
Kini hanya tinggal Aeera di sana. Gagis itu masih menikmati pemandangan danau kecil di depannya, melihat ikan yang berenang kesana kemari cukup membuat hatinya senang.
Hari sudah semakin petang, ia bergegas pulang mencari taxi karena memang ia menyuruh pak supir pulang dan tidak menjempunya. Sambil menunggu taxi, Aeera berjalan ke Arah supermarket yang ada di dekat sana. ia berencara membeli beberapa keperluan bulanan. Setelah keluar dari sana ia berlari untuk menyebrang, bodohnya gadis itu tidak melihat kanan kiri.
Brakkkkkk Aeera terjatuh
Pengendara mobil itu dengan sigap menginjak rem, namun bagian depan mobil sudah menyentuh sedikit tubuh Aeera membuat gadis itu terjatuh.
“Aww!” Aeera menyentuh kakinya. Ada beberapa luka namun tidak serius di sana, hanya beberapa kulit yang lecet akibat terbentur dengan aspal
“Maafkan saya nona. Apa nona baik baik saja ?” Seorang laki laki perprawakan tinggi keluar dari dalam mobil, ia sangat tampan pria berkulit putih mengenekan jas rapi. sepertinya dia bukan pria biasa.
“Maafkan saya tuan saya tidak hati hati” Aeera mencoba untuk berdiri namun terjatuh lagi, ia merasakan sedikit sakit di salah satu kakinya.
“Jangan di paksakan nona biar saya bantu” Pria itu memegang lengan Aeera untuk membantunya berdiri, tak lupa ia juga memunguti barang belanjaan gadis itu yang berserakan di sana.
“Terimakasih Tuan” Aeera mengambil barang-barang yang di pegang laki laki itu
“Maaf kan saya tidak hati hati, rumah nona di mana? mari saya antar pulang!”
Aduh inikan salahku jadi gak enak merepotkan orang, benar kata tuan Aziel aku memang merepotkan
“Tidak perlu tuan. Saya bisa naik taxi saja” Sebenarnya Aeera takut jika harus menumpang mobil laki laki yang tidak ia kenal
“Tidak apa apa nona saya bukan orang jahat. Mari saya antarkan pulang!” tawar laki laki itu
Aeera masih terdiam berdiri di posisinya, ia marasa takut harus satu mobil dengan pria asing yang baru saja ia kenal. Meskipun pria itu memiliki wajah kalem dan sama sekali tidak memiliki aura kejahatan, tetap saja ia masih merasa takut jika harus ikut dengannya.
“Nona ini kartu nama saya dan juga KTP saya bisa nona cek saya bukan pria jahat” Pria itu menunjukkan kartu identiasnya pada Aeera.
Aeera mengecek dengan teliti identitas laki laki itu, memastikan pria itu bukanlah pria jahat. Tingkah Aeera membuat pria ini sedikit tersenyum
“Maafkan saya tuan, bukannya saya berburuk sangka, tapi saya hanya tidak ingin merepotkan saja” Aeera berbohong sebenarnya ia memang takut dengan pria asing itu.
“Tidak apa apa nona silahkan masuk”Pria itu membuka pintu mobilnya dan menuntun Aeera masuk ke dalam
Aeera terlihat sangat canggung berada satu mobil dengan pria asing ini. Gadis itu bahkan hanya memandang keluar jendela
“Rumah nona di mana?” Pria itu berbicara memecah keheningan yang terjadi di mobil
“Di jalan Anggrek Tuan, tidak jauh dari sini”
“Kalau boleh tau nama nona siapa?”
“Nama saya Aeera Tuan” Aeera berbicara dengan sopan
“Aeera bisakah kita berteman?”
Aeera sedikit terkejut dengn ucapan laki laki yang baru saja ia kenal itu “Iya tuan” Aeera menganggukkan kepalanya kecil
“Nama aku Rey” Pria itu memperkenalkan dirinya sendiri tanpa menunggu Aeera bertanya terlebih dahulu
Lagi lagi gadis itu hanya mengangguk kecil dan tersenyum manis
“yang mana rumahmy Ra” Rey melajukan mobilnya pelan
“Itu Rey” Aeera menunjuk salah satu rumah mewah di sana
Bukankah itu rumah Aziel
Rey menyipitkan kedua matanya memandang Aeera dan rumah itu secara bergantian.
“Ini rumah kamu Ra?” Rey mencoba bertanya lagi
Aeera baru ingat bahwa ia tidak boleh menganggap Aziel adalah suaminya
“ Maksud saya ini bukan rumah saya. Jadi saya bekerja di sini tuan eh rey saya bekerja menjadi” Aeera memikirkan apa pekerjaan yang cocok untuknya “ Saya bekerja sebagai koki disini” Aeera tersenyum gugup kea rah Rey ia mencoba meyakinkan laki laki yang ada di depannya agar tidak curiga dengan tingkahnya.
“ Waw berarti kamu pandai memasak ? lain waktu bisakah kamu memasak sesuatu untukku ?”
“Tentu saja” Aeera tersenyum ceria
“Emmm. Bolehkan saya memanggil Kak Rey ? sepertinya anda lebih tua dari saya”
“Apa aku terlihat setua itu” Mereka berdua tertawa bersamaan
“Tidakk. agar terlihat lebih sopan saja”
“Baik Aeera kamu boleh memanggilku apa saja”
“Kalau begitu aku masuk dulu. Terimakasih kak Rey tumpangannya” Aeera membuka pintu mobil itu dan keluar
“Sama sama” Rey tersenyum memandang Aeera sampai punggung gadis itu tak terlihat lagi
Gadis yang menarik
BERSAMBUNG