
// keesokan harinya di kampus
Marta : Windy apakah perbanmu sudah di ganti?
Windy : sudah tadi
Dizi : apakah sangat sakit?
Windy : tidak... Kalian sudah menanyakan hal ini ratusan kali
Dizi : kau terluka karena kami..
Marta : maaf ya kami tidak bisa membantu mu, kalau ayah mu tau dia pasti tidak akan memaafkan kami
Windy : karena itu lah aku tidak mengijinkan kalian mengatakan ini pada orang tuaku
Dizi : suatu saat nanti kami juga akan menolong mu [tersenyum]
Windy : baik lah lakukan yang kalian bisa
Daniel, Rega, Wenza : [datang]
Rega : kalian datang lebih awal?
Marta : kami sengaja ingin berbicara banyak hal dulu
Rega : bagaimana kondisimu?
Merta : jauh lebih baik [senyum]
Daniel : tanganmu bagaimana? [bertanya pada Windy]
Windy : sepertinya sudah bisa digunakan untuk memukul seseorang yang menyebutku serigala betina
Rega : hey tangan mu baru saja terluka kemarin bagai mana bisa memukul ku hah?
Windy : kan masih ada tangan satunya
Rega : marta tolong aku, sepertinya serigala betina ini akan membunuhku [bersembunyi di balik Marta]
Marta : eh kenapa ini eh
Rega : serigala betina ini ingin membunuh ku [menunjuk Windy]
Marta : sudah lah kalian [pipi memerah]
Rega : [melihat] kau kenapa? Apa kau sakit [menyentuh dahi marta]
Marta : [malu] ah tidak tidak [pergi]
Rega : dia kenapa?
Dizi : [mengerti apa yang sedang terjadi] sudah biarkan saja mungkin dia sedang kepanasan, eee kalian duduk lah dosen akan segera datang [mengalihkan topik]
Dizi : [berbisik pada windy] sepertinya marta menyukai rega
Windy : iya aku sudah tau
Dosen : [masuk] sepertinya hari ini kalian akan pulang lebih cepat, ada sesuatu yang harus kami urus
All : benarkah? Horeeeee [senang]
Dosen : maaf ya sebelum nya membuat kalian menunggu lama, tapi sekarang kalian bisa pulang dan lebih berhati-hati di jalan ya. Oh iya untuk win, marta, dizi, wenza, rega, dan daniel kalian di suruh ke ruang dosen
Windy : ini ada apa?
Daniel : kau akan tau lihat saja nanti [tersenyum]
Dosen : oke kalian berenam ikut saya
...*windy, marta, dizi, wenza, rega, dan daniel pun mengikuti dosen nya untuk pergi ke ruang dosen. Sesampainya di sana kelihatan semua dosen berkumpul di sana beberapa polisi, beberapa orang tua siswa, dan tentunya tiga laki-laki lang mengganggu mereka kemarin*...
Windy : (batin : ada apa ini, apakah ini tentang masalah kemarin?)
Bapak kepala universitas : apakah kalian bertiga orang yang mereka ganggu kemarin? [bertanya pada windy, marta, dan dizi]
Windy : iya itu kami
Bapak kepala universitas : menurut yang di lapor kan terjadi pelecehan dan perkelahian di kampung ini, benar?
Windy : iya pak saya yang berkelahi
Orang tua siswa 1 : oo jadi kamu yang membuat anak saya begini? tangkap dia pak dia yang sudah ? memukuli anak saya
Bapak kepala universitas : tenang dulu menurut yang di laporkan daniel, rega, dan wenza, bukan anak anda yang jadi korban melain kan pelaku
Orang tua siswa 2 : ada bukti apa kalian menuduh anak kami?
Daniel : mudah saja nyonya, di kampus ini penuh dengan cctv tinggal lihat saja
...*ketiga siswa itu panik*...
Bapak kepala universitas : cepat cek cctv nya
...*salah satu guru kemudian mengecek cctv itu dan memperlihatkannya ke semua orang di sana. Di cctv itu terlihat, bagaimana perilaku ketiga mahasiswa saat itu*...
Polisi : di cctv terlihat ada yang membawa senjata tajam dan melukai 1 gadis, bisa saya lihat lukanya untuk bukti
Windy : silahkan buka saja pak, itu tidak masalah
Polisi : [mendekati windy, dan windy memperlihatkan tangan nya yang sedang diperban. Kemudian polisi itu perlahan-lahan membuka perban windy] yang di video benar, gadis ini memang terluka. Jadi kalian bertiga terbukti bersalah
Polisi : ayo kalian bertiga ikut kami ke kantor polisi
Orang tua siswa 3 : tidak, mungkin itu salah pak. Mungkin dia terluka gara gara hal lain
...*para polisi itu membawa 3 mahasiswa itu kekantor polisi dan diikuti orang tua mereka. Di Sana hanya tersisa beberapa dosen dan mereka berenam*...
Rega : terimakasih untuk semuanya bisa membawa kasus ini ke jalan hukum
Bapak kepala universitas : ini memang sudah tanggungan kami, tapi saya kagum melihat win yang berani melawan ketiga mahasiswa itu sendiri
Windy : itu memang sudah tanggung jawab saya untuk menjaga teman-teman saya pak
Sensei mo : dia juga ikut karate pak, kemarin saya menyuruhnya melawan Daniel dan Win menang
Dosen : apa Daniel? Bukan kah daniel sangat ahli dalam karate, bagaimana bisa?
Wenza : itu karena pada saat bertarung Daniel terpesona dengan kecantikan Win pak makanya dia jadi tidak fokus [kata kata wenza membuat semua orang tertawa]
Bapak kepala Universitas : ada ada saja kau nak, baik lah karena urusan nya sudah selesai kalian berenam bisa pulang. Ingat yang laki-laki jaga teman kalian yang perempuan jangan sampai hal seperti kemarin terjadi lagi ya
Wenza, Daniel, & Rega : baik pak [memberi hormat lalu mereka berenam pergi]
// di lorong kampus
Rega : guys, sekarang kira mau langsung pulang atau mau nonton dulu
Wenza : nonton dulu yuk, ajak mereka bertiga. agar lebih akrab tentunya
Windy : tidak, aku mau pulang
Daniel : apa ada urusan penting?
Windy : tidak ada
Marta : kalau tidak, ayo ikut dengan mereka. Di rumah kita juga akan bosan nantinya iya kan Dizi
Dizi : iya yang dikatakan Marta benar
Windy : huh baik lah terserah kalian saja
...*mereka bertiga pergi ke bioskop yang ada di sana*...
// sampai di bioskop
Daniel : mau nonton film apa?
Wenza : bagaimana kalau film horor
Rega : tidak, kita harus nonton film romantis
Wenza : aku bilang horor
Rega : tidak romantis [berdebat]
Daniel : kalian mau nonton apa? [bertanya pada Windy, marta, dan dizi]
Windy : horor
Marta : iya horor
Dizi : aku itu saja
Daniel : baik lah sudah di putuskan kita akan nonton film horor
Rega : yaaah kenapa tidak film romantis saja
Daniel : nonton saja film romantis sendiri sana
Rega : mmm baik lah aku akan ikut kalian
Daniel : aku yang bayar tiketnya, hanya tersisa 6 bangku
Windy : aku akan beli popcorn dan soda untuk kalian
// beberapa saat kemudian
Daniel : Ini tiketnya
Marta : iya terima kasih, tunggu sebentar popcorn nya akan selesai sebentar lagi
...*setelah menunggu beberapa saat kemudian popcorn pesanan mereka sudah jadi. Mereka kemudian bergegas masuk dan banar saja di sana sudah ramai orang. Mereka kemudian mencari tempat duduk yang kosong*...
// ilustrasi
Rega : kenapa posisinya harus begini?
Daniel : karena seorang gadis tidak boleh duduk dengan orang asing [orang yang mengatur posisi duduk]
Windy : kalian lebih menakutkan dari pada orang asing [bergumam]
Daniel : apa katamu?
Windy : tidak, tidak ada
...*posisinya saat itu Rega (penakut), Marta (berani), Wenza (berani), Dizi (penakut), Windy (berani), Daniel (berani)*...
...*film nya sudah mulai, mereka semua mulai menonton sambil memakan popcorn yang sudah di beli. Awal film berjalan dengan lancar, walaupun ada sedikit adegan yang menakutkan tetapi itu tidak membuat mereka ketakutan dan hanya kaget. Tapi di pertengahan film ada adegan hantu yang sangat menakutkan dan membuat seluruh pengunjung berteriak. Di sini Rega dan Dizi yang memang penakut pun sangat kaget dan tanpa sadar.......