My Chief Executive Officer

My Chief Executive Officer
Mencari Tau



“Tuan Ziel !” Terdengar jelas suara laki laki memanggilnya


Azeil membuka matanya menatap laki laki di depannya dengan tatapan sendu


“Van, aku ingin kamu cari tau tentang gadis ini” Aziel menunjukkan nomer ponsel Aeera


“Aeera ? Siapa dia ?” Tanya Ivan


“Dia calon istriku, Aku di jodohkan” Aziel berbicara dengan suara pelan


“ Haa ! Tuan di jodohkan ? Lalu bagaimana Feli ?” Ivan kembali bertanya


“Aku gak tau Van, kamu cari tau saja tentang gadis ini. Aku ingin tau seperti apa dia sampai membuat mama suka padanya” perintah Aziel


“Baik tuan”


“Besok harus sudah ada informasi yang aku inginkan !” ucap Aziel sambil meninggalkan ruangan


“Aeera!” nama itu terucap dari bibir Ivan


Ke esokan paginya Ivan keluar untuk mencari informasi tentang Aeera, dengan bantuan anak buahnya tidak sulit untuk menemukan dimana rumah gadis yang dicarinya itu.


Mobil berwarna hitam terparkir di pinggir jalan, itu adalah mobil Ivan “apa ini rumahnya?” Ivan melihat sekeliling memperhatikan rumah itu rumah 1 lantai yang kucup luas namun sederhana. Terlihat seorang gadis keluar dari rumah itu dia sepertinya ingin pergi ke suatu tenpat, menggunakan sepeda motor metic berwarna hitam. Ivan langsung menancap gasnya untuk mengikuti kemanapun perginya gadis itu tak lupa Ivan juga sudah memotret gadis itu untuk di tunjukan kepada tuannya.


Gadis itu berhenti di ruko 2 lantai, seperti biasa Aeera bekerja sebagai admin toko online. Di dalam mobil Ivan memikirkan cara bagaimana ia memastikan gadis yang di ikutinya itu benar benar Aeera. Setelah menunggu cukup lama Akhirnya jam bekerja Aeera sudah selesai gadis itu keluar dengan wajah gembira dia sangat ceria. Ivan selalu memperhatikan apa yang di lakukannya.


Di perjalanan ivan menemukan ide untuk memastikan gadis itu adalah calon istri tuannhya. Namun dia sangat gugup apa cara ini berhasil atau tidak tapi tidak ada salahnya jika di coba


Lampu lalu lintas yang semula berwarna hijau tiba tiba berubah menjadi merah semua kendaraan berhenti mematuhi peraturan. Ivan membuka kaca jendela mobilnya tanpa basa basi bibirnya berkata


“Aeera !”


Gadis itu menoleh kearah sumber suara, dia melihat seorang laki laki tampan senyum ke arahnya, Aeera di buat bingung siapa pria ini, mencoba mengingat ingat apakah dia megenalnya namun tidak ada hasilnya dia benar benar tidak mengenal siapa pria yang memanggilnya itu.


“Iya!” Aeera ingin bertanya “siapa ?” namun lampu lalu lintas sudah berubah menjadi warna hijau kembali. Suara klakson kendaraan saling bersautan untuk membuat pengendara di dipannya cepat berjalan. Menyadari hal itu Aeera segera memutar gasnya melanjudkan perjalanan.


Dia benar Aeera


Ivan malajukan mobilnya kembali ke rumah, memasuki gerbang yang besar dan tinggi 2 orang penjaga membukakan pintu gerbang itu.


Ivan berjalan menuju lantai 2 dia mengetuk salah satu pintu yang berada di sana itu adalah ruang kerja Aziel. Setelah mendapat izin untuk masuk Ivan memegang gagang pintu dan memdorongnya untuk memasuki ruangan.


“Tuan saya sudah mengetahui di mana rumah nona Aeera” Ivan menyodorkan secarik kertas yang bertuliskan alamat Aeera


Aziel menerima secarik kertas itu dan menatapnya


“Dan ini foto nona Aeera tuan” Ivan menunjukkan beberapa foto yang telah di ambialnya secara diam diam


“Apa tidak ada yang lebih jelas” karena memang di foto itu Aeera mengenakan helem saat akan berangkat bekerja membuat sebagian wajahnya tertutupi


“Nona Aeera saat itu berangkat kerja tuan dia memakai helem. Kalau tuan ingin melihat jelas wajah nona Aeera kita bisa menjadwalkan pertemuan, nona Aeera sangat canti dan manis dia bekerja di sebuah ruko di kawasan A sepertinya nona bekerja menjadi admin toko online tuan” Ivan tersenyum membayangkan wajah Aeera


Aziel menarik salah satu sudut bibirnya dan menatap pandangan ke arah lain, seakan tidak suka melihat Ivan memuji gadis itu. Dia meraih kunci mobil yang berada di meja kerjanya dan beranjak meninggalkan ruangan itu mengendarai mobilnya keluar dari gerbang rumah. Aziel pergi menemui Felicia di salah satu cafe terkenal di kotanya.


“Sayang aku kangen banget sama kamu” Feli memeluk lengan Aziel dengan manjanya


“Feli, aku maubicara penting sama kamu” Aziel melepaskan pelukan wanita itu


Mereka memilih tempat duduk yang dirasa nyaman dan mulai berbicara


“Feli.. Aku di jodohkan!” tanpa basa basi Aziel membicarakan ini kepada Feli


Feli membulatkan matanya dia tidak percaya apa yang di katakana kekasihnya itu


“Sayang kamu bercandakan ?” ucap Feli masih tidak percaya


“Aku gak bercanda Fel, aku di jodohkan dengan anak sebabat papa”


“ Nggak Ziel kamu Cuma mencintai aku, kamu mau kan menolak perjodohan itu” rengek Feli


“Sayang, aku gak bisa menolak permintaan mama, aku gak bisa melihat mama sedih, tapi aku hanya mencintaimu!” Aziel memegang jemari gadis yang ada di depannya itu


“ Lalu bagaimana dengan hubungan kita ?” Feli menatap Aziel dengan mata berkaca kaca


Aziel hanya terdiam tidak mengeluarkan sepatah katapun pria itu juga bingung harus berbuat apa.


“Ziel, Kamu bisa menikahinya, tapi kamu tetap milikku! Kamu hanya mencintai aku! kamu harus janji Ziel” Feli memegang Erat tangan kekasihnya


Aziel hanya tersenyum mengusap punggung tangan Feli, untuk menenangkannya. Mereka berbincang bincang cukup lama hingga tak menyadari sudah larut malam, Aziel mengajak kekasihnya untuk pulang.


Sesampainya di rumah Aziel di sambut oleh papanya, papa Irawan seperti sedang marah menatap kearah anak laki lakinya itu.


“Paa !” Ziel berjalan menghampiri papanya


“Dari mana saja kamu ?” Papa Irawan masih menatap anaknya lekat


“Bertemu Feli pa”


“Sudah berapa kali papa bilang, jangan bertemu wanita itu lagi!”


“Pa ziel Cuma..” belom menyelesaikan bicaranya papa Irawan memotong pembicaraan anaknya


“Kamu harus menikah minggu depan”


“Paa!”


“Aku bahkan belom mengenal gadis itu bagaimana bisa papa menyuruhku menikah minggu depan bukankah itu terlalu cepat” Azeil protes kepada papanya


“Besok ikut papa dan mama ke rumah Aeera” Papa Irawan meninggalkan Aziel sendirian


Aziel menyibakkan rambutnya frustasi karena ucapan papanya, apa yang akan terjadi pada kehidupannya setelah ini. Dia dipaksa menikah dengan gadis yang sama dekali tidak ia kenal dan cintai.


BERSAMBUNG