
🌹Terima kasih atas Vote, Like Dan Komentar para pembaca Novel My Dad is Billionaire.
Semoga cerita ini dapat menghibur para pembaca semua.
Pukul 07:15. Alice berangkat kerja dengan terburu- buru, mungkin karena masih kesal terhadap Luffi, dia pun sampai tidak membuat sarapan terlebih dahulu.
Besok Clara akan masuk kembali ke sekolah, Luffi berencana ingin membelikan pakaian dan sepatu baru untuk Clara.
Luffi menyiapkan sarapan untuk dia dan Clara, setelah selesai sarapan Luffi ingin mengajak Clara pergi jalan-jalan ke mall untuk belanja.
"Ayo putri cantik, kita sarapan dulu," ucap Luffi sambil menghidangkan nasi goreng untuk Clara.
"Setelah selesai sarapan, nanti Ayah akan ngajak putri cantik ke mal. Apa putri cantik Ayah, suka?" ucap Luffi sambil tersenyum.
"Hore... Beneran, Ayah mau ngajak Clara, pergi ke Mall," sahut Clara pada ayahnya sambil tersenyum lebar.
"Ayah akan membelikan Putri kecil baju baru dan sepatu baru, apakah Clara mau?" ucap Luffi tersenyum sambil mengelus, elus kepala Clara.
"Mau, tapi Clara sendiri yang memilih bajunya, ya Ayah? Clara pengen baju yang bagus," ucap Clara manja pada ayahnya.
Luffi hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya, "Sesuai keinginan Tuan Putri, Clara boleh ngambil apapun yang Clara suka, Ayah akan membelinya." Ucap Luffi seperti pelayan kerajaan, dibalas dengan senyuman manis sang buah hati.
°°°°
Cilegon Central Mall.
Cilegon Central Mall adalah Mall terbesar di kota Cilegon, di dalam nya terdapat Bioskop, Restoran, Time Zone dan Pusat berbelanja berbagai macam kebutuhan hidup dari yang impor maupun ekspor ada disana.
Luffi mengajak Clara masuk kedalam mall mewah tersebut, Clara merasa senang berada di dalam mall, karena sudah sejak lama ia tidak pernah pergi ketempat ini.
Di dalam perjalanan Clara melihat Anissa yang sedang berbelanja di sebuah Toko busana yang berada di dalam mall.
"Ayah, itu Tante Anissa," ucap Clara sambil menunjuk kearah Toko pakaian wanita disamping nya.
Luffi melirik kearah Toko pakaian yang di tunjuk oleh anaknya, dia melihat Anissa dan temannya keluar dari Toko pakaian tersebut.
"Tante, Tante," ucap Clara memanggil Anissa.
Anissa yang baru keluar dari dalam toko bersama teman-temannya langsung melirik kearah suara tersebut, dia melihat Luffi dan Clara berada disana.
"Clara," ucap Anissa terkejut sambil melirik dan menghampiri Clara.
"Clara sini Tante gendong," ucap Anissa sambil menggendong Clara dalam pelukan nya.
"Clara sedang apa disini?" Tanya Anissa pada keponakan nya.
"Ayah ngajak Clara kesini, untuk membeli baju baru dan sepatu baru. Tante abis beli baju baru juga, yah." Jawab Clara dengan suara imut nya.
"Apa ini keponakan kamu, nisa? Cantik sekali, lucu lagi," ucap salah satu teman Anissa.
"Sini Tante gendong cantik," ucap teman Anissa sambil menyentuh pipi mungil Clara.
Teman-teman Anissa hanya tertawa melihat tingkah lucu Clara.
"Lepaskan Clara, Tante. Clara mau sama Ayah aja," ucap Clara sambil mengembungka pipi imut nya.
Anissa akhirnya melepaskan Clara, karena Clara meronta-rota ingin turun dari gendongan nya. Lalu Clara pergi kedalam pelukan Luffi.
"Apa dia Suami Kakak, mu?" ucap teman Anissa sambil melirik kearah Luffi.
"Ganteng banget, aku juga mau." Ucap salah satu teman Anissa yang lain.
"Ganteng. Tapi sayang pengangguran," ucap Pria yang berada di salah satu kelompok itu, meremehkan Luffi.
Roni. Seorang mahasiswa satu universitas bersama Anissa. Roni merupakan anak dari seorang pengusaha di kota Cilegon.
Roni sangat menyukai Anissa, hanya saja Anissa masih belum menerimanya, karena Anissa masih memilih pacar yang ganteng dan tajir melintir. Tapi Roni pantang mundur, dia selalu memanjakan Anissa, walaupun belum resmi pacaran, tapi mereka selalu jalan berdua, menurut Roni itu sama saja seperti mereka pacaran dan kedua orang tua Anissa juga sudah merestui mereka.
"Aku yakin dia datang kesini juga tidak punya uang banyak, pasti hanya membeli beberapa pakaian, di Toko yang murah," ucap Roni sinis merendahkan Luffi di depan Teman- teman Anissa.
Teman-teman Anissa menatap Luffi dengan tatapan hina, setelah mendengar ucapan Roni tentang Luffi. Bagi mereka Luffi merupakan Lelaki yang tidak berguna, menumpang hidup pada istrinya dan membiarkan istrinya bekerja sedangkan dia berada di rumah.
Clara yang melihat tatapan orang asing pada Ayahnya merasa risih, lalu langsung mengajak Ayahnya pergi kesebuah Toko pakaian mewah yang berada di seberang nya.
"Ayah, ayo kita ke Toko itu. Clara lihat banyak pakaian bagus-bagus disana," ucap Clara sambil menunjuk kearah Toko pakaian anak- anak yang berada di seberang.
Luffi hanya menganggukan kepalanya, lalu melangkah menuju Toko yang di tunjuk oleh anaknya. Anissa yang melihat Luffi ingin masuk ke Toko pakaian mewah itu, langsung mencegahnya.
"Luffi, itu adalah Toko pakaian mewah yang berada disini, semua barang disana adalah produk impor dari prancis, paling murah saja bisa mencapai harga jutaan, apa kamu akan sanggup untuk membelinya?" Ucap Anissa dari belakang Luffi, sambil mengerutkan keningnya.
Anissa tahu jika Luffi memakai uang hasil kerja kakaknya, apalagi setelah Luffi tidak bekerja lagi, hanya kakaknya lah yang menjadi tulang punggung keluarga mereka.
Belum masalah pinjaman, untuk membayar biaya rumah sakit yang mencapai miliaran, ia seketika kesal melihat sifat boros Luffi yang ingin membeli pakaian anak-anak di Toko itu.
Luffi menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan menatap Anissa sambil tersenyum.
"Aku sanggup membelinya," ucap Luffi datar lalu berbalik menuju Toko pakaian mewah itu.
"Apa. Kamu sanggup untuk membelinya? Apa kamu sudah bilang kepada kakak ku?" ucap Anissa terkejut mendengar ucapan Luffi, lalu berjalan mengejar Luffi.
Luffi tidak menghiraukan ucapan adik iparnya, dia terus melangkah memasuki Toko pakaian itu. Karena menurut Luffi, Anissa tidak ada bedanya dengan mertuanya Laras.
"Ayah aku ingin baju itu," ucap Clara sambil menunjuk pakaian anak-anak berwarna biru.
Luffi hanya mengangguk, lalu menghampiri pakaian yang dimaksud oleh anaknya. Melihat ada seorang pelanggan masuk, pelayan Toko itu langsung menghampiri Luffi.
"Tuan, ini adalah pakaian musim dingin model baru dari prancis, jika Tuan berminat mari kita mencobanya terlebih dahulu," ucap pelayan wanita sopan sambil memperkenalkan prodak nya.
Luffi hanya mengangguk, pelayan wanita itu mengambil pakaian itu, lalu mengajak Clara untuk mencobanya. Namun ada sepasang suami, istri yang membawa seorang anak perempuan berusia lima tahun ingin merebut nya.
"Mamah, aku ingin baju itu," ucap gadis kecil pada ibunya sambil menunjuk pakaian yang sedang di bawa oleh pelayan wanita itu.
"Mohon sekalian di bungkus pakaian itu," ucap wanita cantik berusia 30 thn, pada Pelayan yang membawa pakaian Clara.