My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
MEMILIH GAUN



// keesokan harinya


...*di mobil windy*...


Marta : karena hari ini hari libur, pulang dari butik kita pergi jalan-jalan yuk


Dizi : kemana?


Marta : aku dengan di sekitar sini ada taman tulip yang sangat indah


Dizi : boleh, aku juga penasaran bagaimana bentuknya. windy apa kau sudah menelpon Daniel


Windy : ini aku baru saja ingin meneleponnya


// di telpon


Windy : daniel sepertinya kami sudah di depan butiknya, apa kau bisa keluar. Kami masih di mobil


Daniel : tunggu sebentar [berjalan keluar] apa itu kalian?


Windy : iya kami sudah melihat mu, kami akan segera keluar [menutup telponnya]


Marta : [keluar dari mobil] apakah yang lainnya sudah datang?


Daniel : iya mereka sudah menunggu di dalam


...*mereka masuk ke dalam butik*...


Rega : kalian lama sekali


Marta : bukan kami yang lama klian yang terlalu cepat


Daniel : sudah sudah. Pelayan bawakan beberapa gaun dan jas terbaik


...*pelayan membawakan pakaiannya*...


Daniel : kalian pilih saja yang kalian suka


...*mereka semua memilih, pakai yang cocok untuk mereka*...


// 30 menit berlalu


Daniel : kalian sudah memilih nya


Dizi : iya sudah


Marta : aku juga sudah


Daniel : win?


Windy : mereka yang memilih nya


Rega & Wenza : kami juga sudah


// ilustrasi


*milik Marta*



*milik Dizi*



*milik Windy*



*milik Rega*



*milik Wenza*



*milik Daniel*



Windy : kenapa gaun ku beda dari kalian...


Dizi : kau kan ratu, jadi harus spesial


Marta : benar kata Dizi, kami sangat kesulitan memilih yang paling bagus untuk mu


Windy : dah lah terserah kalian... Diriku sudah pasrah


Dizi : lily pasti akan kalah jauh melihat dirimu


Marta : tapi satu sekolah meremehkan Windy karena dia tomboy


Dizi : lihat saja nanti mereka pasti terkejut hahaha


Rega : guys menurut info yang aku dapat, semua yang ikut pemilihan ini ada 25 perempuan dan 20 laki-laki. aku rasa saingan kalian cukup sulit


Wenza : aku yakin teman-teman kita yang akan menang


Windy : sejak kapan kami jadi teman kalian. Eh? Sejak kapan aku jadi akrab dengan kalian. Tidak tidak ini buruk


Daniel : buruk kenapa? Justru itu bagus karena kau sebentar lagi akan menganggap kai sebagai sahabat mu


Windy : tidak akan. Oy iya berapa harga gaun nya? [memberikan kartu kredit] oh iya sekalian juga dengan gaun Dizi dan Marta ya..


Daniel : beri mereka potongan 70% [berbisik pada kasir]


Kasir : baik tuan muda


Kasir : oke ini belanjaan kalian... datang kembali yaa


Windy : sekarang kita ke taman? Di mana tamannya [menyetir]


...*marta mengarahkan windy ke taman itu, beberapa menit berkendara akhirnya mereka sampai di sana. Taman tulip itu terbentang sangat luas memiliki berbagai macan warna tulip. Suasana disana sangat indah di tambah dengan cahaya matahari yang menyinari taman tersebut dan angin yang berhembus dengan lembut*...


Marta : [berjalan] benar kan kata ku di sini sangat indah. Windy mau kah kau memfoto ku


Windy : [memfoto marta menggunakan ponselnya]


// ilustrasi



Marta : pemandangan nya indah sekali


Windy : apa kau juga mau di fotokan [bertanya pada dizi]


Dizi : boleh, fotonya harus cantik ya


Windy : serahkan saja padaku



Dizi : cantik sekali, kau memang pandai mengambil foto, apa kah kau juga mau berfoto. Aku akan memfoto mu


Windy : tidak aku tidak mau, biar kalian saja


...*windy mengambil beberapa pa foto dizi dan Marta setelah itu mereka duduk bersantai di sana menikmati hamparan tulip yang indah itu. Awalnya mereka bersantai dengan aman dan damai, tapi seseorang mengganggu kedamaian mereka*...


Lily : ternyata saingan ku di sini juga


Windy : ckk mengganggu sekali


Lily : ternyata kalian pandai juga memilih tempat bersantai, tapi tempat ini tidak pantas untuk orang-orang jelek seperti kalian


Marta : peliharaan siapa ini, dia menggonggongi kita tanpa henti seperti sedang kelaparan


Lily : kau mengatakan aku seekor anjing?


Marta : aku tidak mengatakan kau seekor anjing, kau sendiri yang mengakuinya


Dizi : akhirnya dia mengaku hahahah


Windy : hah memalukan


Lily : kalian... Lihat saja kalian akan menyesalinya [pergi meninggalkan mereka bertiga]


Windy : [menatap kepergian lily]


Windy : kalian sudah banyak belajar yaa, kalimat itu tajam sekali


Dizi : dia pantas mendapatkan itu


Windy : kalian memang teman terbaikku [merangkul dizi dan marta]


...*dari kejauhan lily melihat mereka sambil menelpon seseorang*...


Lily : kalian ikuti saja orang orang di foto itu, mereka sekarang sedang berada di taman tulip. Terserah kalian mau melakukan apa yang penting aku tidak akan melihat mereka lagi


? : baik, akan kami laksanakan


*marta, dizi, dan windy bersantai hingga menjelang sore. Disana mereka berbagi cerita sambil memakan beberapa jajanan. Sekitar jam 5 sore mereka memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang mereka ingin berkeliling menikmati kota Granvil di malam hari, karena terlalu fokus menikmati keindahan kota Granvil mereka sampai tidak sadar ada yang mengikuti mereka. Pada saat melewati jalan yang sepi dan hanya ada pepohonan, mereka baru menyadari hal itu.*


Windy : [menyetir] guys sepertinya mobil itu mengikuti kita [melihat spion]


Dizi : dari tadi aku melihat mobil itu di belakang kita, tapi aku tidak mengira dia benar-benar ingin mengikuti kita


Marta : ini tempat sepi sebaiknya kau menaikkan kecepatan mobilnya


...*saat windy menambah kecepatan mobil nya, benar mobil yang di belakang mereka juga menambah kecepatan dan mencoba menyalip mobil mereka. Mobil itu terus menambah kecepatan hingga mereka berhasil menyalip mobil windy*...


Windy : [mengerem] ini buruk, jika terjadi sesuatu kalian pergi lah aku akan mengurus ini


...*beberapa orang pria keluar dari mobil itu dan berjalan ke arah mereka*...


? : [mengetuk kaca mobil] cepat keluar, atau kami akan menghancurkan kalian beserta mobil ini


Dizi : windy tetap lah disini kau jangan keluar, mereka sepertinya ingin melakukan hal yang buruk


Windy : tidak apa, kalian tetap di sini aku akan keluar [keluar dari mobil]


Windy : apa yang kalian inginkan


? : nyawa kalian


Windy : ambil saja jika kalian bisa [memasang posisi siap]


? : mudah bagi kami untuk melakukan hal itu, serang dia [menyuruh salah satu rekannya]


...*salah satu pria itu maju san langsung menyerang windy, tapi dia bukan lah tandingan windy. Hanya dalam beberapa menit dia sudah kalah*...


Windy : itu saja? Bagaimana itu bisa mengambil nyawa ku?


? : kau jangan sombong dulu, masih ada kami ber 5 dan kau pasti akan kalah


? : ayo serang dia


...*orang orang itu menyerang windy secara bersamaan, hal itu membuat windy sedikit kewalahan*...


Dizi : bagaiman ini mereka semua menyerang windy. dia tidak akan bisa mengalahkan nya


Marta : kita harus bagaimana... [melihat ponselnya] untung ada sinyal aku akan mencoba menelpon rega


...*marta mencoba menelpon rega, untung saja telponnya langsung diangkat*...


// di telpon


Rega : ada apa marta?


Marta : Rega kau ada di mana


Rega : sedang rumah daniel


Dizi : Rega cepat bantu kami, kami diserang


Rega : apa? [mendengar rega yang, khawatir Daniel menyuruh rega untuk memperbesar volume telponnya]


Wenza : apa yang sedang terjadi


Marta : saat di jalan, ada sebuah mobil yang diam-diam mengikuti kami. saat berada di tempat sepi mobil itu menyalip dan menyuruh kami keluar. Tetapi windy melarang kami dan dia sendiri yang keluar


Daniel : lalu apa yang terjadi sekarang?


Dizi : orang-orang dari dalam mobil itu berkelahi dengan windy. Mereka menyerang nya secara bersamaan, kami takut windy tidak bisa mengalahkan mereka cepat lah kesini [panik]


Daniel : berapa orang yang berkelahi dengan nya


Marta : ada sekitar 6 orang


Daniel : ini sangat burung ayo cepat ke sana [ berlari menuju mobilnya


Rega : di mana kalian sekarang


Marta : jalan yang di kiri-kanan nya hutan, kami tidak tau ini dimana. Yang pasti setelah kota besar ada jalan ini, dan jalan ini bisa menuju ke apartemen kami


Wenza : iya aku tau di mana, ayo cepat daniel. Windy tidak akan bisa menahan mereka terlalu lama


...*Daniel menyetir dengan kecepatan tinggi, kurang lebih sepuluh menit mereka akhirnya melihat mobil windy yang terparkir dan melihat windy yang masih berkelahi*...


Daniel : [berlari keluar dari mobil] windy mundur lah aku akan mengurus mereka [mulai berkelahi]


Windy : kau tidak akan mampu mengurus ini sendirian [masih tetap berkelahi]


...*Wenza dan Rega menyusul*...


Wenza : mundur lah windy kami akan membantu Daniel


Windy : [mundur] dan tetap berjaga-jaga di belakang


...*dari dalam mobil*...


Dizi : windy kau tidak apa apa?


Windy : aku tidak apa-apa, hanya terluka sedikit [sudut bibirnya terluka]


Marta : masuk lah windy, mereka akan mengurus itu


Windy : tidak, aku tidak yakin mereka bisa. Aku akan tetap di sini berjaga-jaga jika ada sesuatu terjadi


...*Daniel dan yang lainnya sudah hampir mengalahkan orang-orang itu, tapi ada satu orang yang berada di belakang daniel yang berniat ingin menyerang nya diam-diam*...


Windy : [melihat orang itu, langsung berlari dan menendang nya] wah kau curang ya, hey fokuslah sedikit jika tidak kita akan kalah [kembali berkelahi]


...*setelah lama berkelahi akhirnya orang orang itu kalah, dan ingin mundur*...


Windy : [mendekat] katakan siapa yang menyuruh kalian


? : aku tidak akan memberitahumu


Windy : aku akan membiarkan kalian pergi jika kalian mau mengatakan nya. jika kalian tidak mau mengatakan siapa yg menyuruh kalian, bisa di pastikan kalian akan membusuk di penjara


? : baik lah aku akan mengatakannya, tapi kau harus menepati janji mu


Windy : aku tidak akan mengingkari janjiku


? : kami di suruh oleh lily, dia menyuruh kamu untuk membunuh kalian


Windy : sudah ku duga.. katakan pada nya jika kalian berhasil membunuh kami. Kalian bisa pergi sekarang


...*orang orang itu langsung pergi meninggalkan mereka*...


Daniel : kenapa kau melepaskan mereka?


Windy : aku punya rencana, aku akan mengatakannya di apartemenku. Sekarang kita harus segera pergi dari sini, sebelum ada orang jahat lain yang datang


Windy : [masuk ke mobil] marta apa kau bisa menyetir?


Marta : aku masih sedikit takut, tapi aku bisa menyetir


Windy : menyetir lah aku sangat lelah


...*sesampainya nya di apartemen*...


Dizi : [membuka pintu] kalian duduk lah dulu, akan akan mengambil air hangat untuk mengompres luka windy


// di ruang tamu


Dizi : windy kemari lah aku akan membantumu mengompres nya


Windy : [mendekat]


Daniel : apa rencanamu


Windy : aku sejak awal sudah mengira ini pasti ulah lily. yang pasti dia ingin membunuh ku, karena ada dizi dan marta di samping ku jadi mereka juga terlibat. Aku berencana ingin mengikuti alur dari rencana lily.


Wenza : maksudnya?


Windy : aku tidak akan datang ke kampus beberapa hari ini, begitu juga marta dan dizi. Seolah olah orang orang itu berhasil membunuh kami. Kami akan home school untuk sementara ini. Dan kami akan datang di acara pemilihan nanti untuk memberinya kejutan, kalian harus berpura-pura tidak tau saat di kampus. Dengan begitu semuanya akan lancar


Daniel : aku mengerti, baik lah kami nantinya akan berpura-pura. Kami akan menunggu kalian di acara minggu depan


Windy : kau pasti tidak akan menduganya lily [tersenyum]