begini bukankah tuan putri tidak jadi ingin main di sana sampai selesai liburan sekolah?”


“Tidak jadi soalnya ada situasi darurat yang akan menjadi masalah bagi dunia manusia” Sera menggeleng dan memasuki rumah.


“Masalah?” tanya Eru lagi saat menutup pintu rumah Arian.


“Banyak jin penyerap energi negatif diberi tambahan energi sihir, sehingga mengamuk dan semakin cepat menyerap energi negatif dari segala mahluk di dunia ini” Sera menoleh kebelakang pada Eru.


Eru menyilang kan tangan nya dan memiringkan kepalanya cukup lama kemudian berkata “Kurasa hal itu juga sama seperti gerombolan jin penyerap energi negatif yang kami temukan bersama tuan Arian kemarin.”


“Kau dan Arian?” tanya Sera dengan kening yang mengkerut sembari melepaskan sepatu sport modis yang dia beli di dunia manusia.


“Kami telah mengalahkan mereka dan cukup kelelahan karena jumlah mereka begitu banyak.” Eru meraih jaket Sera pada lengan tuan putrinya itu kemudian melipat jaket itu untuk dibawa.


“Syukurlah” Sera menghela nafas.


“Mulai sekarang tugas melelahkan yang kalian lakukan itu akan jadi tugas rutin darurat kita”


Sera mengeluarkan sebuah kantung lusuh kuno dunia jin  berisi emas dari dalam tas ransel nya yang modis yang dibelinya juga di dunia manusia.


“Untuk berkeliling kemana pun di negeri ini yang merupakan titik terkuat kemunculan mereka”


Sera menepuk-nepuk kantung emas yang isinya cukup banyak itu.


“Ayah sudah memberikan banyak biaya untuk kita”


“Setiap ada kesempatan kita bisa berkeliling memburu mereka bersama Arian.” Sera menoleh kearah tangga untuk memastikan apakah Arian ikut terbangun seperti Eru.


“Apa penyebab ini semua?” Eru yang juga serius memperhatikan tuan putri nya saat berbicara, berkata dengan tempo pelan.


“Panglima Kesatria yang dulu tiba-tiba berhenti dari jabatannya dan mengasingkan diri ke pegunungan di dekat wilayah Tidbir” dengan tegas penuh keseriusan air muka Sera penuh keyakinan pun tergambar jelas saat berkata.


“Regan?” tanya Eru yang langsung percaya berkat air muka sera tersebut saat mengingat orang dengan deskripsi yang disebutkan.


“Dialah penyebabnya” Eru menjawab beriringan dengan kepalanya yang mengangguk.


***


“Tidak ada waktu lagi”


Gumam seseorang laki-laki dewasa yang berada depan kristal penyimpanan energi sihir tanpa penjagaan dan sepi saat mengeluarkan beberapa alat dari tas yang ia rangkul.


“Aku tidak bisa jika bekerja sendirian, kalau begini bisa-bisa jin penyerap energi negatif nya dipulangkan ke dunia jin semua oleh tuan putri” laki-laki itu berkata.


Melewati sihir penglihatan jarak jauh yang ia miliki, laki-laki misterius itu memastikan jika semua orang di istana sedang sibuk dengan rumor jin yang ingin membangkitkan Sadan dan bekerja lebih banyak dari biasanya, para kesatria pun banyak berjaga di istana karena banyak bangsawan jin, sehingga melonggarkan penjagaan di ruang kristal energi sihir ini.


“Aku akan  membuat para jin penyerap energi negatif bekerja cepat membantuku agar kebangkitan tuan sadan tidak terhambat” setelah tau dirinya masih aman, Laki-laki itu dengan sebuah palu memecahkan bagian kristal penyimpanan energi sihir itu dengan cukup banyak, dia pun tertawa karena bisa lega tidak perlu terjebak dalam bayang-bayang tindakan tuan putri yang terus memulangkan jin penyerap energi negatif beberapa bulan ini.


“Cukup Regan! ” suara menggelegar juga berat muncul dari pintu masuk ruang kristal penyimpanan energi sihir.


“Go dan Yon” orang yang dipanggil Regan itu berkata setelah terkejut dan cemas sesaat, dia pun langsung mengambil bagian kristal penyimpanan energi sihir yang berhasil di pecahkan dan segera memasukannya ke dalam tas bersama dengan peralatan yang ia bawa.


Dia memperhatikan cukup lama dua pembuka gerbang berperawakan bapak tua seperti dirinya berpakaian serba hitam dan berjalan cepat mendekatinya itu, regan pun tersenyum licik kemudian dari tangannya muncul sebuah cahaya ungu “Berbaik hati lah pada teman lama kalian ini.”


“Sihir pembuka gerbang?” kata pembuka gerbang berambut ikal.


“Kenapa bisa?” sahut pembuka gerbang berambut klimis.


“Sudah jelas selama puluhan tahun ini aku mempelajari sihir khusus kalian itu bodoh!” Regan berteriak dan terkekeh.


“Belajar demi kesempurnaan rencana ini”


Regan memberikan seringai lebar jahat dan liciknya pada kedua orang pembuka gerbang dunia jin itu.


“Selamat tinggal!” Regan berkata dan membuat dua orang pembuka gerbang yang mengejar dirinya itu tidak bisa meraih apa-apa, karena Regan teman lama mereka benar-benar menghilang saat memasuki portal yang berukuran kecil di depan mata mereka.


“Kita terlambat” kata sang pembuka gerbang berambut klimis, kemudian ditanggapi hanya dengan anggukan kecil oleh pembuka gerbang berambut ikal.


Dua pembuka gerbang itu hanya bisa pasrah dan kecewa atas ketidakberhasilan mereka mencegah Regan mencuri bagian kristal penyimpanan energi sihir, namun dengan tetap tegar pembuka gerbang dengan sihir telepati nya meminta bantuan para kesatria kerajaan agar mencari Regan yang menghilang ke seluruh penjuru negeri dunia jin dan sementara itu pembuka gerbang berambut klimis meminta izin raja Ifarid agar memulai operasi besar-besaran untuk mencari Regan.