My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
MAKAN MALAM



// malam harinya


Rega : tok tok tok [mengetuk pintu]


Dizi : [membukakan pintu] kalian sudah datang, masuklah windy sedang memasak kalian tunggu saja di ruang tv


Wenza : apa yang sedang kau lakukan marta? [melihat marta yang sedang mengintip]


Marta : oh ternyata kalian.. Aku hanya sedang memastikan jika yang datang itu bukan orang jahat hehe.. Duduk lah


Rega : sepertinya kau sedang waspada terhadap sesuatu


Marta : yaa semenjak Jea berulah aku jadi semakin takut akan ada hal yang terjadi lagi jika kami tidak waspada


Dizi : itu benar, jika tidak berhati-hati takutnya mereka akan berulah lagi


Wenza : kalian jangan khawatir kami akan selalu menjaga kalian


Dizi : aku akan memegang kata-kata mu wenza hahaha


Daniel : win sedang di dapur kan? Aku akan menyusulnya


Marta : kau suka sekali ya cari masalah..


Daniel : aku tidak cari masalah, aku kan hanya ingin melihat dia memasak


Dizi : pergi saja jika kau ingin kembali dengan babak belur


Daniel : [menghiraukan kata-kata mereka dan langsung berjalan menuju dapur]


Dizi : dih dasar keras kepala, lihat saja sebentar lagi perkataan ku akan terbukti


// di dapur


Daniel : win.. Kau sedang memasak apa?


Windy : siapa yang memperbolehkan mu datang kesini


Daniel : apakah aku tidak boleh melihat mu memasak?


Windy : pergi lah, dan menunggu bersama yang lain, aku sibuk jangan menggangguku


Daniel : jika aku tidak mau bagaimana? [mendekat] mmmh aromanya lezat sekali..


Windy : hey... Pergilah sebelum... [kesal]


Daniel : sebelum apa hmm? [mendekatkan wajahnya]


Windy : plak.. [memukul wajah daniel] ku bilang pergi ya pergi... huuuuhhhh [menghela nafas]


Daniel : akk.. Mmm baik lah aku pergi... [pergi keluar dari dapur]


// di ruang tv


Wenza : [melihat kedatangan daniel] ada apa dengan wajahmu?


Dizi : [melihat ke arah daniel] hahaha... Sudah ku bilang juga apa hahaha


Marta : kami sudah memperingati mu tapi kau tidak mendengar nya


Daniel : ckk [duduk di sofa]


Rega : apa yang sebenarnya kau lakukan hingga win memukul mu?


Daniel : aku hanya mencoba berbicara dengannya


Marta : windy memang begitu, dia tidak suka di ganggu jika sedang melakukan sesuatu


Daniel : kemarin saat membuat kue tidak begitu


Dizi : saat itu mood nya sedang sangat bagus, jadi dia tidak marah


Wenza : apakah sekarang mood nya sedang buruk?


Dizi : sepertinya tidak, dari tad dia masih memikirkan kejadian kemarin malam mungkin itu yang membuatnya sedikit sensitif


Windy : teman-teman makanannya sudah siap, cepat lah makan sebelum makanannya dingin


// meja makan


Rega : makanannya banyak sekali...


Windy : aku sengaja membuatnya berbeda-beda, mungkin saja ada makanan yang kalian tidak suka jadi aku membuat makanan yg berbeda. ayo di coba


Dizi : [mencicipi masakan windy] mmm enak...


Windy : makan yang banyak jika enak


Rega : [melirik kearah daniel] daniel kenapa kau diam saja, biasanya kau yang suka mengomentari masakan seseorang


Daniel : tidak apa-apa [melanjutkan makannya]


Windy : [melirik kearah daniel dan melihat memar di pipinya] (batin : apakah itu karena pukulan ku tadi?)


// selesai makan


Dizi : huhhh aku kenyang sekali


Marta : sama aku juga...


Wenza : masakanmu enak win


Windy : wow terima kasih.. Kalian pergi lah menonton tv terlebih dahulu aku akan membereskan ini


Dizi : aku akan membantu mu


Windy : aku akan lakukan sendiri kalian pergi saja


Dizi : tapi...


Windy : apa... [tersenyum menatap dizi]


Dizi : baiklah baiklah, ayo teman-teman kita menonton tv (batin : ah senyuman itu, seperti ingin membunuhku saja)


...*windy segera membereskan bekas makanan mereka dan membersihkan nya*...


...*setelah selesai membereskan semuanya, windy menyusul keruang tv sambil membawa sebuah saputangan dan semangkuk air hangat *...


Windy : [berjalan dan duduk tepat di samping daniel]


Windy : [meletakkan mangkuk itu di meja kemudian membasahi saputangan yang di bawanya]


Marta : itu untuk apa?


...*windy kemudian menatap daniel, dengan ragu kemudian windy mulai menempelkan saputangan itu pada memar yang ada di pipi daniel*...


Daniel : sshh


Rega : pemandangan macam apa ini


Marta : sudah jangan di ganggu [memalingkan wajah rega]


...*windy kembali mengompres memar daniel dengan perlahan*...


Daniel : [hanya diam]


Windy : [menghentikan aktifitasnya, lalu menatap daniel yang sedang bersikap dingin padanya]


Daniel : kenapa kau menatap ku begitu


Windy : kau marah?


Daniel : [kembali diam dan tidak membalas pertanyaan windy]


Windy : (batin : dia tidak membalas pertanyaan ku? Huuhh sabar Windy bagaiman pun ini salahmu, jadi kau harus bertanggung jawab)


Windy : a-aku tidak tau cara menghibur seseorang jika sedang marah, jadi aku hanya bisa minta maaf padamu untuk kesalahan ku tadi. Apa kau memaafkan kan ku?


Wenza : (batin : daniel marah? Pada win? Aah tidak mungkin)


Daniel : [diam dan tidak memperdulikan windy]


Windy : huuhhh [kembali mengompres memar daniel] aku sudah berbaik hati, mencoba untuk meminta maaf padamu, mencoba menstabilkan emosiku untuk bicara panjang lebar padamu... Dan ini yang ku dapat


Windy : aisss terserah kau saja aku memang tidak bisa membujuk seseorang ckk [berdiri dan ingin pergi]


Daniel : [menahan tangan windy] siapa yang mengatakan aku marah? Aku hanya ingin melihat reaksi mu saja [tersenyum]


Windy : kau... [kesal]


Daniel : oh iya nona, kau belum selesai bertanggungjawab untuk kesalahan mu tadi [tersenyum]


Windy : mmmh baik lah, aku akan mengambil kotak obat dulu


Daniel : oke silahkan


Windy : [pergi dengan wajah yang kesal]


Rega : waah teman... Cara yang kau pilih sangat beresiko


Wenza : hampir saja aku berfikir rumah ini akan hancur oleh kalian berdua


Dizi : melihat senyuman windy saat di dapur saja aku takut, ini malah menantang seorang windy


Marta : tapi aku belum pernah melihat Windy bersikap selembut itu pada seseorang selain kami berdua


Rega : sebelumnya tidak pernah?


Marta : tidak pernah sama sekali, saat dia melakukan kesalahan biasanya dia hanya meminta maaf. Tapi tidak seperti ini


Rega : sihir apa yang kau gunakan untuk menjinakkan serigala betina itu? Walau hanya sebentar tapi itu berhasil


Daniel : kau ini bicara apa? Sudah jangan membahas hal itu


Windy : [datang membawa kotak obat]


Daniel : sekarang lakukan lah suster


Windy : [mengoleskan salep di pipi daniel dengan sedikit menekannya] tadi nona sekarang dokter dasar sialan [bergumam]


Daniel : akk akk akk


Rega : kembali lagi serigalanya


Windy : aku mendengarnya [menatap tajam kearah rega]


Rega : [langsung memalingkan wajahnya dan kembali menonton tv]


Windy : [menyelesaikan kegiatannya] mmh tugas ku sudah selesai


Daniel : tidak ramah sekali..


Windy : [menatap tajam daniel]


Daniel : iya iya aku diam..


...*mereka semua kembali menonton tv dan tidak berani membuka pembicaraan karena tau windy sedang kesal*...


// jam 10.30


Wenza : eee guys sepertinya nya ini sudah larut apa kalian belum ingin pulang?


Rega : ah iya sudah larut sebaiknya kita pulang hehe..


Wenza : [hendak berdiri, namun terhenti melihat dizi yang ternyata tertidur pulas dan menyender di bahunya] (batin : sejak kapan dia tidur? Aah posisi begini akan membuat lehernya sakit)


Wenza : eemm guys sepertinya aku harus mengantarkan dizi ke kamarnya dulu


Marta : astaga dia tertidur... aku yang di sampingnya saja tidak sadar bahwa di tertidur


Wenza : kalian tunggu aku di luar, aku akan mengantar dizi dulu [menggendong tubuh dizi]


Daniel : oke baik lah


Wenza : [berjalan menuju kamar dizi dan membaringkan tubuh dizi lalu menyelimutinya] (batin : dia tidur seperti anak kucing, pulas sekali) [tersenyum]


// di luar rumah


Rega : kami pulang dulu ya, setelah ini langsung tidur jangan bergadang


Marta : baik lah...


...*windy dan daniel dengan kompak langsung membalikkan tubuh mereka*...


Windy : seharusnya aku tidak ikut keluar


Daniel : wenza lama sekali, aku sudah tidak tahan jadi nyamuk di sini


Wenza : ayo pulang..


Daniel : akhirnya kau datang juga, ayo pulang aku hanya jadi nyamuk di sini


Windy : kau tidak sendiri...


Rega : hahaha baiklah baiklah aku tidak akan melakukannya lah di depan kalian


Marta : kalian hati hati di jalan...


...*mobil mereka kemudian mulai pergi meninggalkan apartemen itu dengan dikendarai oleh wenza*...


// di dalam mobil


Daniel : sekali lagi kau melakukan itu di depan ku, aku akan menghajar mu rega


Rega : iya-iya aku tidak akan mengulangi hal itu...


Daniel : wenza.. Kenapa kau senyum senyum sendiri?


Wenza : hah? Tidak ada apa-apa?


Rega : ada yang kau sembunyikan yaaaa


Wenza : sudah ku bilang tidak ada apa-apa


Rega : pasti saat dia mengantarkan dizi


Wenza : sudah lah lupakan saja.. Hahaha...