My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
ACARA PEMILIHAN



// di rumah lily


? : kami sudah melakukan semuanya


Lily : kalian sudah membunuhnya?


? : i-iya sudah


Lily : tapi kenapa kalian penuh luka begitu


? : tadi kami sempat berkelahi dengan nya, tapi tenang saja semuanya sudah di kerjakan sesuai yang anda katakan


Lily : bagus, ini bayaran kalian pergi lah aku ingin merayakan kematian sialan yang jelek itu hahaha [mengambil sebotol wine]


// keesokan harinya di dalam kelas


Lily : [masuk dan melihat ada daniel di bangkunya] apakah ketiga orang jelek ini tidak masuk, mereka takut dengan ku?


Lily : oh iya sebentar lagi pemilihan itu kan [mendekati daniel] kau akan menjadi raja dan aku ratunya, dan kita akan berdansa bersama


Daniel : jangan bermimpi


Lily : aku tidak bermimpi, disini sudah jelas. tidak akan ada yang bisa menyaingi ku


Daniel : kau akan kalah dari win


Lily : ( batin : win... Nama itu lagi) bagaimana kau yakin aku akan kalah, apakah kau yakin dia akan datang pada malam acara itu... Aku rasa dia tidak akan datang hahaha [pergi ke bangkunya]


Daniel : bodoh sekali


...*lily benar-benar mengira windy, dizi, dan marta sudah tiada akibat kejadian kemarin. Lily sangat senang karena saingannya telah meninggal dan semakin yakin akan menjadi ratu. Dia tidak tau bahwa windy dan yang lainnya sengaja merencanakan ini*...


...*selama waktu satu minggu itu Windy, Dizi, dan Marta menggunakan waktu kosong mereka dengan merawat diri mereka, bersenang-senang, berolahraga, memasak bersama dan tidak lupa mengajari windy. Hingga satu minggu itu telah berlalu dan waktunya acara pemilihan*...


...*di aula kampus semua orang telah datang dengan menggunakan pakaian terbaik mereka, begitupula dengan orang-orang yang mencalonkan diri untuk menjadi raja dan ratu sekolah. Mereka sangat menanti nantikan hari ini.*...


...*windy, marta, dan dizi sengaja untuk datang sedikit terlambat agar mereka tidak ketahuan oleh lily*...


// aula kampus


Mc : selamat malam teman temanku sekalian, hari ini adalah hari yang kita nanti-nantikan dimana kita akan memilih siapa yang cocok menjadi ratu dan raja sekolah... Tanpa menunggu waktu yang lama, sekarang kita panggil mereka satu persatu


...*mc kemudian memanggil nama para peserta dari 1 hingga 42*...


Mc : calon ratu nomor 43 yaitu lily


...*lily masuk dengan percaya diri*...


Lily : (batin : mereka semua pasti akan memilihku, dari tatapan mereka saja aku sudah tau mereka pasti terpesona dengan kecantikan ku)


Mc : lanjut... Calon raja kita yang paling di nanti nanti.. Kita panggil Daniel..


Daniel : [berjalan masuk]


Siswi 1 : aaaa pangeran kuuuu


Siswi 2 : mimpiku seperti nyata, bertemu dengan seorang pangeran tampan


Mc : dan calon ratu terakhir kita panggil..... win.... [windy tidak keluar]


Mc : win.. Silahkan naik ke panggung


Lily : bukan kah win tidak ada, dia bahkan tidak masuk sekolah beberapa hari ini. Aku pikir kalian sudah memblack listnya


Mc : mohon tunggu sebentar, mungkin dia terlambat


Siswa/siswi : iya benar dia beberapa hari sudah tidak masuk sekolah [ricuh]


Siswa/siswa : kenapa kapai di tunggu segala, kalau datang pun dia pasti merusak suasana


// di sisi lain


Marta : [berlari menemui rega] apakah kami terlambat?


Rega : [mematung melihat marta] ee tidak kalian datang tepat waktu, win baru saja di panggil


Wenza : dimana dia?


Dizi : tenang saja dia sebentar lagi akan keluar


// kembali ke keadaan di panggung


Lily : sudah lanjutkan saja, dia pasti tidak akan datang


Windy : maaf aku terlambat [keluar dari belakang]


...*saat windy keluar lampu pencahayaan langsung tertuju padanya. Semua orang melihat windy masuk yang awalnya ricuh seketika menjadi diam*...


Siswi 1 : i-itu win yang tomboy itu


Siswi 2 : apakah aku salah lihat? Itu benar benar win?


Siswa 1 : itu win? Gadis tomboy itu, kenapa bisa secantik itu


Siswa 2 : aku seperti melihat seorang dewi..


Siswa 3 : aku bahkan tidak percaya apa yang aku lihat


Mc : win ini benar kau? [tidak percaya]


Windy : iya ini aku.. Kenapa kalian kaget? Tidak mau melanjutkan acara [senyum]


Mc : b-baik kita lanjutkan karena semuanya peserta sudah datang sekarang waktunya pemilihan... buka ponsel kalian di sana sudah ada aplikasi untuk pemilihan di acara ini, kalian hanya tinggal pilih mana diantara seluruh peserta ini yang cocok jadi ratu dan raja.


Mc : sudah di buka? Waktu pemilihan nya sekitar 3 menit. Oke waktunya di mulai dari... Sekarang


...*semua orang membuka ponselnya dan langsung memilih pilihan mereka*...


Lily : (batin : bagaimana bisa dia datang kesini, apakah orang orang itu membohongi ku? Dasar sialan. Tapi tidak apa aku sudah membayar hampir setengah dari seluruh orang yang ada di universitas ini untuk memilih ku. Kau tetap tidak akan biasa menang win...)


Mc : [3 menit berlalu] waktunya sudah habis... Apakah para dosen juga sudah memilih? [para dosen mengangguk] mari kita lihat sekarang bagaimana hasilnya mulai dari raja sekolah


...*layar LED (Light Emitting Diode) panggung kemudian memperlihatkan persentase nya*...


...*penting!! : para peserta membelakangi layar*...


Mc : wow seperti yang sudah di duga raja sekolah adalah..... DANIEL..


Mc : kita lanjut dengan ratu sekolah.. [melihat ke layar]


Mc : apa ini kita memiliki 2 orang dengan voting terbanyak?


Siswi 1 : lily dan win memiliki jumlah voting yang sama. bagaimana mungkin kita memiliki 2 ratu sekolah


Siswi 2 : mereka sama, wah mereka sama kuat


Mc : [berjalan menuju meja dosen] bagaimana ini, kita tidak mungkin memilih mereka berdua


Dosen : bagaimana kalau lakukan pemilihan ulang untuk mereka


Mc : oke baiklah [kembali ke panggung]


Mc : setelah berbincang dengan para dosen, dosen memutuskan untuk pemilihan ulang antara dua peserta kita yaitu lily dan win. Sekarang buka kembali ponsel kalian dan pilihlah. Mana yang paling cocok menjadi ratu sekolah bersama dengan Daniel raja sekolah kita


Mc : baik sekarang kembali saya beri waktu 3 manit untuk semuanya memilih.. Waktunya di mulai dari .... sekarang


...*waktu 3 menit kali ini rasanya sangat lama, para mahasiswa sangat serius untuk memilih diantara keduanya. Dan akhirnya waktunya pun habis*...


Mc : waktunya sudah habis.... Sekarang kita lihat siapa yang mendapat voting terbanyak..


...*layar LED panggung kemudian memperlihatkan jumlah votingan untuk windy dan lily*...


Mc : wah apa ini? Jumlah voting nya hampir sama, dan dapat dapat di pastikan yang menjadi ratu adalah......


Lily : (batin : sudah pasti aku kan hahaha) terimakasih untuk kerjasama kalian...


Mc : WIN....


Lily : iya itu aku w.. Win..? [berbalik melihat layar]


Lily : apa? [terduduk]


...*saat lily melihat kearah layar ternyata bukan dia yang terpilih. Hasil voting itu sangat tipis yaitu Lily (836) dan Windy (840)*...


Dizi : yaaa akhirnya windy yang menang [sangat senang dan tampa sadar memeluk Wenza yang berada di sampingnya]


Wenza : eh? [mematung]


Marta : aku sudah menyangka windy yang akan menang


Rega : itu semua berkat dirimu [tersenyum]


Marta : ah tidak kami melakukan nya bersama [malu]


// di panggung


Lily : [berdiri] hey bagaimana bisa kau datang ke sini, seharusnya kalian sudah mati [semua orang seketika diam]


Windy : apa maksud mu? [pura-pura tidak tau]


Lily : [marah] kalian seharusnya sudah mati, karena aku sudah membayar orang untuk membunuh kalian... [menutup mulutnya]


Dosen : kau bilang apa? Kau ingin membunuh win?


Lily : tidak, t-tidak begitu k-kalian salah paham


Windy : salah paham bagaimana, kau sendiri yang sudah mengatakannya, apakah kurang bukti lain?


Dosen : sudah jangan beralasan lagi, security tangkap dia dan bawa kekantor polisi


...*dua security berjalan menuju lily dan segera membawa nya keluar*...


Lily : win, kau akan menyesalinya. Aku akan membalas mu tunggu saja pembalasanku


Siswi 1 : aku tak menyangka lily selicik itu


Siswi 2 : dia rela melakukan apapun demi memenangkan hal ini, menjijikan sekali


...*karena lily, semua orang yang ada di sana jadi membenci nya dan membiarkan nya*...


Mc : ee sudah-sudah lupakan hal tadi, jangan sampai hal tadi akan mengganggu jadwal kita hari ini. Mari kita lanjut, untuk kepala universitas saya persilahkan dengan hormat dimohon naik ke panggung untuk memakaikan mahkota-mahkota ini kepada raja dan ratu sekolah kita


...*kepala universitas segera naik dan memakaikan mahkota itu ke Daniel dan Windy*...


Bapak kepala universitas : selamat yaa, kalian memang cocok untuk menjadi ratu dan raja [memakaikan mahkota pada Daniel]


Daniel : terimakasih pak [menunduk]


Bapak kepala sekolah : kau sangat cantik kali ini nak, kau sangat cocok memakai ini [memakaikan mahkota pada Windy]


Windy : saya menerimanya dengan hormat [menunduk]


...*kepala universitas turun dan kembali ke tempat nya*...


Mc : ini adalah ratu dan raja kita tahun ini [semua orang bertepuk tangan], kita lanjut ke acara selanjutnya yaitu pesta dansa. Raja dan Ratu kita di persilahkan turun dan berdiri di tengah-tengah aula


Marta : astaga


Rega : kenapa?


Marta : aku lupa mengajarinya berdansa


Daniel : ayo kita turun [mengulurkan tangannya]


Windy : a-aku tidak tau cara berdansa


Daniel : tidak apa... Kau ikuti saja langkahku, aku akan menuntun mu [tersenyum]


Windy : ba-baiklah [memegang tangan Daniel]


Daniel : [senyum] kita turun bersama


...*mereka berdua turun bersama dengan berpegangan tangan, semua orang memberi jalan untuk mereka dan beberapa orang histeris melihat hal itu*...


Siswi 1 : oh astaga benar-benar seperti ratu dan raja


Siswi 2 : aku benar-benar iri melihatnya


...*mereka berdua sampai di tengah tengah aula, panitia kemudian memutarkan musik*...


Daniel : letakkan tanganmu di bahuku


...*windy kemudian meletakkan tangan nya di bahu daniel, dan daniel meletakkan tangan nya di pinggang windy*...


Daniel : kau jangan takut, ikuti saja langkahku [mulai melangkah mengikuti irama


// ilustrasi



...*melihat Daniel dan Windy yang mulai berdansa, membuat semua orang kagum melihatnya. Dan tak lama juga mulai berdansa dengan pasangan masing-masing*...


Marta : [melihat Windy dan Daniel] aaa romantis sekali


Rega : eemm marta, mau berdansa dengan ku? [mengulurkan kan tangan]


Marta : kau belum mendapat pasangan?


Rega : tidak aku hanya ingin berdansa dengan mu


Marta : [senyum] baiklah ayo [memegang tangan rega dan mereka mulai berdansa]


Rega : marta... Sebenarnya aku sudah lama suka padamu, apakah kau mau menjadi pacarku?


Marta : [kaget] mmm aku juga sudah lama suka padamu, jadi...


Rega : jadi apa hhmmm?


Marta : iya aku mau jadi pacarmu [malu]


Rega : ah benarkah [memeluk marta] terima kasih..


Marta : [membalas pelukan rega] sudah lah, ayo lanjut berdansa


...*mereka berdua melanjutkan dansa mereka*...


// di sisi lain


Dizi : [tersenyum melihat semua orang berdansa]


Wenza : [datang] kenapa kau di sini sendirian?


Dizi : aku senang melihat mereka berdansa bersama [melihat daniel dan windy]


Wenza : kenapa kau tidak berdansa juga? Rega dan marta juga berdansa lohh..


Dizi : benarkah?


Wenza : iya lihat saja di sana [menunjuk rega dan marta]


Dizi : astaga, mereka terlihat sangat romantis


Wenza : kalau begitu berdansa lah denganku, kebetulan aku belum memiliki pasangan untuk berdansa bersama [memegang tangan Dizi]


Dizi : tapi aku tidak tau


Wenza : aku akan mengajarimu [tersenyum]


Dizi : baiklah


Wenza : ayo [menarik tangan Dizi kemudian mereka mulai berdansa]


Dizi : maaf jika nanti aku salah


Wenza : tidak apa ikuti saja alurnya, Aku tau kau bisa [tersenyum]


Dizi : terimakasih


...*kembali lagi pada Daniel dan Windy*...


Daniel : kau mulai mahir berdansa


Windy : terima kasih [senyum]


Windy : [melihat ke arah Marta dan Dizi] waah mereka berdansa bersama?


Daniel : siapa?


Windy : Marta dengan Rega, dan Dizi dengan Wenza


Deniel : [melihat kearah yang di lihat windy] baguslah kalau begitu


Windy : kenapa?


Daniel : tidak, lupakan saja. Kita lanjutkan saja dansa kita [tersenyum]


...*malam itu adalah malam paling romantis, penuh dengan senyuman, semua orang berdansa dengan pasangan pilihan mereka dan juga hari yang paling indah untuk Marta dan Rega*...