My Chief Executive Officer

My Chief Executive Officer
Ternyata



Aziel masih menjalankan aktifitasnya sepeti biasa di kantor, terlihat ia membolak balik berkas berkas tebal yang ada di atas mejanya, pria itu tentu saja terlihat keren mengerjakan pekerjaannya.


TOK TOK TOK.. Salah satu sekertaris cantik memasuki ruangan Aziel


“Permisi tuan, ada tamu yang mencari tuan Aziel”


“Suruh masuk saja!” Aziel menjawab sembari fokus mengerjakan pekerjaannya


“Baik tuan !”


Tak butuh waktu lama pintu itu kembali terbuka


“Ziel!” Suara yang tak asing membuat Aziel mengalihkan pandangannya


“Kak Rey !” Aziel kini bangun dari duduknya dan memeluk laki laki itu


“Kamu ternyata sudah tumbuh besar sekarang bahkan sudah mampu menggantikan posisi om Irawan dengan baik” Rey melepaskan pelukannya


“Kak Key ada keperluan apa kemari?”


“Begini Ziel, aku kemari ingin meminta bantuanmu. Perusahaanku ada sedikit masalah jadi aku berencana ingin mengajak bekerja sama. Mungkin dengan dukunganmu, perusahaanku akan membaik”


“Tentu saja kak aku akan membantumu”


Rey adalah putra dari kakak Om Irawan. Ia menjalankan usahanya sendiri yang berada di California. Bisnisnya cukup besar namun tidak sebanding dengan Aziel. Bisa di bilang Perusahaan Rey hanya memiliki beberapa anak perusahaan, tapi Aziel memiliki banyak anak perusahaan yang tersebar di berbagai negara. Karena nama perusahaan Aziel tengah berada di puncak kejayaanya ia berniat meminta bantuan adiknya untuk menyelamatkan perusahaannya.


“Oh iya. Kata tante kamu sudah menikah ya, bagaimana bisa kamu tidak mengundangku”


“Aku sudah berencana mengundangmu. Tapi kan kak Rey di luar negeri meskipun aku mengundangmu kamu pasti tidak akan datang” Aziel berusaha mencari alasan


“Dasar alasan saja. Kalau begitu kenalkan istrimu padaku, aku ingin berkenalan dengan adik iparku”


Aziel terlihat diam tak menjawab. Mungkin ia sedang memikirkan jawaban yang tepat, tidak mungkin ia mengakui Aeera sebagai istrinya.


“baiklah, nanti setelah pulang dari kantor aku akan menemuinya kak rey bisa ikut”


“Kenapa tidak di rumah saja? Kenapa harus bertemu sepulang kerja?”


“Emm istriku sangat sibuk, dia seorang model. Jadi, aku berencana makan malam bersamanya setelah kita berdua sama sama pulang bekerja”


“Okee baiklah kalau begitu”


Mereka berdua terlihat sangat asik berbicang bincang bertukar cerita dan sedikit membahas bisnis mereka, tak terasa hari sudah semakin gelap, mereka berdua membersihkan diri di kantor dan memakai pakaian yang ada di sana. Memang kantor Aziel memiliki fasilitas yang lengkap, sudah bisa di bilang rumah ke baginya.


Mereka bergegas berangkat untuk makan malam tak lupa Aziel menyuruh Ivan untuk pulang terlebih dahulu kerena ia akan pergi bersama Rey.


***


“Kenapa tuan Aziel belum pulang, apa terjadi sesuatu?” Fikiran Aeera melayang membayangkan hal yang tidak tidak, ia tak ingin seuatu yang buruk menimpa suaminya


Ia kini berjalan pelan karena sakit di kakinya masih belum reda, ia duduk di taman depan sembari menunggu kedatangan suaminya. Terlihat mobil yang biasa Aziel gunakan memasuki gerbang utama. Wanita itu sangat senang mendapati suaminya sudah pulang. Ivan keluar dari mobil itu tapi ia tidak melihat keberadaan suaminya


“Ivan dimana tuan Aziel?” Aeera berlari menghampiri Ivan dengan sedikit menyeret kakinya.


“Nona sakit?” Ivan yang salah fokus melihat cara berlari Aeera


“Tidak Van. Aku tadi jatuh, mungkin kakiku terkilir, tapi ini sudah mendingan kok. Oh ia di mana tuan Aziel ? kenapa dia tidak pulang bersamamu?” Aeera bertanya kembali


“Oh iya. Tuan sedang ada urusan sebentar, tadi saya di suruh pulang dulu” Ivan sebenarnya tau semua apa yang akan di lakukan tuannya itu, namun ia memilih menyembunyikan semuanya dari Aeera, ia tidak tega harus memberikan kabar buruk gadis itu. Bisa di bilang Ivan sangat mengagumi sosok Aeera, namun rasa baktinya pada keluarga Zeroun, yang telah begitu baik merawatnya hingga kini menjadi orang kepercayaan Aziel. Ia tak ingin menghianati majikannya dengan menyukai istrinya. Ivan kini lebih menganggap Aeera sebagai adik yang harus ia lindungi.


“Oh begitu rupanya. Aku sudah sangat khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk pada tuan Aziel. Terimaksih sudah memberikan informasi ini. Kalau begitu aku masuk dulu. Kamu juga Ivan, cepat istirahat kamu terlihat lelah” Aeera berjalan meninggalkan Ivan, laki laki itu terlihat membungkukkan badannya untuk member hormat kepada nona mudanya


Maafkan saya nona


***


Di dalam Cafe terlihat dua orang laki laki itu sedang duduk menunggu seseorang


“Sayang kamu sudah sampai dari tadi ?. Maafkan aku. Tadi jalanan sangat macet” Feli tiba tiba datang memeluk Aziel, tanpa menyadari ada laki laki lain yang duduk di depan kekasihnya itu


“Nggak kok aku juga baru sampai. Oh iya.. kak Rey ini Feli dia istriku”


Feli tampak kebingungan dengan ucapan Aziel, namun dengan isyarat yang di berikan Aziel, ia mengikuti permainan kekasihnya itu


“Rey!” Rey terlihat mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya “Felicia!” gadis itu menjawab


“Sebentar aku mau ke toilet” Aziel pergi meninggalkan Rey dan Feli berdua


Sedari tadi Feli mencuri curi pandangan ke arah Rey


“Rey apa kamu sudah memiliki kekasih?”


“ Tidak, kenapa?”


“Tidak aku hanya bertanya saja, laki laki setampan kamu mana mungkin tidak memiliki kekasih”


Rey hanya tersenyum menjawab pertanyaan gadis itu.


Ternyata seperti ini selera Aziel. Bagaimana bisa tante Erin membiarkan Aziel menikah dengan wanita seperti ini


Rey terlihat jelas tidak menyukai istri pilihan adiknya itu. Tak lama Aziel kembali, mereka menghabiskan makan malam bersama. tak terasa malam sudah semakin larut, Rey memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Sementara Aziel, ia akan pulang bersama Feli setelah menghabiskan malam lebih lama di sana.


BERSAMBUNG