
Hari ini adalah hari yang paling mendebarkan dalam hidup Aeera, hari yang seharusnya membuat semua orang bahagia, hari yang selalu di nantikan oleh semua wanita untuk mengikat janji suci bersama sang pujaan hati tapi tidak dengan Aeera. Ia harus menikahi laki laki berdarah dingin yang tak memiliki perasaan, Ingin rasanya ia pergi dari sini namun itu semua tidaklah mungkin. Di setiap sudut ruangan telah di jaga oleh laki laki bertubuh kekar, mustahil jika ia akan sukses melarikan diri pada hari itu.
Aeera meremas kecil gaun yang ia kenakan untuk menghilangkan rasa gugupnya, gaun yang dirancang khusus untuk pernikahan nona muda keluarga Zeroun. Tak lama, terdengar suara bunyi pintu terbuka Ayah Adi mengajak Aeera untuk segera memasuki aula pesta karena upacara pernikahan akan segera di mulai. Pernikahan mereka di adakan di hotel mewah milik Aziel pernikahan yang katanya sederhana itu tapi tidak untuk Aeera, ini adalah perta pernikahan yang mewah baginya meski hanya ada beberapa tamu undangan yang datang tak mengurangi kesan mewah pada pesta itu.
Ayah adi menuntun putri cantiknya untuk di sandingkan dengan mempelai pria, semua mata tertuju padanya Aeera ia di rubah menjadi Ratu di hari ini ia sangat cantik dengan riasan wajah natural di tambah dengan gaun yang indah membuatnya terlihat sangat anggun. namun semua itu tidak ada artinya di mata Aziel wanita yang kini akan menikah dengannya adalah orang yang paling ia benci, ia terus mencoba menebarkan senyum kepasluan di hari pernikahannya.
“Selamat atas pernikahan anda tuan Aziel” kalimat itu terus terucap dari semua tamu undangan yang datang
Aziel yang sedang berbincang dan menyapa para tamu undangan kini pandangannya teralih pada seorang gadis yang berdiri tak jauh darinya ia tampak sedih dan ingin menangis. Aziel mendekati dan memeluk gadis itu “Sudah jangan menangis” Aziel mengusap kepala gadis itu bermaksud untuk menenangkannya. Sedangkan Aeera ia di buat terkejut dengan sikap suaminya Siapa wanita itu ? apa dia keluarga tuan Aziel kelihatanya mereka sangat dekat Aeera melihat semua drama yang terjadi di depan matanya dengan berjuta juta pertanyaan dalam fikirannya, siapa dia ?
Gadis itu adalah Felicia kekasih tuan Aziel meskipun sudah di larang oleh Aziel ia tetap datang kemari untuk menyaksikan pernikahan kekasihnya. Aziel melepaskan pelukannya ia tak ingin semua orang termasuk orang tuanya mengetahui perbuatannya. “Aziel tolong jangan pernah menyentuh gadis kampung itu, kamu hanya milikku” Feli merengek merayu kekasihnnya itu, Aziel hanya mengangguk kecil. Kini Feli tengah mencari sesuatu ia melihat ke kanan dan ke kiri bermaskud mencari keberadaan wanita yang kini telah menjadi istri kekasihnya.
“Disitu rupanya” Feli mendekati Aeera
“Selamat atas pernikahanmu” Feli mengulurkan salah satu tangannya untuk memberi ucapan selamat pada gadis, itu tak lupa mendekatkan bibirnya di telinga Aeera “Lihatlah Gadis kampungan betapa tuan Aziel sangat mencintaiku. Dia akan segera menceraikan dan mencampakkanmu cepat atau lembat” Senyum sinis tak lupa tergambar pada wajahnya, Aeera hanya terdiam mendengan semua ucapan Feli, kedua matanya sudah di penuhi oleh cairan bening ingin rasanya ia menangis setelah mendengar kata kata jahat itu. Namun ia mencoba tegar dan tetap tersenyum meskipun terlihat sangat di paksakan.
“Terimakasih atas ucapannya nona, aku akan berusaha membuat tuan Aziel mencintaiku cepat atau lambat” Entahlah apa yang di fikirkan Aeera ia juga tidak yakin bahwa akan mendapatkan hati Tuan Aziel
“Dasar gadis kampungan, awas saja ..” Dengan penuh keberanian Aeera meninggalkan Feli meskipun wanita itu belum menyelesaikan kata katanya. Feli terlihat kesal ia mengepalkan kedua tangannya tekatnya bulat untuk membuat gadis kampung itu lebih menderita.
“Sayang aku pergi dulu, bisakah nanti malam kita bertemu ?” Aziel mengiyakan permintaan kekasihnya itu
Waktu semakin mendekati sore acara pernikahan mereka selesai tepat pada waktu yang telah di jadwalkan. Aeera mengampiri orang tuanya bermaksud untuk berpamitan karena setelah menikah ia akan tinggal di rumah suaminya.
“Ayah ibu jaga kesehantannya Aeera akan usahakan sering pulang ke rumah” Aeera memeluk orang tuanya butiran bening jatuh dari kedua matanya ia tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya setelah berpisah dengan kedua orang tua yang telah membesarkannya selama ini.
“Sayang sekarang kamu sudah menikah, kamu harus patuh pada suamimu apapun yang terjadi nanti” nasehat itu terucap dari bibir ibunya
“Ayah dan ibu akan selalu berdo’a untuk kebaikanmu nak” Ayah Adi mengusap air mata yang terjatuh di pipi putri kesayangannya tak tega melihat Aeera menangis
Ingin rasanya Aeera berbicara apa yang sebenarnya mengusik batinnya, namun ia tak ingin membuat orang tuanya khawatir ia memutuskan menyimpan keresahannya seorang diri.
“Nona Tuan Aziel sudah menunggu di mobil” Ivan menghampirinya Aeera yang sedang berbincang untuk pamitan pada keluarganya dan kini berjalan mengikuti pria itu, Aeera memasuki salah satu mobil yang terparkir di sana mendapati suaminya sedang duduk bersandar sembari memejamkan kedua matanya ia terlihat sangat lelah. Aeera dengan sangat hati hati duduk di kursi sebelah suaminya agar tidak menumbulkan yang membuat suaminya terbangun. Lagi lagi Aeera di buat takjub dengan ketampanan suaminya bulu mata yang lentik, hidung yang tinggi, dan bibir berwarna pink itu mencuri perhatiannya ingin sekali ia menyentuhnya nemun tak ada keberanian dalam dirinya.
BERSAMBUNG