
// malam harinya
Rega : tok tok tok [mengetuk pintu]
Dizi : [membukakan pintu] kalian sudah datang, masuklah windy sedang memasak kalian tunggu saja di ruang tv
Wenza : apa yang sedang kau lakukan marta? [melihat marta yang sedang mengintip]
Marta : oh ternyata kalian.. Aku hanya sedang memastikan jika yang datang itu bukan orang jahat hehe.. Duduk lah
Rega : sepertinya kau sedang waspada terhadap sesuatu
Marta : yaa semenjak Jea berulah aku jadi semakin takut akan ada hal yang terjadi lagi jika kami tidak waspada
Dizi : itu benar, jika tidak berhati-hati takutnya mereka akan berulah lagi
Wenza : kalian jangan khawatir kami akan selalu menjaga kalian
Dizi : aku akan memegang kata-kata mu wenza hahaha
Daniel : win sedang di dapur kan? Aku akan menyusulnya
Marta : kau suka sekali ya cari masalah..
Daniel : aku tidak cari masalah, aku kan hanya ingin melihat dia memasak
Dizi : pergi saja jika kau ingin kembali dengan babak belur
Daniel : [menghiraukan kata-kata mereka dan langsung berjalan menuju dapur]
Dizi : dih dasar keras kepala, lihat saja sebentar lagi perkataan ku akan terbukti
// di dapur
Daniel : win.. Kau sedang memasak apa?
Windy : siapa yang memperbolehkan mu datang kesini
Daniel : apakah aku tidak boleh melihat mu memasak?
Windy : pergi lah, dan menunggu bersama yang lain, aku sibuk jangan menggangguku
Daniel : jika aku tidak mau bagaimana? [mendekat] mmmh aromanya lezat sekali..
Windy : hey... Pergilah sebelum... [kesal]
Daniel : sebelum apa hmm? [mendekatkan wajahnya]
Windy : plak.. [memukul wajah daniel] ku bilang pergi ya pergi... huuuuhhhh [menghela nafas]
Daniel : akk.. Mmm baik lah aku pergi... [pergi keluar dari dapur]
// di ruang tv
Wenza : [melihat kedatangan daniel] ada apa dengan wajahmu?
Dizi : [melihat ke arah daniel] hahaha... Sudah ku bilang juga apa hahaha
Marta : kami sudah memperingati mu tapi kau tidak mendengar nya
Daniel : ckk [duduk di sofa]
Rega : apa yang sebenarnya kau lakukan hingga win memukul mu?
Daniel : aku hanya mencoba berbicara dengannya
Marta : windy memang begitu, dia tidak suka di ganggu jika sedang melakukan sesuatu
Daniel : kemarin saat membuat kue tidak begitu
Dizi : saat itu mood nya sedang sangat bagus, jadi dia tidak marah
Wenza : apakah sekarang mood nya sedang buruk?
Dizi : sepertinya tidak, dari tad dia masih memikirkan kejadian kemarin malam mungkin itu yang membuatnya sedikit sensitif
Windy : teman-teman makanannya sudah siap, cepat lah makan sebelum makanannya dingin
// meja makan
Rega : makanannya banyak sekali...
Windy : aku sengaja membuatnya berbeda-beda, mungkin saja ada makanan yang kalian tidak suka jadi aku membuat makanan yg berbeda. ayo di coba
Dizi : [mencicipi masakan windy] mmm enak...
Windy : makan yang banyak jika enak
Rega : [melirik kearah daniel] daniel kenapa kau diam saja, biasanya kau yang suka mengomentari masakan seseorang
Daniel : tidak apa-apa [melanjutkan makannya]
Windy : [melirik kearah daniel dan melihat memar di pipinya] (batin : apakah itu karena pukulan ku tadi?)
// selesai makan
Dizi : huhhh aku kenyang sekali
Marta : sama aku juga...
Wenza : masakanmu enak win
Windy : wow terima kasih.. Kalian pergi lah menonton tv terlebih dahulu aku akan membereskan ini
Dizi : aku akan membantu mu
Windy : aku akan lakukan sendiri kalian pergi saja
Dizi : tapi...
Windy : apa... [tersenyum menatap dizi]
Dizi : baiklah baiklah, ayo teman-teman kita menonton tv (batin : ah senyuman itu, seperti ingin membunuhku saja)
...*windy segera membereskan bekas makanan mereka dan membersihkan nya*...
...*setelah selesai membereskan semuanya, windy menyusul keruang tv sambil membawa sebuah saputangan dan semangkuk air hangat *...
Windy : [berjalan dan duduk tepat di samping daniel]
Windy : [meletakkan mangkuk itu di meja kemudian membasahi saputangan yang di bawanya]
Marta : itu untuk apa?
...*windy kemudian menatap daniel, dengan ragu kemudian windy mulai menempelkan saputangan itu pada memar yang ada di pipi daniel*...
Daniel : sshh
Rega : pemandangan macam apa ini
Marta : sudah jangan di ganggu [memalingkan wajah rega]
...*windy kembali mengompres memar daniel dengan perlahan*...
Daniel : [hanya diam]
Windy : [menghentikan aktifitasnya, lalu menatap daniel yang sedang bersikap dingin padanya]
Daniel : kenapa kau menatap ku begitu
Windy : kau marah?
Daniel : [kembali diam dan tidak membalas pertanyaan windy]
Windy : (batin : dia tidak membalas pertanyaan ku? Huuhh sabar Windy bagaiman pun ini salahmu, jadi kau harus bertanggung jawab)
Windy : a-aku tidak tau cara menghibur seseorang jika sedang marah, jadi aku hanya bisa minta maaf padamu untuk kesalahan ku tadi. Apa kau memaafkan kan ku?
Wenza : (batin : daniel marah? Pada win? Aah tidak mungkin)
Daniel : [diam dan tidak memperdulikan windy]
Windy : huuhhh [kembali mengompres memar daniel] aku sudah berbaik hati, mencoba untuk meminta maaf padamu, mencoba menstabilkan emosiku untuk bicara panjang lebar padamu... Dan ini yang ku dapat
Windy : aisss terserah kau saja aku memang tidak bisa membujuk seseorang ckk [berdiri dan ingin pergi]
Daniel : [menahan tangan windy] siapa yang mengatakan aku marah? Aku hanya ingin melihat reaksi mu saja [tersenyum]
Windy : kau... [kesal]
Daniel : oh iya nona, kau belum selesai bertanggungjawab untuk kesalahan mu tadi [tersenyum]
Windy : mmmh baik lah, aku akan mengambil kotak obat dulu
Daniel : oke silahkan
Windy : [pergi dengan wajah yang kesal]
Rega : waah teman... Cara yang kau pilih sangat beresiko
Wenza : hampir saja aku berfikir rumah ini akan hancur oleh kalian berdua
Dizi : melihat senyuman windy saat di dapur saja aku takut, ini malah menantang seorang windy
Marta : tapi aku belum pernah melihat Windy bersikap selembut itu pada seseorang selain kami berdua
Rega : sebelumnya tidak pernah?
Marta : tidak pernah sama sekali, saat dia melakukan kesalahan biasanya dia hanya meminta maaf. Tapi tidak seperti ini
Rega : sihir apa yang kau gunakan untuk menjinakkan serigala betina itu? Walau hanya sebentar tapi itu berhasil
Daniel : kau ini bicara apa? Sudah jangan membahas hal itu
Windy : [datang membawa kotak obat]
Daniel : sekarang lakukan lah suster
Windy : [mengoleskan salep di pipi daniel dengan sedikit menekannya] tadi nona sekarang dokter dasar sialan [bergumam]
Daniel : akk akk akk
Rega : kembali lagi serigalanya
Windy : aku mendengarnya [menatap tajam kearah rega]
Rega : [langsung memalingkan wajahnya dan kembali menonton tv]
Windy : [menyelesaikan kegiatannya] mmh tugas ku sudah selesai
Daniel : tidak ramah sekali..
Windy : [menatap tajam daniel]
Daniel : iya iya aku diam..
...*mereka semua kembali menonton tv dan tidak berani membuka pembicaraan karena tau windy sedang kesal*...
// jam 10.30
Wenza : eee guys sepertinya nya ini sudah larut apa kalian belum ingin pulang?
Rega : ah iya sudah larut sebaiknya kita pulang hehe..
Wenza : [hendak berdiri, namun terhenti melihat dizi yang ternyata tertidur pulas dan menyender di bahunya] (batin : sejak kapan dia tidur? Aah posisi begini akan membuat lehernya sakit)
Wenza : eemm guys sepertinya aku harus mengantarkan dizi ke kamarnya dulu
Marta : astaga dia tertidur... aku yang di sampingnya saja tidak sadar bahwa di tertidur
Wenza : kalian tunggu aku di luar, aku akan mengantar dizi dulu [menggendong tubuh dizi]
Daniel : oke baik lah
Wenza : [berjalan menuju kamar dizi dan membaringkan tubuh dizi lalu menyelimutinya] (batin : dia tidur seperti anak kucing, pulas sekali) [tersenyum]
// di luar rumah
Rega : kami pulang dulu ya, setelah ini langsung tidur jangan bergadang
Marta : baik lah...
...*windy dan daniel dengan kompak langsung membalikkan tubuh mereka*...
Windy : seharusnya aku tidak ikut keluar
Daniel : wenza lama sekali, aku sudah tidak tahan jadi nyamuk di sini
Wenza : ayo pulang..
Daniel : akhirnya kau datang juga, ayo pulang aku hanya jadi nyamuk di sini
Windy : kau tidak sendiri...
Rega : hahaha baiklah baiklah aku tidak akan melakukannya lah di depan kalian
Marta : kalian hati hati di jalan...
...*mobil mereka kemudian mulai pergi meninggalkan apartemen itu dengan dikendarai oleh wenza*...
// di dalam mobil
Daniel : sekali lagi kau melakukan itu di depan ku, aku akan menghajar mu rega
Rega : iya-iya aku tidak akan mengulangi hal itu...
Daniel : wenza.. Kenapa kau senyum senyum sendiri?
Wenza : hah? Tidak ada apa-apa?
Rega : ada yang kau sembunyikan yaaaa
Wenza : sudah ku bilang tidak ada apa-apa
Rega : pasti saat dia mengantarkan dizi
Wenza : sudah lah lupakan saja.. Hahaha...