
? : hey.. Kau salah jalan
Marta : siapa kau? Kenapa kau mengikuti ku? [masih membelakangi]
? : hey kau lupa dengan suara pacarmu sendiri hmmm? Ini aku rega
Rega : berbalik dan lihat saja kalau tidak percaya
Marta : [berbalik] huhhhh rupanya kau [mendekat]
Marta : aku pikir kau orang yang ingin berbuat jahat [menyenderkan kepalanya pada dada rega]
Rega : tenang lah aku di sini... [memeluk marta]
Marta : hmmm aku lebih tenang sekarang
Rega : kenapa kau pulang sendirian?
Marta : windy bilang dia sibuk, jadi tidak bisa menjemput ku
Rega : kenapa tidak pesan taxi?
Marta : Dompet ku ketinggalan di rumah, dan ponsel ku juga baterai nya habis jadi tidak bisa memesan taxi
Rega : aku akan mengantarmu, kebetulan mobil ku tidak jauh dari sini. ayo [menarik marta menuju mobilnya]
Marta : [diperjalanan] rega bagaimana kau bisa mengikuti ku?
Rega : eeee itu.. Tadi aku kebetulan lewat di sekitar sini, dan aku melihat mu berjalan sendirian. Karena aku khawatir jadi aku mengikuti mu. Pasti kau takut kan? Maaf ya.. Aku tidak akan mengulanginya
Marta : iya tidak apa-apa uang penting sekarang kau sudah di samping ku jadi aku tidak perlu takut lagi [tersenyum]
Rega : kau sangat manis saat tersenyum aku menyukainya [mencubit pipi marta]
Marta : mmm [mengelus pipinya]
Rega : kenapa? Sakit ya.. [mengelus pipi marta]
Marta : sekarang sakitnya sudah hilang...
Rega : yasudah masuk dulu aku akan segera mengantarmu [membukakan pintu mobil]
// di perjalanan
Rega : [melihat marta] kenapa? Kau sepertinya sedang sedih..
Marta : hah.... Aku sedikit sedih karena windy dan dizi seharian ini seperti bersikap dingin padaku
Rega : jangan terlalu sedih, aku yakin mereka tidak bermaksud bersikap begitu pada mu
Marta : apa maksud mu?
Rega : lihat saja nanti [tersenyum]
// 5 menit kemudian
Rega : Sudah sampai
Marta : iya terimakasih ya
Rega : tunggu kita kan sudah pacaran
Marta : teruus?
Rega : aku mau memanggilmu.... Sayang, boleh kan [malu]
Marta : iya boleh sayang.. Aku masuk dulu yaa
Rega : i iya sa-yang [senyum sendiri]
// di sisi lain, di dalam apartemen
Windy : apakah marta sudah pulang?
Dizi : sepertinya iya
Windy : [mengintip dari jendela] iya dia sudah pulang, dia bersama rega
Dizi : cepat cepat kita pura-pura sibuk [berlari ke kamar]
Windy : iya-iya [berlari]
Marta : [membuka pintu] sepi? Apakah mereka sudah tidur padahal baru jam 7
Marta : win kau sedang apa? [membuka pintu kamar windy]
Windy : aku sedang membaca
Marta : dimana dizi?
Windy : dia di kamarnya, oh iya kalau kau lapar di dapur masih ada makanan kau makan lah. Kami sudah makan
Marta : mmmm iya aku akan ke kamarku dulu [menutup pintu]
Marta : hah... Aku capek sekali... apakah besok mereka akan masih dingin pada ku? Aku akan membuat kan mereka sarapan besok aku harap mereka akan suka
Marta : baik lah sekarang aku harus segera tidur, besok aku harus bangun lebih awal untuk membuat sarapan [membenarkan posisinya dan segera tidur
// grup tanpa marta
Dizi : apakah marta ke kamar mu?
^^^Windy : iya dia tadi ke kamarku, besok malam kita akan memberinya kejutan^^^
Daniel : kami ke sana jam berapa?
^^^Windy : tanti akan aku beritahu lagi^^^
Rega : marta tadi hampir saja pulang dengan berjalan kaki
Dizi : bagaimana bisa? Kenapa dia tidak memesan taxi?
Rega : katanya dompetnya tertinggal dan baterai ponselnya juga habis
^^^Windy : yaa bodoh sekali aku meninggalkan teman ku seperti itu, yaa bodoh sekali^^^
Rega : tidak apa-apa, kan kalian menyuruhku mengikutinya jadi tenang lah
Dizi : untung saja kau ada kau
^^^Windy : jika tidak ada Rega aku yang akan mengikutinya seharian^^^
Daniel : kau akan kelelahan jika seharian tidak beristirahat
^^^Windy : apa peduli mu😑^^^
Wenza : kalian ini... Lebih baik kalian semua tidur dari pada begini
Rega : iya sebentar lagi hehehe... Main game kuy @beruang kutub utara (daniel)
Daniel : tidak, aku sudah mengantuk kau main saja sendiri
^^^Windy : diam kalian jangan berisik^^^
...*mereka sengaja membuat grup itu intuk membicarakan sesuatu tanpa ketahuan oleh marta*...
// keesokan kan harinya
Windy : huaaaaa tubuhku sakit sekali [meregangkan tubuh] aku sudah lama tidak berolahraga [mencium bau makanan] hmm? Bau enak apa ini, bibi sedang masak apa ya kira-kira [berjalan keluar kamar
Windy : [melihat ke arah dapur] marta? Dia memasak? [mendekati marta] kenapa kau memasak?
Marta : ooh kau sudah bangun.. hari ini adalah hari yang spesial untuk ku, jadi aku memutuskan memasak untuk kalian
Windy : ooh begitu.. Lanjutkan saja, aku akan bersiap-siap dulu
Marta : (batin : kenapa jawabannya begitu? Apakah dia lupa ulang tahunku? Ah tidak mungkin dia lupa. Mungkin nanti dia akan mengucapkan happy birthday untuk ku)
// 30 menit kemudian
Marta : ciah sudah jadi [menaruh makanan nya di meja makan] Windy.. Dizi.. Cepat lah keluar sarapannya sudah jdi...
Dizi : waah kau memasak semua ini?
Marta : iya aku memasak ini khusus untuk kalian, jadi nikmati lah
Windy : [datang] ada makanan kesukaanku.. Kau sangat tau ya
Marta : tidak ada yang aku tidak tau tentang kalian, cepat makan lah kita akan terlambat jika terlalu lama berbicara
// di kampus
Daniel : [melihat windy] hey kenapa kau tidak memakai kaluang yang aku berikan.. Ooo aku tau pasti kau menyimpannya karena takut hilang kan?
Windy : kata siapa? Aku bahkan ingin membuangnya
Daniel : apa? Jangan... Jangan di buang
Windy : aku bercanda.. [melihat rega dan memberi kode]
Rega : ee marta adik ku sebentar lagi berulang tahun, aku ingin membelikannya hadiah tapi aku tidak tau apa yang di sukainya. Jadi... Bantu aku memilihkannya hadiah ya
Marta : kapan kau ingin membelikannya?
Rega : hari ini di mall pulang dari kampus
Marta : mmm baiklah nanti sore yaa
// sore harinya
Marta : kalian pulang lah dulu, mungkin aku akan pulang terlambat
Dizi : baik lah semoga kalian bersenang-senang yaaa
Marta : kan hanya membeli hadiah bukan jalan-jalan
Dizi : kenapa tidak
// saat di mobil
Windy : nanti kau mendekorasi ruangannya dan aku akan membuat kuenya
Dizi : oke siap, aku akan mendekornya seindah mungkin
Windy : Daniel dan wenza mengikuti kita..
Dizi : [melihat spion] iya itu mobil Daniel, apa yang ingin mereka lakukan
Windy : lihat saja begitu sampai di apartemen aku akan memberi pelajaran pada mereka
// di apartemen
Windy : [keluar dari mobil dan berjalan menuju mobil daniel] hey kite sekarang tidak ada tugas kelompok, dan kami sedang tidak menerima tamu sekarang. Jadi kalian pulang lah
Daniel : kau bilang kan, kalian ingin mempersiapkan kejutan. Jadi kami kesini ingin membantu
Windy : kalian pulang lah dulu nanti malam baru kesini
Wenza : kami sudah datang, dan kami tidak ingin pulang sekarang
Dizi : [mendekat] sudah lah windy biar kan saja mereka membantu kita
Windy : yasudah terserah kalian
Windy : [membuka pintu apartemen] dizi, lakukan tugas yang sudah kita bagi tadi yaa. Dan kalian bantu dizi jangan ganggu aku di dapur
Dizi : [mengambil kardus] ini semua barang nya ada di sini
Daniel : [berjalan menuju dapur]
Dizi : kau mau kemana?
Daniel : membantu windy
Dizi : dia akan marah jika kau kesana [daniel tidak memperdulikan] cih dasar
Wenza : tidak apa aku akan membantu mu [mulai menata]
// di dapur
Windy : [membuat adonan kue]
Daniel : kau sedang apa [tiba tiba muncul]
Windy : astaga.. Yaa kau mengagetkanku, sedang apa kau disini kan aku menyuruhmu membantu dizi
Daniel : maaf ya.. hehe.. kan sudah ada wenza di sana aku akan membantumu di sini
Windy : aku tidak butuh bantuan mu
Daniel : ya sudah aku duduk saja [duduk di salah satu kursi di meja makan]
Windy : menganggu sekali
...*setelah beberapa menit akhirnya adonan yang di baut windy selesai, tinggal memanggang nya di oven*...
Windy : [ingin memasukkan loyangnya]
Daniel : biar aku saja [merebut loyangnya]
Daniel : [memasukkan loyang nya]
...*setelah memastikan oven nya sudah menyala, windy kemudian pergi menemui dizi dan wenza*...
Windy : waah kalian mendekornya dengan sangat baik
Dizi : tentu saja wenza yang mengajariku menata ini semua
Windy : kalian melakukan nya dengan sangat baik
Dizi : apa kue nya sudah jadi?
Windy : masih di panggang
// di sisi lain
Marta : kau ingin membelikan adik mu apa?
Rega : mmmm kalau perhiasan, menurut mu apakah dia akan suka?
Marta : mmm kebanyakan wanita suka perhiasan, aku rasa dia akan menyukainya
Rega : kalau begitu bantu aku memilihnya [menarik marta ke toko perhiasan]
Rega : pilihlah, apapun yang kau pilih aku yakin adik ku pasti menyukainya
Marta : mmmmm sebentar... Bagaimana kalau yang ini
// ilustrasi
Marta : bentuknya simpel tapi sangat indah, adik mu pasti suka
Rega : baik lah, bungkus yang ini ya..
Kasir : yang ini kan? Saya akan segera membungkus nya
Marta : kau tidak menanyakan harganya terlebih dahulu?
Rega : tidak perlu, apapun akan ku berikan kepada orang yang aku cintai
Marta : (batin : dia pasti sangat menyayangi adiknya, memang seorang kakak yang sangat baik)
Rega : terimakasih yaa [mengambil barangnya]
Marta : sudah?
Rega : mmm belum, aku berniat membelikan nya pakaian. Sebagai sesama seorang gadis kau pasti tau apa yang di sukainya
[berjalan menuju toko pakaian]
Marta : mmm adik mu feminim, tomboy atau bagaimana?
Rega : dari yang aku lihat sih.. Feminim
Marta : sebentar... Aku akan memilihkan pakaian yang cocok
// ilustrasi
Marta : menurutku keempat baju ini cantik, terserah kau lali mau memilih yang mana
Rega : aku mau semuanya
Marta : hah? Mau semuanya? Tidak memilih lagi?
Rega : sudah ku bilang apapun yang kau pilih adik ku pasti suka
Marta : tidak maksud ku apalah kau tidak ingin memilih 2 atau 3 baju
Rega : apapun untuk orang yang aku sayang, aku tidak peduli sebanyak dan semahal apapun harganya
Marta : mmh baik lah ayo kita bayar
Rega : ini, bungkus semua ya
Kasir : iyaaa baik...
Rega : di bungkus pakai bungkusan yang paling spesial
Kasir : semua ini hadiah?
Rega : iya, untuk orang yang sangat spesial
Marta : sepertinya kau sangat menyayangi adikmu
Rega : dia adalah orang yang paling aku sayangi
Kasir : ini barang kalian..
Rega : terimakasih yaa
Marta : sudah semuanya? Atau masih ada yang ingin di beli?
Rega : sudah, ayo aku akan mengantar mu pulang
Rega : drrrt drrt.. tunggu sebentar ya, ada yang menelpon. Pegang sebentar [memberikan barang]
// di telpon
Rega : ada apa Daniel
Daniel : kalian sudah pulang?
Rega : ini sudah ingin pulang, kalian di sana bagaimana? Apakah sudah siap
Daniel : semuanya hampir siap tinggal menunggu win mendekor kuenya
Rega : apakah kalian perlu tambahan waktu, aku akan sedikit memperlambat perjalanannya jika kalian butuh
Daniel : sepertinya tidak, kuenya sebentar lagi selesai
Rega : baik lah, sudah dulu ya. Marta lama menunggu
Daniel : iya iya [mematikan teleponnya]
Rega : [menemui marta] ayo pulang ini sudah malam [mengambil barang dari tangan marta]
// di apartemen
Windy : akhirnya.... Sudah jadi..
Dizi : bagus sekali...
// ilustrasi
Wenza : beruang nya lucu
...*di saat semuanya sedang fokus pada kue, Daniel malah fokus pada sisa buttercream yang ada di mangkok. Lalu daniel terpikir untuk menjahili teman temannya*...
Daniel : [mengambil sedikit buttercream] win lihat lah kesini
...*disaat windy menoleh padanya daniel langsung mengoleskan buttercream itu pada wajah windy*...
Windy : yaaa apa yang kau lakukan
Dizi : [ikut mengoleskan buttercream pada wajah Windy]
Windy : hey kalian..... Sini kalian aku akan membalas kalian... [mengejar dizi dan daniel]
...*mereka bertiga saling mengejar seperti anak kecil yang bermain kejar-kejaran*...
Windy : sini kau dizi...
Dizi : wenza tolong aku.... Hahahaha [bersembunyi di balik tubuh wenza]
Windy : Dizi..... Kemari lah aku akan membalas mu dasar bocah tengik [menarik tangan dizi] yaa dapat kau [langsung mengoleskan buttercream di wajah dizi]
Dizi : yaa hahahah kau curang....
Windy : sekarang aku akan mencari daniel
Windy : [berjalan ke ruang tamu] aku yakin tadi aku melihat dia berlari ke sini
Windy : [melihat bayangan Daniel di balik sofa] mmmm aku tau itu kau
Windy : [naik ke atas sofa dan mengambil banyak buttercream] yaaa kena kau [langsung mengoleskan nya ke wajah daniel]
Windy : ya hahahaha kau seperti anak kecil yang baru selesai makan kue hahaha
Daniel : (batin : tidak apa-apa, berantakan begini. Yang penting aku melihat dia tersenyum ceria seperti itu rasanya sudah senang)
...*daniel dan windy kemudian kembali ke dapur bersama*...
Dizi : hahahaha daniel hahaha wajah mu penuh dengan buttercream hahaha
Windy : dendam ku tercapai hahaha. [melihat wenza] mmmmm rasanya tidak adil jika diantara kita ada yang bersih [menatap daniel]
Daniel : [mengerti maksud windy] aku akan menangkap nya untuk mu [langsung berlari ke arah wenza] sini kau [memegangi wenza]
Windy : ayo dizi tidak boleh ada yang bersih di sini [berlari]
...*windy dan dizi bersamaan mengoleskan buttercream ke seluruh wajah wenza dengan sangat bersemangat*...
Wenza : hey 3 lawan 1 ini tidak adil...
Dizi : kau kotor sekali wenza hahaha
...*mobil rega dan marta berhenti ti depan apartemen*...
Windy : mereka sudah sampai.. Bersiap lah
...*seluruh lampu di ruang tamu sudah dizi dan wenza matikan dari awal dan hanya lampu dapur yang menyala*...
...*mereka berempat semuanya bersembunyi agar tidak kelihatan oleh marta*...
Marta : kenapa lampunya mati? Mereka sudah tidur apa bagaimana?
Rega : coba kita masuk [pura-pura tidak tahu]
Marta : [membuka pintu] ini kelap sekali... [melihat cahaya di dapur] lampu dapur menyala?
Marta : [berjalan kearah dapur] apa ini? Ini kue...
...*semua lampu seketika menyala dan mereka semua berkata..*...
All : happy birthday marta....
Marta : [kaget dan tidak menyangka] kalian....
Windy : happy birthday sahabat ku [memberikan kan kue sambil mengoleskan sedikit buttercream pada wajah marta]
Marta : yaa kenapa wajah kalian begitu...
Dizi : ini semua gara gara daniel, kami juga kena
Rega : sudah lupakan itu, ini untukmu [memberikan kado yang baru saja di di beli]
Marta : hmm? Bukan kah ini untuk adik mu?
Daniel : rega tidak punya adik
Marta : jadi, ini semua untuk ku? Mmmmm [terharu]
Rega : iya ini semua untuk mu, untuk orang yang paling spesial
Marta : kalian mempersiapkan ini semua untuk ku?
Windy : tentu saja, dan maaf ya jika kami dingin padamu beberapa hari ini
Dizi : itu semua juga rencana kejutan
Marta : mmmmm kalian... [memeluk windy dan dizi] terimakasih...
Windy : sudahlah jangan menangis... Cicipi dulu kue buatan ku ini..
Marta : ini buatan mu? lucu sekali... [memotong kuenya]
Marta : potongan pertama ini untuk kalian berdua, aku akan menyuapi kalian [menyuapi windy dan dizi]
Marta : dan potongan kedua ini untuk..... Rega
Rega : aku juga mau di suapi...
Marta : mmmh baiklah baiklah sini.... [menyuapi rega]
Marta : windy potong sisa kuenya dan makan bersama
Windy : [memotong kue nya dan membagikannya kepada yang lain]
...*mereka semua berkumpul di meja makan sambil memakan kue nya*...
Windy : [memotong sedikit kue dan hanya memegang nya karena ingin bicara] bagaimana marta apakah kau menyukai kejutan ini?
Daniel : [melihat kue di garpu windy dan langsung memakannya]
Windy : aaaa kue ku ...... Kau ya daniel
Marta : hhhh kalian, tentu saja aku sangat menyukai kejutannya. Kalian menginat ulang tahun saja aku sudah senang
Wenza : ini [ingin menyuapi dizi]
Dizi : hah?
Wenza : makan saja
Dizi : [memakannya tapi sedikit malu]
Windy : mmmmmm ada yang sedang pdkt nih...
Daniel : kau mau juga?
Windy : tidak, aku bisa makan sendiri
Rega : kasian.... Di tolak...
Wenza : ya hahahah kau tidak pro hahaha
Windy : diam kalian [memakan kue nya]
Rega : [berbisik] tidak apa-apa bro aku tau suatu saat nanti dia akan luluh pada mu
...*malam itu di penuhi dengan tawa mereka semua, walaupun daniel sedikit kecewa*...
Author : tenang daniel, semuanya bakal happy ending sabar saja ya☺️