
Selamat membaca Cerita MDB, jangan lupa untuk meninggalkan jejak 👣. Like dan Komen setelah membaca Cerita MDB, Terima Kasih.
"Aku bilang semua orang pergi ke ruangan rapat! Apa kalian tidak mendengarnya?" teriak pak Asep dengan nada tinggi, membuat semua orang tersadar dari lamunannya.
Kemudian mereka berjalan menuju ruangan rapat.
Alice merasa senang sekaligus bingung, karena dia tidak pernah berfikir sedikit pun akan naik jabatan. Apalagi dia masih seorang junior di kantor ini, pasti akan banyak yang tidak suka akan keberhasilannya. Namun dia merasa bersyukur, siapa yang tidak mau naik jabatan dan mempunyai gaji yang besar. Tapi dia menyimpan dulu rasa senangnya, lalu pergi menuju ruangan rapat.
Di dalam ruangan rapat. Semua orang masih merasa bingung, kenapa tiba-tiba di adakan rapat-! Namun, mereka tidak berani untuk bertanya, karena sebentar lagi mereka semua akan tahu alasannya.
Hening tanpa suara. Kemudian pak Asep mulai membuka acara rapat tersebut, dengan senyuman dia berkata, "Pertama-tama kita ucapkan selamat kepada Nona Alice, yang baru saja mendapat kenaikan jabatan menjadi Supervisor!" seru pak Asep sambil tersenyum licik.
Semua orang yang sedang berada disana memberikan selamat kepada Alice, walaupun terdengar seperti orang yang menghina. Pak Asep yang mengetahuinya merasa sedikit puas, karena dia tahu pasti ada banyak karyawan yang tidak terima dengan kenaikan jabatan Alice, hal inilah yang di manfaatkan oleh pak Asep untuk mempermalukan Alice.
"Sudah lama, sejak satu tahun terakhir tidak ada yang naik jabatan dibagian marketing ini. Tapi hari ini Nona Alice bisa terpilih dari sekian banyak karyawan dibagian marketing, pasti kemampuannya sangatlah bagus. Beri tepuk tangan sekali lagi untuk Supervisor baru kita!" seru pak Asep menambahkan sedikit bumbu agar membuat karyawan yang kontra dengan Alice, semakin benci.
Semua orang yang sedang berada disana bertepuk tangan. Namun, ekpresi wajah karyawan senior seperti tidak puas. Apalagi ketiga karyawan senior yang tadi mengejek Alice, setelah mendengar ucapan pak Asep kebenciannya semakin besar, dan inilah yang di inginkan oleh pak Asep.
"Terima kasih semuanya, mungkin Aku hanya sedang beruntung. Kalian juga pasti bisa seperti, Ku. Mohon kerjasama kalian semua kedepan, semoga kita bisa sukses bersama!" ucap Alice sambil memberi hormat.
Namun hormat yang diberikan Alice hanya dianggap lelucon oleh sekelompok senior, karena tidak ada yang suka dengan kenaikan jabatan Alice.
"Baiklah, untuk masalah kedua yang ingin aku bahas dalam rapat ini adalah tentang proyek distrik perumahan Vila Shangiang Asri, yang berada di pulau Shangiang. Ini adalah proyek besar yang bernilai ratusan miliyar! Jika kalian berhasil mendapatkannya, maka akan menjadikan perusahaan ini semakin terkenal dan orang yang mendapatkan proyek ini akan dianggap Pahlawan, karena memberikan keuntungan yang sangat besar untuk perusahaan," ucap pak Asep serius sambil menatap ke seleluruh karyawan.
"Distrik perumahan Vila Shangiang Asri ...!?" semua karyawan terkejut mendengarnya.
Perumahan mewah yang akan di bangun ini seharga satu triliun rupiah, per-Vila dan untuk perumahan biasa seharga satu miliyar rupiah, per-Vila. Di karenakan harganya yang sangat fantastis, pasti bangunan Vila ini akan sangat bagus dan mewah. Jadi akan menggunakan pekerja dari luar negeri dan alat berat mereka jelas lebih baik.
Meskipun perumahan biasa harus memakai pekerja lokal, tapi perusahaan Abadi Jaya belum mampu bersaing dengan perusahaan besar lainnya.
Karena perusahaan Candra Asri pasti akan mencari perusahaan dari luar kota yang lebih besar, jadi sungguh tidak mungkin.
Semua orang jelas jadi terkejut, mendengar ucapan pak Asep. Karena semua orang tahu jika proyek ini jelas tidak mungkin didapatkan, yang ada hanya akan membuang waktu saja.
Alice merasa terkejut ketika pak Asep menunjuk dirinya, "Pak Asep, Aku..." Alice merasa ragu, dia juga tahu kalau proyek ini tidak mungkin dapat dikerjakan, kemungkinan untuk berhasil sangatlah kecil. Dia baru saja naik jabatan dan tidak mungkin mengurusi proyek yang tidak pasti tersebut, namun dia juga tidak enak kalau menolak permintaan atasannya.
"Aku yakin kamu pasti bisa. Lagi pula kamu baru naik jabatan, jadi tunjukan pada kami jika kamu layak mendapatkan jabatan itu-!" ucap pak Asep menyemangati Alice, namun dalam hatinya tertawa puas.
"Benar Supervisor Alice! Kamu pasti bisa! Bukankah semua orang menganggap kalau proyek dari perusahaan NSA Chemical juga tidak memungkinkan! Namun kamu mampu untuk mendapatkan proyek itu saat kamu yang mencoba, begitu pula dengan proyek ini kamu pasti bisa kalau mencobanya," ucap karyawan senior wanita bernama silvi, yang dari tadi mencari kesempatan untuk bisa membuat Alice malu.
"Benar...!"
"Benar...!"
"Supervisor Alice pasti bisa! Perusahaan ini menaikan jabatan mu karena percaya padamu, seharusnya kamu percaya diri dong, Supervisor Alice!" semua orang disana mulai membujuk Alice, ada juga yang bicara seperti itu sambil tersenyum mengejek.
Pak Asep tersenyum puas, sambil menatap hina Alice, karena inilah yang dia inginkan.
Suasana di ruangan rapat menjadi riuh karena banyak dukungan karyawan kepada Alice, pak Asep pura-pura batuk agar suasana kembali tenang, "Uhuk... Uhuk...!" seketika keheningan kembali di dalam ruangan itu.
"Nona Alice, walaupun kamu baru naik jabatan. Namun orang yang mempercayai mu sangat sedikit, jadi ini adalah kesempatan bagimu untuk menunjukan kemampuan, Mu. Supaya mereka percaya padamu dan tidak meragukan kemampuan mu, sebagai seorang Supervisor Marketing," ucap pak Asep serius menatap Alice.
"Dasar wanita murahan, sama seperti suami mu. Kalian merupakan sampah masyarakat, beraninya melawan ku," gumam pak Asep dalam hati sambil tertawa di hatinya.
"Baiklah, aku akan mengambil proyek ini," ucap Alice pasrah.
Alice sebenarnya tahu, jika pak Asep sengaja melakukan hal ini agar dia menghabiskan banyak waktu dengan proyek yang tidak jelas, jika proyek ini tidak berhasil dia akan dapat banyak hinaan dan dicurigai oleh karyawan yang lain. Karena proyek ini jelas tidak bisa di kerjakan, walaupun Direktur Alex sendiri.
Melihat Alice yang menerima misi konyol itu, semua orang hanya menatap hina padanya, karena tinggal nunggu waktunya tiba saja, untuk menertawakan kebodohan dia.
"Baiklah, rapat cukup sampai disini. Silahkan bubar!" seru pak Asep kepada semua orang.
"Ini baru hidangan pembuka, dan proyek ini hanya untuk menjebak mu. Ketika nanti Aku dapat kepercayaan dari pemilik saham yang baru, barulah aku akan membasmi Kamu dan suami Mu," gumam pak Asep dalam hati, sambil menatap kepergian Alice.