My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
HARI PERTAMA DI KAMPUS



*hari ini adalah hari pertama mereka pergi ke universitas Enternity School, masalah kelas mereka tidak tau hingga mereka melihat sendiri pengumuman di sana. Semua barang sudah mereka siapkan dengan teliti tidak ada satu pun yang tertinggal.*


Windy : guys apakah kalian belum selesai bersiap-siap? Aku sudah lapar [teriak windy dari meja makan]


Dizi & Marta : iya sebentar... [bersamaan]


Windy : astaga apa yang sedang mereka lakukan hingga begitu lama [sambil menghirup secangkir cokelat panas]


Dizi & Marta : Windy kami sudah siap!!


Marta : bagaimana penampilanku apakah rok ini tidak terlalu pendek


Windy : tidak, itu pas


Marta : singkat sekali [cemberut]


Dizi : bagaimana apakah aku terlihat cantik memakai ini?


Windy : dengar ya sahabat ku yang paling ku sayang, apapun yang kalian pakai aku pasti menyukainya asal bukan baju kurang bahan


Marta : mmmmm terimakasih Windy ku... Tapi kenapa penampilan mu begini? Apakah kau tidak mau mengubah gaya berpakaian mu?


Dizi : iya Win kenapa kau tidak mencoba gaya baru?


Windy : aku tidak tertarik, baju kaos dan celana panjang adalah gaya kesukaan ku aku tidak mau yang lain


Marta : mmm baik lah kami tidak akan menganggu mu tentang hal itu lah


Windy : yasudah jangan banyak bicara, cepat lan sarapan kitak akan terlambat kalau kalian terus berbicara


*mereka akhirnya sarapan bersama sebelum akhirnya berangkat ke kampus bersama*


// di mobil


*Windy menyetir*


Windy : apakah barang kalian tidak ada yang ketinggalan?


Dizi : tidak ada semuanya sudah lengkap


Marta : iya benar tidak ada


Windy : baik lah kita akan berangkat sekarang [menyalakan mesin mobil]


Marta : apakah kau tau dimana kampus nya Win?


Windy : tenang saja di mobil ini sudah ada penunjuk lokasinya, jadi kalian tidak perlu khawatir ayah ku sudah menyiapkan semuanya


Dizi : ooh begitu ya, dari kemarin aku memperhatikan kota ini. Disini sangat berbeda dari di Yaster ya, semua barang di sini tidak secanggih di Yaster. Tapi kalau di lihat-lihat pemandangan disini juga sangat indah


Marta : iya sepertinya kita akan lebih sulut beradaptasi, untung saja di apartemen kita semua barangnya hampir sama seperti di rumah jdi tidak begitu kesulitan


Windy : kita tidak boleh terlalu mencolok di depan umum, kita akan mudah dikenali jika begitu


Marta : bukan kah bagus jika kita di kenali penduduk sini kalau kita dari Yaster


Windy : kau tau sendirikan bagaimana tingkat kejahatan di sini, jika mereka tau kita dari Yaster maka mereka akan memanfaatkan kita dan mengambil keuntungan dari hal itu. Aku tidak mau suatu saat ada yang menyakiti kalian


Marta : iya semua yang kau katakan ada benarnya juga


Dizi : kita harus berhati-hati dari sekarang


Windy : tenang saja aku akan menjaga kalian, eh ngomong-ngomong sepertinya kita sebentar lagi akan sampai


Dizi : wah benar kah, aku sudah tidak sabar


Windy : sedikit lagi... Tinggal belok kiri dan..... Ciah kita sudah sampai


Marta : wahhhh tempat ini lebih besar dari yang ku kira..


Dizi : iya sangat indah.. Eh? Kenapa semua orang seperti memperhatikan kita?


Marta : iya mereka juga berbisik


Windy : pasti ada sesuatu [memarkirkan mobil]


Windy : ayo keluar [membuka pintu mobil]


*ketika mereka bertiga keluar, semua mata tertuju pada mereka*


Siswi 1 : benar kan yang ku katakan pasti mereka orang yang sangat kaya


Siswi 2 : iya benar dari mobil mereka saja sudah kelihatan mobil itu kan sangat mahal


Windy : waah aku sekarang sudah tau apa masalah nya


Marta & Dizi : iya-iya kami mengerti [berjalan menuju papan pengumuman]


// koridor kampus


Siswa 1 : waah siapa mereka aku tidak pernah melihat mereka sebelumnya


Siswa 2 : iya mereka cantik..


Dizi : apakah mereka sedang memuji kita? [berbisik]


Marta : sepertinya iya


Siswi 2 : tapi mustahil, aku mengira hanya Daniel yang akan menggunakan barang semahal itu kesini ternyata ada juga yang sama sepertinya


Siswi 3 : iya, aku belum melihat Daniel dan teman-teman nya kemana mereka? seharusnya mereka sudah datang sekarang


Rega : kau mencari kami nona? [muncul dari belakang] apa yang kalian bicarakan sehingga tidak menyadari kami datang?


Siswi 3 : eh tidak kami hanya membicarakan tiga orang gadis yang menggunakan mobil mewah ke sini


Rega : ooh begitu ya kami pergi dulu ya nona [mengedipkan mata]


Siswi 3 : oh astaga Rega mengedipkan mata padaku, kurasa aku akan pingsan [tumbang]


Siswi 1 : astaga dia ini..


Wenza : [bejalan] mobil mewah? Mobil mewah yang biasa atau yang limited edition. Ya kalau yang biasa orang lain banyak menggunakannya, kalau yang limited edition aku yakin hanya Daniel yg memiliki itu


Rega : kita akan cari tau nanti sekarang kita harus pergi ke papan pengumuman dulu


// disisi lain


Windy : ini papan pengumuman nya di mana?


Marta : tunggu sebentar aku akan bertanya dulu


Marta : permisi, papan pengumuman di sebelah mana ya? [bertanya kepada dua laki-laki]


Laki-laki 1 : kau mencari papan pengumuman? Terus saja berjalan nanti di persimpangan sana belok kanan, lalu jika ada persimpangan lagi belok kiri


Marta : baiklah terimakasih ya


Laki-laki 2 : [menahan tangan marta] hey nona kau sangat cantik apakah kau mau jadi pacarku? Kita akan bersenang-senang jika kau mau


Marta : tidak, aku tidak mau


Laki-laki 2 : kenapa tidak apakah aku kurang tampan mmmm?


// dari kejauhan


Rega : si brengsek itu baru pertama masuk saja sudah menggoda wanita dasar tidak sopan [ingin manju tapi di tahan Daniel]


Daniel : jangan terlalu gegabah, lihat saja dulu


// kembali pada marta dan lainnya


Laki-laki 2 : ayo lah nona jadi lah pacarku [memaksa]


Windy : [menarik kerah laki-laki itu] apakah kau tuli hah? Teman ku sudah menolaknya tetapi kau masih memaksanya. Jika kau berani menyentuhnya kau akan berurusan dengan ku [bicara dengan nada menekan]


Dizi : sudah win jangan memancing keributan, lebih baik kita pergi


Windy : [melepaskan kerahnya] hari ini kau selamat [pergi]


Daniel : (batin : menarik [tersenyum])


...*Windy dan yg lainnya sampai di papan pengumuman*...


Dizi : mari kita lihat disini Apakah ada nama kita [melihat dengan teliti] oh ada!


Marta : benarkah?


Dizi : kita bertiga satu kelas. Kita berada di kelas A7


Windy : jadi sekarang kita harus pergi ke kelas A7? Jam berapa sekarang?


Marta : Jam 8


Windy : kita masih memiliki waktu 1 jam, kita bisa mencari kelasnya terlebih dahulu lalu pergi ke kantin. Aku ingin menenangkan diri dulu


Marta : kau masih marah tentang hal tadi?


Windy : tentu saja, aku tidak senang sahabatku di ganggu


Dizi : baiklah kita harus menenangkan rubah kecil kita dulu


// di kantin


Dizi : jadi... Tadi kita sudah menentukan kelasnya dan sekarang kalian mau pesan apa?


Windy : Aku lemon tea dingin


Marta : aku mau jus strawberry


Dizi : baik lah aku akan memesankan nya untuk kalian


// tak lama kemudian


? : hay nona nona boleh kami bergabung?