My Chief Executive Officer

My Chief Executive Officer
Malam Pertama



Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan raya menuju kediaman keluarga Zeroun terlihat beberapa penjaga membukakan gerbang utama rumah mewah itu. Gerbang yang sangat tinggi dan besar hari ini adalah hari pertama ia masuk ke kediaman keluarga suaminya.


“Tuan sudah sampai” Ivan keluar terlebih dahulu untuk membuka pintu belakang, tak lupa ia juga pembukakan pintu nona muda


“Terimakasih” Aeera tersenyum ke arah laki laki itu begitu juga Ivan ia membalas senyum Aeera tak lupa menundukan kepalanya.


Aziel yang terus berjalan tanpa melihat ke arah Aeera ia meninggalkan istrinya begitu saja, Aeera dengan polosnya mengikuti Azeil seperti seorang anak itik yang mengejar induknya. Rumah sebesar ini aku takut jika tersesat, fikirnya. Aeera terus mengikuti suaminya hingga berada di lantai dua, memasuki ruangan yang sangat luas dengan desain minimalis namun tetap elegan membuat Aeera berfikir bahwa oh seperti ini ternyata selera suaminya Kamar itu sangat rapi dan bersih terdapat kamar mandi yang luas dan juga ruangan untuk berganti pakaian “ini bahkan lebih luas dari ruang tamu rumahku” gumam Aeera.


Aziel yang tampak kelelahan langsung berbaring di ranjang berukuran besar yang terletak di sana, ia masih mengenakan tuksedo bahkan sepatunya pun masih terpasang di kaki jenjang itu ingin sekali Aeera melepaskan sepatu suaminya namun perasaan takut lagi lagi menguasai dirinya


“Lebih baik aku mandi saja dulu”


Wanita itu terlihat sedang berusaha melepaskan gaun yang melekat pada tubuhnya namun nampak ia seperti kesusahan menurunkan resleting gaun itu. Ia ingin meminta bantuan pada Aziel sejujurnya ada perasaan takut dalam dirinya tapi tak ada pilihan lain dari pada harus tidur mengenakan gaun ini.


“Tuan Aziel bisakah membantu saya melepaskan gaun ini” Aeera nampak mendekat berdiri di samping ranjang


“Jangan mengnggu ku. kamu tidak lihat aku sedang tidur” ia berbicara tanpa membuka matanya berbicara dengan nada kesal


“Tapi tuan tolong sebentar saja sepertinya resleting gaun ini macet jadi saya tak bisa menurunkannya”


Tidak ada jawaban dari Aziel


“Tuan Ziel”


Masih tidak ada jawaban


“Tuan”


Aeera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang sudah lengket itu, setelah selesai membersihkan tubuhnya Aeera baru ingat bahwa ia tidak membawa satu pakaianpun dari rumahnya. Ia mencoba membuka lemari besar yang ada di ruang ganti terlihat tersusun rapi pakian Tuan Aziel dan juga pakaian miliknya, apakah mungkin tante Erih yang menyiapkan semua ini tapi pakaian ini sama sekali bukan style Aeera banyak sekali pakaian sexy. Biasanya Aeera hanya memakai kaos dan celana pendek untuk pakaian sehari hari namun di dalam lemari itu semua model dan warna pakaian sudah tersedia seperti toko baju saja. Bayak juga lingerie sexy di sana, tapi Aeera tak ingin terlihat seperti wanita murahan di depan suaminya hingga akhirnya ia memilih piyama berwarna pink panjang yang tergantung di sana.


Setelah keluar dari ruang ganti Aeera tak menemukan keberadaan suaminya di atas ranjang ia mencari di setiap sudut rungan namun tidak tampak laki laki itu ada di sana. Aeera sangat takut jika suaminya akan menghabiskan malam di luar rumah, hingga pencarian terkhir iya membuka satu ruangan di lantai dua Betapa leganya Aeera mendapati suaminya tengah bekerja di runang kerja “Ternyata Tuan disini” Aeera berlajan mendekali Aziel


“Jangan mendekat !” Aziel berbicara tanpa menoleh ke Arah Aeera tangan dan mata Aziel di sibukkan dengan laptop di depannya


Seketika kedua kaki Aeera berhenti melangkah dan menatap Aziel dengan tatapan sendu


“Jangan pernah menampakkan wajahmu di depanku” Aziel yang semula fokus akan pekerjaannya kini menatap Aeera seperti seorang pembunuh tatapannya yang tajam sangat mengintimidasi


“Tapi tuan Aziel bagaimana..”


“Berherti memanggil namaku dasar sialan” Aziel memotong kalimat Aeera yang belum terselesaikan ia terlihat sangat marah


Air mata Aeera mengalir deras detik itu juga, ia tak menyangka jika suaminya dapat berbicara seperti itu padanya


“Pernkahan ini bukan aku yang menginginkannya tapi orang tuaku jadi berhenti menganggap kalau aku suamimu. Kau sudah menghancurkan hidupku, kau membuat orang yang paling aku cintai menangis menyaksikan pernikahan ini dasar wanita sialan aku sangat membencimu, lihat saja aku akan mencari cara untuk menceraikanmu bagaimanapun caranya ” Brakkk. Aziel pergi meninggalkan istrinya


Tubuh Aeera lemas seketika air matanya semakin deras mengalir, ia berpegangan pada dinding untuk membuatnya tetap berdiri seimbang. hatinya begitu hancur laki laki yang kini menyandang status sebagai suaminya telah melemparkan ribuan batu ke arahnya.


Tepat di malam pertama pernikahan, kehidupan Aeera yang sesungguhnya akan dimulai.


BERSAMBUNG