My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
MIMPI



Windy : apa itu? Apa itu orang tad.. Astaga itu..AKU


Windy : apa yang mereka lakukan padaku? [melihat dirinya yang terbaring lemas dengan luka di seluruh tubuh]


Windy : kalau aku di sini lalu dimana Dizi dan Marta?


...*windy lalu pergi mencari keberadaan Dizi dan Marta. Dia masuk hampir ke seluruh ruangan yang ada di rumah tua itu, kemudian masuk ke sebuah ruangan yang didalam nya terlihat lebih rapi dan bersih dari pada tempat dimana Windy menemukan dirinya*...


...*windy kemudian masuk dan menemukan gadis yang semalam bertengkar dengan dirinya dengan beberapa pria berbaju hitam di sekelilingnya dan tentunya Marta dan Dizi.Windy menemukan dizi dan marta dalam keadaan terikat dan pipi yang merah akibat pukulan*...


Marta : katakan dimana kau menyembunyikan Windy!!


Gadis 2 : oh sayang, aku tidak menyembunyikannya tetapi aku menidurkan nya di gudang yang gelap dan kotor hahahahah [tertawa keras]


Dizi : aku tau Wenza dan yang lainnya akan segera datang dan menyelamatkan kami, seharusnya kau harus waspada


Gadis 2 : kau benar..... Wenza mu akan segera datang. Tapi bukan untuk menyelamatkan kalian, melainkan melainkan akan menyerahkan diri seperti sahabat mu yang bodoh itu hahahaha [mendorong Dizi]


Windy : Wenza? Apakah dia pacar Dizi?


...*tempat itu kembali berubah dan menjadi sebuah ruangan yang sangat mewah yang terdapat tiga laki-laki di sana*...


Laki-laki 1 : Daniel sahabat masa kecilmu mengirim sebuah surat


Laki-laki 2 : iya tadi ada seseorang yang melempar ini di depan rumah mu


Windy : apakah laki-laki berambut biru itu yang bernama Daniel?


Laki-laki 3 : mana berikan kepada ku [membaca surat]


Laki-laki 3 : dasar gadis sialan berani sekali dia menyekap gadisku, aku akan memberinya pelajaran


Laki-laki 2 : tapi bagaimana kau akan memberi nya pelajaran, dia hanya menyuruh kita bertiga kesana dan tidak boleh membawa orang lain


Laki-laki 1 : kau baca kan ancaman yang dia berikan


Laki-laki 3 : huuh [menghela nafas] baik lah


Windy : apa yang akan mereka lakukan? Eh? [tempat itu kembali berubah menjadi seperti tempat awal saat Windy datang yaitu sebuah ruangan yang besar yang ada di rumah tua yang ada di dalam hutan]


Windy : aku kembali ke sini? Apa yang akan terjadi lagi di sini


...*di sana Windy melihat ketiga laki-laki itu sudah berada di sana, dengan dua diantaranya sedang memeluk Dizi dan Marta yang sudah lemah, dan juga gadis yang bertengkar dengan Windy beserta para pria berbaju hitamnya.*...


laki-laki 3 : kami sudah di sini, sekarang katakan dimana Windy [mengacungkan pistol]


Gadis (?) : bawa gadis bodoh itu ke sini [menyuruh pria berbaju hitam]


"brukk" [mendorong Windy]


Pria baju hitam : seperti perintah mu nona


Laki-laki 3 : APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA?


Gadis (?) : aku melakukan seperti ancaman ku dulu, tapi kau dulu tidak memperdulikan hal itu dan terjadilah


Laki-laki 3 : DASAR KAU SIALAN!!


Gadis (?) : aku tidak akan melukainya lagi jika kau menikah dengan ku sekarang, tapi jika kau menolak aku tidak akan segan segan membunuhnya benarkan Win [berjongkok di depan Windy]


gadis 1 (windy) : pergilah d-daniel.. kau... Tidak... Boleh melakukan... Itu


laki-laki 3 : windy [ingin mendekat]


Gadis (?) : berhentilah dan turunkan senjatamu atau aku akan membunuhnya [mencekik windy]


Gadis 1 (windy) : aahhkk


Laki-laki 3 : LEPASKAN!! B-baiklah aku akan mundur, tapi kau harus melepaskan itu [melemparkan pistol]


Gadis (?) : [mengambil pistol itu] sepertinya nya kau sangat perhatian dengannya, dan aku sangat tidak menyukai itu


Gadis (?) : karena sekarang aku sangat marah jadi aku butuh pelampiasan [melirik Dizi dan seorang laki-laki]


Gadis (?) : [mengacungkan pistol]


Windy : apa yang akan dia lakukan [takut]


Gadis 1 (Windy) : ja-jangan


Gadis (?) : benar katamu "jangan", jangan segan-segan hahahah


...*gadis itu kemudian menarik pelatuk dan akan menembak Dizi, tapi itu tidak berhasil karena di lindungi oleh windy yang mengerahkan seluruh tenaganya untuk melindungi dizi*...


Laki-laki 3 : TIDAK WINDY!!!


Windy : TIDAK JANGAN!!! [terbangun dari tidurnya dengan keadaan seluruh tubuh bergetar]


Windy : hah hah hah [terengah-engah] mimpi apa itu, a-aku di tembak? Siapa gadis itu? Dan tiga laki-laki itu?


Yeza : [membuka pintu] sayang apa kau sudah siap? Astaga ada apa dengan mu nak kenapa kau pucat dan tubuhmu bergetar apa kalu sakit


Windy : tidak ayah aku hanya mimpi buruk


Yeza : [menyentuh dari Windy] tidak apanya kau demam nak, yasudah kau jangan ikut bersama ayah kau istirahat saja di rumah ya nak ayah akan memberitahu ibumu


Windy : baiklah ayah


Yeza : sekarang berbaringlah ayah akan segera berangkat [membaringkan tubuh windy dan segera keluar]


Windy : itu mimpi macam apa kenapa detail sekali? Apakah ini sebuah peringatan bahwa itu akan terjadi? Aku harus menceritakan ini kepada Marta dan Dizi [mengambil hp]


// chat \


^^^Windy : teman teman semalam aku mimpi buruk yang terasa seperti nyata dan sekarang aku sakit karena hal itu^^^


^^^Windy aku ingin menceritakannya kepada kalian, bisakah kalian ke rumah ku^^^


^^^Windy : di mimpi itu juga ada kalian dan beberapa orang yang tidak aku kenal ^^^


Dizi : seperti nya itu serius, aku akan segera ke rumah mu


Marta : astaga sahabatku sakit? Aku akan segera ke sana Windy tunggu saja


^^^Windy : baik lah ^^^


// Dizi dan Marta sampai di rumah Windy


...*saat mereka datang, mereka terlihat khawatir akan keadaan Windy. mereka menanyakan bagaimana perasaan dan keadaan Windy. Windy kemudian mengatakan bahwa perasaannya saat ini sedang tidak baik-baik saja, dan kemudian menceritakan seluruh mimpinya semalam mulai dari dia masuk ke sebuah rumah tua hingga dia melihat dirinya yang tertembak akibat menyelamatkan Dizi dan seorang laki-laki. Marta dan Dizi yang mendengar hal itu tentu kaget, mereka kemudian menenangkan Windy dan mengatakan "itu hanya sekedar mimpi, kau tidak boleh menyakiti pikiranmu hanya karena sebuah mimpi yang tidak tau akan benar benar terjadi atau tidak" Windy yang mendengar hal itu akhirnya sedikit tenang dan perlahan lahan akan melupakan mimpi itu*...


...*mereka terus berbicara dan bercanda hingga tak terasa hari sudah siang*...


Sera : tok tok tok [mengetuk pintu] apa ibu boleh masuk


Windy : masuk saja bu


Sera : ini sudah siang jadi kalian harus makan anak anak ini makanannya [memberikan 3 porsi makanan satu diantaranya berupa bubur untuk windy] maaf ya tapi pagi ibu dan bibi sedang keluar jadi tidak sempat membuat kan kalian makanan, kalian pasti sangat lapar sekali lagi maafkan ibu yaa


Windy : tidak ibu tidak apa apa


Marta : iya bu kami tidak lapar, kan di kamar windy banyak cemilan jadi tidak lapar deh hehe


Sera : yasudah makan dulu makanan nya jangan biarkan perut kalian kosong


*tak lama kemudian ayah windy datang*


Yeza : Windy ayah sudah pulang [membuka pintu] eh kalian semua di sini


Sera : sayang ada apa?


Yeza : aku hanya ingin memberikan gelang ini pada Windy, kebetulan lan sekal Marta dan Dizi juga ada jadi aku akan langsung memberikan nya pada mereka


Windy : sudah jadi? Wahhh


Yeza : iya, ini gelang kalian [memberikan kepada Windy]


Windy : terimakasih ayah, guys ini gelang kalian ambillah


Dizi : waaaah bagus sekali aku sangat menyukainya


Yeza : oh iya ada satu hal lagi yang ingin ayah katakan, tadi universitas yg ingin kalian masuki menelpon bahwa kalian diterima dan bulan depan sudah boleh kesana, ayah akan segera menyiapkan tempat tinggal kalian


Marta : bulan depan? Sebentar lagi kita akan ke sana


Dizi : aku akan segera menyiapkan barang ku


Windy : iya siapkan saja bila perlu seluruh barang kalian, kalian bawa hahaha


Marta : bagaimana cara bawanya duhai teman ku


Sera : yasudah kita turun yuk sayang aku sudah masak, mereka biarkan saja di sini menemani windy [ayah dan ibu windy keluar dan tutun untuk makan siang]


...*setelah mendengar kabar dari ayah windy mereka semua sangat senang dan tidak sabar untuk pergi ke sana...