My Dad Is Billionaire

My Dad Is Billionaire
Pergi Berbelanja Di Mall II



Pelayan wanita merasa bingung dia melirik kearah Luffi, karena Luffi yang lebih dahulu menemukan pakaian itu dan akan mencoba pakaian nya.


"Ayah aku juga ingin baju ini," ucap Clara pada Luffi sambil menarik tangan Luffi, karena dia merasa ada yang ingin merebut pakaian itu.


Luffi menatap kedua pasangan suami istri itu.


"Maaf, anakku melihat lebih dulu pakaian ini dan sudah siap untuk mencobanya, silahkan cari pakaian yang lain," ucap Luffi sopan pada pasangan suami istri itu.


"Mencoba? Orang miskin seperti kalian hanya datang dan mencoba pakaian saja, sehingga membuat pakaian itu kotor," ucap wanita itu sombong merendahkan Luffi.


Wanita itu melihat Luffi berpenampilan biasa biasa saja, jadi mana mungkin sanggup untuk membeli pakaian itu.


"Coba pakai dulu siapa tahu cocok dan pas," ucap Anissa menyuruh pelayan wanita itu.


Anissa memang sangat membenci Luffi, tapi dia tidak mau jika melihat Clara dihina orang lain di depannya.


"Mencoba, hahaha! Buang saja kalau memang tidak cocok, gitu aja susah. Maaf, apa karena kalian orang miskin, jadi tidak tahu kehidupan orang kaya seperti apa?" ucap wanita tertawa mengejek Anissa.


Luffi merasa malas berdebat dengan wanita di depannya, menurut Luffi bicara dengan nya hanya membuang waktu saja.


"Kamu cepat bawa anakku untuk mencoba pakaian ini." ucap Luffi tegas pada pelayan wanita.


Pelayan wanita itu merasa bingung berada di posisi yang serba salah, dia masih terdiam tidak mendengarkan ucapan Luffi.


"Kamu tanya saja, dia akan menjual pakaian itu padamu atau padaku?" ucap wanita kaya itu sombong menatap rendah Luffi.


Wanita kaya itu menatap pelayan wanita lalu berkata. "Tadi aku sudah membungkus lima set pakaian, dengan jumlah Delapan puluh juta. Jika kamu menjual pakaian itu pada nya, maka aku akan membatalkannya. Tapi bukan hanya itu saja, aku juga akan memanggil manajer Toko ini. Kita lihat, manajer mu akan membela kamu atau malah menjilatku." Ucap wanita kaya itu tersenyum sombong dan mengancam pada pelayan wanita.


Pelayan wanita itu menjadi ragu, dia berada di posisi di pojokan, tapi melihat sikap wanita itu pelayan Toko itu yakin jika dia adalah seorang pelanggan tetap Toko nya. Sehingga ia takut jika wanita kaya itu mengadukan nya.


"Anak perempuan itu lah yang melihat baju ini lebih dulu, pak. Silahkan Tuan cari yang lain saja," ucap pelayan wanita pada Luffi, ia lebih baik berdebat dengan Luffi daripada dengan wanita yang sudah jelas terlihat kaya di depan nya.


"Padahal Clara lah yang melihat terlihat duluan, mengapa kamu bisa berbohong seperti itu? Apa jangan-jangan kamu melihat mereka lebih banyak uang, jadi mereka adalah pelanggan sedangkan kami bukan seorang pelanggan? Anissa emosi mendengar ucapan pelayan Toko.


" Pelanggan juga harus di bagi tingkatan nya,


nyonya ini telah membeli lima set pakaian di Toko ini, jika kalian mampu membeli lebih dari nyonya ini, aku pasti membela kalian," ucap pelayan wanita ketus pada Anissa.


Wanita kaya menatap hina Anissa dan Luffi. Apalagi setelah mendapatkan dukungan dari pelayan Toko, membuat dirinya besar kepala.


"Kalian mendengar atau tidak? Aku mampu membeli lima set pakaian di Toko ini, apa kalian mampu membelinya? jika kalian tidak punya uang, maka jangan berebut pakaian itu dengan ku," ucap wanita kaya itu mengejek.


"Ingin mendapatkan pelayanan terbaik, lihat dulu isi dompet, mu. Sudah, untuk apa banyak omong kosong dengan mereka, jelas mereka tidak mampu untuk membeli, mereka hanya ingin mencoba saja," ucap pria kaya mengejek Luffi dan Anissa.


Meskipun keluarganya tidak terlalu kaya, tapi bukan berarti miskin, ia masih mampu untuk membeli pakaian dengan harga jutaan. Tapi orang kaya ini merendahkan dirinya, mana mungkin dia mampu menahan emosi nya.


Tapi kalau Anissa ingin melawan wanita kaya itu, Anissa harus membeli enam set pakaian untuk Clara. satu atau dua set pakaian untuk Clara mungkin masih sanggup ia membelinya, tapi jika enam set Anissa tak sanggup.


Karena satu set pakaian anak seharga jutaan, klo enam set pakaian mungkin bisa mencapai puluhan juta, ia tak sanggup.


Mungkin jika Roni yang membelikanya harga puluhan juta masih bisa dia keluarkan, tapi Anissa sengaja ingin membiarkan Luffi yang menghadapinya. Teman wanita Anissa juga sanggup untuk membelikan satu atau dua set namun itu bukan urusan mereka.


"Luffi jika kamu tidak memiliki kemampuan untuk membeli, kenapa kamu masih ngajak Clara kesini? Lihatlah sekarang, bagaimana kamu dipermalukan oleh mereka, dan Clara terlihat sedih karena tidak mendapatkan baju keinginannya," ucap Anissa sambil menunjuk kearah pelayan wanita yang lagi membungkus pakaian untuk wanita kaya itu.


Bagi Anissa Luffi merupakan kakak ipar yang tak berguna, jadi dia melampiaskan kekesalan nya pada Luffi. Namun tiba-tiba Luffi menegur pelayan wanita yang sedang membungkus pakaian yang disukai putrinya.


"Apakah aku sudah menyuruh kamu untuk membungkus nya? Bahkan anakku belum mencoba pakaian itu, kenapa kamu malah membungkus nya?" tanya Luffi pada pelayan wanita itu, tanpa menghiraukan ucapan Anisa.


Luffi tidak membahas tindakan wanita kaya itu terlebih dahulu, tapi sikap pelayan wanita itu membuat Luffi jijik padanya.


"Mencobanya? Apa jangan-jangan ucapan wanita itu benar, kamu hanyalah orang miskin yang ingin memuaskan hasrat anaknya untuk mencoba saja? Pak, aku hanya ngasih saran padamu, jika kamu tak sanggup membelinya lebih baik kamu cari di Toko lain. Apa kamu


tidak takut membawa pengaruh buruk pada anakmu?" Pelayan wanita itu membalas ucapan Luffi dengan nada ketus.


"Darimana kamu menilai diriku tidak mampu untuk membeli pakaian itu? Bukankah dia hanya membeli lima set pakaian saja?" ucap Luffi emosi pada pelayan wanita itu.


"Oh.. Baiklah anak muda, apakah kamu ingin bermain dengan, ku?" tanya Pria kaya itu pada Luffi, karena merasa puas, melihat Luffi kesal.


Luffi yang sudah emosi langsung menantang balik pria kaya yang sombong itu.


"Kamu ingin bermain bagaimana?" ucap Luffi kesal, sudah cukup baginya hanya diam saja daritadi, tapi pria kaya ini malah memancing emosinya.


°°°


*Jika kita merasa sombong dan mampu mengalahkan siapa saja, coba kalahkan kesombongan di dalam diri kita.


Orang yang mampu mengalahkan kesombongan sendiri adalah orang yang luar biasa.


Hal ini bisa menjadi sebuah tantangan untuk mereka yang bersikap sombong, kalo tidak berpikir, mereka akan terus merasa sombong dengannya*.


**Buat pembaca jangan sombong untuk memberikan dukungan buat author melalui Vote, Like dan komen Novel ini.


Jika ada kesalahan kata author mohon maaf sebesar- besar nya, karena mau gimana pun author juga manusia biasa 🙏🙏.


"Wasalam Mualaikum, wr,wb."