My Chief Executive Officer

My Chief Executive Officer
Cemburu ?



“Ahh... Kenapa tubuhku bisa sakit semua.” Mulut Feli dengan lincah berbicara di depan Aeera yang sedang berjalan menuruni anak tangga, Gadis itu juga terlihat memegang leher sambil memutar mutarkan kepalanya. Aeera yang tidak menghiraukan ocehan Feli, berjalan mendahului wanita itu.


“Aziel benar benar tidak membiarkanku lolos tadi malam!” Gadis itu masih saja mencari perhatian Aeera “Dimana Aziel ? Apa dia masih kelelahan?”


Apa yang dia bicarakan? Apa mereka semalam...? Hati Aeera benar benar sakit, mengetahui bahwa suaminya tidur dengan wanita lain. Namun dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk terlihat tidak perduli, wanita itu terus berjalan menuju meja makan untuk menikmati sarapan pagi.


“Heh gadis kampung!” Feli berjalan cepat menyusul Aeera dan berdiri tepat di depannya, bermaksud untuk menghentikan gadis itu berjalan.


“Kenapa?” Aeera dengan santai akhirnya angkat bicara, gadis itu benar benar sangat pandai menyembunyikan luka di hatinya.


Feli yang di buat kesal dengan tingkah masa bodoh Aeera, kini mengepalkan tangan dan ingin sekali menampar wajah gadis yang berdiri di depannya itu.


“Benar benar wanita yang tidak memiliki sopan santun, apa kamu tidak dengar aku sedang berbicara denganmu!”


“Benarkah? Aku kira kamu sedang berbicara sendiri tadi, jadi maafkan aku, lain kali akan aku dengarkan. Permisi !” Aeera kembali berjalan menuju meja makan meninggalkan Feli sendirian.


Lihat saja dasar gadis bodoh. Aku akan membuatmu di tendang dari rumah ini! Ekspresi wajah Feli semakin terlihat jelas kalau wanita itu sedang menyimpan amarah.


Tak lama kemudin Aziel menuruni anak tangga dan menghampiri Feli, mengajak wanita itu untuk sarapan bersama. Aziel merangkul bahu Feli dan berjalan beriringan.


Ini masih pagi, dan aku harus menyaksikan kemesraan mereka. Aeera semakin di buat geram dengan tingkah sepasang kekasih ini. Meskipun sedikit kesal, Aeera tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri, mengambilkan sekepal nasi beserta lauk pauk untuk suaminya. Namun sebelum ia melakukan itu, tangan Feli dengan lincah meraih centong nasi terlebih dahulu, dan meletakkannya pada piring Aziel. Aeera mengurungkan niatnya dan meletakkan nasi pada piringnya sendiri. Hari ini nampaknya posisinya sebagai istri di gantikan oleh Felicia.


Mereka melanjudkan sarapan pagi bersama. Aeera tidak mengucapkan sepatah katapun, ia hanya fokus menikmati makanan yang ada di depannya.


“Sayang. Kamu hari ini libur kerja kan? Jalan jalan yuk.”


Ucapan Feli membuat Aeera sedikit melirik ke arahnya.


“Sayang, meskipun hari ini aku tidak bekerja di kantor, tapi masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan. Jadi aku tetap bekerja di rumah! Lain kali saja ya.”


“Yahhh !” Feli merasa kecewa karena penolakan dari Aziel. Namun gadis itu tak berhenti berusaha menunjukkan kemesraannya bersama Aziel.


“Sayang. Apa kamu masih lelah?”


Uhukk... Aeera tersedak mendengar ucapan Feli, seakan ia tau arah pembicaraan gadis itu. Aziel yang sedari tadi fokus dengan makanannya, ia memberikan segelas air putih miliknya untuk istrinya. Aeera yang sedari tadi batuk, meminum air itu untuk meredakan batuknya.


“Terimaksih tuan!”


Aziel tidak menjawab Aeera ia terus melanjudkan aktivitas makannya. Feli merasa cemburu melihat Aziel yang memberikan airnya untuk Aeera. Ia menatap Aeera dengan tatapan tidak suka, namun Aeera tidak menghiraukan sikap wanita yang ada di depannya itu.


“Maaf tuan. Ada tamu di depan!” Seorang pelayan mendekat ke arah meja makan.


“Suruh masuk saja!”


“Baik tuan!” Pelayan itu pergi menundukkan kepanya.


Aziel yang sudah memakan habis nasi di piringnya, pergi ke depan untuk menemui tamu yang datang. Begitu juga Feli, ia menyusul Aziel. Gadis itu benar benar berlagak sebagai nyonya besar di rumah ini.


“Heh gadis kampung. Bersihkan semua ini” Feli menunjuk piring piring kotong bekasnya tadi. Aeera hanya terdiam menatap gadis sombong itu pergi dari sana.


Seorang pelayan mendekat meraih piring yang Aeera bawa “Birkan saya saja nona!”


“Tidak apa-apa bik ayo kita bersihkan bersama” Aeera tersenyum pada pelayan itu, Ada sekitang 3 pelayan membantu aktivitas Aeera.


“Maaf nona. Kenapa nona tidak memberitahukan saja pada Nyonya Erin, kalau nona Felicia menginap di sini.”


“Saya tidak ingin tuan Aziel terkena masalah bik. Pasti mama Erin sangat marah jika tau masalah ini. Saya juga tidak ingin membuat mama kepikirn di sana.”


“Wah.. Nona kita benar benar memiliki hati yang baik.”


“Hehehe tidak bik. Aku tidak sebaik itu” Aeera tersenyum membalas ucapan pelayan itu.


“Oh iya. Bukankah tadi ada tamu? Biarkan saya saja yang membuat munuman untuk tamunya.” Aeera berjalan menuju dapur sambil membawa beberapa piring kotor.


“Baik nona.” Semua pelayan menjawab.


“Nona Aeera sangat baik ya. Kenpa tuan Aziel masih saja mempunyai hubungan dengan wanita jahat itu. Kasihan sekali nona Aeera.” para pelayan masih membicara majikannya sembari membersihkan meja makan.


***


“Kak Rey! Ada keperluan apa kak Rey mendadak kemari?”


“Maafkan aku El, aku hanya ingin berkunjung saja. Hari ini kan hari minggu, aku fikir kamu tidak bekerja di kantor, jadi aku kemari.” Kedua Bola mata Rey melihat ke segala Arah seperti mencari sesuatu di sana. Aziel yang menyadari tingkah pria yang berdiri di depannya itu, menatapnya heran.


“Kenapa kak, Kamu sedang mencari apa ?”


“Tidak, Aku hanya melihat desain rumahmu, ternyata sudah berubah ya, jauh lebih baik.”


“Benarkah?” Aziel mengerutkan dahinya, masih bertanya tanya kenapa sepupunya itu bertingkah aneh.


Rey yang masih memutar mutarkan bola matanya mencari sesuatu, membuat Aziel jengkel. “Kak Rey, jujur saja kamu mencari siapa?”


“Emmm... Sebenarnya aku kemari ingin menemui seseorang” Rey memancarkan binar bercahaya di kedua bola matanya. Senyumnya mengembang sempurna, seperti seseorang yang sedang jatuh cinta.


“Siapa Istirku. Dia ada di sini, kenapa kamu mencarinya ?” Aziel bermaksud bercanda pada sepupunya itu. “Sayang kemarilah.”


“Iya sayang!” Feli berjalan cepat menuju tempat Aziel berdiri. Gadis itu merangkul lengan Aziel.


“Aku tidak selera dengan istrmu! Aku kemari ingin mencari koki yang bekerja di sini.” Senyum Rey kembali mengembang mengingat wajah Aeera. Perkataan Rey membuat Feli tersenyum kecut.


“Jadi Kak Rey kemari hanya untuk menemui pekerja di rumah ini? Wah benar benar, apa kamu tidak merindukan adikmu ini?”


“Bukankah tadi malam kita sudah menghabiskan waktu bersama. Aziel, izinkan aku pergi ke belakang menemuinya.”


“Tunggu. Ada urusan apa kak Rey dengannya? Apa dia membuat masalah?” Aziel mencoba mencegah pergerakan laki laki itu.


“Tidak. Aku hanya berteman dengannya. Kemarin kita bertemu dan sekarang aku ingin menagih janjinya.”


“Cepat sekali baru satu kali bertemu sudah menjadi teman. Jangan sembarangan menjadikan orang asing temanmu.”


“Memangnya pekerja di rumahmu ini orang asing?”


“Tidak juga, maksudku. Ahh ya sudahlah terserah kak Rey saja.”


“Baiklah, permsi ak.. ”Rey yang belum menyelesaikan bicaranya, terhenti karena melihat Aeera muncul membawa nampan dengan beberapa munuman segar untuk tamu. Aziel dan juga Feli menoleh ke arah dimana kedua mata Rey menatap.


BERSAMBUNG