My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
GELANG



// kamar Windy


// Chat


^^^Windy : guys besok ke cafe yuk, ada yang mau aku bicarakan^^^


Dizi : mau bicara apa?


Marta : kenapa tidak ngomong sekarang saja


^^^Windy : susah kalau pakai chat, besok saja aku akan menjelaskan semuanya^^^


Marta : di cafe ayah ku saja jam 3 ya


^^^Windy : oke nanti aku akan jemput Dizi^^^


Dizi : oke Win aku tunggu yaa


// Besok di cafe


Dizi : marta [ melambai ]


Windy : apakah sudah lama menunggu [ menghampiri marta ]


Marta : tidak kok dari pagi aku memang sudah di sini ayah ku menyuruhku mengecek keadaan cafe


Dizi : begitu yaa, windy apa yang ingin kamu bicarakan?


Windy : aku kemarin sudah berbicara dengan orang tua ku tentang aku yang ingin ke Granvil dan mereka menyetujuinya, dan ayahku ingin membuatkan kita sebuah gelang pelacak agar kita bisa saling mengetahui keberadaan masing masing. Jadi aku menyuruh kalian ke sini untuk mendesain gelang yang kalian ingin kan. Tapi apakah kalian setuju tentang gelang itu?


Marta : aku setuju mengingat bahwa Granvil adalah sebuah kota yang sangat besar dan di sana juga banyak tindakan kriminal, tidak seperti disini, walaupun tindakannya akan mendapat hukuman setimpal tapi itu mungkin saja ter jadi


Dizi : iya benar yang di katakan Marta, aku juga setuju untuk gelang pelacak itu


Windy : oke sekarang aku akan mulai memperlihatkan beberapa disain yang sudah aku buat untuk kalian lihat


*ilustrasi*



pertama*



kedua*



ketiga*


Windy : silahkan kalian pilih


Dizi : yang ketiga bagus sekali


Marta : iya bagus sekali


Windy : benarkah hahaha


Marta : kenapa kau tertawa?


Windy : aku hanya tidak menyangka kalian lebih suka desainku saat bosan dari pada saat aku serius


Dizi : hah? Saat kau bosan bagaimana?


Windy : iya waktu itu aku sendiri di rumah Marta sedang berlibur bersama orangtuanya dan orang tuaku sedang dalam perjalanan bisnis, aku pergi membuka sebuah kotak peralatanku yang biasa ku gunakan untuk membuat sesuatu saat aku bosan. Tidak sengaja aku menemukan tiga gulungan kawat dan mencoba membuat sesuatu dengan itu. jadilah sebuah gelang yang bentuknya sedikit abstrak, entah kenapa aku membuat tiga buah pada saat itu. Lalu aku memasukkan sebuah permata kedalamnya agar terlihat lebih cantik, dan kebetulan juga aku hanya memiliki tiga buah permata


Marta : waah sepertinya gelang itu memang ditakdirkan untuk kita


Dizi : aku juga merasa seperti itu


Windy : baiklah kalau kalian suka aku akan memberikannya kepada ayah ku untuk memasukkan pelacak kedalam permatanya dan membuat nya menjadi gelang sungguhan yang kuat tidak seperti kawat yg lentur


Marta : baik lah Windy, mmm sekarang apakah aku boleh memilih bentuk yang aku suka?


Windy : oke silahkan


Marta : mmmm aku mau yang atas, yang warnanya sedikit keemasan


Windy : Dizi selanjutnya kau yang harus memiliki


Dizi : aku? Sepertinya aku suka yang dibawah, yang warna perak


Windy : untung saja kalian tidak memilih yang kehitaman, aku sangat suka yang itu


Dizi : iya sepertinya memang begitu


Windy : Besok kita akan berkumpul di sini lagi ya. Aku akan memberikan gelangnya kepada kalian besok


Marta : oke, aku sampai lupa mengambilkan kalian makanan tunggu sebentar ya..


...*yaa walaupun gelang yang dibuat Windy bentuknya sedikit abstrak, sepertinya gelang itu memang sudah ditakdirkan untuk mereka miliki. Apakah gelang itu akan memberikan mereka keberuntungan? Ya kita juga tidak tau, yang pasti gelang itu akan menjaga mereka agar tidak terpisah daan bisa menemukan keberadaan satu sama lain*...


...*di hari itu juga Windy pulang setelah mengantarkan Dizi dan segera memberikan gelang tersebut kepada ayah nya untum dijadikan gelang yang layak untuk digunakan*...


// di rumah Windy


Windy : yah.. Ayah...


Yeza : iya nak ada apa [menghampiri windy]


Windy : yah kami sudah menentukan bentuk gelang nya


Yeza : benarkah? Sini berikan kepada ayah nanti ayah akan buatkan yang sama persis


Windy : ini [memberikan ketiga gelang] memang sedikit abstrak sih tapi kami sangat menyukainya, ayah bisa kan membuat nya


Yeza : wow unik sekali hahaha, tentu saja nak ayah akan buatkan yang sama persis. Tunggu saja besok juga akan selesai, sekarang kamu istirahat dulu yaa


Windy : apa boleh Windy melihat ayah membuatnya?


Yeza : tentu saja kenapa tidak, besok pagi kau ikut ayah ke lab pembuatan nya ya


Windy : iya windy ke kamar dulu ya


Windy : (batin : seingat ku dulu saat aku membuat gelang itu, mlm sebelum nya aku bermimpi tentang tiga orang gadis dan tiga orang laki-laki yang memiliki mahkota. Tapi mahkota itu seperti tidak terlihat, dan hanya terlihat ketika mereka dekat dengan tiga gadis itu. Tapi bagaimana mungkin, apakah ketiga gadis itu kami? Tapi, siapa ketiga laki-laki itu. Di dalam mimpi ku juga wajah nya tidak kelihatan jelas) hahh apa yang kau pikirkan Windy lebih baik sekarang kau tidur


...*setelah mengatakan itu Windy akhirnya tertidur, tapi dia bermimpi...*...


Windy : [terbangun] hah? Aku dimana? Bukankah tadi aku sedang tidur di kamarku? Kenapa sekarang aku di hutan. Aku sedang bermimpi atau benar-benar berada di hutan. [bingung]


"cepat lepaskan mereka!!" [teriakan seorang gadis]


Windy : apa itu? apakah ada seseorang selain aku? [pergi mencari sumber suara itu dan menemukan rumah tua]


Windy : rumah? Didalam hutan? Ini mengerikan aku harus pergi [ingin pergi tetapi terhenti]


"cepat lepaskan mereka atau aku akan membunuhmu!"


Windy : benar di sini, aku harus mencari tau


...*saat itu juga windy masuk dengan mengendap endap dan tiba di sebuah ruangan yang besar terdapat dua orang gadis yg berhadapan dan dikelilingi oleh banyak pria berbaju hitam. Di antara banyak pria tersebut ada beberapa orang yg sedang memegangi dua orang gadis*...


Windy : ada apa ini?


Gadis 1 : aku tidak akan memaafkan mu jika ku berani melukai mereka


Gadis 2 : aku tidak akan melukai mereka asalkan kau menyerahkan dirimu dan juga.. DA..NI..EL [kalimat tersebut langsung membuat gadis 1 terdiam]


Windy : Daniel?


Gadis 3 : kau jangan menyerahkan dirimu Windy, kau pergi saja jangan khawatir kan kami


Gadis 4 : iya Win kau harus pergi, kau harus pergi beritahu ayah ku dia akan membantu kami


Gadis 2 : DIAM [bentak] dengar ya Win selangkah saja kau meninggalkan tempat ini akan ku jamin kau akan melihat kedua sahabat mu ini kembali dengan keadaan tak bernyawa


Gadis 1 : JANGAN LAKUKAN ITU!!! Baik aku tidak akan pergi


Windy : tunggu, tadi dia bilang apa? Win? Windy?


Windy : sebentar... Sepertinya aku mengenal mereka [melihat dua gadis yg bersama beberapa pria] hah? Tidak mungkin, itu Marta dan Dizi.. [kaget] jangan jangan gadis itu a a aku


Gadis 1 (windy) : baik lah aku akan mengerahkan diriku, tapi kau harus berjanji setelah aku menyerahkan diri kau akan melepaskan mereka


Gadis 2 : [smirk] baik lah... Angkat tanganmu!


Gadis 1 (windy) : [mengangkat tangan]


Windy : TIDAK JANGAN, DIA AKAN MEMBOHONGIMU [teriak]


Windy : astaga [menutup mulut] tapi kenapa mereka seperti tidak mendengar itu, apakah mereka tidak dapat melihatku? [mendekati orang orang yang ada di tempat itu] benar mereka tidak bisa melihat ku


Gadis 2 : cepat tangkap dia dan bawa ke ruangan ku!! [ucapnya membuat beberapa pria berbaju hitam membawa gadis 1 (windy) pergi]


Windy : apa yang akan mereka lakukan pada ku? [ ingin mengikuti tapi tempat itu seketika berubah menjadi sebuah ruangan yang gelap dan hanya diterangi cahaya matahari]


Windy : hah kenapa berubah? Sudah siang? Ini ruangan apa? [melihat sekeliling dan melihat sesuatu]


Windy : apa itu? apa orang yang tad.. Astaga itu....