
Windy : [membuka mata] aku dimana?
Dizi : kau di uks windy... Tadi kau pingsan di lapangan
Windy : pingsan? Hais lemah sekali
Dizi : itu bisa saja terjadi ketika tubuhmu sedang tidak stabil, kau juga akhir akhir terlalu banyak kegiatan. Kau hanya perlu perbanyak istirahat
Windy : tunggu, dari mana kau tau tentang kesehatan?
Dizi : kau lupa? Aku kan ikut kelas kesehatan.. Dan ya aku akan menjadi dokter pribadi kalian
Windy : hahaha iya bu dokter. Sebentar... Kau bilang aku pingsan di lapangan bagaimana bisa aku sampai di sini?
Dizi : daniel yang menggendong mu
Windy : ooh da- apa? Daniel
Dizi : iya saat kau pingsan dia berlari sambil mengendong mu ke uks, karena khawatir aku juga ikut ke sini
Windy : lalu di mana dia sekarang?
Dizi : katanya dia pergi membeli sesuatu mungkin akan segera kembali
Daniel : win kau sudah bangun?
Daniel : [mendekat] bagaimana keadaanmu sekarang apa sudah lebih baik?
Windy : lebih baik dari tadi
Daniel : ini aku beli ini untuk mu [memberikan sebuah kantong] aku tidak tau namanya, tapi kata karyawan tokonya saat kau menempelkan ini di perutmu ini akan meredakan sakitnya
Windy : [melihat isi kantong yang di bawa Daniel] k-kau membeli ini, astaga apakah kau tidak malu kenapa tidak menyuruh dizi atau marta saja yang membelinya
Daniel : aku tidak sempat memikirkan hal itu. Memang sedikit malu sih.. Tapi mau bagaimana lagi. Sekarang kau istirahatlah tunggu sampai kau sangat pulih baru boleh latihan lagi, untuk beberapa hari ini kau tidak boleh latihan. kau dengar itu?
Windy : hmmm iya iya
Windy : tunggu... Bagaimana kau tau aku sedang.... [menatap dizi]
Dizi : eee aku yang memberi tahunya hehehe....
Windy : yaaa dizi ini sangat memalukan
Daniel : sudahlah jangan dipikirkan, kau istirahatlah aku akan kelapangan dulu [mengelus rambut windy lalu pergi]
Windy : [kesal tapi masih bisa ditahan]
Dizi : kau lihat bagaimana effort nya padamu, apakah kau tidak merasa dia menyukaimu?
Windy : hais kalian berdua sama saja, kenapa membicarakan hal itu
Dizi : itu memang benar sikapnya sangat berbeda padamu daripada ke orang lain, sangat jelas jika dia menyukaimu
Windy : mau dia menyukaiku atau membenci ku aku tidak peduli, aku tidak memikirkan untuk menyukai seseorang saat ini
Dizi : cepat atau lambat kau pasti akan luluh padanya
Windy : huh terserah kau mau bicara apa, aku mau memasang ini di toilet kau tunggu disini nanti kita akan turun bersama [berjalan menuju toilet]
// beberapa saat kemudian
Windy : ayo kelapangan sekarang
Dizi : kau yakin ingin kelapangan, keadaan belum pulih
Windy : tenang saja aku hanya ingin menonton
Dizi : mmm baiklah ayo
// di lapangan
Dizi : kau duduk lah disini aku akan bergabung dengan yang lain
Windy : dizi siapa gadis gadis yang di tepi lapangan sebelah sana
Dizi : mereka anak kelas sebelah, sepertinya ingin menonton daniel latihan
Windy : dih cari perhatian
// disisi lain
Gadis 1 : Daniel ini aku membawakan mu air, tadi aku melihatmu berlari kesana-kemari pasti kau lelah ini minumlah
Daniel : tidak aku sudah membawa air sendiri [melihat windy yang sedang duduk]
Daniel : win [berlari menghampiri]
Gadis 1 : [mengikuti daniel]
Daniel : kanapa kau disini aku menyuruhmu istirahat
Windy : aku bosan berada di uks
Daniel : [mengambil botol windy dan meminumnya]
Windy : hey itu air ku
Gadis 1 : daniel... Aku sudah membawakan mu air kenapa kau malah meminum airnya
Daniel : air yang dibawanya lebih enak dari pada yang kau bawa
Gadis 1 : kenapa kau begitu.. jangan mentang-mentang kalian ini ratu dan raja sekolah, kalian meremehkan ku begitu saja
Windy : hey kenapa kau bicara seperti itu, memangnya siapa kau
Gadis 1 : kau tidak kenal aku ya sini akan aku katakan siapa aku, namaku jea aku adik sepupunya lily. Dan aku sangat membenci mu karena kau lily jadi masuk penjara
Windy : ooh adik sepupu lily.. Pantas saja sifatmu dan dia tidak beda jauh. Dan ya dia masuk penjara bukan karena diriku tapi dia sendiri yang melakukan hal itu
Daniel : sudah jangan di ingat kembali, oh iya kita sudah lama tidak nongkrong bersama bagaimana kalau nanti malam kita berenam nongkrong
Windy : boleh, sudah lama tidak jalan-jalan
Daniel : memang kau siapa
Jea : mmmm daniel aku lebih muda dari mu, kau jangan bicara seperti itu padaku aku jadi takut
Daniel : lebih baik jika kau takut
Jea : aku ingin ikut kalian nongkrong bolehkan... [memasang wajah imut]
Windy : (batin : iiuu sok imut sekali, aku rasanya ingin sekali muntah) kenapa tidak ikut saja, JI-KA KAU BE-RA-NI
Jea : kenapa tidak, untuk apa juga aku takut. Lagu pula kenapa kau yang terpilih menjadi ratu sekolah, kenapa tidak lily saja, dia jauh lebih baik daripada kau
Windy : mmmm lebih baik kau begi sekarang sebelum [berdiri]
Jea : sebelum apa hah?
Windy : sepertinya aku sudah lama tidak menghajar seseorang, waah tangan ku gatal sekali sepertinya kau bersedia menjadi pelampiasanku
Jea : hey kau tidak boleh macam-macam dengan kau, aku akan pergi sekarang. nanti malam aku akan menyusul daniel.. [pergi]
Daniel : bodo amat
Daniel : [melihat windy]
Windy : [menatap kesal ke arah daniel]
Daniel : kau kenapa?
Windy : kau bicara aku kenapa? Kau meminum air ku tanpa izin dan kau masih tanya aku kenapa?
Daniel : tadi aku lupa membawa air, tenang saja nanti malam aku akan mentraktir mu sebagai gantinya (batin : astagaa aku lupa jika dia sedang sensitif, hampir saja aku jadi mangsa serigala galak ini huuh..)
Daniel : aku lanjut latihan dulu ya, kau duduk saja disini. Jika kau bosan katakan saja padaku aku akan mengantarmu pulang
Windy : kau pergi saja, aku bisa pulang sendiri jika aku mau
Daniel : iya... Baik lah (batin : keras sekali melebihi batu, baru kali ini bertemu yang seperti ini) [pergi]
// malam harinya
Marta : kita akan nongkrong di cafe wenza kan?
Dizi : katanya tadi sih iya
Marta : oke kita berangkat sekarang [mulai menyetir]
Dizi : windy kau sedang memikirkan apa?
Windy : aku memikirkan apakah si pengganggu itu akan datang
Dizi : pengganggu? Maksudmu jea adik sepupu lily itu?
Marta : mana mungkin dia akan datang, dia kan tidak tau tempatnya di mana
Windy : iya sih.. Tapi kalau sampai dia datang aku akan memberinya pelajaran
Dizi : sabar... Aku yakin dia tidak akan datang kau tenang saja
Windy : hmm iya iya
// sesampainya di cafe
Marta : maaf membuat kalian menunggu lama [menghampiri rega, wenza dan daniel]
Rega : santai kami juga baru datang, kalian silahkan duduk dulu
Wenza : ini kalian pilih makanannya dulu, hari ini aku yang akan mentraktir kalian
Dizi : waah benar kah...
...*mereka kemudian mulai memesan makanan*...
Rega : ekhmmmm warna bajumu suram sekali win, mereka berdua memakai baju dengan warna yang cerah kenapa kau pakai baju hitam terus
// Ilustrasi
Baju dizi
Baju marta
Sedangkan baju windy
Windy : karena aku suka, kenapa ada masalah?
Daniel : kau suka sekali ya membangunkan serigala yang tidur
Rega : ya kan aku hanya bertanya
Wenza : pertanyaan mu bisa memancing kemarahan seekor serigala
Windy : mohon maaf dulu nih, maksud kalian kan ingin memihak ku tapi kenapa menggunakan kata serigala, apakah aku semirip itu seperti serigala?
Dizi : bukan mirip sih tapi lebih ke sama seperti serigala
Marta : kau benar hahahaha
Windy : kenapa kalian berdua jadi ikutan
Marta : karena kau cocok di panggil seperti itu hahaha
...*disaat mereka sedang asik bercanda, kemudian datang seseorang dan langsung bergabung dengan mereka*...
? : kalian jahat ya.. Kalian bersenang-senang tanpa ku