My Chief Executive Officer

My Chief Executive Officer
Fitting Baju



Sesampainya di rumah Aeera melihat mobil mewah terparkir di halaman rumahnya orang itu tak lain adalah Ivan, Ivan di tugaskan mama Erin untuk menjemput Aeera karena hari ini jadwal fitting baju pernikahan, karena Ziel tidak mau menjemput Aeera dengan beralasan sibuk jadi Ivan yang menggantikannya.


“Maaf..! Kamu yang waktu itukan yang di jalan ?" Aeera mengacungkan jari telunjuk ke arah Ivan


“Ia nona saya di tugaskan mama Erin untuk menjemput nona”


“Memangnya ada acara apa tuan ?”


“Maaf nona saya hanya asisten tuan Aziel panggil saja saya Ivan. Hari ini jadwal nona fitting baju pernikahan” Ivan sangat sopan iya berbicara dengan lembut


“Oh baiklah Ivan terimakasih sudah menjemputku, sebentar aku mau izin ayah ibu dulu ”


“Saya sudah meminta izin orang tua nona”


“Kalau begitu saya mandi dulu, tolong izinkan saya mandi cuma 10 menit kok” Aeera mengangkat ke sepuluh jarinya dan berlari kedalam rumahnya


Ivan tersenyum melihat tnggah Aeera ia hanya mengiyakan dan menunggu di dalam mobil, namun nyatanya ia menghabiskan waktu selama 15 menit Aeera keluar dan mereka bergegas berangkat ke butik langganan tante Erin, hanya suara nafas kan keheningan yang terdengar di dalam mobil itu, Aeera tak berani untuk mengajak bicara Ivan begitu juga dengan Ivan. Ia juga bingung apa yang ingin ia katakana Aeera lebih memilih untuk diam.


Sesampainya mereka di butik tante Erin menyambut Aeera dengan bahagia ia mencium pipi Aeera. Sedangan Aziel ia sedang buduk di kursi yang berada di dalam butik iya terlihat sedang memainkan ponselnya dengan serius dan sama sekali tak menghiraukan calon instrinya yang baru saja datang di ikuti oleh Ivan.


“Ziel ! kok kamu diam aja ini ada Aeera” Tante Erin memanggil Anaknya


“Hemm !” Aziel tidak mengihaukannya hanya kata itu yang keluar dari mulutnya


“Dasar anak nakal, kamu harus belajar tentang sopan santun lagi Ziel” Aziel memang seperti itu jika sesuatu hal yang tak sesuai dengan kemauannya namun sebenarnya ia adalah anak sopan yang baik


Aeera hanya menatap Aziel terkagum Bagaimana bisa manusia setampan itu tapi kenapa dia sombong sekali Aziel memang terlihat sangat tampan walau di lihat dari sini manapun ia masih mengenakan setelan jas kerjanya.


“Nyonya Gaunnya sudah siap” Salah satu kariyawan butik menghampiri tante Erin


Tante Erin menyuruh Aeera untuk masuk ke dalam dan mencoba baju yang akan ia kenakan di hari pernikahannya. Aeera terkagum akan gaun pengantin yang sedang terpasang pada makenin di butik itu gaun berwarna putih terlihat begitu mewah



Ia mancoba memakanya di bantu oleh salah satu kariyawan dia benar benar sangat cantik padahal ia belum memakai riasan di wajahnya, Aeera keluar dari ruang ganti dan menunjukan gaun yang di pakainya pada tante Erin iya keluar dengan senyum manis di bibirnya membuat semua mata tertuju padanya.


“Kamu cantik seklai sayang!” tante Erin mendekat ke arah Aeera


“Ziel lihat ini calon istrimu sangat cantik”


Aziel yang sedari tadi sudah terpaku oleh kecantikan calon istrinya itu ia menatap Aeera memperhatikan dari atas sampai bawah gaun yang cantik di pakai oleh wanita cantik, namun dia memilih menyembunyikan ke kaguman itu kenyataannya kecantikan Aeera masih belum bisa membuat hati Aziel melunak. Aziel kembali memalingkan wajahnya menatap layar ponsel yang sedang ia pegang.


Ivan hanya menatap Aeera dengan tatapan hangat, seseorang yang ia kagumi di depannya ini adalah calon istri tuannya ia harus bisa mengendalikan perasaanya.


“Tante ini Cuma Aeera yang fitting baju”


“Tadi Aziel sudah mencoba bajunya sayang, Aziel juga sangat tampan kalian adalah pasangan yang serasi” tante Erin mengelus kepala Aeera wanita itu sangat bahagia


“Ziel, tolong antarkan Aeera pulang”


“Kamu kan calon suaminya, seharusnya kamu tadi yang njemput Aeera bukannya Ivan kamu juga harus menganternya pulang” Tante Erin berbicara tegas


“Tante Aeera pulang naik taxi aja”


“Nggak sayang kamu harus di antar Aziel” Tante Erin terligat memegang lengan Aeera


“Kalau gitu Aeera mau ganti baju dulu tante” Aeera meminta izin pada tante Erin hingga wanita itu melepaskan cengkraman di lengan Aeera ia lalu pergi untuk bergandi pakaian


Mama Erin tak henti menasehati anaknya itu, Aziel yang terlihat diam menunduk karena kata kata mamanya. Mau tidak mau Aziel yang harus mengantarkan Aeera mereka menaiki mobil berdua sedangan mama Erin di antar oleh Ivan pulag ke rumah. Aeera sangat gugup pertama kalinya ia menaiki mobil bersama calon suaminya itu sesekali Aeera melirik Aziel, Tanpa menolehpun Aziel mengetahui jika gadis yang duduk di sebelahnya itu sedang memperhatikannya.


“Jangan melihatku” Aziel menatap lurus ke depan berbicara dengan suara deepnya sangat sexy


Aeera menalan saliva nya ia sangat takut hingga memainkan kuku di jarinya untuk menghilangan ketegangannya hingga ia melihat ke arah luar jendela mobil, tidak ada perbincangan di antara mereka hingga


“Tring tring tring” bunyi suara telfon, mereka berdua melirik mencari sumber suara sampai Aeera menyadari bahwa suara itu berasal dari ponselnya ada sebuah panggilan masuk dari Ilham. Aeera menggeser tombil berwarna hijau untuk mengangkat telfon tersebut.


“Haloo Ilham”


Aziel yang sedari tadi fokus menyetir kini ikut mendengarkan pembicaraan mereka berdua karena ia mengenal kali kali yang sedang menelfon calon istrinya itu.


“Ada apa ?” Aeera bertanya kembali


“Aeera kamu dimana ?”


“Ha.. Oh. Aku aa akuu”Aeera manggaruk garuk legernya mencari jawaban yang tepat, karena tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya.


“A aku lagi di jalan ham, ini ibu minta di beliin bakso jadi aku keluar sebentar”


“Ohh, Ra aku mau ngomong sesuatu”


“Ngomong apa ham” Aeera semakin di buat penasaran apa yang akan di bicarakan temannya itu karena ilham mendadak menjadi diam


“Lain kali aja deh Ra kalo kita ketemu, udah dulu ya aku di panggil mama ati ati di jalan Ra” Ilham menutup telfon


Aeera meletakkan kembali ponselnya ke dalam tas kecil yang ia bawa


“Siapa ?” Aziel yang sedari tadi diam akhirnya membuka mulutnya


“Ini ? dia temanku SMA”


Aziel hanya diam dan fokus menyetir mobilnya hingga akhirnya mereka berdua sampai di rumah Aeera. Aeera bermaksud mengajak calon suaminya itu untuk mampir sebentar di rumahnya namun di tolak oleh laki laki itu.


“Baiklah, aku masuk dulu, kamu hati hati” Aeera pergi meninggalkan Aziel meskipun laki laki itu belom beranjak dari tempatnya mungkin Aeera sedikit kesal karena sikap Aziel yang tak pernah menghargainya. Aziel hanya menatap gadis itu masuk ke dalam rumah hingga ia tak terlihat dari pandangannya.


BERSAMBUNG