My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
LATIHAN BASKET



Windy : [membuka kertasnya] apaaaaa?


Wenza : kenapa? Kau mendapat peran sebagai hantu?


Windy : tidak ini lebih buruk [masih memandangi kertasnya]


Dizi : [melihat kertas windy] buruk apanya kau mendapat peran jang man wol, itu kan pemeran utama


Wenza : wah bagus sekali


Siswi : sepertinya peran itu cocok untuknya


Windy : bagus apanya aku bahkan lebih menginginkan peran sebagai hantu daripada pemeran utama


Wenza : sudah jangan bicara lagi, aku akan menulis nama mu


Windy : aa tidak tidak jangan


Wenza : [tidak menghiraukan]


Windy : memang sialan


Daniel : koo chan sung siapa?


Dizi : keu mendapat peran itu?


Daniel : [mengangguk]


Dizi : mmmm bagus sekali... koo can sung itu seorang laki-laki yang di paksa berkerja menjadi asisten manager jang man wol di hotel del luna karena dulu ayah koo can sung pernah menjanjikan itu pada jang man wol


Daniel : jadi aku akan jadi rekan win?


Dizi : tentu


Wenza : kalau kau apa dizi


Dizi : oh iya aku belum membuka kertas ku [membuka kertasnya] aku jadi bibi choi seo hee yang bekerja sebagai pegawai hotel


Wenza : kau tidak keberatan memerankan itu?


Dizi : tidak, ini tidak buruk


Marta : hahhh [kaget] aku menjadi kim yoo na [senang]


Rega : selamat yaa


Marta : kau jadi apa?


Rega : sebentar... [membuka kertasnya] ji hyun joong


Siswi : ooh itu juga seorang pegawai hotel sama seperti choi seo hee. Wenza kau tidak mau mengatakan peran mu?


Wenza : sebentar aku akan membukanya. [membuka kertasnya] kim seon bi, dizi siapa itu?


Dizi : dia adalah bartender nya hotel del luna, juga rekan kerja ji hyun joong dan choi seo hee


Wenza : tidak buruk, aku akan menerimanya. Kalau yang lain bagaimana?


...*para siswa dan siswi lain kemudian mengatakan peran mereka masing-masing. Ada yang menjadi hantu, penjahat, dan ada juga yang hanya bekerja di belakang panggung*...


Wenza : oke sudah semua yaa, apakah ada yang merasa keberatan dengan perannya?


Siswi : sebenarnya aku ingin menjadi pemeran utama tapi ternyata win yang mendapatkannya


Windy : kau ingin bertukar peran? Aku sangat senang jika kau mau


Siswi : aku tidak pandai akting, peran nya juga sepertinya memang cocok dengan mu jadi kau saja aku tidak mau


Windy : mmmh aku kira kau ingin bertukar peran


Marta : kenapa kau sedih jang man wol memang cocok dengan mu kau pasti bisa memerankan dengan bagus


Dizi : iya kami yakin kau pasti bisa


Windy : mmmm baik lah demi kalian aku akan menerimanya


Wenza : jadi ini sudah semua ya... Tidak ada lagi yang merasa keberatan, aku akan segera memberikan catatan ini pada osis [pergi ke bangkunya]


Wenza : oh iya aku lupa satu lah, untuk yang basket besok kita latihan ya.. Untuk yang lain juga boleh latihan


// selesai kelas


Marta : hari ini kita tidak ada kelas lain lagi kan?


Dizi : tidak ada


Marta : [melihat windy] kenapa kau murung sekali?


Windy : hari ini aku sial sekali


Dizi : hey... Itu bukan sial, itu keberuntungan kau harus nya senang


Windy : tidak bagi ku, yasudah jangan bicarakan lagi. Aku ingin segera pulang dan mengumpulkan tenaga ekstra untuk latihan besok


Dizi : besok? Aku tidak membawa aku tidak membawa raket ku, apakah disini ada menyediakan raket?


Marta : aku tidak tau, sepertinya sih ada. Tapi aku tidak tau itu cocok atau tidak dengan mu, kan kebanyakan orang hanya terbiasa menggunakan milik mereka sendiri


Dizi : itu yang sedang aku pikirkan. Semoga saja cocok


Windy : berhentilah mengobrol dan segera lah masuk. Aku sekarang sedang tidak mood, jangan sampai aku meninggalkan kalian berdua di sini


Dizi : iya iya kami masuk [segera masuk bersama marta]


Marta : kenapa kau cemberut, apa kau tidak ingin ikut perlombaan? Aku akan memberitahu mereka jika kau tidak ingin


Windy : aku bukannya tidak ingin ikut, beberapa hari ini mood ku sedang tidak bagus makanya serba salah


Dizi : ooh kau sedang kedatangan tamu bulanan ya


Windy : mmmm


Marta : yasudah tidak apa-apa jangan di pikirkan


// keesokan harinya saat pelajaran sudah selesai dan mereka bersiap latihan


Marta : sebentar ya kami akan ganti baju dulu


Rega : iya kami akan menunggu di lapangan


// di ruang ganti


Dizi : windy kau tidak apa-apa? Wajahmu pucat sekali


Windy : ahhh tidak aku tidak apa-apa


Marta : kalau tidak bisa jangan di paksakan


Windy : kalian jangan khawatir aku tidak apa-apa


// ilustrasi pakaian yang mereka gunakan


*windy*



*marta*



*dizi*



// di lapangan


Rega : waah busurmu keren sekali marta


Marta : terimakasih...


Windy : kenapa? Tidak suka?


Daniel : bukan begitu tapi lebih ke sedikit berbeda


Windy : cih membuang waktu [pergi]


Dizi : jangan di masukkan ke hati ya, windy sedikit sensitif akhir-akhir ini


Daniel : iya tidak apa-apa santai saja


// ilustrasi pakaian


*daniel*



*rega*



*wenza*



Wenza : [mendekati dizi] oh iya dizi, aku kemarin baru saja mengecek peralatan olahraga. aku melihat raket tenis nya seperti sudah rusak, itu akan membuat tangan mu sakit jika memakainya. Jadi ini aku belikan untuk mu



Dizi : ahh tidak usah, kau mengeluarkan banyak uang untuk membeli ini, aku tidak bisa menerimanya


Wenza : ambil lah, aku memang ingin memberi mu ini jadi terimalah


Dizi : aku bisa beli sendiri


Wenza : ini khusus untukmu, bagaimana pun aku membeli ini khusus untukmu


Dizi : khusus untukku?


Wenza : iya maka terimalah aku sangat senang jika kau mau menerima ini


Dizi : b-baiklah [mengambil raketnya] terimakasih


Wenza : sama-sama jagalah baik baik


Dizi : iya aku akan menjaganya


Dizi : [melihat beberapa siswa membawa perlengkapan olah raga]


Dizi : [mendekat] boleh aku lihat raket tenisnya?


Siswa : silahkan


Dizi : [mengambil satu raket dan memperhatikan raket yang lain] (batin : kau berbohong padaku wenza [menatap wenza yang sedang bermain basket] jelas-jelas semua barang di sini masih sangat bagus kau malah mengatakan padaku bahwa ini sudah rusak. Dasar kau)


...*di sisi lain*...


Marta : hey win, apakah kau tidak tertarik dengan daniel?


Windy : kenapa kau tiba-tiba bicara seperti itu?


Marta : coba kau lihat dia [menunjuk daniel yang sedang bermain basket] dia sangat tampan hingga para gadis berkumpul untuk menonton nya bermain


Windy : aku tidak tertarik


Marta : ada satu hal yang mungkin tidak kau sadari


Windy : apa itu?


Marta : daniel selalu bersikap dingin kepada semua gadis, tapi tidak padamu. Kau mengerti maksudku?


Windy : maksudmu dia tertarik padaku? Hey itu tidak mungkin jelas-jelas dia juga begitu pada kalian


Marta : hey sadarlah sikap nya padamu sudah membuktikan semuanya


Windy : sudah lah itu mungkin hanya pemikiran mu saja


...*saat mereka berdua berbicara, tanpa sadar dari samping marta ada bola voly yang terlempar kearah mereka*...


Siswa 1 : hey awas [meneriaki windy dan marta]


...*windy yang melihat hal itu langsung dengan sigap berdiri dan menangkap bola itu*...


Windy : [menangkap bola itu] marta kau tidak apa-apa?


Marta : iya tidak apa-apa


Siswa 1 : [berlari mendekat] hey kalian tidak apa-apa?


Windy : tidak


Siswa 1 : maafkan aku aku tidak sengaja


Windy : lain kali berhati-hati lah


Rega & Daniel : [berlari mendekat]


Rega : kalian tidak apa-apa?


Marta : jangan khawatir kami tidak apa-apa


Daniel : hati-hati lah kalau bermain, jika itu terjadi lagi aku akan mengeluarkan mu dari tim [marah]


Siswa 1 : iya maafkan aku Daniel, aku tidak sengaja


Windy : sudah lah kembalilah latihan jangan membuat keributan


Windy : oh iya tim basket yang perempuan mana? apa tidak datang


Wenza : banyak dari mereka yang mengatakan sedang ada urusan hari ini, jadi sepertinya kau sendiri


Windy : yasudah aku akan berlatih dengan kalian


Siswa : berlatih dengan kami? Memang kau bisa...


Windy : dih meremehkan ku [merebut bola dari tangan wenza]


...*windy merebut bola itu dan langsung berlari kearah ring lalu melemparkan bola itu ke ring*...


Windy : bagaimana?


Daniel : mmm lumayan.. Bagaimana kalau lawan aku


...*Daniel mengambil bola di tepi lapangan, kemudian berjalan menghampiri windy*...


Daniel : kita lihat kemampuan mu [mulai melangkah dan ingin memasukkan bola]


...[dengan cepat windy langsung merebutnya dan langsung berlari ke arah ring yang ada di belakang daniel]...


Daniel : (batin : dia cepat sekali)


...*ketika windy ingin mendekati ring, beberapa orang dari tim daniel menghadang windy*...


Siswa : kau tidak bisa melewati kami..


Windy : aku tidak perlu melewati kalian [langsung melemparkan bola dari jarak jauh]


Wenza : kemampuan mu lumayan juga, aku akan menetapkan mu di tim utama


Windy : terserah mu saja [lanjut bermain]


...*mereka kembali latihan cuaca yang saat itu sedikit panas membuat windy sedikit kelelahan dan perutnya juga sakit*...


Windy : [berhenti dan memegangi perutnya] sssshh


Siswa : [merebut bola dari windy] ya haha dapat


Windy : kalian... [pandangan nya mulai buram]


Daniel : kau kenapa?


Windy : [hanya menatap daniel tanpa bicara apapun, perlahan pandangannya menggelap dan akhirnya kehilangan kesadaran]


Daniel : win!!!