My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
KEJADIAN



Pria 2 : siapa peduli hhh


// supermarket di seberang jalan


Rega : apakah segini sudah cukup? Kita akan menonton film yang panjang


Daniel : di rumah masih ada sedikit sepertinya cukup


Daniel : [melihat ke seberang jalan] mereka sedang apa?


Rega : [melihat ke arah yang di lihat daniel] ooh orang-orang itu, sepertinya itu memang tempat mereka aku sering melihat mereka di sana


Daniel : sepertinya ada seorang gadis di sana?


Rega : mungkin itu orang sewaan mereka, sudah lah jangan pedulikan mereka ayo pergi [berjalan kearah mobil]


Daniel : [ingin masuk ke mobil]


Windy : jangan menyentuhku dasar sialan, pergilah kalian!!


Daniel : windy?


Rega : tidak mungkin, mana mungkin dia di sini apakah kau melihat keberadaan Marta dan Dizi tidak kan?


Daniel : tapi aku yakin itu suara windy


Rega : kau sangat tergila-gila padanya mungkin itu sebabnya


Windy : sudah ku bilang pergi ya pergi jangan menggangguku!!!


Daniel : aku tidak salah dengar, aku akan memastikan [berlari ke seberang jalan]


Rega : hey, dasar anak itu [menyalakan mobil dan menyusul daniel]


Daniel : [sampai ke tempat itu]hey apa yang kalian lakukan


Pria 3 : pergi lah jangan menganggu


Windy : (batin : seperti suara daniel) daniel itu kau?


Daniel : windy!! Pergi lah kalian jangan mengganggu Windy


Pria 1 : kau yang datang mengganggu kami, kau lah yang seharusnya pergi


Daniel : aku akan pergi jika kalian memberikan nya padaku


Pria 2 : kami tidak akan melepaskan nya begitu saja


...*terdengar bunyi sirine polisi*...


Pria 3 : polisi? Ayo cepat pergi


Pria 1 : pergi tinggal saja mereka disini


...*setelah orang orang itu pergi Rega kemudian keluar dari mobil*...


Rega : dasar pecundang


Daniel : windy..


Windy : daniel ini k-kau [tumbang tapi langsung di tangkap daniel]


Daniel : windy apa yang terjadi?


Windy : jea menjebak ku dan memberiku obat tidur, sekarang aku sudah tidak tahan. Antarkan aku pulang


Daniel : sudah jika kau tidak tahan tidur saja aku akan mengantarmu


Windy : aku akan menahannya, hingga aku benar-benar berada di rumah


Daniel : hey kau tidka percaya padaku? Yasudah lah [menggendong windy masuk ke dalam mobil]


Rega : aku akan menyetir kau temani dia di belakang


Daniel : baiklah


// diperjalanan


Daniel : (batin : jea benar-benar nekat, dia mencelakai windy dengan cara ini. Untuk saja aku menghampirinya kalau tidak, aku tidak tau apa yang akan terjadi)


Daniel : hey... Kau tidur? Hahaha mana mungkin kau bisa menahan obat itu terlalu lama


Rega : obat apa yang diberikan jea padanya


Daniel : sepertinya obat tidur dosis rendah, jadinya windy bisa menahan selama ini


Rega : hilang kakaknya muncul adiknya, memang ya keluarga itu semuanya licik


// apartemen 3 bersahabat


Rega : [mengetuk pintu]


Marta : siapa yang datang jam segini


Dizi : kalau itu windy dia pasti langsung masuk


Marta : aku akan membukanya


Marta : [membuka pintu] sia- eh [melihat daniel menggendong windy] Windy apa yang terjadi?


Daniel : biarkan kami masuk dulu nanti aku akan menceritakannya


Marta : ahh iya masuklah


Daniel : dimana kamarnya?


Dizi : sebelah sini [membuka kamar windy]


...*daniel masuk lalu membaringkan Windy di tempat tidur, melepaskan sandal windy, dan menyelimutinya*...


Daniel : [melihat windy] selamat malam [pergi keluar dan menutup pintu]


Marta : apa yang terjadi sebenarnya


Daniel : coba kau katakan dia tadi pergi kemana


Marta : tadi Sora dan Jena mengajaknya, makan bersama di restoran dan menyuruhnya pergi sendiri. Ahh jangan jangan..


Daniel : sepertinya Jea menyuruh Sora dan Jena, tadi Windy sempat mengatakan dia di beri obat oleh Jea. Berarti mereka sengaja merencanakan ini


Dizi : obat? Astaga, nanti aku akan mengecek kondisinya


Rega : kedepannya kita harus lebih berhati-hati jangan sampai ini terulang kembali


Dizi : di mana kalian menemukan Windy?


Daniel : saat kami keluar dari supermarket di xxx kami melihat ada beberapa orang pria dan 1 gadis di sebrang jalan. Kami hampir saja pergi, tapi aku mendengar suara windy. Kami menghampirinya dan ternyata itu benar


Marta : dia pasti tidak bisa melawan karena pengaruh obat itu


Rega : sudah lah, yang penting dia sudah berada di rumah dengan selamat. Kalian rawatlah dia karena sebentar lagi pertandingan akan di mulai.


Marta : hmm baik lah


Daniel : kami pulang dulu ya, ini sudah larut. Setelah kami keluar segera lah tutup pintu jangan buka jika itu bukan orang yang kalian kenal


Dizi : oke


Rega : kami pulang dulu


Marta : iya dadah...


...*setelah Rega dan Daniel pergi, Marta dan Dizi langsung mengecek keadaan windy*...


Dizi : [mulai mengecek]


Marta : dia tidak apa-apa?


Dizi : semuanya aman detak jantung nya juga stabil, aku yakin ini hanya obat tidur biasa tidak ada obat lainnya


Marta : dia mendapat banyak kesulitan semenjak berada di sini, apa kita harus memberitahu paman?


Dizi : jangan, windy akan marah jika kita memberitahu paman


Dizi : tapi kenapa windy tidak menelepon kita, kan kita bisa menjemputnya jika dia memberitahu kita


Marta : [melihat ponsel windy] ponselnya mati, sepertinya baterai ponselnya habis


Marta : aku ingat, kata orang yang mengganti ban mobil. Ban mobil kita tertusuk paku, tidak mungkin kan jika itu tidak di sengaja


Dizi : maksud mu?


Marta : kita selama ini melewati jalan yang sama terus menerus, tidak pernah mengalami ban mobil yang bocor. Tadi siang juga aku tidak ada melihat ada yang sedang merenovasi bangunan. Jadi dari mana paku itu?


Dizi : sepertinya ini di sengaja, pasti ini ulah jea


Marta : aku juga berpikir begitu, besok kita harus menanyakan semuanya pada windy


// pagi hari nya


Windy : [membuka mata] uuugghh kepala ku sakit sekali.. Eh? Aku sudah di rumah?


Dizi : windy kau sudah bangun? Huh... Untung kau baik-baik saja semalam


Windy : semalam? [mengingat] Daniel dan Rega?


Marta : mereka yang mengantarmu semalam


Windy : nanti aku akan menceritakannya, sekarang jam berapa?


Marta : santai saja baru jam 06.30, kami akan di sini menemanimu


Windy : hari ini kalian ada lomba, aku tidak ingin membiarkan kalian terlambat


Dizi : tapi kau belum pulih


Windy : siapkan saja vitamin ku aku akan segera bersiap-siap, dan juga mempersiapkan rencana untuk membalas gadis sialan itu


Marta : kau ingin membalasnya? Kau tidak takut dia akan berbuat hal yang lebih buruk


Windy : aku akan mengatasi hal itu, kalian tenanglah


...*windy pergi ke kamar mandi, marta dan dizi menunggu di dapur*...


// 20 menit kemudian


Marta : ayo sini makan lah..


Windy : huh.. Aku tidak nafsu makan kepala ku masih sedikit pusing. Kalian makan saja aku akan beli beberapa makanan ringan di kampus nanti


Dizi : yasudah kalau tidak mau makan, ini minumlah vitamin mu agar tubuhmu tidak begitu lemah


Windy : [mengambil vitaminnya lalu meminumnya]


Marta : bagaimana rencanamu untuk jea?


Windy : Aku sudah memikirkannya kita lihat saja nanti..