My Chief Executive Officer

My Chief Executive Officer
Kantor



“Selamat pagi tuan Aziel”


“Selamat pagi Tuan”


Semua orang menyapa Aziel dengan ramah, Aziel hanya tersenyum tipis dan mengangguk membalas sapaan kariyawannya. Aziel berjalan di damping ivan dan beberapa bodyguard, memang Aziel adalah orang penting banyak sekali musuh yang ingin melukainya untuk urusan bisnis jadi Aziel harus mendapatkan pengawalan ketat jika sedang bekerja.


Akhirnya Aeera sampai di gedung perusahaan keluarga Zeroun ia terkagum akan bangunan megah yang di pimpin suaminya itu wahh memang sekaya itu Tuan Aziel. Aeera menyuruh sopir yang telah mengantarkannya tadi untuk menunggu di mobil saja ia berlajan sendiri untuk menemui suaminya didalam namun saat ingin memasuki gedung Aeera di hentikan oleh seorang security


“Maaf nona mau kemana?”


“Maaf pak saya kan berjalan ke arah sana jadi saya mau masuk! permisi”


“Maaf nona tidak boleh sembarang orang memasuki gedung ini sepertinya anda bukan kariyawan di sini ada keperluan apa?”


“Saya mau bertemu tuan Aziel pak”


“Anda siapa? Banyak sekali orang yang mengaku mengenal tuan muda hanya untuk bisa bertemu dengannya” Security itu menghadangkan salah satu tangannya untuk menghalangi langkah Aeera


“Saya ? Oh saya” Aeera kebingungan menjawab pertanyaan itu. tidak mungkin jika dia berbicara bahwa ia adalah istri tuan Aziel sedangan Aziel sendiri melarangnya utnuk menganggapnya sebagai suami “Emm.. saya ini rekan bisnis tuan Aziel tolong biarkan saya masuk pak” Aeera terus mencoba mengelabuhi security itu untuk megizinkannya masuk ke dalam.


Security itu tidak percaya karena penampilan Aeera seperti bukan orang kantoran “kalau begitu dari perusahaan mana?”


“Ah benar benar bapak ini” gerutu Aeera


“Aeera !” Suara laki laki tak asing terdengar di telinganya, gadis itu langsung menoleh ke belakang


“Ilham.. ! bagaimana bisa kamu di sini ?”


“Aku bekerja disini Ra” Ilham tersenyum ke Arah Aeera


“Apa..!” Aeera terkejut, ternyata sahabatnya ini bekerja di perusahaan suaminya


“kamu ngapain kesini Ra?”


“Ha ? Aku” Aeera mencari alasan “Ah Ilham tolong bantu aku, aku ada urusan dengan pemilik gedung ini tapi bapak ini tidak mengizinkan aku masuk” Aeera berbisik di telinga Ilham


Ilham terkejut mendengar perkataan Aeera bagaimana bisa ia mengenal seseorang yang sangat terhormat seperti tuan Aziel “Bagaimana bisa kamu mengenal tuan Aziel Ra?”


“Nanti aku jelaskan tolong Ilham bantu aku dulu ini sangat penting”


“Pak mohon maaf gadis ini adalah teman saya kami ada urusan bisnis jadi tolong izinkan dia masuk” Aziel mencoba berbicara kepada security itu


“Oh baik mas maafkan saya, silahkan masuk nona” Security itu mempersilahkan Aeera masuk


“Terimaksih pak” Aeera menunduk sopan


Di dalam ruangan kerja Aziel baru menyadari bahwa berkas berkas untuk mitting tertinggal di rumah sedangkan mitting di mulai 20 menit lagi


“Ivan berkas mitting kita tertinggal di rumah sepertinya tadi aku lupa minta pada papa” Aziel memegang kepalanya ia tampak frustasi


Cklek.. Terdengar suara pintu terbuka


“Feli !” Aziel menatap keksihnya itu


“Maaf nona Feli Tuan Aziel akan segera mitting bisakah anda kesini lain waktu” Ivan menghalangi langkah Feli yang sedang berjalan menuju Aziel


“Minggir kamu dasar Asisten rendahan, Minggir atau aku akan menyuruh calon suami ku untuk memecatmu”Ancam Feli


“Biarkan dia Van” Perintah Aziel membuat Feli tersenyum dengan penuh kemenangan Ia mendorong Ivan yang tengah menghalangi jalannya itu


“Sayang aku mau nemenin kamu kerja di sini boleh ya ?” Feli memeluk Aziel dari belakang yang tengah duduk di kursi kerjanya


“Feli tolong aku sedang sibuk lain waktu kamu bisa kesini”


“Nggak mau aku mau sekarang menemanimu” Rengek Feli seperti anak kecil, Aziel lalu membiarkan kekasihnya itu mengikutinya ia, kini beranjank dari tempat duduk nya berniat pulang untuk mengambil berkas penting itu


Aeera yang masih berdiri di sana melihat suaminya bergandengan dengan perempuan, wanita yang tidak asing bukankah dia yang datang di pernikahanku kenapa ia merangkul tangan suamiku apa dia kekasih tuan Aziel ? Aeera terus bertanya tanya


“Ivan siapa wanita yang di samping tuan Aziel itu?” Aeera yang penasaran kini bertanya kepada sahabatnya


“Oh dia, itu nona Felicia kekasih tuan Aziel”


Benar memang dia kekasih suamiku hati Aeera semakin sakit mendengar apa yang baru saja Ilham ucapkan matanya mulai berair ia berusaha menahan sekuat mungkin untuk tidak meneteskannya.


“Sebentar Ilham aku akan menemui tuan Aziel”Aeera berlari menghampiri suaminya yang tengah berjalan ingin keluar dari gedung


“Aeera tunggu!” Ilham ingin menghentikan Aeera, namun gadis itu sudah berjalan menjauh. Ini adalah masalah besar pikirnya


“Tuan Aziel” Aeera berlari berusaha mengejar suaminya namun sebelum ia meraih laki laki itu salah satu bodyguard bertubuh kekar mendorongnya, Aeera terkejut dan terjatuh di lantai. Aziel berhenti dan menoleh ke belakang betapa terkejutnya ia melihat istrinya berani menghampirinya kemari. Feli hanya menatap dengan tatapan tidak suka ke arah Aeera


“Nona !” Ivan berlari menghampiri istri tuannya itu Ilham yang ingin menolong Aeera kini mengurungkan niatnya karena melihat Ivan terlebih dahulu meraihnya. terlihat wajah gadis itu sayangat syok dengan apa yang baru saja terjadi padanya. ivan membantunya untuk berdiri


Semua kariyawan disana menonon darama ini


“Siapa wanita itu apa dia penyusup ”


“Wah benar benar banyak sekali wanita yang tergila gila pada tuan Aziel”


Banyak sekali gunjang gancing di sana, Ivan berusaha membantu Aeera berdiri


“Aeera kamu gak papa ?” belum sempat menjawab Aziel yang tengah terdiam kini mendekati Aeera


“Ada keperluan apa kamu?” ucapan Aziel seolah tidak mengenal wanita yang berada di depannya. Aeera hanya terus berusaha untuk menahan air mata yang sudah menggenang.


“Maafkan saya tuan, tadi saya sedang berjalan jalan di depan gedung ini dan menemukan berkas ini mungkin ini milik tuan maaf kan saya telah lancang masuk kesini ” Aeera berbohong atas ucapannya itu menyembunyikan statusnya sebagai istri tuan Aziel ia menyerahkan berkas tersebut pada suaminya dan pergi dengan luka yang semakin menganga.


BERSAMBUNG