
Pagi itu Aeera bergegas berangkat bekerja menggunakan sepeda motor matic berwarna hitam, tempat ia bekerja cukup jauh dari kediamannya membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai ke tempat kerjanya. Sesampainya Aeera di sana ia langsung berlari setelah memarkirkan motornya karena dia sudah terlambat 10 Menit.
“Maaf pak saya terlambat” ucap Aeera sambil menjabat tangan bosnya.
“Iya gak papa ra, cepat kerja sana” saut pak yayat, pak yayat adalah bos Aeera beliau sudah menikah dan memiliki 2 orang anak laki laki dan perempuan.
“Iya pak” Ucap Aeera sambil melepas tas dan jaketnya.
Aeera duduk di sebelah teman kerjanya Fany dan Nara mereka bekerja di depan computer melayani pembeli di toko online tersebut. Pekerjaan Aeera cukup mudah dia hanya perlu membalas chat customer dan menyiapkan serta membungkus pesanan dan mengirimnya lewas ekspedisi.
Jarum jam mengarah tepat pada angka 4, Aeera, fany dan Nara berkemas karena sudah memasuki jam pulang kerja. Mereka berpamitan kepada bos mereka dan bergegas untuk pulang.
Sesampainya di rumah Aeera membersihkan diri dan pergi kedapur untuk membantu ibunya memasak.
“Aeera, besok kan hari minggu ibu mau ke rumah tante Lina kamu ikut ya nak !” ucap ibu ani
“Mau ngapain buk ke rumah tante Lina ?” ucap Aeera dengan penuh tanda Tanya
“Ya kita kan sudah lama gak kerumah tante Lina nak, sekalian menjenguk suami tante Lina, om Diki dia baru keluar rumah sakit kemarin jatuh dari tangga” ucap ibu Ani sambil meletakkan ikan yang sudah di bumbui ke pengggorengan.
Aeera mengiyakannya lalu pergi mencuci wadah kotor bekas ibunya meletakkan ikan yang sudah di goreng tadi.
Tak butuh waktu lama mereka memasak.
“Yah makanan sudah siaap” ucap Aeera sedikit keras sambil meletakkan piring di meja makan.
Ayahnya yang sedari tadi membaca Koran di ruang keluarga langsung bergegas menuju meja makan.
“Wahh sepepertinya enak sekali masakan putriku” ucap pria tua itu sambil menarik kusri untuk ia duduki.
Aeera membalas ucapan ayahnya dengan senyum manisnya.
“Ayah lihat anak kita sudah dewasa dia sangat rajin dan juga manis, kenapa dia belom juga dapat pacar” ledek ibu Aeera sambil mengembangkan senyumnya
“Heiiiii... Anak kita sangat pemalu bagaimana bisa dia punya pacar” ayah Aeera ikut meledek sambil meletakkan sendok berisikan nasi ke mulutnya.
“Ayah, Ibuk Aeera kan masih 22 tahun Aeera belom cukup umur untuk berpacaran” ucapnya sambil cekikikkan
“Bukan hanya pacaran seharusnya kamu sudah menikah nak, lihatlah temanmu semua sudah menikah bahkan mita sudah memiliki anak” ucap ibu Aeera.
“Sari belom menkkah, dia juga belom punya pacar” Aeera menyangkal jucapan ibunya
Mita Dan Sari adalah teman SMP Aeera rumahnya masih satu komplek dengannya. Mereka bersahabat sejak kecil.
“Sari akan segera menikah dia di jodohkan ibunya”
“ Mana mungkin, jaman sekarang memangnya ada orang tua yang mau menjodohkan anaknya ? Ibu pasti berbohong” ucapnya Aeera dengan penuh keyakinan
Ayah Adi hanya tersenyum kecil mendengar perdebatan kecil dua wanita yang paling ia sayangi.
Saat membahas tentang pernikahan fikiran Aeera tiba tiba teringat akan Ilham, entahlah mungkin karena Ilham adalah satu satunya pria yang ia kenal dekat, Namun hubungan mereka hanya sebatas teman dekat saja.
Mereka menikmati makanan dengan begitu lahap sampai habis tak tersisa dari wadahnya. Seperti biasa Aeera selalu membersihkan meja makan dan mencuci piring piring kotor lalu pergi ke kamarnya.
Aeera merebahkan tubuhnya di atas kasur yang berukuran kecil hanya cukup untuk tidur 1 orang saja. Kamar Aeera bernuansa pink dengan barang barang yang tersusun rapi di sana.
“Dringgg Dringgg Dringgg” Terdengar dering telfon. Aeera melirik sumber bunyi yang berada di sampingnya itu, ia duduk lalu meraih benda pipih itu terlihat jelas panggilan masuk dari Ilham.
“Kenapa dia menelfonku” gumam Aeera
Aeera menarik tombol hijau untuk mengangkat penggilan masuk tersebut.
“Haloo Aeera !” Ilham lebih dulu menyapa Aeera
“Ilham.. Ada apa ?” Tanya Aeera
“Maaf Aeera akhir akhir ini aku jarang menghubungimu, aku sedang ada banyak pekerjaan” ucap Ilham
Ilham bekerja di perusahaan yang sangat ternama namun dia hanya kariyawan biasa.
“Iya Ilham aku juga cukup sibuk akhir akhir ini” ucap Aeera
“Ra bagaimana kalau besok kita bertemu” ajak Ilham
“Besok aku belom bisa ham, aku di ajak ibuk ke rumah tante Lina om Diki baru saja keluar dari rumah sakit”ucap Aeera
“Baiklah bagaimana kalo minggu depan” tawar Ilham
“Okkee” saut Aeera
“kita bertemu minggu depan di cafe seperti biasa ya Ra” ucap Ilham memperjelas di mana dia akan bertemu
“ Iya Ilham” ucap Aeera sambil mengakhiri panggilan telefon.
Aeera memejamkan matanya sambil berfikir status hubungannya dengan Ilham Apakah aku menyukai Ilham ? apakah Ilham menyukaiku ? Jika tidak ada hubungan kenapa mereka selalu dekat 5 tahun ini.
Aeera terus mempertanyakan perasaanya belom ada rasa cinta di hatinya, hanya perasaan sayang untuk seorang teman dan saudara, karena dulu Aeera memang memiliki seorang kakak laki laki ia meninggal di usia 18 Tahun karena sakit. Aeera menganggap ilham sebagai kakaknya meski usia Aeera dan ilham hanya selisih 5 bulan. Aeera merenungi perasaanya itu sampai akhirnya iya tertidur lelap.
Berbicara tentang Keluarga Aeera adalah keluarga yang sangat sederhana orang tuanya hanya bekerja sebagai petani namun tidak membuat keluarganya kekurangan. Ladang yang ayah ibunya kelola sudah mencukup untuk biaya hidup mereka.
BERSAMBUNG