My Best Friends Two, Three, And Six

My Best Friends Two, Three, And Six
TUGAS KELOMPOK



// keesokan harinya di kampus


...*saat istirahat di kantin*...


Rega : hey kalian jangan lupa nanti


Marta : tenang saja kami tidak akan lupa, keperluan kelompok nya juga sudah kami siapkan


Wenza : nanti kita perginya bersama saja, kalian kan baru di sini aku takut kaloan nantinya tersesat


Windy : terserah kalian, aku ikut saja


...*sudah pulang kuliah*...


Marta : eh rega kalian tunggu di mobil saja, kami akan ke toilet dulu


Rega : baiklah kami akan menunggu di mobil


Marta : ayo teman teman [menarik Dizi dan Windy]


// di toilet


Windy : marta kau kenapa [khawatir]


Marta : aku sedang datang bulan dan perutku sangat sakit


Dizi : kalau begitu kita pulang saja


Marta : tidak, kita sudah berjanji pada mereka kita harus pergi


Windy : tapi kau?


Marta : tidak apa-apa aku bisa menahannya


Windy : kalau perlu sesuatu katakan pada ku ya


Marta : mm [mengangguk]


...*saat mereka berjalan di lorong kampus tiba tiba*...


Laki-laki 1 : hey nona nona apakah kalian masih ingat kami


Laki-laki 2 : mana mungkin kalian lupa


Windy : kau.... Yang waktu itu berani menggoda teman ku..


Laki-laki 1 : wah ingatan mu sangat kuat ya


Dizi : kalian mau apa?


Laki-laki 3 : mau apa? Ya kami mau kalian hahaha


Windy : jangan harap [marah]


Windy : minggir kami mau pergi [ingin pergi tapi di halangi]


Laki-laki 1 : kami tidak akan membiarkan kalian pergi, sebelum kalian ikut dengan kami [memegang tangan windy]


Windy : [menepis] berani sekali kau memegang tangan ku hah


Laki-laki 1 : ayo lah jangan malu malu begitu


Windy : dasar sialan [menendang laki-laki itu hingga terjatuh]


Laki-laki 1 : berani sekali kau gadis kecil, cepat tangkap mereka [menyuruh teman temannya]


Windy : menantang ku hah? Kalian berdua mundur aku akan menangani mereka


...*windy kemudian berkelahi dengan tiga laki-laki itu, tapi mereka semuanya terjatuh. Tapi mereka tidak menyerah dan terus menyerang windy.*...


Windy : kalian tidak akan bisa menyentuh teman temanku


...*windy terus berkelahi dan melawan mereka hingga mereka babak belur*...


Windy : hah kalian bukan tandingan ku dasar sialan


...*saat mengatakan hal itu tanpa Windy sadari ada salah satu laki-laki yang ingin menyerang nya dengan menggunakan pisau kecil*...


Dizi : WINDY AWAS!!


Windy : [menyadari dan menangkisnya]


...*windy bisa menangkisnya tapi hal itu membuat lengan nya terluka*...


Windy : aahkk


Laki-laki 2 : akhirnya kau terluka


Windy : aku tidak akan mundur walau terluka


...*dari kejauhan*...


Daniel : DASAR BRENGSEK BERANINYA KALIAN!! TANGKAP MEREKA [suruh daniel kepada Rega dan Wenza]


Laki-laki 1 : astaga itu daniel?


Laki-laki 3 : kita akan mati jika tetap berada di sini


Laki-laki 2 : ayo cepat lari


...*ketiga laki-laki itu pun segera lari dan pergi dari sana*...


Rega : mereka kabur!!


Daniel : biarkan saja, mereka akan tertangkap nanti malam tunggu saja


Wenza : [berlari menghampiri Windy, Marta, dan Dizi] kalian tidak apa-apa?


Dizi : iya kami tidak apa-apa tapi...


Daniel : [melihat tangan windy] windy tangan mu berdarah!


Windy : biarkan aja ini hanya luka kecil


Daniel : [mengambil saputangan dan melilitkan nya] kau buta? Kau bilang luka ini kecil?. Cepat kita pergi sekarang jika tidak ini akan infeksi


Daniel : [memberikan kunci] wenza kau bawa mobil, aku akan menyetir untuk mereka ayo cepat


...*mereka bergegas pergi dari sana dan segera menuju cafe keluarga Wenza. untung saja cafenya tidak jauh hanya 10 menit sudah sampai*...


...*sesampainya di sana Wenza langsung mencari kotak P3K yang di suruh Daniel untuk mengobati luka windy*...


Wenza : ini daniel [memberikan kotak P3K nya]


Daniel : [langsung membuka kembali saputangan yang melilit tangan windy] kalian yang tidak kuat melihatnya jangan di lihat


...*daniel langsung perlahan-lahan membersihkan lukanya menggunakan alkohol*...


Windy : sshhhh aahkk


Daniel : tahan sedikit [kembali membersihkan dengan perlahan-lahan]


...*tak berapa lama akhirnya daniel selesai mengobati luka windy*...


Wenza : pelayanku akan segera mengantarkan beberapa makanan dan minuman


Windy : bagaimanapun kalian bisa tau kami sedang diganggu?


Daniel : saat kami ingin pergi ke tempat parkir, kami tidak sengaja berpapasan dengan mereka. Awalnya kami tak curiga, tapi karena sudah lama kalian tidak kembali kembali akhirnya kami memutuskan untuk mengusul kesana.


Rega : saat kami di sana ternyata benar dugaan kami ternyata kalian sedang di ganggu


Daniel : tenang saja aku akan menyuruh orang untuk menangkap mereka


Marta : kalian kenal mereka?


Rega : tidak, tapi pada saat kalian di ganggu mereka pada hari pertama kuliah. Kami sudah mencari tau identitas mereka


Dizi : oo jadi begitu


Rega : [melihat marta pucat] wenza apakah ada air hangat?


Wenza : tentu saja, tunggu sebentar aku akan menyuruh pelayan mengambilkan nya


// beberapa menit kemudian


Pelayan : ini makanan dan minumannya, silahkan dinikmati.


Rega : [mengambil air hangat] ini marta minun lah, setelah ini kau akan merasa lebih baik


Marta : bagaimana kau bisa tau?


Rega : kakakku juga sering begini [tersenyum]


Marta : te terimakasih [malu]


Dizi : ini barang barang tugasnya


Wenza : bisa kita mulai sekarang? Tugas kita kali ini adalah membuat kerangka bangunan yang kuat, apa yang harus kita buat sekarang?


Dizi : bagaiman kalau menara Eiffel


Windy : boleh aku ada contoh 3 dimensi nya di ponselku


Rega : bagai mana bisa 3 dimensi di ponsel


Windy : kau tidak tau betapa canggih nya hasil buatan kota Yaster, akan ku perlihatkan


...*menyalakan ponselnya lalu membuka gambar 3 dimensi itu. Kemudian windy menaruh ponselnya di meja dan kemudian menyentuh layar ponselnya dua kali. Seketika gambar itu keluar dari ponsel dalam bentuk hologram*...


Windy : sudah tinggal kerjakan saja


...*semuanya kemudian mulai mengerjakan tugas meraka*...


Windy : [melihat yang lain nya sedang sibuk sedang dia hanya melihat] aku akan bantu kalian memotong stik kayunya [ingin mengambil sebuah stik kayu dan cutter tapi di rampas daniel]


Daniel : tidak tangan mu baru saja terluka jadi tidak boleh, kau hitung jasa potongan kayunya sudah cukup atau belum, nanti biar Marta dan Dizi yang menempelkannya


Windy : tapi ini tugas kesukaan ku [sedih]


Marta : benar yang dikatakan Daniel tangan mu baru daja terluka kau tidak boleh melakukan hal apapun


Windy : jika aku akan tetap melakukan nya bagaimana?


Dizi : aku akan menelpon ayah mu dan memberitahunya kalau kau terluka


Windy : iya iya aku akan diam tapi jangan katakan ini pada ayah ku


Daniel : anak baik [mengelus kepala Windy]


Windy : apa yang baru saja kau lakukan hah? [marah]


Daniel : [kaget] (batin : benar kata rega dia seperti serigala betina) ee aku tidak sengaja, aku biasa melakukan hal itu pada adik ku maaf yaa


Windy : [sangat kesal dengan hal tadi] baik lah, karena tadi kau sudah membantu ku jadi aku maafkan


Wenza : eeee win, apakah semua ini sudah cukup?


Windy : sebentar [menghitung] sudah ini sudah cukup


Dizi : oke saat nya giliran kami


...*Dizi dan Marta kemudian menempelkan dan merakit semua stik kayunya dan di bantu Windy yang hanya diperbolehkan membantu sedikit*...


...*Setelah setengah jam merakit akhirnya pekerjaan mereka selesai*...


Marta : sudah selesai...


Rega : bagus sekali.. Coba kita ukur tingginya berapa


Wenza : [mengukur] tingginya 1 meter, coba tes ketahanannya [menggoyang-goyangkan menaranya] sepertinya ini kokoh


Windy : mana bisa begitu.. Sini [dengan sengaja menyenggol menara buatan mereka dari atas meja hingga terjatuh]


Windy : lihat menaranya tidak rusak berarti ini kokoh


Dizi : jika itu rusak tadi kurasa aku akan memukulmu win


Windy : kenapa kau jadi menyeramkan begini? Ketularan dari siapa kau?


Rega : tidak sadar diri, ya dari kau lah serigala betina...


Merta : serigala betina hahahaha sangat cocok dengan Windy hahaha


Windy : untung saja kalian yg mengatakan hal itu jika orang lain... Maka aku akan menjahit mulutnya


Wenza : apakah kau sudah menganggap kami teman mu?


Windy : tidak, belum


Daniel : (batin : tapi kau sudah banyak bicara daei sebelumnya, mungkin kau sudah nyaman dengan kami hahaha)


Wenza : makan dulu makanan nya apakah kalian tidak lapar?


Dizi : karena sibuk mengerjakan tugas, kita sampai lupa dengan makanannya


Marta : nanti saat pulang aku yang akan menyetir


Windy : tapi perut mu?


Marta : sekarang sudah lebih baik [tersenyum]


Rega : (batin : manis sekali..)