My Genie Wife

My Genie Wife
Sudah Akrab



“Yang mulia Se...sera” mulut Arian otomatis melontarkan panggilan sopan untuk Sera agar gadis jin itu mengasihani dirinya dan  tidak mengeluarkan kata-kata yang akan membuat gadis pemburu jin itu tambah bingung dan kesal pada dirinya beserta Sera.


“Haa? Istrinya?” tanya gadis pemburu jin itu yang kini menggeratakan giginya karena kesal dengan pernyataan Sera kemudian dirinya beberapa kali menoleh untuk melototi Arian karena tak percaya juga bingung dengan Arian yang sekarang membisu di depannya.


“Iya” Sera menanggapi perkataan gadis pemburu jin itu dengan tatapan yang remeh diantara wajah yang begitu bangga ketika bersender pada pundak Arian dengan semakin erat memeluk tangan Arian yang tadinya ia gandeng.


“Biar aku jelaskan!” Arian meninggikan volume suaranya saat berkata kemudian dengan panik mencoba melepas dekapan Sera pada pundak dan tangannya.


Sesaat kemudian Arian menyerah untuk melepas kan diri dari Sera karena melihat sesuatu yang mengejutkan muncul dari belakang gadis pemburu jin itu dan membuat nya membeku serta membisu, Sera pun karena hal itu tanpa sadar melepaskan dekapan eratnya pada Arian dan ikut membeku serta membisu.


Gadis pemburu jin itu akhirnya memilih untuk menoleh ke belakang saat mengetahui ekspresi Sera dan Arian yang aneh, dirinya pun menemukan jika jin yang ia tumbangkan tadi bangkit kembalinya dia pun teringat jika hanya membuat jin itu pingsan karena tidak memberikan serangan pamungkasnya untuk mengakhiri kehidupan jin itu.


“Sialaaan!” jin yang masih mempertahankan bentuk gorila besar nya itu mengerang kemudian mengayunkan tangan kanan nya yang besar untuk menghantam rombongan Arian di depannya.


Arian yang pernah diberitahu Sera jika serangan jin yang berbentuk astral akan membuat jiwa nya lepas sesaat dan kehilangan kesadaran memilih melompat mundur. Sera dan gadis pemburu jin pun juga memilih melompat keatas cukup tinggi dan membuat mereka berdua terhindar oleh hujaman mematikan dari tinju jin berbentuk gorila itu


“Sakit sekali” jin itu mengerang suaranya pun menggema di seluruh ruangan rumah kosong itu. Jin itu menatap setiap mata 3 orang di depan nya dengan tatapan amarah yang begitu dalam kemudian memasang kuda-kuda menyerang yang begitu tegap.


“Aku ingin minta penjelasan soal istri kontrak ini nanti” gadis pemburu jin itu berkata saat menoleh sedikit pada Arian ketika membelakangi teman masa kecil nya itu. Kemudian gadis pemburu jin itu langsung bergegas menyiapkan pistol nya untuk diarahkan pada jin berbentuk gorila itu.


“Ya, tenang saja Arian akan menjelaskannya padamu nanti”


Namun Sera yang sedang bersiap ingin terbang dengan tubuh astral nya lah yang menjawab perkataan gadis pemburu jin itu dengan senyum simpul dan berjalan ke sebelah gadis pemburu jin itu.


Gadis pemburu jin itu sedikit mengangguk kemudian melirik sedikit pada Sera sembari berkata dengan penuh keyakinan “Ya, setelah aku mengalahkan jin berwujud gorila ini.”


“Tidak aku yang sedang berbaik hati lah yang akan mengalahkannya untuk mu karena tidak tuntas menyelesaikan pekerjaan” dengan mata menyipit Sera pun memberikan senyuman lebar palsu kepada gadis pemburu jin itu.


“Apa kau bilang?” gadis pemburu jin itu menjawab saat alis nya terangkat.


“Kau tidak dengar?”


Sera berdeham dan beberapa kali memegangi tenggorokannya


“Aku yang akan mengalahkannya wahai sang pengganggu hubungan orang!” Sera berkata dan alisnya juga ikut terangkat.


“Aku masih disini sialan!” jin berwujud gorila itu menyela dengan suara yang begitu nyaring karena kesal seakan dirinya diabaikan dengan amarah yang tak tertahankan lagi jin itu kembali melambaikan tangannya namun kali ini dirinya menggunakan kedua tangannya dengan kecepatan super.


Sera langsung terbang dan menghindar menggunakan perubahan tubuh astral nya dan memutari tangan raksasa jin gorila itu kemudian menyerang kepala jin itu dengan tendangan udara dengan begitu kuat.


Jin berwujud gorila itu pun sedikit ter mundur dengan tendangan  Sera dan merasakan denyut hebat di pipinya karena perih.


“Masih lemah” Gadis pemburu jin itu menoleh pada Sera yang sedang terbang kemudian berlari kencang dan menembaki kedua jari jemari kaki jin itu hingga membuat tubuh besar gorila nya terhuyung-huyung.


“Lihat ini” Gadis pemburu jin itu menoleh lagi pada Sera yang terbang di atasnya kemudian memberi tembakan beruntun pada jin berbentuk gorila itu.


“Lihat ini”


Gadis pemburu jin itu menembaki perut besar jin berwujud gorila.


“Lihat ini”


Sera pun membuktikan dengan menendang dan memukul jin  berwujud gorila.


“Haaa” Arian menghela nafas


“Kenapa mereka jadi bertengkar” gumam arian sambil beberapa kali menggaruk rambut di kepalanya.


“Tetapi pertengkaran mereka seakan membuat mereka berdua sudah saling kenal begitu lama sebelumnya” kata Arian lagi saat memiringkan kepala nya yang menyadari jika Sera dan Arian yang bertengkar tidak seperti orang yang baru bertemu hari ini.


“Langsung Akrab?” mata Arian menyipit saat menyaksikan pertarungan ke dua gadis itu.


Saat itu juga Arian merasa jika emosi berlebihan menambah kekuatan Sera sehingga bisa membuat gadis itu memukul dan menendang  kuat jin yang ukurannya lebih besar dibanding dengan jin di sekolahan saat itu.


“SIALAN KALIAN MEREMEHKAN AKU”


Jin gorila itu menjerit karena diberi serangan beruntun yang membuatnya tidak bisa membalas dirinya pun merasa di rendahkan seolah menjadi samsak pertengkaran kedua gadis itu.


Namun kedua gadis itu sama sekali tidak menghiraukan amarah yang memuncak dari jin itu dan malah memberikan serangan pamungkas untuk mengakhiri pertarungan demi menghabisi jin gorila itu tanpa basa basi. Jin gorila yang menerima serangan itu hanya bisa pasrah saat tubuhnya merasakan sakit yang tak tertahankan dan terpental cukup jauh sehingga dengan rintihan dalam dia berkata “Tidak mungkin aku kalah dengan diremehkan oleh dua gadis kecil seperti ini...”


Jin itu pun akhirnya benar-benar kehilangan kesadaran saat terkapar di lantai dan wujudnya pun kembali seperti semula.


Gadis pemburu jin itu dengan cepat mendekati tubuh tak sadarkan diri jin yang mereka kalahkan untuk mengakhiri hidup jin itu dengan satu tembakan agar tidak bangkit lagi seperti tadi.


“Jangan di bunuh, kami ada pekerjaan untuk memulangkannya ke dunia jin!”


Arian menahan tangan gadis pemburu jin itu agar tidak terangkat untuk menembak kepala jin yang telah pingsan itu.


“Tidak bisa, aku harus menuntaskan pekerjaanku” gadis pemburu jin itu menggeleng.


“Tolonglah Ali Kumohon” Arian benar-benar menunduk beberapa kali untuk meminta pertimbangan pada gadis itu yang merupakan pemburu jin.


Mengetahui jika tangannya di cengkram cukup kuat oleh Arian dan melihat permohonan dengan gestur yang hampir menuju ke arah memberikan sujud padanya muncul dari Arian, gadis pemburu jin itu pun menghela nafas menaruh kembali pistol khusus pemburu jin nya dan kembali menyarungi nya di pinggul.


“Ini hanya karena permintaan Arian, lain cerita jika Arian tidak memintaku tadi.” Kata gadis pemburu jin itu saat tersipu.


“Karena tugas kami harus memusnahkan realitas jin dari dunia ini” gadis pemburu jin itu merubah air mukanya menjadi serius.


“Terimakasih Ali!” Arian pun memberikan senyuman bahagia yang lebar pada teman masa kecilnya itu.