My Genie Wife

My Genie Wife
Solusi Di Hari Minggu



“Kalian juga ikut agar kalian benar-benar melihat kami mematuhi permintaan kalian” Arian menoleh ke seluruh jin yang sedang berkerumun itu kemudian tersenyum.


Para jin itu pun menanggapi Arian dengan diam sesaat dan cukup lama menatap anak manusia itu kemudian mengangguk pelan karena paham setelah itu mereka menatap satu sama lain untuk mengkonfirmasikan jika mereka bersama rekan mereka menyetujui usul Arian.


Arian yang melihat jika para jin itu menyetujui idenya tersenyum lebar karena senang ide yang dia lontarkan pada para jin itu bisa dipahami dan disetujui.


“Tapi dengan syarat kalian harus pulang ke dunia jin jika kami berhasil menemukan orang yang bernama Giandra itu” Arian menunjuk satu persatu jin yang mengerumuninya itu dengan wajah yang serius.


Mendengar perkataan Arian itu para jin yang berkerumun mengitari Arian dan Sera itu membisu untuk beberapa saat dan memiringkan kepala mereka seraya memikirkan begitu dalam tentang syarat yang diberikan Arian setelah itu mereka menoleh pada wanita jin yang paling mereka hormati di perkumpulan para jin pada rumah susun terbengkalai itu.


“Bagaimana nyonya Weyan?” Relom yang memberanikan diri memberikan pertanyaan yang mewakilkan isi pikiran para jin.


Weyan juga ikut membisu mendengar pertanyaan dari asistennya itu dan ikut terfikir tentang syarat yang diberikan Arian, dalam pikirannya Weyan sadar jika selama hidup di dunia manusia sejak ditinggal Giandra dia dan rekan-rekannya di rumah susun ini selalu menyulitkan siswa SMA yang berada di sebelah gedung mereka, kehidupan jin pun juga begitu sulit dijalani di dunia manusia ini.


Weyan yang mendapat kesimpulan pun mengangguk kemudian berkata “Baiklah kami akan pulang ke dunia jin asalkan kau benar-benar berhasil menemukan Giandra anak muda.”


Arian menghela nafas karena lega jin yang kelihatannya memiliki kedudukan di rumah susun ini menyetujui negosiasi yang dia berikan, Arian menghirup nafas dengan cukup tajam untuk mempersiapkan satu permintaan penting lagi,  Arian pun mengeluarkan jari telunjuknya dan berkata “Satu syarat lagi dari kami.”


“Tadi sebelum kesini aku melihat di sekolah kami masih banyak siswa yang kesurupan” tangan Arian menunjuk gedung sekolahnya yang tampak dari jendela pada ruangan rumah susun itu.


“Jadi tolong suruh rekan jin kalian mundur dan keluar dari tubuh mereka” kata Arian yang memohon dengan menyatukan kedua telapak tangannya.


Weyan yang tadi mengikuti arah tangan Arian yang menunjuk gedung sekolah tadi itu pun mengangguk kemudian berbalik menghadap arah Sekolah Arian tersebut sembari berkata “Baiklah.” Weyan menggerakkan tangannya keatas bak dirigen yang memimpin orkestra untuk melambaikan tangan dan fokus memusatkan pikirannya untuk menggunakan telepati setelah itu berkata pada jin jin yang masih disekolah “Aku tahu sudah lebih dari cukup kalian menyerap energi manusia untuk saat ini, berhentilah bermain-main dengan tubuh anak manusia!”


“Kembalilah” Weyan membentak.


Mendengar perintah Weyan, seketika para jin yang masih asik berada dalam tubuh siswa sekolah itu langsung ter lonjak dan dengan cepat keluar dari tubuh mereka.


Arian yang mampu melihat jin untuk sementara berkat Sera, dari jendela rumah susun terbengkalai itu mampu melihat banyak jin yang terbang meninggalkan sekolahnya SMA 46 bagaikan balon gas yang berterbangan ke langit.


Sambil memerhatikan dengan seksama jika jin yang berterbangan itu masuk ke rumah susun ini Arian berdeham. “Akhirnya satu masalah di sekolah selesai”  Arian melirik setiap jin  yang ada di ruangan itu kemudian dengan satu helaan nafas yang pendek Arian melanjutkan perkataannya dengan volume yang besar “Kalian harus berjanji sampai hari minggu tidak lagi merasuki anak-anak disekolah ku.”


“Jika melanggar, kami tidak akan mencari Giandra dan kalian akan dijemput paksa oleh jin kerajaan” Arian berdalih untuk mengeluarkan kalimat ancaman itu dan sesekali melirik Sera dan Eru untuk memberikan kode agar dua gadis jin itu paham dirinya berbohong, Arian tau mengembalikan jin ke dunianya adalah tugasnya jadi tidak akan mungkin jin kerajaan mau membantu.


Weyan mengangguk mengiyakan pinta Arian begitu pula asisten serta jin-jin lainnya yang berada di sekitar sana, Arian, Sera dan Eru pun tersenyum satu sama lain melihat respon para jin yang mengisyaratkan jika masalah hari ini selesai  dengan baik walaupun sempat ada pertarungan yang cukup keras namun untungnya Sera sudah mereka sembuhkan.


Guru-guru sekolah Arian serta siwa-siswi pun kebingungan atas begitu cepatnya peristiwa kesurupan ini selesai siswa yang dirasuki pun telah tenang biasanya butuh waktu berjam-jam namun kali ini sangat singkat, setiap orang disekolah meskipun kelelahan mengatur sekolah agar kondusif kembali dan siswa yang kesurupan dirawat dengan hati-hati hingga kemudian peristiwa kesurupan rutin bulanan disekolah ini benar-benar selesai.


“Waah, manisnya” Ungkapan memuji terlontar dari dalam pikiran Arian namun untung nya hanya dari dalam hati tanpa harus terdengar oleh Sera yang mengenakan baju bewarna krim dengan bahu terbuka yang menampakan lengkungan bahu pada kulit putihnya yang licin bersama dengan rok hitam pendek yang mampu memperlihatkan kaki nya yang sebening gelas kaca.


“Dari mana dia belajar tentang gaya pakaian manusia yang seperti itu?” tanya Arian dalam hati, wajahnya pun memerah setelah itu mencoba memalingkan wajahnya dari tubuh Sera


Melihat respon yang mencurigakan dari Arian, Sera pun mengejar wajah memerah Arian yang berpaling dengan senyuman manis dan tatapan tajam pada bola mata bulatnya Sera pun bertanya dengan sedikit nada menggoda “Bagaimana menurutmu baju yang aku kenakan ini?”


“Bi_Biasa saja” Arian tergagap saat berusaha menghindar dari tatapan Sera itu.


“Heeee” Helaan nafas panjang Sera keluarkan dia juga tidak lagi mengejar wajah Arian karena sedikit kecewa dengan perkataan Arian itu.


Melihat Sera yang akan mulai memasang wajah murung Arian pun mencoba mengalihkan pembahasan agar murung nya Sera tidak berlarut-larut dengan bertanya “Mana Eru?”


Arian berhasil membuat air muka Sera kembali semula seperti biasa dan Sera pun menanggapi perkataannya dengan penjelasan tanpa melihat wajah Arian lagi “Karena beberapa orang melihatnya mampu mengatasi siwa kerasukan dan cekatan dalam menolong orang setelah kejadian itu, beberapa hari yg lalu dia direkrut menjadi anggota PMR dan sekarang sedang ada kegiatan di sekolah.”


Mengetahui kabar jika Eru diakui disekolah dan bergaul Arian tersenyum juga beberapa kali mengangguk serta memberikan gestur jari jempol saat menanggapi perkataan Sera karena sangat kagum, Sera yang berterimakasih dengan tanggapan Arian untuk penjaga pribadinya itu, juga ikut tersenyum.


Relom dan Weyan turun perlahan dari langit setelah terbang dan mendekati Sera dan Arian yang berbincang dan membuat kedua remaja itu sadar akan kedatangan mereka berdua. Sera dan Arian pun menyudahi percakapan mereka kemudian Arian pun memulai pembicaraan pada Relom dan Weyan tersebut dan bertanya.


“Mana rekan-rekan kalian?”


“Itu, mereka kami ikut semua tuan Arian” Relom tersenyum saat menjawab dan menunjuk rombongan jin yang sedang terbang seperti para burung yang bermigrasi pada pagi hari yang cerah ini dan mencoba turun kearah Arian dan Sera.


“Bagaimana ini?” Tanya Arian cemas melihat jumlah jin yang akan ikut sangat banyak karena hanya menyangka akan sedikit yang ikut dan tidak terpikirkan jika semua jin pada rumah susun itu ikut semua dan memenuhi langit seperti itu.


“Tenang saja, tidak ada yang bisa melihat mereka kok” Sera menjawab santai dan melangkah pelan maju meninggalkan Arian.


“Nanti bagaimana jika ada anak Indigo yang bisa melihat kita” Arian berlari kecil mengejar Sera.


“Aku tidak yakin apakah anak indigo itu beneran ada atau tidak di dunia manusia, jadi tenang saja” Sera menepuk-nepuk pundak Arian yang sedang cemas itu.


“Apa maksudnya itu?” tanggap Arian yang mengerutkan keningnya dan menghentikan langkah lari kecilnya.


Di sebuah cafe, dari kejauhan seseorang gadis berambut putih seumuran Arian dan Sera memperhatikan langit yang tepat berada di atas Sera dan Arian, kemudian berkata pada dirinya sendiri dengan pelan “Kedua orang itu diikuti jumlah jin yang sangat banyak.”


Gadis itu kemudian melihat Sera yang berada didekat Arian itu kemudian berkata “gadis itu juga sepertinya juga sesosok...”