
Brak... [Windy menendang pintu toilet]
Windy : YAA BERANI SEKALI KALIAN MENGGANGGU ANAK BARU HAH..
Siswi 1 : [menoleh] astaga nona win
Siswi 2 : n n nona win, a apa yang k kau lakukan di s sini [gugup]
Siswi 3 : mati lah kita
Windy : apa yang ku lakukan di sini? Hah seharusnya aku yang bertanya kenapa kalian membully anak baru itu
Siswi 1 : kami tidak membully nya kami hanya ingin berteman dengan nya [berbohong]
Windy : aku sudah mendengarnya, berani sekali kalian masih berbohong kepada ku
Windy : minta maaf sekarang atau aku akan memindahkan seluruh keluarga kalian ke kota Zhori
Siswi 1 2 3 : b baik lah nona win [takut]
Siswi 1 2 3 : kami minta maaf dizi kami sangat minta maaf, kami janji tidak akan menggangu mu lagi [berlutut]
Dizi : eeeh baik lah
Marta : [menarik dizi] ayo kita ke kantin bersama [tersenyum]
Dizi : [mengangguk]
// Di kantin
Siswa/siswi : eh nona win semuanya minggir minggir [semua siswa memberi jalan]
Dizi : waah [kagum]
Windy : ckk aku benci hal ini [bergumam]
...*Mereka memesan makanan dan duduk di meja khusus yang di sediakan oleh sekolah*...
Dizi : kenapa meja ini kosong padahal yang lain penuh
Marta : karena ini untuk orang spesial [melirik Windy]
Dizi : hah?
Marta : duduk dulu aku akan menceritakan semuanya
Dizi : [duduk]
Marta : sama seperti yang aku katakan tadi namanya adalah Win Dyca Harion.. HA-RI-ON apakah kau tidak pernah mendengar marga itu?
Dizi : Harion? Harion... [Mengingat]
Dizi : ah aku tau.. bukan kah keluarga Harion itu adalah keluarga yang sangat kaya di Yaster, jadi kau.. [kaget]
Marta : yap betul sekali dia adalah anak dari tuan Yoza Harion dan juga satu satunya pewaris keluarga Harion. Sudah jelaskan apa yang terjadi sekarang...
Dizi : astaga aku tidak menyangka bisa bertemu dengan pewaris keluarga Harion. Senang bertemu dengan mu nona win [membungkuk]
Dizi : aku sangat berterima kasih pada mu karena telah menolong ku sekali lagi terima kasih
Windy : ooo astaga aku sangat benci kata kata itu berhenti lah memperlakukan ku seperti itu ayo lah... [Frustasi]
Marta : hahaha dia memang tidak suka diperlakukan seperti itu tetapi semua orang selalu berperilaku seperti itu di depan nya hahaha
Dizi : ooh maafkan aku nona win
Windy : sudah lah berhenti memanggilku dengan kalimat menjijikan itu panggil aku Windy saja mulai sekarang kita teman
Marta : hah? Windy apa kau serius, kau dengan mudah menerimanya sebagai temanmu wow itu sangat mengagetkan ku, tapi aaaa aku sangat senang karena kau mau berteman dengan Dizi [memeluk Windy]
Windy : kenapa tidak, aku sudah tau latar belakangnya dan juga aku melihat sepertinya kau sangat ingin berteman dengan dia
Marta : hah benar kah terima kasih Windy [senang]
Dizi : iya terimakasih karena kalian mau berteman dengan ku
Marta : eh ngomong ngomong kau tau dari mana latar belakang Dizi
Windy : dari ayah ku lah siapa lagi, tadi pagi ayah ku bilang bahwa akan ada anak baru di sekolah kita yang berasal dari kota Zhori dan ayahnya melamar pekerjaan di kantor ayah ku
Marta : ooh jadi begitu.. eee dizi apa boleh aku bertanya sesuatu?
Dizi : iya boleh katakanlah
Marta : aku tau ini sedikit tidak sopan, ee bagaimana cara kalian bisa keluar dari kota Zhori?
Dizi : aku tidak tau pasti tapi yang ku dengan bahwa tuan Yoza yang membawa kami kesini
Windy : iya itu benar, ayah ku juga bercerita pada ku pada saat dia berkunjung ke kota Zhori dan bertemu dengan raja Zoma, ayah ku melihat raja Zoma memperlakukan seorang wanita seperti hewan. Dia bahkan menyuruh wanita itu menjilati minuman yang tumpah
Dizi : itu ibu ku [sedih]
Marta : sudah tidak apa-apa [memeluk dizi] lalu win apa yang terjadi
Windy : ayah ku langsung mencari tau tentang wanita itu dan menemukan bahwa wanita itu punya suami dan dua anak. Iya itu adalah ayah dizi, dizi, dan adiknya. Ayah ku lalu meminta izin kepada raja Zoma untuk membawa mereka, tapi raja Zoma menolak. Kemudian ayah ku memberi 4 miliyar kepada raja zoma untuk membawa mereka ke kota Yaster dan raja Zoma menyetujuinya. Kemudian ayah ku memberikan mereka tempat tinggal dan pekerjaan untuk ayah Dizi dan menyekolahkan Dizi di sini. Oh iya ayah ku juga ingin aku berteman dengan Dizi.
Dizi : aku sangat berterimakasih kepada ayah mu Windy, aku tidak tau bagaimana nasib kami jika terus berada di sana [menangis]
Marta : sudah berhentilah menangis kami ada untuk mu dan kami akan menjadi sahabat mu benarkan win
Windy : mmm iya kami akan menjadi sahabatmu
Dizi : sekali lagi aku berterimakasih kasih kepada kalian [memeluk windy dan marta]
Windy : sudah sudah pelukannya ayo makan sebentar lagi bel akan bunyi
Marta : iya iya ayo makan
...*Mereka bertiga akhirnya makan kemudian kembali ke kelas untuk belajar*...
// Pulang sekolah
Dizi : Windy, Marta ayo mampir ke rumah ku keluar ku pasti senang ketika kalian datang
Marta : oke [senang] ayo windy
Windy : mm baik lah
Windy : cepat pak peji sudah menunggu kita
Dizi : hah? Pak Peji?
Marta : supir windy namanya pak peji
Dizi : ooo supir
Windy : Dizi alamat kamu di mana nanti pak peji akan mengantar kita ke sana
...*Dizi kemudian mengatakan alamatnya kemudian mereka langsung pergi ke sana*...
Dizi : ibu aku pulang... Bu.. ibu.. lihat siapa yang ikut bersamaku