My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
KEJADIAN DI BIOSKOP



...*karena Rega memang penakut, setelah melihat adegan yang sangat menyeramkan itu pun sangat kaget hingga tanpa sadat memeluk marta*...


Rega : [memeluk]


Marta : [kaget, mematung] (batin : astaga apa yang dia lakukan [berdebar])


...*setelah beberapa saat akhirnya rega menyadari perbuatannya, dan suasana di sana menjadi canggung*...


Rega : [menyadari] eh maaf, aku sungguh tidak sengaja [canggung]


Marta : i-iya


Rega : [melihat] wajahmu memerah [memperlihatkan]


Marta : ti-tidak mungkin kau hanya salah lihat, wajahku tidak apa-apa [gugup, mengalihkan pandangan]


Rega : [mengerti apa yang sedang terjadi] ooh [tersebut]


// di sisi lain di waktu yang bersamaan


Dizi : aaaaa [kaget, bersembunyi di balik tangan wenza]


Wenza : kau kenapa? Takut? Sudah... Tidak apa-apa hantunya tidak ada lagi [menenangkan]


Dizi : kau tidak berbohong?


Wenza : tidak.. Aku tidak berbohong


Dizi : [mengintip, membenarkan posisinya] eeee maaf soal tadi, aku benar-benar kaget


Wenza : tidak apa-apa santai saja [tersenyum] jika takut sembunyi saja aku tidak keberatan


Dizi : [tersenyum, malu]


Windy : [melihat yang terjadi pada teman temannya] perasaan aku memilih film horor, kenapa jadi film romantis


Daniel : film romantis? Kau sebut ini film romantis [bingung karena tidak tau apa yang terjadi]


...*film sudah selesai, mereka berenam berjalan ingin pulang ke rumah masing-masing. Tapi di sana rega, marta, dizi, dan wenza kelihatan saling canggung*...


Daniel : kalian kenapa? [bingung]


Rega, Marta, Dizi, Wenza : [hanya diam]


Windy : setelah ini kita tidak akan kemana-mana lagi kan? Ayo kita pulang aku sudah lelah [menarik Marta dan Dizi]


Windy : kami pulang dulu ya.. sampai ketemu besok


Rega, Daniel, Wenza : [terdiam melihat kepergian Marta, Windy, dan Dizi]


Rega : aku memeluknya.. [masih melihat marta]


Wenza : dia memeluk ku... [melihat dizi]


Daniel : apa ini.. Memeluk siapa dan di peluk siapa hah?


Daniel : tunggu wajah kalian kenapa memerah begitu, apa kalian diam diam mabuk hah?


Rega : iya kami mabuk


Wenza : mabuk cinta


Daniel : gila [pergi meninggalkan mereka berdua]


Daniel : [berjalan] apakah mereka gila gara-gara film horor itu? Dasar bodoh [berjalan menuju mobil]


...*di mobil Daniel*...


Daniel : bagaimana bisa aku berteman dengan orang gila seperti mereka


Author : contoh orang tidak pernah jatuh cinta ☝️😐


Wenza : [masuk ke dalam mobil] kenapa kau meninggalkan kami?


Rega : iya dasar


Daniel : ooh ternyata sudah sadar, aku hampir saja ingin meninggalkan kalian di sini


Rega : manusia tidak punya hati


Daniel : kita pulang sekarang


// di sisi lain


...*di dalam mobil windy, marta menyetir*...


Windy : kalian berdua membuat mata ku perih saja


Dizi : kalian? Marta kau juga?


Marta : kau juga di peluk wenza?


Dizi : tidak, aku yang tanpa sadar memeluk nya. Eh? Kau di peluk rega?


Marta : dia seperti ingin membuat ku gila aaa [berteriak]


Windy : hey hey perhatikan jalan, aku tidak mau mati muda. Kalau tidak biarkan aku yang menyetir


Marta : tidak, aku saya. Tanganmu masih terluka


Windy : kalau begitu fokus lah


Dizi : sungguh aku sangat malu, rasanya aku ingin menghilang saja


Marta : aku tidak akan bisa melupakan hal ini


Marta : eh tunggu, kami mengalami satu kejadian selama si bioskop apakah kau tidak ada? [bertanya pada windy]


Windy : kalau seperti kalian tidak ada, tapi ada satu hal yang membuat ku jengkel


// flash back


...*di bioskop, pada saat film masih berlangsung*...


Daniel : [mengambil soda lalu meminumnya]


Windy : hey itu soda ku [kesal]


Daniel : hah? [melihat ke sebelah kiri, dan ada sodanya di sana]


Daniel : eh maaf aku salah ambil [mengembalikan]


Windy : ambil saja aku sudah tidak menginginkan nya [datar]


Daniel : ah tidak aku akan mengganti nya nanti [ingin mengambil popcorn, tidak sengaja memegang tangan windy]


Windy : yaaa apa yang kau lakukan [semakin kesal]


Daniel : ah maaf aku benar-benar tidak sengaja, apakah tadi mengenai lukamu? [ingin mengecek]


Windy : tidak [ingin menepis tapi lupa bahwa tangannya luka] aaaak


Daniel : apa sangat sakit? [khawatir]


Windy : sudah kau jangan bergerak lagi, kalau kau masih bergerak aku akan membuat mu merasakan apa yang aku rasakan. Ssshhh [kesakitan]


Daniel : oke aku tidak kan bergerak [patuh]


...*kembali lagi pada Windy, Marta, dan Dizi*...


Marta : jadi itu yang membuat mu cemberut dari tadi?


Dizi : agak lain ya..


Windy : jangan di bahas lagi itu membuatku sangat kesal


...*karena melihat windy yang kesal, Marta dan Dizi mengalihkan pembicaraan dan membicarakan hal lain*...


Daniel : ini [memberikan sekaleng soda pada windy, yang sedang duduk bersama dua sahabatnya] ini untuk mengganti soda kemarin


Windy : mm


Daniel : apa kau masih kesal dengan ku karena masalah kemarin?


Windy : [tidak menjawab]


Marta : eh hari ini karya kita akan di nilai dosen kan, apakah kau membawanya? [mengalihkan pembicaraan]


Daniel : sedang di bawa oleh Rega dan Wenza


Rega : [datang] teman-teman ini tugas kita [meletakkan]


Siswi 1 : waah kalian membuat menara Eiffel? Bagus sekali


Siswi 2 : tentu saja bagus pasti Daniel ku yang membuat nya


Daniel : siapa yang kau sebut daniel ku [dingin]


Siswi 3 : kau lah, temanku ini sangat menyukaimu. Apakah kau tidak tertarik dengan nya?


Daniel : tidak, sedikit pun tidak


Siswi 2 : mana mungkin kau tidak tertarik pada gadis cantik seperti ku


Daniel : jangankan tertarik, kenal juga tidak


Siswi 2 : kau tidak mengenal ku? Tidak apa-apa sekarang aku akan memperkenalkan diri. Nama ku Lily, lily adalah bunga yang sangat cantik jadi ibu ku memberi ku nama itu karena aku sangat cantik. Mereka teman teman ku Sora dan Jena, mereka juga mengakui bahwa aku sangat cantik.


Windy : menjijikan [mual]


Lily : yaa apa katamu? Kau itu jelek, tidak sebanding dengan ku [sombong]


Windy : aku? Jelek? Apa kau yakin..


Lily : tentu saja, gadis tomboy seperti mu tidak akan secantik diriku. Oh iya bulan depan akan ada pemilihan ratu dan raja kecantikan sekolah aku yakin, aku yang akan menjadi ratunya dan daniel akan menjadi raja


Windy : kalau begitu aku akan bersaing dengan mu, kita lihat saja siapa yang akan menang


Lily : oke, kita taruhan sekarang. Jika aku menang daniel harus menjadi milik ku, dan kau akan jadi babu ku


Windy : dan jika aku yang menang, kau harus pindah dari universitas ini. Bagaimana?


Lily : oke aku menerima nya. Ayo guys kita pergi, jika berlama-lama di sini aku akan ketularan jelek si tomboy ini [pergi]


Windy : gadis sialan [geram]


Marta : tenang Win, kami akan membantu mu agar kau bisa menang


Dizi : iya windy, kami akan membantu mu bagaimana pun caranya


Wenza : kami juga di pihak mu


Rega : iya, aku tidak rela sahabatku jadi milik gadis sok cantik itu


Daniel : aku sangat benci orang seperti itu


Dosen : [datang] selamat pagi semuanya


All : pagiii


Dosen : kalian ingat kan hari ini saya akan menilai karya kalian. Bawa ke depan dan saya akan memilih mana yang paling bagus


...*semua perwakilan dari masing-masing kelompok membawa karya mereka ke depan, karya yang di buat para mahasiswa itu sangat beragam. Mulai dari kerangka hewan, tumbukan, mobil, jembatan dan banyak lagi*...


Dosen : waw saya tidak menyangka kelas ini di penuhi dengan orang-orang kreatif


Siswa : jadi karya kelompok mana yang paling bagus?


Dosen : semuanya bagus tapi..


Siswa : tapi apa?


Dosen : kita belum mengecek ketahanan nya jika terjatuh dari ketinggian. saya minta dua orang tolong ambilkan saya tangga di gudang


...*dua orang siswa kemudian keluar dan mengambil tangga tersebut, dan tak lama kemudian mereka datang*...


Dosen : terima kasih ya. Oke, tangga ini tingginya 3 meter kita lihat karya mana yang bisa bertahan


All : apa? 3 meter


Wenza : karya kita memang sudah di coba di jatuhkan dari meja, tapi meja itu hanya sekitar 1 meter. dan sekarang dari ketinggian 3 meter, sepertinya tidak ada harapan


Windy : kalian jangan takut dulu, aku yakin semua rancangan ku tidak akan gagal


...*dosen kemudian, menjatuhkan satu persatu karya mahasiswanya dan hampir semua hancur dan mendapat nilai jelek. ada juga beberapa yang hanya rusak sedikit, tapi tetap saja mendapatkan nilai yang tidak memuaskan*...


Dosen : uuu bunga? Kelompok mana yang membuatnya?


Lily : kami yang membuatnya, itu sangat kokoh tidak akan rusak [percaya diri]


Dosen : kau yakin? [menjatuhkan, tapi tidak hancur]


Lily : sudah saya bilang kan tidak akan rusak


Dosen : [turun dari tangga dan mengecek] kata siapa


...*dosen mengangkat karya tersebut ternyata kerangka bunga tersebut terlepas dari tangkainya*...


Lily : tidak mungkin


Dosen : aku suka percaya diri mu tapi karya kalian tidak seperti tang kau katakan. Jadi saya akan memberi nilai.. 85


Lily : tidak apa-apa, yang penting nilainya tidak seburuk yang lain


Dosen : lanjut, yang terakhir... Menara Eiffel. Ini milik siapa


Daniel : itu milik kami


Dosen : mari kita test sekarang, apakah ini akan seperti karya yang lainnya atau tidak [memanjat tangga]


Marta : aku sedikit takut


Windy : tenang saja


...*dosen kemudian menjatuhkannya, dan hasilnya karya mereka tidak hancur*...


Lily : pasti setelah di cek juga akan hancur


Dosen : [mengecek] waw hebat sekali bagaimana ini bisa tidak rusak sedikit pun?


Lily : kan be... Apa?


Windy : karena kami menggunakan teknik menyambung bukan hanya sekedar di lem


Dosen : bisa di jelaskan caranya


Windy : [berdiri] caranya yaitu dengan melubangi bagian ujung dari setiap tangkai stik kayu ini, kemudian mengamati sebuah stik kecil yang ukurannya pas dengan lubang yang sudah dibuat dan memasukkannya diantara dua stik yang di lubangi. Tidak lupa juga memberi sedikit lem agar semakin kuat.


Dosen : terima kasih ya penjelasannya, jadi saya sudah memutuskan untuk memberi mereka nilai yang sangat sempurna yaitu 100 dan karya mereka akan di pajang di musium sekolah yang berisikan beberapa karya yang sangat menarik dari mahasiswa mahasiswa sebelum kalian


...*semua orang bertepuk tangan untuk memberi selamat pada kelompok windy*...


Rega : wah ternyata serigala betina ini sangat pintar ya hahaha


Windy : karena aku senang hari ini, jadi aku akan memaafkan mu, jika di hari hari selanjutnya jangan harap aku akan memaafkan mu


Rega : [takut]


Marta : waah windy ku sangat hebatt [senang]


Dizi : iya, aku bangga punya sahabat seperti mu


Windy : aku juga bangga memiliki sahabat seperti kalian [tersenyum]


...*saat melihat windy tersenyum, tanpa sadar daniel juga ikut tersenyum*...