My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
PENGGANGGU



Windy : [membuka mata] aku dimana?


Dizi : kau di uks windy... Tadi kau pingsan di lapangan


Windy : pingsan? Hais lemah sekali


Dizi : itu bisa saja terjadi ketika tubuhmu sedang tidak stabil, kau juga akhir akhir terlalu banyak kegiatan. Kau hanya perlu perbanyak istirahat


Windy : tunggu, dari mana kau tau tentang kesehatan?


Dizi : kau lupa? Aku kan ikut kelas kesehatan.. Dan ya aku akan menjadi dokter pribadi kalian


Windy : hahaha iya bu dokter. Sebentar... Kau bilang aku pingsan di lapangan bagaimana bisa aku sampai di sini?


Dizi : daniel yang menggendong mu


Windy : ooh da- apa? Daniel


Dizi : iya saat kau pingsan dia berlari sambil mengendong mu ke uks, karena khawatir aku juga ikut ke sini


Windy : lalu di mana dia sekarang?


Dizi : katanya dia pergi membeli sesuatu mungkin akan segera kembali


Daniel : win kau sudah bangun?


Daniel : [mendekat] bagaimana keadaanmu sekarang apa sudah lebih baik?


Windy : lebih baik dari tadi


Daniel : ini aku beli ini untuk mu [memberikan sebuah kantong] aku tidak tau namanya, tapi kata karyawan tokonya saat kau menempelkan ini di perutmu ini akan meredakan sakitnya


Windy : [melihat isi kantong yang di bawa Daniel] k-kau membeli ini, astaga apakah kau tidak malu kenapa tidak menyuruh dizi atau marta saja yang membelinya


Daniel : aku tidak sempat memikirkan hal itu. Memang sedikit malu sih.. Tapi mau bagaimana lagi. Sekarang kau istirahatlah tunggu sampai kau sangat pulih baru boleh latihan lagi, untuk beberapa hari ini kau tidak boleh latihan. kau dengar itu?


Windy : hmmm iya iya


Windy : tunggu... Bagaimana kau tau aku sedang.... [menatap dizi]


Dizi : eee aku yang memberi tahunya hehehe....


Windy : yaaa dizi ini sangat memalukan


Daniel : sudahlah jangan dipikirkan, kau istirahatlah aku akan kelapangan dulu [mengelus rambut windy lalu pergi]


Windy : [kesal tapi masih bisa ditahan]


Dizi : kau lihat bagaimana effort nya padamu, apakah kau tidak merasa dia menyukaimu?


Windy : hais kalian berdua sama saja, kenapa membicarakan hal itu


Dizi : itu memang benar sikapnya sangat berbeda padamu daripada ke orang lain, sangat jelas jika dia menyukaimu


Windy : mau dia menyukaiku atau membenci ku aku tidak peduli, aku tidak memikirkan untuk menyukai seseorang saat ini


Dizi : cepat atau lambat kau pasti akan luluh padanya


Windy : huh terserah kau mau bicara apa, aku mau memasang ini di toilet kau tunggu disini nanti kita akan turun bersama [berjalan menuju toilet]


// beberapa saat kemudian


Windy : ayo kelapangan sekarang


Dizi : kau yakin ingin kelapangan, keadaan belum pulih


Windy : tenang saja aku hanya ingin menonton


Dizi : mmm baiklah ayo


// di lapangan


Dizi : kau duduk lah disini aku akan bergabung dengan yang lain


Windy : dizi siapa gadis gadis yang di tepi lapangan sebelah sana


Dizi : mereka anak kelas sebelah, sepertinya ingin menonton daniel latihan


Windy : dih cari perhatian


// disisi lain


Gadis 1 : Daniel ini aku membawakan mu air, tadi aku melihatmu berlari kesana-kemari pasti kau lelah ini minumlah


Daniel : tidak aku sudah membawa air sendiri [melihat windy yang sedang duduk]


Daniel : win [berlari menghampiri]


Gadis 1 : [mengikuti daniel]


Daniel : kanapa kau disini aku menyuruhmu istirahat


Windy : aku bosan berada di uks


Daniel : [mengambil botol windy dan meminumnya]


Windy : hey itu air ku


Gadis 1 : daniel... Aku sudah membawakan mu air kenapa kau malah meminum airnya


Daniel : air yang dibawanya lebih enak dari pada yang kau bawa


Gadis 1 : kenapa kau begitu.. jangan mentang-mentang kalian ini ratu dan raja sekolah, kalian meremehkan ku begitu saja


Windy : hey kenapa kau bicara seperti itu, memangnya siapa kau


Gadis 1 : kau tidak kenal aku ya sini akan aku katakan siapa aku, namaku jea aku adik sepupunya lily. Dan aku sangat membenci mu karena kau lily jadi masuk penjara


Windy : ooh adik sepupu lily.. Pantas saja sifatmu dan dia tidak beda jauh. Dan ya dia masuk penjara bukan karena diriku tapi dia sendiri yang melakukan hal itu


Daniel : sudah jangan di ingat kembali, oh iya kita sudah lama tidak nongkrong bersama bagaimana kalau nanti malam kita berenam nongkrong


Windy : boleh, sudah lama tidak jalan-jalan


Daniel : memang kau siapa


Jea : mmmm daniel aku lebih muda dari mu, kau jangan bicara seperti itu padaku aku jadi takut


Daniel : lebih baik jika kau takut


Jea : aku ingin ikut kalian nongkrong bolehkan... [memasang wajah imut]


Windy : (batin : iiuu sok imut sekali, aku rasanya ingin sekali muntah) kenapa tidak ikut saja, JI-KA KAU BE-RA-NI


Jea : kenapa tidak, untuk apa juga aku takut. Lagu pula kenapa kau yang terpilih menjadi ratu sekolah, kenapa tidak lily saja, dia jauh lebih baik daripada kau


Windy : mmmm lebih baik kau begi sekarang sebelum [berdiri]


Jea : sebelum apa hah?


Windy : sepertinya aku sudah lama tidak menghajar seseorang, waah tangan ku gatal sekali sepertinya kau bersedia menjadi pelampiasanku


Jea : hey kau tidak boleh macam-macam dengan kau, aku akan pergi sekarang. nanti malam aku akan menyusul daniel.. [pergi]


Daniel : bodo amat


Daniel : [melihat windy]


Windy : [menatap kesal ke arah daniel]


Daniel : kau kenapa?


Windy : kau bicara aku kenapa? Kau meminum air ku tanpa izin dan kau masih tanya aku kenapa?


Daniel : tadi aku lupa membawa air, tenang saja nanti malam aku akan mentraktir mu sebagai gantinya (batin : astagaa aku lupa jika dia sedang sensitif, hampir saja aku jadi mangsa serigala galak ini huuh..)


Daniel : aku lanjut latihan dulu ya, kau duduk saja disini. Jika kau bosan katakan saja padaku aku akan mengantarmu pulang


Windy : kau pergi saja, aku bisa pulang sendiri jika aku mau


Daniel : iya... Baik lah (batin : keras sekali melebihi batu, baru kali ini bertemu yang seperti ini) [pergi]


// malam harinya


Marta : kita akan nongkrong di cafe wenza kan?


Dizi : katanya tadi sih iya


Marta : oke kita berangkat sekarang [mulai menyetir]


Dizi : windy kau sedang memikirkan apa?


Windy : aku memikirkan apakah si pengganggu itu akan datang


Dizi : pengganggu? Maksudmu jea adik sepupu lily itu?


Marta : mana mungkin dia akan datang, dia kan tidak tau tempatnya di mana


Windy : iya sih.. Tapi kalau sampai dia datang aku akan memberinya pelajaran


Dizi : sabar... Aku yakin dia tidak akan datang kau tenang saja


Windy : hmm iya iya


// sesampainya di cafe


Marta : maaf membuat kalian menunggu lama [menghampiri rega, wenza dan daniel]


Rega : santai kami juga baru datang, kalian silahkan duduk dulu


Wenza : ini kalian pilih makanannya dulu, hari ini aku yang akan mentraktir kalian


Dizi : waah benar kah...


...*mereka kemudian mulai memesan makanan*...


Rega : ekhmmmm warna bajumu suram sekali win, mereka berdua memakai baju dengan warna yang cerah kenapa kau pakai baju hitam terus


// Ilustrasi


Baju dizi



Baju marta



Sedangkan baju windy



Windy : karena aku suka, kenapa ada masalah?


Daniel : kau suka sekali ya membangunkan serigala yang tidur


Rega : ya kan aku hanya bertanya


Wenza : pertanyaan mu bisa memancing kemarahan seekor serigala


Windy : mohon maaf dulu nih, maksud kalian kan ingin memihak ku tapi kenapa menggunakan kata serigala, apakah aku semirip itu seperti serigala?


Dizi : bukan mirip sih tapi lebih ke sama seperti serigala


Marta : kau benar hahahaha


Windy : kenapa kalian berdua jadi ikutan


Marta : karena kau cocok di panggil seperti itu hahaha


...*disaat mereka sedang asik bercanda, kemudian datang seseorang dan langsung bergabung dengan mereka*...


? : kalian jahat ya.. Kalian bersenang-senang tanpa ku