
Mama Erin memanggil Aziel yang sedang berada di kamarnya karena tepat hari ini mereka akan berkunjung ke rumah Aeera.
“Ziel.. Cepat sedikit nak mama dan papa sudah siap”
Tiba tiba Aziel menuruni anak tangga ia terlihat tampan mengenakan batik berwarna coklat tua namun wajahnya masih lesu karena memang ini bukanlah keinginannya dia melakukan semua ini hanya semata mata tidak ingin mengecewakan mamanya.
“Ayo Maa.. !” Aziel menyeret kakinya malas
Mereka berangkat bersama menuju kediaman keluarga Aeera tentu saja Ivan juga ikut bersama mereka.
Sementara di rumah, Aeera sangat gugup karena mendapat telfon dadakan dari mama Erin mereka akan berkunjung, sedangkan Aeera kan keluarga belum menyiapkan apa apa. Dengan secepat kilat mereka memasak untuk suguhan tamu istimewanya, setelah selesai memasak Aeera pergi ke kamar untuk membersihkan diri dan memilih baju apa yang akan ia kenakan nanti, hingga pilihannya jatuh pada dress panjang berwarna coklat susu, tentu saja pakaian Aeera sangat sopan ia jarang sekali bahkan tidak pernah mengenakan pakaian sexy.
Aeera mengoleskan bedak tipis pada wajahnya, ia menggunakan riasan wajah natural dengan rambut hitam panjang curly membuat inner beauty nya semakin terpancar.
Menunggu kedatangan keluarga calon suaminya Aeera sangat gugup sehingga membuat telapak tangannya menjadi dingin ia menggesekkan telapak tangannya sehingga membuatnya menghangat kembali Bagaimana ini aku sangat gugup sekali, aku harus bicara apa nanti Raut wajahnya tergambar jelas akan kegugupannya ia berjalan kesana kemari sembari menunggu panggilan Ibunya.
Tok tok tok Suara ketukan pintu terdengar, Aeera segera berjalan membuka pintu kamarnya.
“Ibu.. Apa mereka sudah datang ?”
“Sudah nak, Ayo kita keluar”
Seketika telapak tangan Aeera yang sudah menghangat kembali dingin sedingin es ia sangat gugup. Pertama kalinya ia akan bertemu dengan calon suaminya bahkan dia belom mengenalnya sama sekali.
Aeera dan ibunya melangkahkan kaki keluar dari kamar, terlihat satu keluarga sedang duduk di kursi ruang tamu. Mata Aeera tertuju pada laki laki yang sedang berdiri disana pria yang tak asing ia pernah bertemu dengannya, Bukankah dia yang memanggilku di jalan waktu itu, apa dia yang akan di jodohkan denganku, tapi kenpa dia berdiri di sana Aeera menatap pria itu sambil berjalan ke arah sofa namun Ivan hanya menunduk dan menatap lantai mata Aeera tak teralih dari pria itu sampai tante Erin memanggilnya
“Aeera.. Kamu cantik sekali sayang ! pujian itu di lontarkan tulus dari hati tante Erin, memang benar Aeera sangat cantik malam itu
“Terimakasih, Tante”
Sedangakan Aziel menatap Aeera dengan tatapan mengintimidasi terlihat jelas ia membenci gadis yang berada di depannya, karena gadis bodoh ini aku tidak bisa menikah dengan kekasihku pikir Aziel.
Sesekali Ivan melirik ke arah Aeera dia memang mengagumi gadis yang akan menjadi istri tuannya itu
Aeera melirik ke arah Aziel namun dia di buat takut akan tatapan pria yang berada di depannya itu. Kenapa dia menatapku seperti itu? Apa dia calon suamiku, ya Tuhan kenapa dia tampak menakutkan sekali. Aeera di buat bingung dengan situasi ini ada dua pria muda di sana siapa yang akan menjadi suaminya.
“Aeera.. Ini Aziel anak tante !” ucap tante Erin memperkenalkan putranya
Aeera terkejut mendegar penyataan tante Erin “Haa..! pria menakutkan ini, Dia.. sepertinya tak menyukaiku, bagaimana ini apa aku bisa hidup denganya?” Aeera menyembunyikan perasaannya dia mengangguk kecil sambil tersenyum ke arah Azeil.
Melihat itu Aziel memalingkan mukanya ke arah lain dia sangat membenci gadis yang ada di depannya itu. “Masih saja sok manis. Kita lihat saja nanti Apa kamu bisa mempertahankan senyum bodohmu itu” senyum sinis Aziel terlihat jelas di mata Aeera
Aeera semakin di buat tak percaya diri akan perlakuan Aziel dia benar benar menangkap maksud pria itu yang sebenarnya membencinya.
“Karena putra putri kita sudah setuju dengan perjodohan ini aku ingin membicarakan tanggal pernikahan mereka” ucap om Irawan
“Apa kamu sudah menentukan tanggalnya wan?” Tanya ayah Adi
“Sebenarnya aku ingin pernikahan anak kita di percepat, bagaimana jika minggu depan?"
Aeera di buat melongo atas apa yang baru saja di ucapkan om Irawan bola matanya membuat sempura
Sedangan Aziel dia sudah tidak terkejut dengan apa yang di ucapkan papanya, dia hanya meminta satu permintaan
“Pah.. Ziel minta pernikahan Ziel di adakan sederhana dan hanya di hadiri keluarga dekat saja”
Om Irawan hanya mengangguk kecil mengiyakan permintaan anaknya itu Begitu juga dengan ayah Adi.
Setelah berbincang bincang menentukan tanggal pernikahan dan segala urusannya Om Irawan sekeluarga pamit untuk pulang.
Sesampainya di rumah, Aziel pergi ke ruang kerjanya dia duduk di kursi empuk meja kerjanya terbayang wajah gadis yang akan menjadi istrinya itu.
“Aeera ! Aku akan membuatmu menderita dan meminta cerai padaku” Ucapnya sambil memainkan bolpoin di jadi tangannya dia tersenyum sadis karena ucapannya sendiri.
Semantara Aeera Dia pergi memasuki kamarnya, dia di buat bingung bagaimana ini apa yang harus dia lakukan, pernkahannya tiggal menghitung hari terlebih pria yang akan di nikahinya nampaknya tidak menyukainya. Seakan membuat Aeera ingin berbicara tidak untuk pernikahan ini, namun sudah terlambat semua sudah di persiapkan bahkan sudah menentukan tanggal pernikahan
“Ternyata tuan Ziel tidak seperti yang aku bayangkan dia memang sangat tampan tapi sepertinya dia jahat pria dingin yang jahat oh mungkin tepatnya pria tampan yang dingin dan jahat” gumam Aeera dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur, itulah tempat ternyaman untuk menghilangkan penatnya.
Ke esokan paginya seperti biasa Aeera berangkat bekerja ia mengendarai sepeda motor yang biasa ia naiki, di tengah perjalanan ia merasa aneh dengan motornya Aeera berhenti mengecek apa yang salah dengan sepeda motonya, ternyata ban belakang motor Aeera kempes tak tersisa angin sedikitpun di dalamnya
“Astaga kenapa aku sial sekali dari kemarin, banku bocor”
“Apa aku naiki saja sambil mencari bengkel, tapi bagaimana jika rusaknya tambah parah” ucap Aeera kebingungan
Terdengan suara motor besar berhenti di depan Aeera orang itu tak lain adalah
“Ilham” Aeera berdiri bahagia seolah menemukan cahaya setelah kegelapan ini
“Aeera kamu ngapain di sini?”
Aeera hanya menunjuk ban motor belakangnya yang kempes mengerti yang di maksud gadis itu Ilham mencoba memeriksanya
“Aeera sepertinya ini bocor”
“Aku tau ham”
Ilham tersenyum gemas karena ucapan Aeera
“Hemm.. Coba aku menghubungi bengkel temanku, siapa tau dia bisa kesini ayo kita duduk di situ” Ilham mengajak Aeera untuk duduk menepi menunggu temannya datang namun tak sampai 15 menit dia sudah datang cengan cepat menangani ban motor aeeara
“Aku kasih kabar bos ku dulu kalau aku agak terlambat” Aeera meraih ponsel yang berada di tasnya memberi pesan singkat kepada bosnya meminta maaf karena ban motonya bocor dan akan sedikit terlambat
Sedangkan Ilham tampak sedikit berbincang bincang dengan temannya itu dan kembali duduk di samping Aeera. “Oh iya Ilham ngapain masih di sini kamu kan harus bekerja bagaimana jika kamu di marahi bosmu, pasti pekerja kantoran memiliki peraturan yang ketat kamu pergi saja aku gak papa sendirian ham” ucap aeera khawatir
“ Gak papa ra kebetulan hari ini kantor masuk jam 9 jadi masih ada waktu satu jam” ucap Ilham berbohong sebenarnya kantor seperti biasa masuk jam 8 karena Ilham tak ingin membuat Aeera lhawatir terpaksa ia berbohong
“Oh baguslah kalau begitu aku ada temannya disini” ucap Aeera gembira
Pagi itu semua orang berangkat untuk bekerja begitu juga Aziel, di dalam perjalanan Aziel tak sengaja melihat Aeera yang berada di pinggir jalan
“Van berhenti” Perintah Aziel dia melihat kearah gadis itu memastikan apakah dia benar calon istrinya
“Van apa gadis di pinggir jalan itu Aeera”
Ivan seketika melihat ke arah yang di tunjuk tuannya karena Ivan menyetir ia hanya fokus ke jalan yang ada di depannya hingga tak menyadari jika Aeera ada di sana .
“Sepertinya itu memang nona Aeera tuan” Ivan mengiyakannya
“Dasar gadis muharan, Pagi pagi begini dia sudah bersama laki laki di pinggir jalan gadis seperti itu akan menjadi istriku ? hah dasar ****** aku tidak akan menyentuhnya”
“ Maaf tuan sepertinya saya kenal laki laki itu”
“Siapa ?”
“Ilham dia kariawan di perusahaan kita di bagian marketting”
“Bagaimana dia bisa di sana sedangkan ini sudah jam kerja. Jika nanti dia sudah datang ke kantor panggil dia ke ruanganku” perintah Aziel
“Baik tuan” Ivan mengiyakan perintah bosnya lalu ia kembali melajukan mobilnya menuju kantor
Sementara ban motor Aeera sudah selesai di tambal hanya membutuhkan waktu 15 menit
“Sudah selesai mbak” ucap tukang tambal ban itu sambil mengemasi alat alatnya ke adalam bag
“Makasih mas” Aeera memberikan beberapa lembar uang kepada tukang tambal ban itu dan ia langsung pergi
“Ham makasih ya kamu udah nemenin aku dan juga udah panggilin tukang tadi”
“ Iya Ra itu sudah tugas seorang teman” Ilham tersenyum ke arah Aeera
“ Oh iyan Ham maaf ya sepertinya minggu ini kita gak jadi pergi deh aku ada acara”
“Gak papa Ra kitakan sudah ketemu hari ini” ilham berusaha menyembunyikan rasa kecewanya
“Makasih ham. Ya udah aku berangkat kerja dulu ya, kamu ati ati di jalan”
“Siap bos” Ilham mengacungkan jempolnya
Aeera melajukan motonya sampai sudah tak terlihat dari pandangan Ilham. Ia pun segera bergegas berangkat ke kantor karena dia sudah terlambat cukup lama.
BERSAMBUNG