
Dizi : ibu aku pulang... Bu.. ibu.. lihat siapa yang ikut bersamaku
Ibu dizi : anak ibu sudah pulang... Mereka siapa nak? Teman kamu?
Dizi : iya bu mereka teman baru ku. Ini adalah Win anaknya tuan Harion dan ini Marta anaknya tuan Revian
Windy : Hai bi [membungkuk]
Marta : siang bi [membungkuk]
Ibu Dizi : ini serius anaknya keluarga Harion dan Revian, aku tidak menyangka bisa bertemu dangan kalian [membungkuk]
Windy : eh bibi jangan begitu
Ibu Dizi : tapi kalian anak petinggi kota ini
Marta : tapi bibi tetaplah lebih tua dari kami dan ibu tidak seharusnya melakukan itu
Ibu Dizi : kalian baik sekali ya beruntung sekali Dizi bisa berteman dengan kalian
Windy : kami juga sangat senang berteman dengan Dizi [tersenyum]
Dizi : (batin : sifat windy jadi lebih lembut ketika di depan orang yang lebih tua)
Ibu Dizi : ayo sini bibi akan bawakan beberapa cemilan untuk kalian
Windy : Dizi kita kan sebentar pagi ujian kau kan juga baru pindah, bagaimana kalau pulang sekolah kau ke rumah ku untuk ikut belajar bersama kami. Aku takut kau akan kesulitan nantinya
Marta : iya kami akan mengajari mu
Dizi : boleh sih, nanti aku akan bertanya pada ibu ku dulu ya
Ibu Dizi : anak anak ini makanannya dimakan yaa
Marta & Windy : iya terimakasih bibi
Dizi : bu.. kami kan sebentar lagi ujian, Windy mengajak ku belajar di rumah nya setelah pulang sekolah, jadi boleh tidak aku pergi ke rumah Windy
Ibu Dizi : kenapa tidak, silahkan saja tapi pulang nya jangan terlalu malam ya nanti kalian jadi kurang istirahat
Dizi : terimakasih Bu aku sayang ibu [memeluk ibunya]
...*Mereka terus mengobrol hingga malam pun tiba*...
Marta : eh sudah malam, Win ayo pulang
Windy : iya ayo aku akan menelpon pak Peji dulu
Windy : "halo pak, tolong jemput kami di tempat tadi ya kami akan pulang sekarang, kami akan tunggu di luar"
Windy : bibi kami pulang dulu ya
Ibu Dizi : kan sopir belum sampai
Ibu Dizi : oo baik lah kalau begitu kalian hati hati yaa
Marta : iya bi kami pulang dulu ya
Ibu Dizi : iya..
Dizi : hati hati di jalan ya teman-teman
// Di jalan
Marta : hah... Aku masih tidak menyangka kau akan dekat dengan Dizi secepat itu, aku mengira kau akan memperlakukan dia seperti yang lain
Windy : awal nya juga aku ingin begitu, tetapi setelah mendengar cerita dari ayah aku hati ku langsung tersentuh. Apa lagi melihat dia yang di bully oleh para brengsek itu
Marta : ooh jadi karna itu, aku sangat senang melihat mu ingin berteman dengan nya, aku tidak tahu lagi bagaimana jika kita tidak datang ke toilet saat itu aku yakin pasti mereka akan melakukan hal yang lebih mengerikan kepada Dizi
Windy : hah.... saat kita lulus nanti aku berencana ingin melanjutkan pendidikan ku di kota Granvil dan aku harap kalian berdua bisa ikut juga bersama ku
Marta : kenapa kau ingin ke sana? Iya aku tau di sana pendidikan nya jauh lebih bagus dari pada di sini, tapi kan di sini juga tidak kalah jauh dari pada di Granvil
Windy : aku tidak mempermasalahkan pendidikan yang lebih bagus, aku hanya ingin belajar lebih mandiri di sana tidak seperti di sini, semua orang memperlakukan ku layak nya seperti seorang putri aku tidak suka hal itu. Aku tidak ingin bergantung pada jabatan ayah ku.
Windy : kalau kau tidak nau ikut dengan ku, aku tidak akan memaksa mu kau juga memiliki hak untuk menolak
Marta : tidak, aku akan tetap ikut dengan mu. Aku tidak akan membiarkan kau pergi sendiri ke sana, bagaimana pun kita dari dulu selalu bersama dan sekarang tambah juga ada Dizi kami akan terus bersamamu sampai kapan pun itu
Windy : benarkah? [memeluk Marta] kau adalah sahabat terbaikku Marta terimakasih banyak
Marta : jangan bicara begitu itulah gunanya sahabat [senyum]
Biiibb... [klakson mobil]
Marta : astaga [kaget]
Pak Peji : [keluar dari mobil] maaf nona saya tidak bermaksud mengagetkan kalian
Windy : iya pak tidak apa-apa itu tidak mengagetkan kok, cuma Marta nya saja yang suka kaget hahaha
Marta : dasar kau yaa Windy, kau pasti sudah tau kan bahwa di belakang ku itu ada mobil dan kau tidak memberitahuku [kesal]
Windy : iya hahaha... cyeee kagetan hahaha [berlari ke dalam mobil]
Marta : awas kau Windy [mengejar Windy]
Marta : [masuk ke mobil] lihat saja aku akan membalas mu tunggu saja nanti
Windy : baik lah akan ku tunggu hahaha
...*Windy orang nya memang suka usil tapi hanya di depan Marta dan orang tuanya saja. Kalau di depan orang lain dia selalu bersikap dingin dan tidak perduli*...