
Sesampainya Ilham di kantor ia langsung di tegur oleh Pras ia adalah teman kantor Ilham selama beberapa bilan ini karena memang ilham masih kariyawan baru di sana
“Ilham kamu darimana saja? bagaimana bisa kamu terlambat kau taukan peraturan kantor kita, kariyawan tidak boleh terlambat walau hanya satu detik saja jika kamu terlambat kamu bisa di pecat ham apa lagi sampai tuan Aziel tau”
Ilham hanya terdiam dan perjalan menuju kursi kerjanya, belum saja Ilham duduk ada seorang sekertaris wanita menghampirinya.
“Pak Ilham.. Anda di panggil ke ruangan Tuan Aziel !”
Kedua mata Ilham dan Pras membulat saling tatap seolah merasakan hal yang sama ini adalah bencana besar
“Iya terimakasih, saya akan segera ke sana” Ia mencoba tenang namun dalam hatinya sangat gugup. Bagaimana jika aku di pecat itu yang ada di fikirannya
“Ham, semangat!” Pras mencoba memberi semangat pada temannya itu, meskipun dirinya juga tidak yakin Ilham bisa selamat setelah keluar dari ruangan Tuan Aziel karena telah melakukan kesalahan besar.
Tuan Aziel terkenal sangat tegas dan disiplin dia tak suka jika aturannya di langgar atau di langgar, semua kariyawannya takut jika sudah memasuki ruangan panas tuan Aziel.
Ilham sangat gugup ia melangkahkan kaki berjalan menuju lift dan menekan tombol 17 lantai 17 adalah ruangan tuan Aziel. Bagaimana ini ? apa aku akan di pecat keringat dingin bercucuraan di tubuhnya. Di depan ruangan tuan Aziel terlihat Ivan yang sedang berdiri dan mempersilahkan laki laki itu untuk memasuki ruangan terlihat tuan Aziel sedang duduk di kursi kerja dan membelakangi nya pria itu terlihat sangat keren.
“Tuan memanggil saya ?” Ilham mencoba menghilangkan rasa gugupnya
Aziel memutar kursinya dan menghadapkan tubuhnya ke arah kariyawannya itu, ia menatap Ilham dengan tatapan tajam yang mengintimidasi membuat Ilham merasa lemas seketika ingin rasana ia pingsan, perasaan malu menempel pada wajahnya baru beberapa bulan bekerja sudah membuat masalah rasanya hari ini adalah hari terakhir ia hidup.
“Bagaimana bisa kamu terlambat ?” pertanyaan Aziel dengan nada suara yang tajam menembus jantung pendengarnya
“Maaf tuan, tadi jalanan sangat mancet” ucap Ilham berbohong, Ilham tak ingin berbicara yang sebenarnya alasan menemani temannya menunggu tambal ban itu adalah alasan yang sangat konyol.
Aziel menarik salah satu sudut bibirnya dan membuang muka dia terlihat sangat sombong ia memegang bolpoin dan memutar mutarnkan di jarinya.
“Bukannya kamu bersama seorang wanita pagi tadi!” Aziel semakin tak bisa mengintrol emosinya tatapnnya yang tajam seolah bisa membunuh siapa saja.
Bagaimana bisa dia tau ? Ilham di buat bingung dengan ucapan orang yang ada di depannya itu
“Kamu ini hanya kariyawan di perusahaan saya jadi kamu wajib mematuhi peraturan saya buat” Aziel menajamkan suaranya
“Dia pacarmu ?” Aziel penasaran ada hubungan apa sebenarnya mereka berdua
“Dia teman saya tuan, Sebenarnya ban motornya kempes jadi saya membantuanya tuan tolong maafkan saya tuan saya janji tidak akan mengulanginya lagi” Ilham masih tak berani menatap mata bos yang berada di depannya ia hanya memohon untuk tetap bisa bekerja di sini
Aziel terdiam sejenak menatap laki laki yang ada di depannya memperhitungkan keputusan apa yang akan ia ambil.
“Pergi dari sini”
“Tolong jangan pecat saya tuan!” Ilham sekali lagi memohon
“Saya tidak memecatmu, keluar dari ruangan saya! Tapi jika kamu mengulangi kesalahan yang sama saya akan memecat dan membuatmu tidak di terima di perusahaan manapun” Ucap tegas Aziel
Senyum bahagia meancar dari wajah Ilham dia tidak menyangka bisa lolos dari rintangan ini, bagaimana bisa tuan Ziel memaafkan ku, apa karena aku berbuat baik membantu orang. Ilham tak henti mengucapkan terimakasih dan keluar dari ruangan panas itu.
***
Di tempat kerja Aeera berpamitan kepada bos dan teman temannya, ia memutuskan untuk mengundurkan diri karena sebentar lagi ia akan menikah karena pernikahannya di gelar secara tertutup Aeera tidak mengatakan apapun alasannya menundurkan diri.
“Terimakasih pak karena sudah memberi saya banyak pengalaman selama bekerja disini” Aeera menjabat tangan orang yang menjadi bosnya selama 2 tahun itu
“Semoga kamu mendapat perkerjaan yang lebih baik Aeera”
“Terimaksih pak”
“Fany, Nara terimakasih selama ini sudah baik pada ku. Kalian semangat berkerjanya aku pamit dulu”
“Iya Ra, nanti kapan kapan kita kan bisa ketemu” Ucap Fany, dan juga Nara mengangguk kecil mengiyakan ucapan temannya itu
Sebenarnya Aeera ingin sekali tetap bekerja meskipun sudah menikah karena memang ini adalah kemaun tante Erin Aeera harus ada untuk Aziel 24 jam ia tidak di perbolehkan bekerja terlebih jarak rumah Aziel cukup jauh dari tempat kerja Aeera
BERSAMBUNG