My Chief Executive Officer

My Chief Executive Officer
Menghabiskan Malam



Malam itu Aziel pergi keluar rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya karena mama Erin dan papa Irawan sudah tidur di kamar. Aeera pelan pelan melangkahkan kaki untuk kembali ke kamarnya hatinya sangat terpukul, walaupun begitu ia tetap mencoba tegar dan pergi beristirahat sembari berharap besok pagi sikap suaminya akan berubah.


Aziel pergi di temani oleh asistennya Ivan ia terlihat memasuki sebuah klub malam menyewa satu ruangan untuk bersantai. Ivan hanya berdiri di samping tuan Aziel ia memikirkan bagaimana perasaan nona Aeera melihat kenyataan bahwa suaminya meninggalkannya di saat malam pertama pernikahan. Aziel sekarang malah bersantai disini tak lupa di temani oleh wanita wanita cantik, tentu saja wanita itu hanya menemaninya minum tidak lebih. Di tengah pesta Feli datang ia tampak kesal karena ada wanita yang duduk di samping Aziel meskipun wanita itu hanya menemani ia duduk Feli sangat cemburu.


“Dasar wanita murahan pergi dari sini” Feli menarik kasar lengan wanita itu dan menyuruhnya pergi


“Sayang terimakasih sudah menemuiku di malam pertama pernikahanmu dan meninggalkan wanita kampung itu” tentu saja ini semua rencana Feli ia memeluk tubuh Aziel dan menempelka tubuhnya dekat laki laki itu. Aziel hanya diam dan tak bereaksi apapun seperti sedang memikirkan sesuatu, malam itu mereka menghabiskan malam bersama. Tepat pukul 3 pagi Aziel pulang ke rumah namun ia tidak memasuki kamarnya melainkan pergi istirahat di ruang kerja, enggan rasanya tidur satu ranjang dengan istrinya.


Sang surna sudah mulai menampakkan sinarnya menembus jendela kamar Aeera, cahaya matahari itu menyinari wajah gadis itu tampak sangat cantik dengan wajah polos tanpa make up sayang sekali suaminya tidak melihat momen ini.


Aeera melirik ke sana kemari menyadari suaminya tadi malam tidak pulang “bagaimana jika tante Erin bertanya padaku” ia bergegas membersihkan tubuhnya dan memakai salah satu pakaian yang ada di lemari, benar benar semua baju ini terlihat mahal dan bermerek. Ia memilih baju berwarna pink dengan model bahu yang terlihat di padukan rok mini berwarna putih.



Wahh ini sungguh style orang kaya biasanya ia hanya memakai kaos seharga 100 ribu dapat 3 kini ia mendadak menjadi ratu meskipun ratu yang tidak di anggap. Ia mengenakan pakaian yang di pilihnya tadi lalu keluar untuk membantu kegiatan di dapur.


“Aeera sayang, kamu mau kemana ?”


“Oh tante, Aeera mau ke dapur mau buat sarapan”


“loh Aeera panggil mama aja Aeera sudah jadi anak mama, lagian ngapain kamu ke dapur semua urusan dapur sudah menjadi tanggung jawab koki yang bekerja disini”


Wah bahkan di rumah ini ada koki khusus untuk memasak, jika dapat bertukar peran lebih baik aku jadi koki di sini dari pada harus menjadi istri tuan Aziel


“Oh iya maa” Aeera tersenyum manis


“Bagaimana suka gak baju yang mama pilihkan” Mama Erin mengedipkan sebelah matanya


Benar benar ini semua memang pilihan tante Erin


“Suka maa tapi ini terlalu terbuka, Aeera belom terbiasa memakai pakaian seperti ini”


“Aeera ini kan di dalam rumah tidak papa biar Aziel senang melihatmu tampil cantik dan sexy” mama Erin menarik tangan Aeera menuju runag makan


Huh, aku cantik atau tidak itu tidak ada harganya di mata tuan Aziel.


Di sana sudah ada papa irawan dan juga Aziel menunggu mama Erin dan juga Aeera untuk sarapan bersama. Aeera sangat gugup berdekatan dengan suaminya ia ingin menarik kursi di ujung yang berjarak 1 kursi dari tenpat Aziel duduk.


“Aeera kamu duduk di sebelah Aziel dong nak” tegur mama Erin


“Iya maa” Aeera terlihat berganti tenpat duduk di sebelah suaminya


“Aziel, Aeera mama sama papa pagi ini mau berabgkat ke paris jadi kalian baik baik di rumah dan juga Aziel kamu jaga istrimu” papa Irawan berpesan pada mereka berdua Aeera hanya mengangguk kecil mengiyakan ucapan mertuanya itu.


“Iya paa, mau Ziel anter sampek bandara?”


“Nggak usah kamu kan pagi ini ada mitting jadi harus berangkat pagi, mama sama papa akan berangkat sendiri saja ke bandara “


Setelah semua selesai sarapan Aziel izin untuk berangkat terlenih dahulu ia berpamitan pada semua namun tak menoleh sedikitpun pada Aeera, papa Irawan dan mama Erin pun bersiap membawa koper besar sepertinya tepat pagi ini ia akan berangkat


“Papa sama mama berapa lama tinggal de paris?” Tanya Aeera


“Mama belom tau Aeera nanti kalo urusan papa Irawan selesai pasti mama dan papa cepat pulang kamu baik baik di rumah”


“Iya maa.. mama sama papa hati hati di sana”


“Iya sayang, jangan lupa buatkan mama cucu” mama Erin tertawa kecil menggoda Aeera


“Ah mama” wajah Aeera memerah karena malu


Papa Irawan terlihat panik setelah keluar dari kamanya


“Ma papa lupa ini berkas mitting Aziel ia sepertinya lupa tidak membawanya tadi”


“Aduh paa tapi pesawat kita sudah mau berangkat apa sempat kita mampir ke perusahaan?”


“Pa ma biar Aeera saja yang membawa ini ke kantor”


“Oh ya terimakasih sayang tolong antarkan sekarang ya Aeera kalau begitu mama sama papa berangkat dulu”


“iya maa hati hati” mama Erin dan papa Irawan berangkat memasuki mobil. Sebenarnya Aeera sedikit takut jika harus tinggal berdua dengan suaminya mengingat sikap suaminya tadi malam.


Ia pergi ke kamar mengambil jaket dan juga tas kecil untuk meletakkan ponsel dan dompetnya. Ia menghampiri salah satu sopir di sana memang di rumah ini bukan cuma meliliki satu supir namun ada tiga belum termasuk asisten Ivan yang selalu berada di samping tuan Aziel mengantarnya kemana saja.


“Pak tolong antarkan saya ke kantor tuan Aziel ya pak”


“Baik non” laki laki tua yang sekitar berumur 45 tahun itu mengantarkan nona muda ke kantor tuan Aziel


BERSAMBUNG