
// istirahat
...*Di kantin, mereka makan bersama untuk merayakan karya mereka yang di beri nilai sempurna*...
Windy : ngomong-ngomong tentang pemilihan ratu dan raja kecantikan sekolah, kau pasti tau kan bagaimana acaranya [bertanya pada Rega]
Rega : tentu saja, di pemilihan itu nantinya semua mahasiswa akan dikumpulkan di aula universitas di malam hari. Dan nantinya orang orang yang di calonkan untuk menjadi ratu dan raja, tampil dan para mahasiswa yang berkumpul akan memberikan suara pilihan mereka begitu juga dengan para dosen.
Marta : aku takutnya si lily melakukan kecurangan nantinya
Wenza : tenang saja di sini tidak akan ada yang namanya kecurangan, seluruh universe sudah di jaga ketat jadi tidak akan ada kecurangan di sini
Windy : untung saja, kalau persyaratan waktu di malam acaranya bagaimana?
Rega : mudah saja, yang perempuan diwajibkan memakai gaun dan yang laki-laki boleh memakai jas atau pun pakaian kerajaan . Karena setelah pemilihan akan ada pesta dansa, dan yang terpilih menjadi ratu dan raja akan berdansa di hadapan semua orang
Dizi : pesta dansa bukan nya harus berpasangan?
Wenza : tentu, jadi kita semua harus memilih pasangan untuk malam itu
Windy : sebentar.... Kau bilang apa? Gaun. Kalau gaun berarti pakai heels [tertekan]
Daniel : memangnya kenapa?
Marta : kau lihat saja penampilannya sekarang, bagaimana jika dia pakai gaun
Daniel : [memperlihatkan] mengerikan..
Windy : aku tidak bisa pakai heels. Apakah aku harus mundur sekarang [frustasi]
Marta : tenang saja, acaranya masih bulan depan. Kami akan mengajarimu dalam sebulan kau akan jadi anggun
Windy : huh.... aku tidak yakin
Marta : nanti pulang dari kampus kita akan melihat gaun-gaun mu
Windy : yaaa selama kau bersahabat dengan ku apakah kau pernah melihat ada gaun di lemariku?
Marta : oh iya aku lupa hehe.. lupakan saja tentang gaun nanti kita beli saja. Sekarang yang terpenting mengubah mu menjadi anggun dulu
Windy : kalian tidak bisa mengubah ku, hanya bisa mengajariku
Daniel : kalau kalian mau mencari gaun atau jas katakan saja padaku, keluarga ku memiliki sebuah butik yang lumayan besar.
Marta : oke nanti akan kami beritahu. Win kenapa kau cemberut begitu, takut kalah dari lily?
Windy : tidak, aku hanya memikirkan betapa tidak nyamannya menggunakan gaun
Dizi : itu tidak seburuk yang kau pikirkan, lihat saja nanti. Kalau kau mundur untuk melawan lily pun kau juga pasti akan memakai gaun
Windy : sudahlah jangan bahas lagi, kelas sebentar lagi akan di mulai. Ayo pergi sekarang [lesu]
...*saat pulang dari kampus Marta dan Dizi langsung melatih Windy*...
Windy : [membuka pintu kamar]
Marta : kau mau melakukan apa
Windy : mau ganti baju
Marta : setelah ganti baju, keluarlah. Aku menunggumu di ruang tv, jangan lama ya
Windy : mmm [masuk ke kamar]
...*setelah beberapa saat windy keluar dan menemui Marta di ruang tv*...
Windy : kenapa kau menempelkan selotip ke lantai?
Marta : untuk pelatih mu berjalan, cobalah
Windy : ini mudah sekali [berjalan]
Dizi : mmmm lumayan, coba gunakan ini [memegang heels]
Windy : dari mana kalian mendapatkan itu
Marta : ini milikku pakailah [membantu memakaikan] sudah.. Coba berdiri
Windy : [berdiri] rasanya aneh
Windy : [melangkah] kalian harus memegangi ku
...*windy mencoba melangkah, tapi baru saja beberapa langkah dia hampir saja terjatuh*...
Windy : [tidak seimbang] yaaa bagaimana mengendalikan ini....
Dizi : kau tenanglah, jangan tegang. Rileks kan kakimu jangan tegang
Windy : tiiidak bisaaa, aku tidak bisa menyeimbangkannya
Marta : kau jangan panik seperti itu, tenang saja. Rileks kan saja kakimu
...*hari itu, dihabiskan dengan perjuangan Marta dan Dizi yang mati matian mengajari Windy*...
// keesokan harinya di kampus
Daniel : [melihat windy yang sedikit pincang] kakimu kenapa, apa terkilir?
Marta : kemarin kami mengajarinya berjalan menggunakan heels dan dia beberapa kali terjatuh makanya seperti itu
Daniel : sudah di beri obat? [Windy menggeleng] tunggu sebentar aku akan mengambil salep
Windy : duduk di bangkunya
Lily : saingan ku sedang bekerja keras kah? Hahaha menyerah lah, nanti kau pasti juga akan kalah. Jangan menyiksa dirimu sendiri hahaha
Windy : diam kau sialan, aku tidak akan menyerah ingat itu
Lily : uuu aku takut sekali hahaha
Windy : dasar sialan
Daniel : [datang membawa salep] ini salepnya, sini angkat kakimu [berjongkok]
Windy : biar aku saja
Daniel : tidak, aku saja
Windy : terserah kau saja
...*daniel kemudian mengoleskan salep itu ke kaki windy secara perlahan dan sedikit memijatnya*...
Daniel : apa sudah lebih baik
Windy : lebih baik dari tadi, [menarik kakinya] berhenti lah ini sudah membaik jangan lakukan itu
Daniel : [berdiri] ini simpan obat nya jika kakimu kembali sakit oleskan saja ke kakimu
Windy : [mengambil] terimakasih
...*setelah pulang dari kampus windy kembali latihan, beberapa minggu berlalu windy sudah mulai bisa menggunakan heels. Walaupun kadang kadang sedikit kehilangan keseimbangan. Tapi sudah lebih baik dari pada sebelumnya*...
Marta : waah kau sudah sangat baik. Sekarang mari doba menggunakan gaun, coba pakai gaun ini
Windy : kenapa gaun ini pendek sekali. Apakah tidak ada yang lebih panjang
Marta : itu sudah yang paling panjang yang aku punya, cepat lah coba saja
...*windy masuk ke kamar nya dan mencoba gaun yang di berikan marta, setelah selesai memakainya windy pun keluar*...
Windy : astaga ini membuatku sesak
Dizi : berhentilah mengeluh, sekarang coba lah berjalan
Windy : seperti ini? [mencoba berjalan]
Dizi : wah bagus sekali, kalau begini kita sudah boleh memilih dress yang pas
Windy : memangnya acaranya kapan?
Marta : kan minggu depan
Windy : hah cepat sekali
...*mereka kemudian mengatakan kepada daniel bahwa mereka akan segera memilih gaun. Daniel kemudian mengajak mereka untuk pergi ke butik nya besok*...