My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
BERANGKAT



...*hari hari berlalu tanpa terasa waktunya mereka pergi ke Granvil pun tiba, mereka menghabiskan hari hari tersebut dengan berkumpul bersama keluarga mereka tidak lupa juga sesekali mereka pergi jalan jalan bersama. Karena melakukan banyak kegiatan setiap harinya, Windy akhirnya melupakan mimpi buruknya*...


...*hari ini adalah hari dimana tiga bersahabat itu pergi ke Granvil. Windy, diantar oleh ayah dan ibunya menggunakan mobil mereka, disusul oleh dizi dan marta yang juga diantar orang tuanya. Sampai di perbatasan kota, mereka berhenti dan berpamitan pada orang tua mereka*...


Yeza : [keluar dari mobil] nak ayah sudah menyiapkan mobil untuk kalian gunakan di sana, jadi kalian tidak akan kesulitan saat ingin kemana-mana


Windy : baik lah ayah aku akan menjaga nya [memeluk ayahnya]


Sera : jaga dirimu ya nak, kalau ada apa-apa kau harus secepatnya mengabari kami ya sayang


Windy : iya ibu, ibu juga harus jaga diri ibu ya [memeluk ibunya]


Windy : Marta, Dizi kalian sudah siap [memanggil marta dan dizi yang sedang berpamitan]


Marta & Dizi : iya sudah [pergi menyusul Windy]


...*mereka segera memasuki gedung perbatasan dan akan melakukan pemeriksaan*...


Pertugas pemeriksaan 1 : silahkan koper nya simpan di sana dulu nanti akan di periksa


Petugas pemeriksaan 2 : boleh saya lihat berkas berkas ya dulu [memeriksa dengan teliti] baik ini sudah lengkap ya kalian sudah boleh ke sana


Windy : ayo ke pemeriksaan selanjutnya


Petugas pemeriksaan 3 : silahkan lewat sini [mempersilahkan mereka melewati sebuah alat pendeteksi]


Marta : koper kita mana?


Windy : Tunggu sebentar lagi akan ada yang mengantarnya


Petugas 4 : apa ini benar koper kalian


Windy : iya benar itu milik kami


Petugas 4 : baiklah silahkan di ambil, semuanya sudah kami cek dan semuanya aman [ramah]


...*setelah melakukan beberapa pengecekan, mereka sudah di perbolehkan untuk masuk ke kota Granvil. Di sana sudah ada taxi pesanan ayahnya Windy yang menunggu mereka*...


Windy : taxi nomor 3076? Apa benar ini


Dizi : iya benar yang ini


Marta : permisi pak, apa benar ini taxi pesanan tuan Yeza Harion?


Supir taxi : iya benar nona, apakah diantara kalian ada yang anak nya tuan Yeza?


Windy : Iya saya anaknya


Supir taxi : ooh ternyata nona, kalian masuk lah saya akan memasukkan kopernya dulu


...*setelah memasukkan koper ketiga sahabat itu, pak supir pun segera mengantarkan mereka ke apartemen yang sudah di siapkan oleh ayah Windy*...


Supir taxi : sudah sampai, semuanya sudah di bayar oleh tuan Yeza kalian tidak perlu membayar lagi


Windy : baiklah terimakasih ya pak


Pak supir : iya sama sama nona win


...*setelah mengatakan hal itu supir itu pun pergi. Apartemen yang di belikan ayah Windy sangat bagus dan luas membuat mereka kagum. Di dalamnya semua sudah lengkap mulai dari perlengkapan mereka, bahan makanan, dan juga beberapa cemilan. di sana juga sudah ada bibi pembantu yang akan membantu membersihkan rumah. Dan juga terdapat sebuah mobil mahal yang juga sudah di siapkan*...


Windy : [membuka pintu] waah ayah sangat tau apa yang kita perlukan semuanya sudah lengkap


Bibi mi : selamat datang nona nona perkenalkan saya bibi mi yang akan membantu kalian di sini


Marta : hai bi.. Kamar kita di mana?


Bibi mi : sebelah sini non [menunjukan jalan]


Bibi mi : di sini sudah ada 3 kamar yang sudah di desain khusus untuk kalian. Sebelah sini milik nona Win, ini milik nona Marta, dan ini milik nona Dizi


Dizi : iya bi terima kasik kami akan merapikan pakaian kami dulu


Bibi mi : iya, saya akan pergi memasak sesuatu untuk kalian


...*mereka bertiga memasuki kamarnya masing-masing*...


Windy : [berbaring] aaahh ini tidak kalah empuk dengan kasurku, aku harus merapikan pakaian ku dulu


...*windy segera merapikan pakaiannya, 15 menit kemudian*...


Dizi : tok tok tok [mengetuk pintu] apakah kau sudah selesai?


Windy : sedikit lagi


Dizi : aku dan marta akan berkeliling apakah kau mau ikut?


Windy : kalian duluan saja aku sebentar lagi akan selesai


Dizi : baik lah


// beberapa menit kemudian


Windy : ciah sudah selesai, Dizi dan Marta pergi ke mana ya [keluar kamar dan mencari keberadaan dizi dan marta]


Windy : aku sudah mencari kemana mana tapi mereka tidak ada


Bibi mi : nona win ada apa? Ada yang biasa saya bantu?


Windy : itu bi, apakah bibi melihat marta dan dizi?


Bibi mi : ooh mereka, tadi saya lihat mereka berjalan menuju kolam renang di sebelah sana


Windy : baiklah bi makasih ya [menuju arah yang di tunjukkan]


// kolam renang


Windy : jadi kalian di sini, aku lelah mencari kalian


Marta : hehehe maaf ya tadi kami berkeliling dan melihat kolam jadi kami memutuskan untuk bersantai di sini


Dizi : iya disini adalah tempat yang tepat untuk bersantai


Windy : oke aku akan bergabung [duduk di tepi kolam dan merendam kaki di sana]


Windy : waah airnya hangat, aku akan berendam disini nantinya


Windy : oh iya besok kita sudah masuk kuliah, apakah kalian sudah menyiapkan semuanya?


Marta : aku sudah menyiapkan semuanya tidak ada yang kurang sedikit pun


Dizi : iya aku juga


Marta : apakah kita akan satu kelas?


Windy : mungkin? Tapi aku juga tidak tau


Dizi : semoga saja satu kelas


...*di universitas Enternity School, tidak ada jurusan yang harus di pilih. Semua siswanya akan belajar pelajaran yang sama, pelajaran di universitas itu ada 15 para mahasiswa nya bebas memilih kelas apa yang mereka sukai. Mereka harus memilih 11 mata kelas yang harus mereka ikuti*...


Windy : hampir semua kelas yang kita pilih sama hanya satu yang berbeda, aku memilih kelas bela diri.


Marta : aku memilih kelas tari


Dizi : aku memilih kelas kesehatan


Windy : hahaha kita akan berpisah saat pelajaran itu


Dizi : iya


Bibi mi : nona sebelumnya maaf telah mengganggu kalian, tapi makanan nya sudah siap jadi kalian sudah boleh makan


...*hari itu mereka habis kan dengan berada di rumah, menonton film dan bercanda, hingga keesokan harinya*...