
...*acara pemilihan berakhir sekitar jam 11 malam Windy, Dizi dan Marta ingin segera pulang karena sudah larut malam*...
Windy : ini sudah larut kami pulang dulu ya
Daniel : iya berhati-hati lah kalua terjadi sesuatu langsung hubungi kami
Windy : [ingin pergi]
Daniel : eh tunggu sebentar
Windy : [berbalik] ada apa?
Daniel : aku hanya ingin mengatakan... Kau sangat cantik hari ini [memakaikan sebuah kalung] ini adalah hadiah sebagai ucapan selamat atas keberhasilan mu malam ini
// Ilustrasi
Daniel : [membenarkan mahkota windy] selamat yaa karena kau sudah membuktikan bahwa dirimu lebih dari siapapun [meletakkan tangannya pada bahu windy]
Windy : [melihat tangan Daniel yang ada di bahunya, langsung menepisnya] yaaa jangan mentang-mentang aku membiarkanmu berdansa denganku, aku juga akan membiarkan mu menyentuh ku seperti itu?
Daniel : aa aku salah maafkan aku [batin : walaupun malam ini penampilan nya berubah, tapi sifatnya sama saja seperti biasa]
Windy : aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu lagi. oh iya untuk kaluang nya terimakasih aku menyukainya.
Windy : [melihat marta yang sedang berbicara dengan Rega] marta kita akan segera pulang cepat lah ke mobil
Marta : aku pulang dulu ya da dah..
Rega : hati-hati [melambaikan tangan]
...*Windy menyalakan mobilnya, dan segera meninggalkan tempat itu...
Daniel : [menatap kepergian mobil windy] huh..... Kau mudah sekali mendapatkan Marta, kenapa mendapatkan nya sangat sulit [lesu]
Wenza : sepertinya kau harus berjuang sangat keras kawan [menepuk pundak daniel]
Daniel : sudahlah ayo kita pulang, semoga saja hari ini aku mimpi indah
// di apartemen tiga bersahabat
Windy : [berbaring di tempat tidur] 2 hari lagi marta berulang tahun, bagaimana kau aku prank. Aku akan beritahu dizi dulu
// chat
^^^Windy : dizi^^^
^^^Windy : kau sudah tidur?^^^
Dizi : belum, emang nya ada apa
^^^Windy : begini, marta kan 2 hari lagi berulang tahun. Aku berencana ingin ngeprank dia, kau setuju tidak^^^
Dizi : boleh, tapi ngeprank bagaimana
^^^Windy : selama 2 hari ini kita jangan pedulikan dia, dan kita diam diam akan membuat pesta kejutan. bagaimana menurut mu?^^^
Dizi : aku setuju sih, tapi aku rasanya tidak tega melihatnya
^^^Windy : aku juga tidak tega, tidak apa hanya 2 hari saja^^^
Dizi : iya. Jadi besok sudah mulai?
^^^Windy : iya kita mulai besok. Sekarang kau tidurlah ini sudah malam, besok harus ke kampus^^^
Dizi : iya-iyaa aku tidur sekarang
// keesokan harinya
Marta : maaf guys kalian pasti lama menungguku [keluar dari kamar]
Windy : mmm
Marta : kalian kenapa? [duduk]
Dizi : tidak apa-apa, cepatlah makan sarapanmu kita akan segera berangkat
Marta : [memakan makanannya] (batin : mereka sepertinya dingin padaku, ah tidak mungkin aku salah mereka tidak mungkin begitu)
...*setelah selesai sarapan*...
Marta : guys apa kalian mau tau semalam aku dan..
Windy : jangan banyak bicara, cepat masuk lah ke mobil kita hampir telat
...*di perjalanan semuanya sunyi tidak ada percakapan sedikitpun*...
// di kampus
Marta : guys nanti sore aku ada kelas tari, kalian pulang dulu saja nanti kalau aku sudah selesai kelas aku akan menghubungi kalian
Dizi : mmm iya
Marta : (batin : mereka benar-benar dingin dan tidak mau bicara padaku, pasti ada sesuatu yang membuat mereka begini. Apa karena aku tidak memberi tau kalau aku sudah berpacaran dengan rega? Tapi kan tadi aku berniat ingin memberitahu mereka, merekanya saja yang tidak mau mendengarkan)
Rega : selamat pagi marta.... [senyum]
Marta : pagi juga...
...*windy dan dizi langsung pergi ke kelas tanpa memperdulikan mereka*...
Rega : ada apa dengan mereka, apa kau bertengkar dengan mereka?
Marta : tidak, aku tidak tau kenapa mereka begitu
Rega : aku akan bicara dengan mereka nanti, ayo ke kelas bersama
Marta : kau duluan saja aku mau ke toilet dulu
Rega : baiklah jangan lama-lama [mengelus rambut marta]
// di kelas
Rega : [berjalan ke arah windy dan dizi] kenapa kalian dingin ke pada pacarku?
Windy : siapa yang kau bilang pacar? [minum]
Rega : marta lah siapa lagi, kalian kan temannya bagaimana bisa kalian tidak tau
Windy : ohohk ohohk [tersedak]
Dizi : windy kau tidak apa-apa?
Windy : sejak kapan kalian pacaran?
Dizi : kenapa tidak memberitahu kami
Rega : aku pikir marta sudah memberitahu kalian, lupakan itu kembali ke topik sekarang kenapa kalian bersikap dingin pada marta
Windy : besok Marta akan berulang tahun, kami berdua akan berpura-pura dingin dan tidak peduli padanya. dan kami juga akan membuatkan pesta kejutan untuknya. Kalian berpura-pura pura saja tidak tau ya
Wenza : tenang saja kami bisa menyimpan rahasia
Dizi : oke aku percaya pada kalian. Oh iya karena rega sudah menjadi pacar marta, aku ingin dalam 2 hari ini kau ikuti dia. Mungkin saja dalam 2 hari ini kami akan sering meninggalkan dia sendirian
Rega : baik lah akan ku lakukan dengan sepenuh hati
Windy : iiiuuu [geli]
Rega : kau ini pagi pagi sudah membuatku kesal
Marta : [masuk] kalian membicarakan apa
Rega : ini si win membuat ku kesal saja
Windy : [menatap tajam pada rega]
Rega : [melihat windy] (batin : oh iya aku hampir saja akan mengatakan semuanya) eee ah marta sini duduklah dosen akan segera datang
Marta : [senyum dan lalu duduk]
Marta : [menyalakan ponselnya]
// chat
^^^Marta : rega apa kau sudah bicara pada mereka? Lalu apa yang mereka katakan?^^^
Rega : eeee [berfikir]
Rega : mereka hanya bilang kalau mereka kesal padamu
^^^Marta : sepertinya mereka kesal karena aku tidak memberitahu mereka kalau kita pacaran^^^
Marta : tidak mungkin kan kalau mereka sudah bosan dengan ku dan tidak ingin berteman dengan ku lagi
Rega : kau ini bicara apa? tentu saja tidak mungkin, mereka adalah sahabat mu mereka tidak akan meninggalkan mu begitu saja
^^^Marta : semoga saja itu benar^^^
Rega : ingat ya marta... Mereka hanya kesal padamu jangan memikirkan hal yang tidak masuk akal seperti itu
^^^Marta : iya aku tidak akan memikirkan nya^^^
Rega : fokus lah belajar, jangan memikirkan hal yang tidak masuk akal
^^^Marta : baik lah (◍•ᴗ•◍)^^^
Rega : gadis baik (✿ ♡‿♡)
...*saat pelajaran sudah selesai*...
Marta : guys kalian pulang lah aku akan segera ke kelas tari
Windy : iya [pergi]
Marta : mereka masih dingin padaku, semoga saja yang di katakan para siswi itu tidak akan terjadi padaku
// tadi pagi saat di toilet
Marta : [berada di salah satu bilik toilet]
Siswi 1 : [mencuci tangan di wastafel depan toilet yang ada marta] kasian ya jea dia sekarang sudah tidak punya teman
Siswi 2 : bukan kah dia punya 2 sahabat?
Siswi 1 : itu dulu, sekarang kedua sahabatnya itu tidak lagi memperdulikannya
Siswi 2 : kenapa? Bukan kah mereka itu teman baik?
Siswi 1 : dari yang ku dengar sih... Kedua sahabatnya itu, memang sudah lama tidak dekat dengan nya. Yang aku tau sih kalau pertemanan 3 orang itu salahsatunya pasti tidak dianggap dan hanya berdua yang akrab
Siswi 2 : jadi begitu... Kasian sekai si jea ya [berjalan keluar bersama siswi 1] aku tidak menyangka pertemanan mereka akan berakhir seperti itu
Marta : apa aku akan bernasib sama seperti gadis itu [sedih]
// kembali lagi pada marta
Marta : marta... Aku tidak boleh memikirkan itu, ingat windy dan dizi tidak mungkin begitu. Oke aku sekarang harus selesaikan kelas ini dulu
// di sisi lain
Windy : karena sekarang marta tidak bersama kita, ini adalah kesempatan untuk kita membeli perlengkapan untuk pesta kejutan marta
Dizi : iya sekarang kita harus menggunakan kesempatan ini
...*mereka berdua, segera pergi membeli perlengkapan pesta kejutan dan juga membeli beberapa hadiah untuk marta. Mereka menghabiskan waktu hampir setengah jam untuk memilih perlengkapan itu*...
Windy : sepertinya ini semua sudah cukup, ayo kita bayar [pergi ke kasir]
Kasir : sudah selesai? [menghitung total belanjaan]
Windy : iya sudah, jadi berapa totalnya
Kasir : totalnya jadi...
...*sekarang sudah jam 05.30 marta baru saja selesai kelas*...
Marta : ini sangat melelahkan, aku akan segera menelepon windy
...*telepon*...
Marta : win aku sudah selesai kelas, apa kau bisa menjemput ku?
Windy : ah aku sedang sibuk kau bisa pulang sendiri kan? [menonton tv]
Marta : iya.. Tapi....
Windy : kalau begitu pulang lah naik taxi, aku sekarang sangat sibuk tidak bisa menjemput mu [mematikan teleponnya]
Marta : hah... [menghela nafas] aku bahkan tidak sempat memberitahunya kalau dompet ku ketinggalan dan semua uangku ada di sana
Marta : tidak apa, aku masih punya ponsel. Aku bisa menggunakannya untuk memesan taxi [melihat ke layar ponselnya] apa baterai ku sisa 1% aku tidak akan bisa memesan taxi kalau begini... Tidak apa, jalan kaki saja. Apartemen kami juga tidak terlalu jauh hitung hitung olahraga [mulai berjalan]
Marta : [saat di jalan, mendengar sesuatu] sepertinya ada yang mengikuti ku, ini sudah mulai gelap orang-orang juga sudah sepi aku harus cepat [mempercepat langkahnya]
Marta : dia juga semakin cepat? Astaga aku sangat takut...
...*marta kemudian berjalan ke salah satu gang yang ternyata jalan buntu*...
Marta : ini jalan buntu? Mati lah aku... Aku bahkan tidak berani melihat ke belakang
? : hey... Kau salah jalan... [mendekat]