
Windy : [membuka kertasnya] apaaaaa?
Wenza : kenapa? Kau mendapat peran sebagai hantu?
Windy : tidak ini lebih buruk [masih memandangi kertasnya]
Dizi : [melihat kertas windy] buruk apanya kau mendapat peran jang man wol, itu kan pemeran utama
Wenza : wah bagus sekali
Siswi : sepertinya peran itu cocok untuknya
Windy : bagus apanya aku bahkan lebih menginginkan peran sebagai hantu daripada pemeran utama
Wenza : sudah jangan bicara lagi, aku akan menulis nama mu
Windy : aa tidak tidak jangan
Wenza : [tidak menghiraukan]
Windy : memang sialan
Daniel : koo chan sung siapa?
Dizi : keu mendapat peran itu?
Daniel : [mengangguk]
Dizi : mmmm bagus sekali... koo can sung itu seorang laki-laki yang di paksa berkerja menjadi asisten manager jang man wol di hotel del luna karena dulu ayah koo can sung pernah menjanjikan itu pada jang man wol
Daniel : jadi aku akan jadi rekan win?
Dizi : tentu
Wenza : kalau kau apa dizi
Dizi : oh iya aku belum membuka kertas ku [membuka kertasnya] aku jadi bibi choi seo hee yang bekerja sebagai pegawai hotel
Wenza : kau tidak keberatan memerankan itu?
Dizi : tidak, ini tidak buruk
Marta : hahhh [kaget] aku menjadi kim yoo na [senang]
Rega : selamat yaa
Marta : kau jadi apa?
Rega : sebentar... [membuka kertasnya] ji hyun joong
Siswi : ooh itu juga seorang pegawai hotel sama seperti choi seo hee. Wenza kau tidak mau mengatakan peran mu?
Wenza : sebentar aku akan membukanya. [membuka kertasnya] kim seon bi, dizi siapa itu?
Dizi : dia adalah bartender nya hotel del luna, juga rekan kerja ji hyun joong dan choi seo hee
Wenza : tidak buruk, aku akan menerimanya. Kalau yang lain bagaimana?
...*para siswa dan siswi lain kemudian mengatakan peran mereka masing-masing. Ada yang menjadi hantu, penjahat, dan ada juga yang hanya bekerja di belakang panggung*...
Wenza : oke sudah semua yaa, apakah ada yang merasa keberatan dengan perannya?
Siswi : sebenarnya aku ingin menjadi pemeran utama tapi ternyata win yang mendapatkannya
Windy : kau ingin bertukar peran? Aku sangat senang jika kau mau
Siswi : aku tidak pandai akting, peran nya juga sepertinya memang cocok dengan mu jadi kau saja aku tidak mau
Windy : mmmh aku kira kau ingin bertukar peran
Marta : kenapa kau sedih jang man wol memang cocok dengan mu kau pasti bisa memerankan dengan bagus
Dizi : iya kami yakin kau pasti bisa
Windy : mmmm baik lah demi kalian aku akan menerimanya
Wenza : jadi ini sudah semua ya... Tidak ada lagi yang merasa keberatan, aku akan segera memberikan catatan ini pada osis [pergi ke bangkunya]
Wenza : oh iya aku lupa satu lah, untuk yang basket besok kita latihan ya.. Untuk yang lain juga boleh latihan
// selesai kelas
Marta : hari ini kita tidak ada kelas lain lagi kan?
Dizi : tidak ada
Marta : [melihat windy] kenapa kau murung sekali?
Windy : hari ini aku sial sekali
Dizi : hey... Itu bukan sial, itu keberuntungan kau harus nya senang
Windy : tidak bagi ku, yasudah jangan bicarakan lagi. Aku ingin segera pulang dan mengumpulkan tenaga ekstra untuk latihan besok
Dizi : besok? Aku tidak membawa aku tidak membawa raket ku, apakah disini ada menyediakan raket?
Marta : aku tidak tau, sepertinya sih ada. Tapi aku tidak tau itu cocok atau tidak dengan mu, kan kebanyakan orang hanya terbiasa menggunakan milik mereka sendiri
Dizi : itu yang sedang aku pikirkan. Semoga saja cocok
Windy : berhentilah mengobrol dan segera lah masuk. Aku sekarang sedang tidak mood, jangan sampai aku meninggalkan kalian berdua di sini
Dizi : iya iya kami masuk [segera masuk bersama marta]
Marta : kenapa kau cemberut, apa kau tidak ingin ikut perlombaan? Aku akan memberitahu mereka jika kau tidak ingin
Windy : aku bukannya tidak ingin ikut, beberapa hari ini mood ku sedang tidak bagus makanya serba salah
Dizi : ooh kau sedang kedatangan tamu bulanan ya
Windy : mmmm
Marta : yasudah tidak apa-apa jangan di pikirkan
// keesokan harinya saat pelajaran sudah selesai dan mereka bersiap latihan
Marta : sebentar ya kami akan ganti baju dulu
Rega : iya kami akan menunggu di lapangan
// di ruang ganti
Dizi : windy kau tidak apa-apa? Wajahmu pucat sekali
Windy : ahhh tidak aku tidak apa-apa
Marta : kalau tidak bisa jangan di paksakan
Windy : kalian jangan khawatir aku tidak apa-apa
// ilustrasi pakaian yang mereka gunakan
*windy*
*marta*
*dizi*
// di lapangan
Rega : waah busurmu keren sekali marta
Marta : terimakasih...
Windy : kenapa? Tidak suka?
Daniel : bukan begitu tapi lebih ke sedikit berbeda
Windy : cih membuang waktu [pergi]
Dizi : jangan di masukkan ke hati ya, windy sedikit sensitif akhir-akhir ini
Daniel : iya tidak apa-apa santai saja
// ilustrasi pakaian
*daniel*
*rega*
*wenza*
Wenza : [mendekati dizi] oh iya dizi, aku kemarin baru saja mengecek peralatan olahraga. aku melihat raket tenis nya seperti sudah rusak, itu akan membuat tangan mu sakit jika memakainya. Jadi ini aku belikan untuk mu
Dizi : ahh tidak usah, kau mengeluarkan banyak uang untuk membeli ini, aku tidak bisa menerimanya
Wenza : ambil lah, aku memang ingin memberi mu ini jadi terimalah
Dizi : aku bisa beli sendiri
Wenza : ini khusus untukmu, bagaimana pun aku membeli ini khusus untukmu
Dizi : khusus untukku?
Wenza : iya maka terimalah aku sangat senang jika kau mau menerima ini
Dizi : b-baiklah [mengambil raketnya] terimakasih
Wenza : sama-sama jagalah baik baik
Dizi : iya aku akan menjaganya
Dizi : [melihat beberapa siswa membawa perlengkapan olah raga]
Dizi : [mendekat] boleh aku lihat raket tenisnya?
Siswa : silahkan
Dizi : [mengambil satu raket dan memperhatikan raket yang lain] (batin : kau berbohong padaku wenza [menatap wenza yang sedang bermain basket] jelas-jelas semua barang di sini masih sangat bagus kau malah mengatakan padaku bahwa ini sudah rusak. Dasar kau)
...*di sisi lain*...
Marta : hey win, apakah kau tidak tertarik dengan daniel?
Windy : kenapa kau tiba-tiba bicara seperti itu?
Marta : coba kau lihat dia [menunjuk daniel yang sedang bermain basket] dia sangat tampan hingga para gadis berkumpul untuk menonton nya bermain
Windy : aku tidak tertarik
Marta : ada satu hal yang mungkin tidak kau sadari
Windy : apa itu?
Marta : daniel selalu bersikap dingin kepada semua gadis, tapi tidak padamu. Kau mengerti maksudku?
Windy : maksudmu dia tertarik padaku? Hey itu tidak mungkin jelas-jelas dia juga begitu pada kalian
Marta : hey sadarlah sikap nya padamu sudah membuktikan semuanya
Windy : sudah lah itu mungkin hanya pemikiran mu saja
...*saat mereka berdua berbicara, tanpa sadar dari samping marta ada bola voly yang terlempar kearah mereka*...
Siswa 1 : hey awas [meneriaki windy dan marta]
...*windy yang melihat hal itu langsung dengan sigap berdiri dan menangkap bola itu*...
Windy : [menangkap bola itu] marta kau tidak apa-apa?
Marta : iya tidak apa-apa
Siswa 1 : [berlari mendekat] hey kalian tidak apa-apa?
Windy : tidak
Siswa 1 : maafkan aku aku tidak sengaja
Windy : lain kali berhati-hati lah
Rega & Daniel : [berlari mendekat]
Rega : kalian tidak apa-apa?
Marta : jangan khawatir kami tidak apa-apa
Daniel : hati-hati lah kalau bermain, jika itu terjadi lagi aku akan mengeluarkan mu dari tim [marah]
Siswa 1 : iya maafkan aku Daniel, aku tidak sengaja
Windy : sudah lah kembalilah latihan jangan membuat keributan
Windy : oh iya tim basket yang perempuan mana? apa tidak datang
Wenza : banyak dari mereka yang mengatakan sedang ada urusan hari ini, jadi sepertinya kau sendiri
Windy : yasudah aku akan berlatih dengan kalian
Siswa : berlatih dengan kami? Memang kau bisa...
Windy : dih meremehkan ku [merebut bola dari tangan wenza]
...*windy merebut bola itu dan langsung berlari kearah ring lalu melemparkan bola itu ke ring*...
Windy : bagaimana?
Daniel : mmm lumayan.. Bagaimana kalau lawan aku
...*Daniel mengambil bola di tepi lapangan, kemudian berjalan menghampiri windy*...
Daniel : kita lihat kemampuan mu [mulai melangkah dan ingin memasukkan bola]
...[dengan cepat windy langsung merebutnya dan langsung berlari ke arah ring yang ada di belakang daniel]...
Daniel : (batin : dia cepat sekali)
...*ketika windy ingin mendekati ring, beberapa orang dari tim daniel menghadang windy*...
Siswa : kau tidak bisa melewati kami..
Windy : aku tidak perlu melewati kalian [langsung melemparkan bola dari jarak jauh]
Wenza : kemampuan mu lumayan juga, aku akan menetapkan mu di tim utama
Windy : terserah mu saja [lanjut bermain]
...*mereka kembali latihan cuaca yang saat itu sedikit panas membuat windy sedikit kelelahan dan perutnya juga sakit*...
Windy : [berhenti dan memegangi perutnya] sssshh
Siswa : [merebut bola dari windy] ya haha dapat
Windy : kalian... [pandangan nya mulai buram]
Daniel : kau kenapa?
Windy : [hanya menatap daniel tanpa bicara apapun, perlahan pandangannya menggelap dan akhirnya kehilangan kesadaran]
Daniel : win!!!