
// keesokan harinya
Windy : [didalam mobil] teman-teman cepatlah masuk
Marta & Dizi: [masuk]
Windy : sudah tidak ada yang ketinggalan?
Dizi & Marta : tidak ada
Windy : baik lah
...*mereka berangkat ke kampus*...
Windy : [mengentikan mobilnya di depan minimarket]
Dizi : kenapa kita ke sini kan kita mau ke kampus
Windy : tunggu sebentar aku ingin membeli sesuatu [keluar dari mobil dan masuk ke minimarket]
// beberapa saat kemudian
Windy : [keluar dari minimarket sambil membawa sesuatu ditangannya]
Windy : [masuk ke mobil] maaf membuat kalian menunggu
Marta : kau membeli apa?
Windy : barang yang tidak terlalu penting
Dizi : [melihat isi barang yang di beli Windy] kau membeli manyak cemilan, untuk apa? Buka kah di apartemen sudah banyak cemilan?
Windy : ada sesuatu yang akan ku lakukan dengan cemilan ini
// sampai di kampus
Windy : ayo cepat sepertinya kita sedikit terlambat
...*mereka berjalan cepat menuju kelas*...
...*sesampainya mereka di kelas, semua orang sudah berada di sana tapi dosen belum sampai*...
Dizi : untung saja kita tidak terlambat [berjalan menuju bangku mereka]
Windy : [meletakkan cemilan itu di depan Daniel dan langsung duduk di bangkunya]
...*melihat Windy yang memberikan sekantong cemilan kepada daniel, semua orang di sana kaget. Dan mengira windy dan Daniel berpacaran*...
Marta : astaga, jadi kau membeli cemilan ini untuk dia?
Dizi : apakah kalian diam diam pacaran di belakang kami?
Windy : kalian jangan salah paham, aku memberikan itu karena aku tak sengaja melukai dia saat kemarin bertarung di kelas beladiri
Rega : apa? kau kalah melawan gadis ini saat di kelas bela diri? Bagaimana bisa? Apa itu benar wenza?
Wenza : iya benar, sensei menyuruh mereka bertarung karena mereka berdua sudah sabuk hitam
Rega : ooh jadi begitu. Tapi bagaimana bisa seorang Daniel, kalah melawan seorang gadis lemah
Windy : [berdiri] kau bilang apa? Aku... Gadis lemah? [menatap Rega]
Rega : tidak tidak maksudku melawan seorang gadis [takut]
Windy : [kembali duduk]
Rega : teman mu ini sangat menyeramkan yaa [berbicara ke pada Marta]
Marta : dia memang begitu, jadi jangan sampai kau menyinggung nya [tersenyum]
Rega : eee i iya aku tidak kan mengganggu nya lagi [gugup karena melihat senyuman marta]
Wenza : kenapa kau jadi gugup begitu?
Rega : ti tidak aku tidak apa-apa
...*walaupun rega, marta, dan dizi sudah mengetahui alasan kenapa Windy memberikan cemilan kepada Daniel, tapi siswa dan siswi yang lain masih membicarakan Windy dan Daniel*...
Siswi 1 : wah ternyata Daniel dan gadis itu pacaran, astaga aku sangat iri
Siswi 2 : aku dengar gadis itu dan teman temannya merahasiakan identitas nya mungkinkah dia seorang kriminal makanya melakukan itu
Daniel : [marah mendengar perkataan mereka] sekali lagi jika kalian mengatakan omong kosong itu aku tidak akan segan akan mengeluarkan kalian dari universitas ini [berbicara lantang di depan semua orang]
...*setelah mendengar perkataan Daniel seluruh orang di sana seketika diam dan tidak berani berbicara*...
Windy : (batin : semuanya seketika diam, kenapa sepertinya mereka sangat takut pada orang itu? Pasti ada sesuatu)
...*tak lama kemudian dosen datang*...
Dosen : semuanya, sepertinya kedepannya akan ada beberapa tugas kelompok. Kami sudah membagi kalian menjadi beberapa kelompok saya akan mengatakannya yaa
...*dosen membacakan beberapa kelompok mulai dari 1, 2, 3, 4, 5, 6, hingga ke 11*...
Dosen : sekarang kelompok 12 ada Daniel, Dizi, Wenza, Win, Rega, dan Marta
Dosen : segitu saja ya semuanya jadi 12 kelompok saya akan menjelaskan tugas apa yang harus kalian kerjakan
...*dosen kemudian menjelaskan sedikit materi lalu membagi tugas pada setiap kelompok*...
Dosen : segitu saja, saya mohon undur diri dulu, permisi
Siswi 1 : yaaah kenapa aku tidak sekelompok dengan Daniel, aku sangat menantikan hal itu
Siswi 2 : kan Daniel memang tidak di takdir kan untuk kamu hahah
Wenza : jadi kita satu kelompok, nanti sore kalian ada kelas tambahan atau tidak
Dizi : sepertinya tidak, kalau kalian?
Rega : tidak ada sih, bagaimana kalau nanti saja mengerjakannya
Marta : boleh mau di mana?
Daniel : diantara kalian bertiga, mana yang rumah nya lebih dekat?
Windy : kami satu apartemen
Rega : bagaimana bisa?
Marta : kami bukan berasal dari sini
Rega : pantas saja
Deniel : di apartemen kalian saja. aku tau kita mengerjakan tugas ini pasti lama, jadi kalian para gadis tidak perlu pulang larut malam
Dizi : oke setuju, berikan nomor kalian nanti akan ku kirim alamatnya
Wenza : ini nomorku saja, beri nama wenza
Dizi : baiklah [menyalin nomor wenza] sudah aku akan mengirimnya nanti
...*setelah itu mereka kembali, dengan urusan masing masing hingga semua kelas selesai*...
// sore harinya
...*diruang tamu apartemen tiga bersahabat*...
Dizi : guys wenza mengirim pesan bahwa mereka sudah sampai
Marta : oke aku akan membuka kan pintu
Rega : [duduk di sofa ruang tamu] wah apartemen kalian sangat berbeda ya
Windy : ayah ku yang membuat nya
Wenza : dari kemarin saat kita bertemu kita tidak sempat berkenalan. Jadi sekarang perkenalkan nama ku Wenza Aron, aku sepupunya Daniel
Daniel : aku Daniel Harison
Rega : yaaa aku Rega Lorean, sahabat Daniel dari kecil
Marta : oke sekarang gantian, aku Marta Revian
Dizi : aku Dizi Beily
Windy : dan aku Win Dyka Harion
Daniel : (batin : benar tebakan ku)
Wenza : eh marga Daniel dan Win hampir sama, yang satu Harison dan yang satu lagi Harion
Dizi : iya hampir sama
Daniel : soal tugas bisa besok besok, sekarang ada hal penting yang ingin aku bicarakan
Marta : kenapa? Apa yang ingin kau bicarakan
Daniel : kalian bilang kalian bukan dari sini kan?
Marta : iya..
Daniel : biar ku tebak kalian pasti dari kota YASTER kan?
Marta : [kaget] bagaimana kau bisa tau?
Daniel : coba keluar kan ponsel kalian [marta mengeluarkan ponselnya] lihat logo yang ada di ponsel nya, itu adalah logo kota Yaster dan satu lagi. Apartemen seperti ini tidak ada di seluruh kota Granvil, dan barang barang di sini pasti dari kota kalian kan?
Daniel : oh iya nona Harion, HARION itu adalah marga dari keluarga terkaya dan keluarga yang di segani penduduk Yaster. Pasti ayah mu tuan Yeza Harion kan?
Windy : [tersenyum] sudah ku tebak kalian pasti akan mengetahui identitas kami dengan cepat, tapi aku tidak akan takut. Jika kalian melakukan sesuatu pada kami, aku tidak akan segan membunuh kalian
Daniel : tenang saja, kami tidak akan melakukan apapun pada kalian
Windy : bagaimana aku bisa mempercayaimu?
Wenza : kau bisa mempercayai Daniel karena, dia adalah anak dari presiden Granvil yaitu Deozeno Harison
Daniel : aku akan menutup rapat identitas kalian tenang saja
Windy : (batin : aku dengar tuan Deozeno adalah orang yang sangat jujur, baik dan menepati janji. Apakah aku bisa mempercayai anaknya? Tapi firasat ku mengatakan dia orang baik, aku bisa mencoba untuk mempercayainya. Tapi harus tetap berjaga-jaga)
Windy : oke aku akan mencoba untuk percaya. tapi ingat satu hal, jika kalian berani melakukan hal buruk pada kami terutama Marta dan Dizi aku jamin aku akan menyiksa kalian hingga kalian mati
Rega : aku tak menyangka kalian yang terlihat polos tenyata punya teman yang seperti psikopat
Dizi : windy begitu hanya jika kalian mengganggu nya
Wenza : boleh aku bertanya sesuatu kepada kalian
Windy : katakan
Wenza : Yasterkan kota tercanggih, kenapa kalian memilih untuk berkuliah di sini?
Windy : karena aku tidak suka di anggap sebagai orang yang sangat terhormat di sana
Wenza : bukan kah itu hal yang bagus
Dizi : tidak, karena windy tidak suka diperlakukan seperti itu
Rega : kenapa kalian memanggilnya windy?
Windy : karena itu adalah itu panggilan mereka untuk ku
Daniel : boleh kami memanggil mu Windy juga?
Windy : tidak, itu hanya berlaku untuk sahabatku
Daniel : kalau begitu kami akan menjadi sahabat kalian
Windy : coba saja
Marta : dari dulu tidak ada yang bisa berteman dengan windy kecuali kami berdua
Rega : kenapa?
Windy : karena semua orang hanya memanfaatkan ku dan mengambil keuntungan dari ku
Daniel : aku jamin kami akan bisa menjadi sahabat kalian
Windy : akan ku lihat sampai mana kemampuan kalian
Bibi mi : permisi maaf mengganggu... Ini minuman dan beberapa cemilan untuk kalian silahkan di makan yaa
Marta : terima kasih bi
Bibi mi : sama sama nona
Rega : mmm besok aku dengar kita akan pulang lebih awal, apakah kita besok bisa mengerjakan tugasnya?
Marta : kau tau dari mana?
Rega : ayah ku pemilik universitas, bagaimana aku tidak tau tentang hal ini
Wenza : boleh saja mengerjakannya di cafe keluarga kami saja, nanti aku akan mengirim alamat kepada kalian
Dizi : pulang dari kampus langsung ke sana?
Wenza : jika kalian tidak keberatan boleh saja
...*mereka menghabiskan waktu mereka untuk mengobrol dan saling bertanya tentang hal yang mengganjal di hati mereka, hingga hari sudah larut malam*...
Wenza : ini sudah larut kami pilang dulu ya
Dizi : iya silakan, akan kami antar
Rega : oke sampai jumpa besok ya [tersenyum]
Marta : i-iya [malu]
// di perjalan, di dalam mobil
Rega : Daniel kenapa kau kelihatannya sangat ingin berteman dengan mereka?
Wenza : iya sepertinya sangat ingin
Daniel : aku melihat sepertinya mereka berbeda, jadi aku sedikit tertarik untuk mendekati mereka
Rega : mereka? Bukan kah dari tadi kau hanya melihat anak tuan Harion itu ya. Jangan jangan kau tertarik padanya
Daniel : jangan bicara omong kosong atau aku akan memukuli mu di sini
Rega : kenapa kau jadi sama menyeramkannya dengan si serigala betina itu
Daniel : siapa yang kau debut serigala betina
Rega : siapa lagi kalau bukan si Win itu, saat pertama kali bertemu dengan nya saja dia seperti ingin membunuhku. Tapi itu sangat bertolak belakang dengan teman nya yang manis dan cantik itu
Wenza : mmmmm siapa itu..
Rega : ada deh kalian tidak perlu tau hahaha
Wenza : oo pakai rahasia yaa, aku juga tidak kan memberitahu siapa orang yang aku suka
Rega : oke aku juga tidak ingin tau