
...Di sebuah kota bernama kota Yaster terdapat seorang gadis bernama Windy. Windy adalah seorang gadis berusia 17 tahun yang memiliki nama panjang Win Dyca Harion. Ayah Windy bernama Yeza Harion dan ibu windy Sera Harion. Ayah Windy adalah pemilik perusahaan YSW grup yang merupakan perusahaan terbesar di kota Yaster yang menciptakan berbagai macam barang yang sangat canggih. Di kota Yaster tidak ada yang namanya pemimpin, raja, presiden, atau semacamnya. Karena ayah Windy pemilik dari perusahaan terbesar yang ada di sana, semua orang menjadi takut dan patuh padanya. Karena perusahaan YSW grup telah memegang semua perusahaan kecil yang ada di kota Yaster. Hal itu menyebabkan Windy di perlakukan istimewa di sekolahnya, tetapi Windy tidak menyukai hal itu. Dia lebih menyukai dirinya diperlukan seperti orang orang lain yang tidak di perlakukan istimewa layaknya seorang putri....
...Windy memiliki sahabat sekaligus satu satunya teman bernama Marta. Windy hanya memiliki satu teman bukan karena di larang orang tuanya untuk bergaul tetapi Windy yang tidak mau berteman dengan siapapun. Windy memiliki sifat tertutup dan dingin kepada semua orang. Bagaimana Windy bisa bersahabat dengan Marta?. Karena orang tua Marta adalah rekan kerjanya orang tua windy dan juga tetangganya mereka. Windy awalnya juga tidak mau berteman dengan Marta, tetapi karena Marta selalu disisinya dari Windy kecil membuat Windy akhirnya luluh dan tidak ingin kehilangan Marta. Windy sudah menganggap Marta sebagai saudaranya hingga sekarang mereka sudah tumbuh remaja dan sedang duduk di kelas 3 sekolah menengah....
// suatu hari di sekolah
Bu guru mi : anak - anak hari ini kita kedatangan siswi baru yang berasal dari kota Zhori, ayo nak silahkan masuk
Dizi : h hai teman-teman.. nama ku Dizi Beily. Kami pindah kesini karena ayah ku akan bekerja di sini [gugup]
...*Kota Zhori adalah kota termiskin di antara banyak nya kota. Kota tersebut miskin karena kota Zhori memiliki seorang pemimpin yang haus akan harta bernama Zoma yang menyebut dirinya raja. Zoma adalah orang yang kaya raya yang ada di kota Zhori karena dia mengambil semua harta penduduknya dan menyimpan nya untuk dirinya sendiri. Tapi kekayaan raja zoma tidak seberapa dengan aset milik ayah Windy. Zoma juga mengurung dan membuat pagar yang sangat tinggi di sekitar kota Zhori agar warganya tidak bisa pergi dari kota tersebut dan hanya bisa bekerja dan memberikan hasilnya kepada Zoma.*...
Bu guru mi : baik lah Dizi silahkan duduk di bangku kosong yang ada di sana ya nak [menunjuk bangku kosong depan marta]
Dizi : baik bu [berjalan menuju bangku kosong]
Marta : hai dizi nama ku Marta Revian panggil saja marta senang bertemu dengan mu, oh iya yang di sana adalah sahabatku namanya Windy Dica Harion aku memanggilnya Windy
[Menunjuk windy]
Dizi : [melihat ke arah windy] (batin : wahhh dia keren sekali) iya salam kenal kau sangat cantik senang bertemu dengan mu [memuji marta]
Siswa/siswi : apa dia dari kota Zhori. Bagaimana dia bisa ke sini [berbisik]
Siswa/siswi : aku mendengar tidak ada yang bisa pergi dari sana, bagaimana keluarganya bisa pergi
Siswa/siswi : hahaha aku yakin mereka pasti tidak tahan hidup miskin di sana dan pergi kesini untuk mengemis hahahaha
Bu guru mi : semuanya diharapkan untuk diam ya pelajaran akan segera di mulai
Siswa/siswi : [masih terap membicarakan Dizi]
Windy : kalian tuli ya ibu guru bilang DIAM!!! [berteriak membuat satu kelas seketika sunyi]
Dizi : (batin : waaah keren)
Bu guru mi : terimakasih nona win, oke sekarang kita lanjutkan pelajaran kemarin untuk Dizi kamu boleh bertanya atau meminjam catatan teman di dekat meja mu ya
Dizi : i i iya bu
Marta : Dizi ini pakai catatan ku saja
Dizi : terima kasih ya marta
Dizi : (batin : kenapa ibu memanggil dia nona, aku jadi penasaran dia sebenarnya siapa)
// Istirahat
Dizi : kalian duluan saja aku akan pergi ke toilet dulu
Marta : baik lah kalau begitu [menghampiri windy]
Marta : Windy..... Kantin yukk
Windy : sebentar aku selesaikan mencatat ini dulu
Marta : waaah rajin sekali sahabatku ini [memeluk]
Windy : yaa Marta aku belum selesai mencatat
Marta : baik lah aku akan menunggumu
...*Windy melanjutkan catatannya hingga beberapa menit kemudian*...
Windy : yap sudah, yok kantin
Marta : cepat aku sudah lapar [menarik windy]
// Di depan toilet
...*Mereka berjalan melewati toilet untuk menuju ke kantin tetapi mereka mendengar*...
Siswi : ya hahaha dasar gadis miskin [samar samar]
Matra : [berhenti] tunggu apa kau mendengar sesuatu
Windy : sepertinya dari sebelah sana [menunjuk toilet]
Windy & Marta : [menguping]
Dizi : kenapa kalian mengganggu ku, salah ku apa
Marta : seperti suara dizi
Windy : hah?
Marta : anak baru tadi
Windy : ckk dasar brandal
Brak...