
Pria 2 : siapa peduli hhh
// supermarket di seberang jalan
Rega : apakah segini sudah cukup? Kita akan menonton film yang panjang
Daniel : di rumah masih ada sedikit sepertinya cukup
Daniel : [melihat ke seberang jalan] mereka sedang apa?
Rega : [melihat ke arah yang di lihat daniel] ooh orang-orang itu, sepertinya itu memang tempat mereka aku sering melihat mereka di sana
Daniel : sepertinya ada seorang gadis di sana?
Rega : mungkin itu orang sewaan mereka, sudah lah jangan pedulikan mereka ayo pergi [berjalan kearah mobil]
Daniel : [ingin masuk ke mobil]
Windy : jangan menyentuhku dasar sialan, pergilah kalian!!
Daniel : windy?
Rega : tidak mungkin, mana mungkin dia di sini apakah kau melihat keberadaan Marta dan Dizi tidak kan?
Daniel : tapi aku yakin itu suara windy
Rega : kau sangat tergila-gila padanya mungkin itu sebabnya
Windy : sudah ku bilang pergi ya pergi jangan menggangguku!!!
Daniel : aku tidak salah dengar, aku akan memastikan [berlari ke seberang jalan]
Rega : hey, dasar anak itu [menyalakan mobil dan menyusul daniel]
Daniel : [sampai ke tempat itu]hey apa yang kalian lakukan
Pria 3 : pergi lah jangan menganggu
Windy : (batin : seperti suara daniel) daniel itu kau?
Daniel : windy!! Pergi lah kalian jangan mengganggu Windy
Pria 1 : kau yang datang mengganggu kami, kau lah yang seharusnya pergi
Daniel : aku akan pergi jika kalian memberikan nya padaku
Pria 2 : kami tidak akan melepaskan nya begitu saja
...*terdengar bunyi sirine polisi*...
Pria 3 : polisi? Ayo cepat pergi
Pria 1 : pergi tinggal saja mereka disini
...*setelah orang orang itu pergi Rega kemudian keluar dari mobil*...
Rega : dasar pecundang
Daniel : windy..
Windy : daniel ini k-kau [tumbang tapi langsung di tangkap daniel]
Daniel : windy apa yang terjadi?
Windy : jea menjebak ku dan memberiku obat tidur, sekarang aku sudah tidak tahan. Antarkan aku pulang
Daniel : sudah jika kau tidak tahan tidur saja aku akan mengantarmu
Windy : aku akan menahannya, hingga aku benar-benar berada di rumah
Daniel : hey kau tidka percaya padaku? Yasudah lah [menggendong windy masuk ke dalam mobil]
Rega : aku akan menyetir kau temani dia di belakang
Daniel : baiklah
// diperjalanan
Daniel : (batin : jea benar-benar nekat, dia mencelakai windy dengan cara ini. Untuk saja aku menghampirinya kalau tidak, aku tidak tau apa yang akan terjadi)
Daniel : hey... Kau tidur? Hahaha mana mungkin kau bisa menahan obat itu terlalu lama
Rega : obat apa yang diberikan jea padanya
Daniel : sepertinya obat tidur dosis rendah, jadinya windy bisa menahan selama ini
Rega : hilang kakaknya muncul adiknya, memang ya keluarga itu semuanya licik
// apartemen 3 bersahabat
Rega : [mengetuk pintu]
Marta : siapa yang datang jam segini
Dizi : kalau itu windy dia pasti langsung masuk
Marta : aku akan membukanya
Marta : [membuka pintu] sia- eh [melihat daniel menggendong windy] Windy apa yang terjadi?
Daniel : biarkan kami masuk dulu nanti aku akan menceritakannya
Marta : ahh iya masuklah
Daniel : dimana kamarnya?
Dizi : sebelah sini [membuka kamar windy]
...*daniel masuk lalu membaringkan Windy di tempat tidur, melepaskan sandal windy, dan menyelimutinya*...
Daniel : [melihat windy] selamat malam [pergi keluar dan menutup pintu]
Marta : apa yang terjadi sebenarnya
Daniel : coba kau katakan dia tadi pergi kemana
Marta : tadi Sora dan Jena mengajaknya, makan bersama di restoran dan menyuruhnya pergi sendiri. Ahh jangan jangan..
Daniel : sepertinya Jea menyuruh Sora dan Jena, tadi Windy sempat mengatakan dia di beri obat oleh Jea. Berarti mereka sengaja merencanakan ini
Dizi : obat? Astaga, nanti aku akan mengecek kondisinya
Rega : kedepannya kita harus lebih berhati-hati jangan sampai ini terulang kembali
Dizi : di mana kalian menemukan Windy?
Daniel : saat kami keluar dari supermarket di xxx kami melihat ada beberapa orang pria dan 1 gadis di sebrang jalan. Kami hampir saja pergi, tapi aku mendengar suara windy. Kami menghampirinya dan ternyata itu benar
Marta : dia pasti tidak bisa melawan karena pengaruh obat itu
Rega : sudah lah, yang penting dia sudah berada di rumah dengan selamat. Kalian rawatlah dia karena sebentar lagi pertandingan akan di mulai.
Marta : hmm baik lah
Daniel : kami pulang dulu ya, ini sudah larut. Setelah kami keluar segera lah tutup pintu jangan buka jika itu bukan orang yang kalian kenal
Dizi : oke
Rega : kami pulang dulu
Marta : iya dadah...
...*setelah Rega dan Daniel pergi, Marta dan Dizi langsung mengecek keadaan windy*...
Dizi : [mulai mengecek]
Marta : dia tidak apa-apa?
Dizi : semuanya aman detak jantung nya juga stabil, aku yakin ini hanya obat tidur biasa tidak ada obat lainnya
Marta : dia mendapat banyak kesulitan semenjak berada di sini, apa kita harus memberitahu paman?
Dizi : jangan, windy akan marah jika kita memberitahu paman
Dizi : tapi kenapa windy tidak menelepon kita, kan kita bisa menjemputnya jika dia memberitahu kita
Marta : [melihat ponsel windy] ponselnya mati, sepertinya baterai ponselnya habis
Marta : aku ingat, kata orang yang mengganti ban mobil. Ban mobil kita tertusuk paku, tidak mungkin kan jika itu tidak di sengaja
Dizi : maksud mu?
Marta : kita selama ini melewati jalan yang sama terus menerus, tidak pernah mengalami ban mobil yang bocor. Tadi siang juga aku tidak ada melihat ada yang sedang merenovasi bangunan. Jadi dari mana paku itu?
Dizi : sepertinya ini di sengaja, pasti ini ulah jea
Marta : aku juga berpikir begitu, besok kita harus menanyakan semuanya pada windy
// pagi hari nya
Windy : [membuka mata] uuugghh kepala ku sakit sekali.. Eh? Aku sudah di rumah?
Dizi : windy kau sudah bangun? Huh... Untung kau baik-baik saja semalam
Windy : semalam? [mengingat] Daniel dan Rega?
Marta : mereka yang mengantarmu semalam
Windy : nanti aku akan menceritakannya, sekarang jam berapa?
Marta : santai saja baru jam 06.30, kami akan di sini menemanimu
Windy : hari ini kalian ada lomba, aku tidak ingin membiarkan kalian terlambat
Dizi : tapi kau belum pulih
Windy : siapkan saja vitamin ku aku akan segera bersiap-siap, dan juga mempersiapkan rencana untuk membalas gadis sialan itu
Marta : kau ingin membalasnya? Kau tidak takut dia akan berbuat hal yang lebih buruk
Windy : aku akan mengatasi hal itu, kalian tenanglah
...*windy pergi ke kamar mandi, marta dan dizi menunggu di dapur*...
// 20 menit kemudian
Marta : ayo sini makan lah..
Windy : huh.. Aku tidak nafsu makan kepala ku masih sedikit pusing. Kalian makan saja aku akan beli beberapa makanan ringan di kampus nanti
Dizi : yasudah kalau tidak mau makan, ini minumlah vitamin mu agar tubuhmu tidak begitu lemah
Windy : [mengambil vitaminnya lalu meminumnya]
Marta : bagaimana rencanamu untuk jea?
Windy : Aku sudah memikirkannya kita lihat saja nanti..